Senjaku, dilihat olehmu
Tapi itu hanya hayalan semu

★
Sade Olutola

ellievsbear

@theartofmadeline
Peter Solarz

shark vs the universe
cherry valley forever

2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

h
Mike Driver

PR's Tumblrdome
RMH

Kiana Khansmith
Claire Keane
Today's Document
Misplaced Lens Cap
EXPECTATIONS
sheepfilms
seen from Bangladesh
seen from Dominican Republic
seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from Morocco
seen from Spain

seen from Spain
seen from United States
@nurfathonahmu
Senjaku, dilihat olehmu
Tapi itu hanya hayalan semu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
5 Tips for Parents with Highly Sensitive Children (HSC)
Highly sensitive children are naturally charming with their great ability to empathize with others that people often warm up to them easily. Creative, reflective, and perceptive, they are gifted with the talent of being able to understand life’s intricacies. Although they can give off a mature, easygoing aura, they are also highly prone to experiencing breakdowns. This can often perplex close family and loved ones who may not always know what to do. Psych2Go shares with you 5 tips for parents with highly sensitive children (HSC):
1. Love them for who they are.
It’s easy for highly sensitive children to feel misunderstood and alienated when the world can be a highly judgmental place. As a result, parents may seek advice from experts, but one common issue highly sensitive children face is misdiagnosis. Parents can be misinformed and believe that their child has ADD, bipolar disorder, or can be “fixed” with medication. It’s important to know how harmful labels can be. Parents often want to do what is “best” for their child, and sometimes, the most important, simple things can be forgotten or overlooked. Understand that high sensitivity is a biological predisposition, not a choice. Love your child for who they are and do not…
—> Continue Reading Here <—
Hati ada 3 ————– Qalbun Maridh Qalbun Salim Qalbun Mayit - Qalbun Mayyit iaitu : 🐞hati yang mati. Teguran dibalas dengan cacian. Dambakan kuasa & harta . Cintakan dunia takutkan mati. Hati gelap.“ Qalbun Salim ialah : 🐞Hati yang sejahtera. Beriman sepenuhnya kepada allah dan rasul. Suka kepada teguran & benci kepada pujian. Sentiasa utk Allah.” Qalbun Maridh adalah : 🐞Hati yang sakit, banyak buat maksiat, tapi masih boleh diubati. Masih boleh menerima teguran dan ada usaha ke arah kebaikan.
(via kakpijah)
Allah memberi kita sakit, sesuai dengan daya tahan hambaNya, dan banyak hikmahnya, bukti: 1) Sakit itu Zikrullah. Bukti: Mereka yang diuji dengan sakit, lebih sering menyebut nama Allah berbanding di waktu sihatnya. 2) Sakit itu Istighfar. Bukti: Kita akan mudah teringat akan dosa ketika sakit sehingga lisan mudah untuk memohon ampun. 3) Sakit itu juga Muhasabah. Orang yang sakit akan lebih banyak waktu merenung diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal untuk kembali. 4) Sakit itu Jihad. Orang yang sakit tidak boleh menyerah kalah, diwajibkan untuk berikhtiar demi kesembuhan. 5) Sakit itu Ilmu. Sakit akan membuat kita memeriksa dan mencari ilmu untuk tidak mudah sakit. 6) Sakit itu juga Nasihat. Yang sakit selalu suka menasihati yang sihat agar jaga diri. Yang sihat menasihati yang sakit agar bersabar. 7) Sakit itu Silaturrahim. Keluarga yang jarang datang jengok akan datang menziarahi, penuh senyum dan rindu mesra dan dapat buah tangan lagi. 8) Sakit itu gugur dosa. Anggota badan yg sakit akan mendapat penyucian. 9) Sakit itu Mustajab Doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang yang sakit agar mendoakannya dan kita juga selalu begitu. 10) Sakit itu menyusahkan Syaitan. Diajak maksiat tak mahu dan tak mampu, malah disesalinya. 11) Sakit itu sedikit tertawa dan banyak menangis. Satu sikap keinsafan yang di sukai Rasulullah saw dan makhluk di langit. 12) Sakit meningkatkan kualiti ibadah. Rukuk sujud kita lebih khusyuk, Tasbih Istighfar lebih sangat. Tahyat juga jadi lebih lama. 13) Sakit itu memperbaiki akhlak. Kesombongan terkikis, Sifat tamak dipaksa tunduk, Peribadi akan jadi santun, lembut dan tawadhu. 14) Sakit mengingatkan kita akan Mati, Membuatkan kita sentiasa beringat untuk menghadapinya. Semoga perkongsian pagi ini bermunafa'at.. Ayuh Zikir, fikir, syukur & sabar…
(via kisahsukaduka)
