Halaman Pertama ā Untuk Diriku Sendiri (Januari 2026)
Aku nulis ini bukan karena hidupku sudah beres.
Justru karena hidupku masih berantakan di beberapa bagian ā dan itu sekarang gak apa-apa.
Aku adalah pria yang feminim.
Dan butuh waktu lama sampai akhirnya aku berhenti menganggap itu sebagai kesalahan.
Dulu aku capek banget pengen kelihatan ānormalā, pengen diterima, pengen gak jadi bahan pikiran orang.
Sekarang aku pelan-pelan belajar: aku gak lahir buat memenuhi ekspektasi siapa-siapa.
Aku ngerasa terlalu dalam.
Tapi anehnya⦠aku masih di sini.
Masih hidup. Masih nyoba. Masih bangun tiap hari.
Aku sudah melewati fase di mana aku bingung sama diriku sendiri,
bingung sama masa depanku,
bingung sama uang, kesehatan mentalku, tubuhku, kebiasaan burukku,
dan kenapa hidup orang lain kelihatannya lebih gampang.
Aku sudah pernah ngerasa sendirian walau gak benar-benar sendirian.
Aku sudah pernah ngerasa rusak.
Aku sudah pernah ngerasa tertinggal jauh.
Tapi nyatanya: aku belum hancur.
Sekarang di Januari 2026 ini, aku memilih satu hal kecil tapi penting:
aku mau hidup lebih tenang, lebih jujur, dan lebih lembut ke diriku sendiri.
Aku gak harus selalu kuat.
Aku cuma perlu konsisten jadi sedikit lebih sadar setiap hari.
Sedikit lebih berani bilang jujur ke diriku sendiri.
Sedikit lebih bertanggung jawab sama hidupku sendiri.
Kalau suatu hari nanti aku baca ini lagi saat aku lagi drop,
saat aku ngerasa gak cukup,
saat aku ngerasa hidupku jalan di tempatā¦
Aku pernah sampai sejauh ini.
Dengan segala kekuranganku.
Dengan segala kecemasanku.
Dengan segala keanehanku.
aku bisa lanjut satu langkah lagi.
Aku hanya sedang bertumbuh dengan caraku sendiri.