Akhlak Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam - Baginda selalu diam - Berbicara ketika perlu - Perbicaraannya fasih, ringkas tetapi padat - Hatinya selalu sedih (inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas daripada azab Allah Subhanahu wa Taala - Selalu menundukkan pandangan kerana tawadhu’ - Berfikir terus menerus - Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa memperlekehkannya. - Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka, Baginda akan makan. Jika tidak, ditinggalkannya tanpa mencelanya. - Tidak pernah marah yg ada kaitan dengan urusan dunia. - Marah bukan kerana nafsu. - Apabila kebenaran dipermainkan, Baginda akan bangkit mempertahankannya. - Apabila marah, Baginda akan memalingkan mukanya. - Apabila suka, Baginda akan memejamkan matanya. - Tidak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas. - Tidak pernah berteriak- teriak di pasar. - Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, malah Baginda memaafkan dan berlapang dada. - Tangan Baginda tidak pernah memukul selain untuk berjihad di jalan Allah. - Apabila menghadapi dua perkara, Baginda memilih yang paling mudah selagi ia bukan dalam perkara maksiat. - Di rumah, Baginda adalah manusia biasa yg membasuh pakaian, memerah susu, dan membuat sendiri segala keperluan. - Ketika duduk ataupun berdiri, Baginda selalu berzikir. - Raut wajahnya selalu ceria, perangainya dapat dicontohi dengan mudah, lemah lembut dan peramah. - Tidak pernah bersikap keras dan bertindak kasar, berteriak-teriak, lebih-lebih lagi mencela orang lain. - 3 perkara yg dijauhi ; perselisihan, bongkak & segala yg tidak diperlukan. - Tidak pernah mencela & memaki hamun orang lain. - Tidak pernah mencungkil rahsia org lain. - Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yg menjanjikan pahala. - Perbicaraannya memukau sesiapa pun mendengarnya lalu terpegun seolah² ada burung melintas di atas kepala mereka. - Sesiapa yg melihat Baginda sepintas lalu akan merasa gerun dan hormat kepadanya. - Sesiapa yg selalu bergaul dan telah dekat mengenali Baginda, akan menyayangi sepenuh jiwa raga. - Baginda pasti memberi tempat kepada org yg ingin duduk dan tidak membezakan di kalangan mereka. - Sesiapa yg meminta sesuatu, pasti dipenuhinya atau jika sebaliknya, ditolak dgn tutur kata yg lemah lembut. - Tangan Baginda selalu terbuka kpd sesiapa sahaja tanpa pilih kasih. Baginda adalah ayah bagi mereka semuanya. - Di mana pun Baginda berada, di situlah terpancar cahaya ilmu, sikap malu dan sabar serta amanah. - Tidak ada yg berani meninggikan suara di hadapan Baginda kerana kewibawaannya. - Semua mengakui keutamaannya kerana ketaqwaannya ; menghormati org tua, menyayangi yg kecil. Mengutamakan org yg ada hajat,nmenjaga keperluan dan kebajikan org asing. - Tidak terus mememotong percakapan org lain. Jika ingin memotong, Baginda hentikan dahulu ataupun berdiri - Paling berlapang dada. - Paling tepat dalam berbicara. - Paling halus keperibadiannya. - Paling ramah dan beradab dlm pergaulan dan muamalahnya..
Buku Biografi Lengkap RasulAllah Salallahu alaihi wasallam ; Dr Sayyid Muhammad Bin Alawi al Maliki diterjemahkan oleh Ustaz Muhadir Haji Joll)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Karya : Dr. Huda Bt Dato’ Haron Bukan rezeki yang sempit, mungkin sedekah kita yg masih semput. Bukan rezeki yang sedikit, mungkin kita yang kuat mengungkit. Bukan rezeki yg kelat, mungkin maksiat kita makin melarat. Bukan rezeki terputus putus, mungkin kita gemar berkeluh kesah dan merintih Bukan nikmat yang kurang, mungkin terima kasih dan syukur kita yang tersangat jarang. Bukan hidup tidak tenang, mungkin solat kita culas, cacat dan terbelakang. Bukan rezeki yang tidak cukup, mungkin Quran kita jarang buka apalagi baca, Kelas ngaji, talaqqi pun tak pegi, nak hafaz pun jauh sekali, jauh panggang dari api. Bukan rezeki yang payah, mungkin kita kedekut berdoa, nak zikir pun asyik lupa, makin sombong makin angkuh mendabik dada. Bukan rezeki yang menyimpang *sesat* Kerana, Sesungguhnya.. REZEKI… TIDAK pernah salah alamat. #UsrahTarbiahJiwa #Muhasabahdiri
(via cikarnab)
Berubahlah Karena kita pasti berubah Entah karena waktu yang memaksa Atau kemauan yang meminta Berubahlah Dari pakaian yang kita suka Menjadi pakaian yang Nabi pinta Berubahlah Dari yang suka mengumbar aurat Menjadi indah tertutup rapat Berubahlah Dari obrolan pembuat telinga gerah Menjadi untaian kalimat berfaedah Berubahlah Dari pemuda biadab Menjadi pribadi beradab Berubahlah Dari ahli maksiat Menjadi ahli thoat Berubahlah Dari pelaku iri dengki Menjadi ikhlas nurani Berubahlah Dari langkah tak terarah Menjadi langkah pilihan sang ilaah Kita memang wanita akhir zaman Tapi Alloh beri pilihan Terpaksa hidup di zaman akhir Atau tenggelam dalam akhir zaman Berubah itu pilihan Berubah adalah tujuan Berubah jangan tunggu beruban Berubahlah karena cinta Cintailah Nabi yang telah lebih dulu mencintaimu sebelum engkau mencintainya Karena lebih mudah mengerjakan perintah orang yang kita cintai Daripada orang yang kita takuti Jadilah kekasih Nabi Bukan sekedar menjadi pemuji Tapi dengan mengikutinya
Ustazah Amirah Jindan (via myheartbeatsforislam)
[SERIAL SEKOLAH RELAWAN] MENAKLUKKAN ANAK DAN REMAJA
Notulis: Marista Rovyanti
Setelah mendapat materi pertama yang kurang lebih berisikan teori-teori tentang reproduksi, materi kedua diisi oleh seorang Psikolog Anak bernama Ibu Ani Khairani, M.Psi. Materi beliau yang berjudul Menaklukkan Anak & Remaja membuat kami para relawan antusias untuk menyimak pembahasan kali ini. Karena permasalahan yang juga sering terjadi sekarang ini ialah kurangnya pengetahuan para orang tua dalam cara mendidik anak-anaknya.
Bagaimana cara menaklukkan anak dan remaja?
Pertama, kenali dulu siapa anaknya, siapa remajanya. Jangan samakan semua anak atau remaja itu sama saja. Karena setiap anak tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda, untuk itu kita harus mampu mengenal dan memahami mereka satu per satu sesuai kondisi anak yang sedang kita hadapi.
Ibu Ani mengutip salah satu perkataan Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu ”Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu". Ya, memang benar sekali kutipan beliau. Karena seiring berjalannya waktu jaman terus berkembang, tidak bisa kita mengaplikasikan cara mendidik anak zaman sekarang ini dengan cara orang tua dahulu mendidik kita. Karena kondisinya sudah jauh berbeda. Apalagi kondisi masyarakat yang kini begitu memprihatinkan. Banyak sekali orang-orang tidak bertanggung jawab yang mempunyai rencana untuk menghancurkan peradaban bangsa Indonesia. Hal ini patut menjadi perhatian kita para calon orang tua untuk menyikapi keadaan nyata di zaman yang sudah modern ini.
Menurut Ali bin Abi Thalib Ra. Memperlakukan anak dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.
Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.
Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.
Pahami pengelompokan ini dahulu agar kita bisa menghadapi anak sesuai dengan rentang usianya. Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan.
Misal :
Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita.
Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur, maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.
Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun,
Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.
Lalu bagaimana dengan memperlakukan anak sebagai tawanan? Kedudukan seorang tawanan perang dalam Islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak untuk diberikan hak dan kewajiban tertentu. Anak sudah mulai diarahkan harus kemana tujuan hidupnya. Contoh :
Melakukan sholat wajib 5 waktu
Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
Membiasakan membaca Al-Qur'an
Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak seusianya
Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari
Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/pujian dan hukuman/teguran)
Untuk anak berusia 15-21 tahun, memang baiknya perlakukan mereka seperti sahabat, dengan cara :
Berbicara dari hati ke hati
Memberi ruang lebih
Setelah memasuki usia akil Baligh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita. Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo'a untuk kebaikan dan keselamatannya.
Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat.
Membekali anak dengan keahlian hidup.
Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat sahih Imam Bukhari dan Muslim)
Berkuda = Skill of Life, memberi keterampilan atau keahlian sebagai bekal hidup agar memiliki rasa percaya diri, jiwa kepemimpinan dan pengendalian diri yang baik.
Berenang = Survival of Live, mendidik anak agar selalu bersemangat, tidak mudah menyerah dan tegar dalam menghadapi masalah.
Memanah = Thinking of Life, mengajarkan anak untuk membangun kemandirian berpikir, merencanakan masa depan dan menentukan target hidupnya.
Apa saja yang biasanya remaja alami?
Remaja mulai berfikir mengenai keinginan mereka sendiri, bagaimana untuk senang-senang dan tidak merasa sedih.
Saat remaja merupakan proses pencarian jati diri seseorang.
Berfikir mengenai ciri-ciri ideal bagi mereka sendiri dan orang lain membandingkan diri mereka dengan orang lain,
Serta mau berfikir tentang bagaimana memecahkan suatu masalah dan menguji pemecahan masalah secara sistematis
Masa puber kematangan alat-alat seksual dan tercapainya kemampuan reproduksi.
Gejala negative phase, istilah phase menunjukkan periode yang berlangsung singkat. negative berarti bahwa individu mengambil sikap anti terhadap kehidupan atau kehilangan sifat-sifat baik yang sebelumnya sudah berkembang.
Apa saja gejala negatif yang sering terjadi pada remaja?
Keinginan untuk menyendiri, berkurang kemampuan untuk bekerja,
Kegelisahan, kepekaan perasaan, pertentangan sosial dan rasa kurang percaya diri (lack of self confidence).
Dari beberapa gejala negative phase di atas yang paling menonjol dialami masa remaja adalah rasa kurang percaya diri (lack of self confidence).
Apa yang seharusnya dilakukan?
Membiasakan kebiasaan yang baik atau kita sebut akhlaq yang baik pada kegiatan sehari-hari seperti makan-minum, berjalan, etika terhadap teman sebaya, terhadap orang yang lebih tua, dan anak yang lebih muda.
Membiasakan mengerjakan ibadah dan menetapkan tujuan akhir dalam kehidupan yang fana ini
Belajar mengendalikan keinginan/instink, motivasi dan emosi.
Membiasakan bertanggung jawab dan tahu konsekuensi apa yang harus ia jalani terhadap perbuatan yang ia lakukan
Bagaimana sebaiknya sikap orang tua dalam menghadapi anak dan remaja?
Menerima, karena semua yang dilakukannya merupakan bagian dari pendewasaan dan memang harus dilaluinya.
Memantaunya, jadi peranan kita yang paling-paling krusial adalah bagaimana kita bisa melihat dengan jelas kemana dia pergi, dengan siapa dia pergi, apa yang dia terima dari lingkungannya. Kita juga pantau apa yang dia lakukan kepada orang lain. Kalau kita memang melihat dia mulai bergaul dengan orang-orang yang tidak benar kita mesti memberikan batas meskipun dilawan olehnya. Bukan secara aktif memata-matai. Namun memang sebagai orang tua, kita harus mengetahui siapa saja teman-teman anak-anak kita, kenali mereka, tanpa mengurangi rasa saling percaya yang sudah terjalin diantara orang tua dan anak.
Komunikasi, di sini orang tua yang harus proaktif untuk mencari titik kesamaan dengan remaja tersebut, jadi kitalah yang seharusnya terjun ke dalam dunia dia. Salah satu prinsip yang penting dalam berkomunikasi bukan berapa banyak kata yang diucapkan tapi berapa terbukanya si pembicara itu. Jadi keterbukaan melebihi berapa banyak kata-kata yang diucapkan.
Stabilitas emosi remaja pada tahap puber awal sampai pertengahan memang masih dalam tahap pematangan. Berikut merupakan beberapa cara mengajarkan anak dan remaja terkait emosi :
Memulai dari awal untuk menumbuhkan rasa aman sehingga akan terbangun konsep diri yang positif
Mengembalikan pada rasionalitas, agar ia dapat berpikir jernih setiap menghadapi permasalahan
Membimbingnya belajar untuk dapat memahami terlebih dahulu kondisi dan situasi sekitar,
Memilih dan memilah semua perasaan yang ada,
Membiasakannya belajar untuk berorientasi pada solusi bukan pada masalah yang dialami.
Berikut adalah gambar fungsi otak manusia:
Terbagi menjadi 3 fungsi otak :
Mammalian Brain (Otak Kuda) yang lebih mengarah terkait cinta, cemburu, marah, takut dan sebagainya.
Lizard Brain (Otak Buaya) yang lebih condong mengatur tentang ketahanan hidup, kekuasaan, seksual.
Neocortex merupakan otak manusia yang harusnya difungsikan dengan baik. Dalam otak ini, biasanya ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil, kontrol emosi, moral dan berpikir rasional. Misal ada yang bertanya seperti ini mengapa kamu memakai baju itu? ada yang menjawab karena simple/karena dingin. Jawaban yang penuh pertimbangan seperti itu berarti sudah memfungsikan neocortex dengan baik.
Biasanya laki-laki lebih sering memfungsikan lizard brain daripada yang lain. Sedangkan perempuan lebih sering memfungsikan mammalian brain daripada yang lain. Itu mengapa seorang perempuan lebih sensitif karena memang fungsi otak yang diaktifkan hanya mammalian brain.
Ketika bagian/fungsi otak yang sering kita pakai itu-itu saja, maka fungsi otak yang lain akan mati dam hilang. Karena baiknya, otak kita berfungsi secara beriringan antara bagian mammalian brain dan neocortex untuk berkolaborasi. Bagaimana dengan lizard brain? Lizard brain boleh difungsikan saat kondisi darurat atau misal dalam bahaya.
Agar seorang anak/remaja memiliki adab dan akhlak yang baik, orang tua sudah seharusnya menanamkan nilai akhlak tersebut sejak kecil. Kuncinya adalah pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan harus konsisten. Apa yang harus dibiasakan? Ya keteladanan yang baik itu sendiri. Dengan begitu, diharapkan anak dapat memiliki karakter, akhlak, budi pekerti dan kepribadian yang baik. Proses penanaman ini biasanya dilakukan selama 3 bulan untuk dapat membentuk kepribadian seorang anak.
Cara lainnya adalah jaga otak dan jiwa dari:
Narkoba
Games dan kecanduan gadget
Tontonan pornografi dan kekerasan
Tontonan yang bernilai negatif
Pemahaman Ilmu dan Adab (nilai) yang salah terhadap dunia dan akhirat
Bagaimana tips menumbuhkan emosi yang matang pada remaja?
Komunikasi yang empatik dua arah dalam bentuk diskusi harus selalu dilakukan
Terbiasa untuk mengungkapkan perasaan dan bertukar pikiran, mulailah dulu dari orangtua yang curhat pada anaknya
Jadilah sahabatnya bukan figur otoritas yang ditakuti.
Kenali temannya, bahwa teman anak kita adalah teman kita juga.
Ketahui dan jika bisa ikut terlibat dalam aktivitasnya.
Terlibatlah dalam memberikan pertimbangan ketika ia akan memutuskan sesuatu
Jangan membandingkan jaman nya dengan jaman kita dahulu
Berilah penghargaan dan hargai pendapatnya bahkan mintalah pendapatnya terhadap apa yang perlu diputuskan oleh orang tua.
Jika ingin meluruskan pandangannya, lakukan pada saat ia telah puas mengungkapkan pendapatnya, dan menanyakan pendapat kita.
Jangan menyalahkannya, cobalah selalu menangkap dulu perasaannya.
Berilah kisah-kisah teladan Rasulullah dan para sahabatnya.
Berikan sugesti-sugesti positif kepada anak. Contoh saat mereka mau tidur, saat mereka tidur dan saat mereka baru saja bangun tidur.
Jangan asal bicara kepada mereka.
Perlakukan anak sesuai dengan usia anak yang kita hadapi.
Emosinya yang berlebihan merupakan awal dari penyimpangan emosi pada setiap manusia. Kecintaan luar biasa terhadap sesuatu, kecemasan berlebihan, kebencian yang terlalu, ketakutan yang sangat. Masing-masing memiliki reaksi yang berbeda dan mudah dikenali.
Pesan dari Ibu Ani Khairani itu ada 3, antara lain :
Pilihlah pasangan yang baik
Pilihlah nama yang baik untuk anak
Pelajari Al-Quran bersama
Dan di akhir beliau juga memotivasi para relawan, beliau berkata,berbuatlah sesuatu untuk dunia, jangan hanya untuk dunia kita saja. Jangan pernah menunda-nunda sebuah kebaikan, sekecil apapun itu.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Kindly find us: 📨 Surel: [email protected] 👍🏻 Facebook Fanspage: ASA ID 📟 Twitter: @ASAIndonesia 📷 Instagram: @asa.indonesia 💻 http://asaindonesia.tumblr.com/
menjadi orangtua optimis, bukan obsesif
Oleh : Ani Khairani, M.Psi, Psikolog @23 Juli 2016 (Direktur Unik.Edu+ dan Aktifis Gerakan #IndonesiaBeradab)
Kasus yang beredar di Medsos tentang “Anak belia yang kemudian menjadi pasien RS JIWA karena Obsesi orangtuanya” seperti menohok para orangtua untuk kemudian berpikir ulang terhadap aktivitasnya selama ini dalam mendidik anak. Rasa galau pun kerap muncul, jika ternyata penyebab dari kasus tersebut memang dialami di rumah kita.
Berikut saya coba jabarkan beberapa hal yang perlu diketahui orangtua sehingga menjadi kerangka apakah yang pendekatan pendidikan kita lakukan sudah pas, atau berlebihan atau bahkan kekurangan._
Kata *Obsesi* yang ditekankan di sini perlu kita telaah lebih dalam. Obsesi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seperti ini: obsesi/ob•se•si/ /obsési/ n Psi gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan. Jika memang pengertian Obsesi ini kemudian kita terapkan di rumah, jelaslah bahwa kita termasuk orang yang sakit jiwa. Sakit jiwa yang kemudian muncul adalah gejala bernama _Obsessive-compulsive personality disorder (OCPD)_ atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif adalah gangguan kepribadian yang melibatkan suatu obsession (ide menetap yang tidak diinginkan) tentang kesempurnaan, aturan, dan pengaturan. Orang dengan OCPD akan merasa cemas ketika mengetahui bahwa sesuatu tidak berjalan dengan baik. Ini akan membuat kebiasaan dan aturan bagi cara mengerjakan sesuatu, apakah untuk dirinya sendiri atau keluarganya.
Bayangkan jika orangtua mengalami hal demikian kemudian mendidik anaknya dengan cara demikian, apa yang akan terjadi terhadap anaknya?
Jadi, mendidik anak dengan obsesi seperti ini apakah akan berhasil?. Maka jawaban yang paling bijak ketika menghadapi orangtua yang demikian adalah, silahkan konseling dulu ke psikolog orangtuanya untuk menyelesaikan dan menghilangkan gangguan ini pada dirinya.
~KESALAHAN YANG BIASA DILAKUKAN ORANGTUA:~
>> Salah atau bahkan tidak menetapkan visi dan misi keluarga >> Tidak berupaya memprogram diri sendiri memperbaiki diri dan menjadi teladan bagi anak-anaknya >> Banyak menuntut dan ingin tau beres, tidak berupaya mengikuti dan mendampingi proses >> Tidak konsisten dalam memberikan pembiasaan baik >> Tidak menyamakan persepsi terhadap kesuksesan yang ada dibenak orangtua dan anak. >> Malas meluangkan waktu untuk bicara dari hati kehati >> Menganggap semua anak sama >> Tutup mata dengan keterbatasan anak >> Banyak Menjudge dan menilai tanpa dasar >> Kurang mengendalikan lisan
_Agar kesalahan tersebut tidak terjadi pada kita, mari kita dalami tentang bagaimana mendidik dan mengarahkan anak yang sehat secara psikologis, penuh optimis_
1⃣ Mari kita mulai dengan bagian akhirnya. *Let’s begin with the end of the mind*. Cara terbaik orang-orang visioner menemukan kesuksesan. Disinilah HARAPAN Kita tertumpah disinilah OPTIMISME kita tumbuhkan. • Tentukan Visi, mau dibawa kemana keluarga yang Ayahbunda bangun di dunia ini, mau mencetak anak yang seperti apa kelak. Visi jangan hanya pendek saja tapi jauh meliputi akhirnya. • Kesalahan pertama dalam menentukan visi ini, kita tidak menyadari bahwa *kesuksesan itu bukan batasannya di dunia tapi sesungguhnya adalah patokan akhirat/next life.* Namun, tidak sedikit orangtua yang mempunyai Visi yang berpatokan pada Harta, Kuasa dan Cinta saja. Orangtua terkadang hanya mengejar anak menjadi juara kelas, kuliah di PTN favorit dapat kerja yang gajinya aduhai dengan menggenjot dan memberi les bermacam-macam. Orangtua hanya mengejar anak menjadi kaya dengan menyiapkan segalanya menjadikan anaknya tidak tumbuh menjadi pejuang kehidupannya. • Kesalahan terparah pada bagian ini adalah *banyak dari kita yang tidak memiliki visi dalam kehidupan keluarganya dan dalam mendidik anaknya.* Jika kita coba melihat lebih dalam lagi bahwa mendidik anak adalah menyiapkan akhir hidupnya, *kita sedang mendidik seorang penghuni syurga, yang melewati dunia fana ini melalui pintu Husnul Khatimah.* ✅Taukah Ayahbunda, janji Sang Maha Kuasa, ketika kita mengorientasikan hidup kita untuk mendapatkan akhirat, niscaya duniapun akan ikut, sedangkan jika kita mengorientasikan tujuan kita pada dunia, maka kitapun hanya akan dapat dunia. • Cobalah dengan patokan ini, buatlah visi pendidikan bagi keluarga Ayahbunda sendiri. • Yang tak kalah penting, sampaikanlah visi keluarga ini, kepada seluruh anggotanya. Ajaklah anak menyelami dan ikut hadir dalam langkah-langkah pencapaiannya. 2⃣ Selanjutnya setelah Visi adalah mari kita *Beri keteladanan.* • Ketika visi pendidikan anak adalah mendidik ahli Syurga sudah masuk dan terinternalisasi pada diri kita sebagai orangtua, secara spontan setiap aliran darah, denyutan syaraf sel otak akan mengarahkan diri kita untuk berperilakupun seperti kebanyakan ahli syurga. Perilaku inilah yang sangat penting untuk menularkan visi kita yang sudah dibuat tadi. • Artinya apa, kita perlu membiasakan diri dan mengakrabkan kebiasaan kita pribadi pada kebiasaan-kebiasaan seorang ahli Syurga. ✅Taukah Ayahbunda setiap perilaku dan ucapan kita orangtua, menular pada anak cukup memerlukan waktu 3 bulan. Bahkan pada beberapa anak yang betul-betul mengidolakan orangtuanya, akan kurang dari sebulan mencontoh apa yang kita lakukan. 3⃣ *Membuat program pembentukan pribadi.* Apakah kepribadian itu keturunan? • Keturunan ada hanya 2%, sisanya 98% adalah *KETULARAN.* • Bagaimana suatu perilaku dapat menjadi pribadi? Maka perilaku itu harus *DIBIASAKAN.* • Dibiasakan yang bagaimana? Dibiasakan yang *BERULANG-ULANG* • Berulang yang bagaimana? Berulang yang *KONSISTEN* • Apa yang dibiasakan? *KETELADANAN YANG BAIK* _“Dalam Psikoneuroscience Ketika sesuatu diulang, maka proses dalam otak kita adalah otak merekam itu dan membuat jejak-jejak ingatan, makin kosisten dalam mengulang maka dalam waktu 3 bulan otak membuat sebuah sirkuit dalam kepala kita dan menamakan 1 pribadi yang sudah diulang tadi, jadilah itu salah satu kepribadian kita”._ • Hal ini bisa kita terapkan di rumah, dijadikan program 3 bulanan membentuk pribadi tertentu. Metode ini kita gunakan untuk menumbuhkan kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk. • Ketika suatu kepribadian terbentuk, kita inginkan ia tetap konsisten maka mulai lah terus berulang-ulang maka otak akan memprogram bahwa kita memiliki kepribadian tersebut. • Kecenderungan minatnya, kemampuan mengelola masalah, kestabilan emosi merupakan kemampuan yang bisa dilatih dan dibiasakan. • Hal inipun berlaku untuk orang dewasa bukan hanya untuk anak-anak. ✅ Ayahbunda mari tetapkan pembiasaan-pembiasaan apa saja yang ingin kita tanamkan di keluarga kita. Kemudian mulailah melakukannya, menumbuhkan kepribadian gemilang dari anak2 kita.
4⃣Pahami tentang otak Emosi Anak • Otak Emosi Matang ketika Anak keluar dari rahim, karena itulah jangan kecolongan dan jangan terlambat untuk Segera berikan stimulasi dengan pembiasaan-pembiasaan emosi yang baik semenjak anak bayi. • Anak dibiasakan untuk menunda keinginan, • Dibiasakan untuk mengenali baik dan buruk suatu perbuatan, • Anak diberi pengetahuan dan contoh tentang nilai-nilai, • Anak dibiasakan untuk melakukan akhlak (Sifat-sifat yang telah diperintah Allah Swt agar setiap muslim memilikinya) yang baik dengan penjelasan, • Anak diajarkan adab (Menempatan sesuatu pada tempatnya). • Anak dibiasakan untuk dapat memilih sesuatu karena ia paham kenapa ia pilih hal itu, disini orangtua berperan aktif untuk memberikan pemahaman kenapa begini dan kenapa begitu. • Kenapa penting kita biasakan emosi ini sehingga matang ketika anak mau masuk sekolah? Taukah Ayahbunda, Anak kita terlahir sebagai khalifah (wakil Tuhan) dimuka bumi. Fungsi khalifah ini perlu disiapkan semenjak dini, maka dia tidak akan gagal untuk menjadi pemimpin bagi nafsunya sendiri. Caranya bagaimana? siapkan hingga usia 7 tahun ia harus lulus emosi, ia matang dalam mengendalikan dirinya. • Kondisi saat ini, kenapa banyak remaja alay, kenapa banyak orangtua galau, kenapa banyak para pejabat silau, karena otak emosinya tidak dioptimalkan sempurna. Saat usia 7 tahun, belum lulus emosi, ditunggu usia 15 tahun ketika kepribadian mulai mengkristal, ternyata juga belum lulus juga emosinya, ditunggu hingga usia 20 tahun, ketika otak kognitif matang sempurna dan anatomi otak mencapai kesempurnaan fisik, jika masih belum lulus emosi, maka jadilah ia manusia balita yang tumbuh dalam fisik orang dewasa. Bagaimana bisa orang ini mengelola masyarakat atau mengelola keluarga jika mengelola dirinya sendiri saja tidak mampu. ✅ Pada poin ini, satu tips penting untuk dilakukan adalah *JANGAN REAKTIF* lakukan dan merespon sesuatu dengan pertimbangan akal, bukan dengan bawa perasaan atau emosi selintas. Hal ini adalah cara melatih dan mengendalikan otak emosi ayahbunda.
5⃣ *Pahami kemampuan kognitif anak.* OTAK KOGNITIF • Otak kognitif baru mulai memasak (masih bahan mentah) usia 3,5 tahun. Akan terjadi error dan kerusakan pada otak kognitif ini jika sebelum 3,5 tahun kita paksakan anak untuk belajar baca tulis hitung, anak terbiasa menghadapi gadget pada usia ini. • Pada saat anak berusia 6-7 tahun, ia baru mencapai kematangan sensori dan motorik. Pada saat itulah anak benar-benar siap untuk menulis dan membaca dan bersekolah. • Otak kognitif baru matang dan sempurna usia 20 tahun. Karena sebelum itu, isilah otaknya dengan berbagai pemahaman yang benar atas segala sesuatu kepada anak. Pemahaman yang salah akan membentuk persepsi, pola pikir dan worldview yang salah juga, hal ini berbahaya karena akan terbawa dan dijadikan pedoman bagi hidup dewasanya. Otak kognitif bertugas untuk pengambilan keputusan dan fungsi pertimbangan hidup. • Yang disasar oleh kecanduan gadget, kecanduan pornografi dan narkoba ini adalah kerusakan dan kematian fungsi dari otak kognitif.
Coba tes IQ secara individual, bukan tes klasikal. Di sini akan terlihat bagaimana kondisi intelektualnya, apakah ada keterbatasan atau tidak. • Ini penting untuk mengetahui sejauh mana intelektualnya bisa berfungsi. Hasilnya adalah kategori IQ. Jika berada pada ketegori-kategori yang berada dibawah rata-rata, maka akan sangat mempengaruhi kemampuan belajarnya, jangan banyak berikan beban akademis pada anak yag memiliki keterbatasan ini. • Hal ini pun mempengaruhi sekolah mana yang akan kita pilih, seberapa berat beban akademis yang dapat kita berikan. • Selain itu, apakah termasuk Anak dengan Kebutuhan Khusus. Hal ini akan mengarahkan kita untuk mengoptimalkan perkembangannya dengan berupaya melakukan treatment untuk menghilangkan apa yang menjadi hambatan perkembangannya. • Intinya, jangan pukul rata dan sama semua kondisi kognitif anak, karena akan mempengaruhi kemampuan akademisnya.
6⃣ Ketika kita membuat program dan menginstall-nya dalam keluarga kita, maka hal yang juga penting adalah *Luangkan banyak waktu untuk bicara, ngobrol, diskusi segala sesuatunya.* • Kehangatan keluarga dan rumah bukan terletak pada banyaknya lampu dan kompor yang ada dirumah kita. Tapi Banyaknya komunikasi yang terjalin diantara seluruh penghuni rumahnya. • Jalinan komunikasi ini berupa komunikasi yang timbal balik, komunikasi yang bisa diulang dan tidak membuat kapok, artinya semua menikmati komunikasi tersebut. • Komunikasi tidak perlu dikhususkan di waktu tertentu atau tempat tertentu, tapi disetiap waktu, luangkan untuk itu. *Everytime is Quality Time.* • Kita perlu fleksibel untuk menemukan cara yang tepat pada tiap situasi yang dihadapi. Ketika satu cara tidak berhasil maka cobalah cara lain. Itulah cara menjadi orangtua yang _Trial and Learn_ atas segala situasi yang dihadapi
7⃣ *Doakan dan sugesti positif anak.* • Sebuah teori Hipnoterapi ala Milton Erikson model menyatakan bahwa 80% dari kondisi orang dewasa adalah kondisi unconscious, dan 20%nya adalah kondisi conscious. Sedangkan pada anak 100% adalah unconscious. • Beda antara Concious dan unconscious adanya proses aktif atau tidak aktifnya berpikir kritis, jadi bukan kondisi pingsan/tidak sadar. • Kondisi unconscious sangat penting untuk memunculkan Trans, yaitu kondisi dimana sugesti-sugesti itu bisa masuk kedalam pikiran manusia. ✅Dengan kondisi 100% anak itu adalah trans maka setiap apa yang keluar dari mulut ayahbunda adalah bentuk-bentuk sugesti yang akan membentuk perilakunya. Apalagi jika dilakukan secara berulang. Adalah hal paling mengerikan jika setiap saat yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata dan sugesti yang negative, jadilah anak kita apa yang kita muntahkan dari mulut kita.
8⃣ *Terimalah anak sebagaimana adanya*, lebih dan kurangnya, bahwa dia adalah bagian dari tubuh kita, bahwa dia adalah bagian dari darah kita. Sakitnya adalah sakit kita, lelahnya adalah lelah kita. Lihatlah matanya dan genggamlah tangannya, Tunjukkan bahwa kita adalah pembimbingnya, pelatihnya, teman dan sahabatnya, guru sekaligus muridnya untuk mengarungi perjuangan singkat di alam fana ini. Anak adalah Tim kita yang akan memenangkan perlombaan hidup ini, dan kelak bersama pulang kesebaik-baiknya kampung halaman.
menjadi orangtua optimis, bukan obsesif
Oleh : Ani Khairani, M.Psi, Psikolog @23 Juli 2016 (Direktur Unik.Edu+ dan Aktifis Gerakan #IndonesiaBeradab)
Kasus yang beredar di Medsos tentang “Anak belia yang kemudian menjadi pasien RS JIWA karena Obsesi orangtuanya” seperti menohok para orangtua untuk kemudian berpikir ulang terhadap aktivitasnya selama ini dalam mendidik anak. Rasa galau pun kerap muncul, jika ternyata penyebab dari kasus tersebut memang dialami di rumah kita.
Berikut saya coba jabarkan beberapa hal yang perlu diketahui orangtua sehingga menjadi kerangka apakah yang pendekatan pendidikan kita lakukan sudah pas, atau berlebihan atau bahkan kekurangan._
Kata *Obsesi* yang ditekankan di sini perlu kita telaah lebih dalam. Obsesi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seperti ini: obsesi/ob•se•si/ /obsési/ n Psi gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan. Jika memang pengertian Obsesi ini kemudian kita terapkan di rumah, jelaslah bahwa kita termasuk orang yang sakit jiwa. Sakit jiwa yang kemudian muncul adalah gejala bernama _Obsessive-compulsive personality disorder (OCPD)_ atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif adalah gangguan kepribadian yang melibatkan suatu obsession (ide menetap yang tidak diinginkan) tentang kesempurnaan, aturan, dan pengaturan. Orang dengan OCPD akan merasa cemas ketika mengetahui bahwa sesuatu tidak berjalan dengan baik. Ini akan membuat kebiasaan dan aturan bagi cara mengerjakan sesuatu, apakah untuk dirinya sendiri atau keluarganya.
Bayangkan jika orangtua mengalami hal demikian kemudian mendidik anaknya dengan cara demikian, apa yang akan terjadi terhadap anaknya?
Jadi, mendidik anak dengan obsesi seperti ini apakah akan berhasil?. Maka jawaban yang paling bijak ketika menghadapi orangtua yang demikian adalah, silahkan konseling dulu ke psikolog orangtuanya untuk menyelesaikan dan menghilangkan gangguan ini pada dirinya.
~KESALAHAN YANG BIASA DILAKUKAN ORANGTUA:~
>> Salah atau bahkan tidak menetapkan visi dan misi keluarga >> Tidak berupaya memprogram diri sendiri memperbaiki diri dan menjadi teladan bagi anak-anaknya >> Banyak menuntut dan ingin tau beres, tidak berupaya mengikuti dan mendampingi proses >> Tidak konsisten dalam memberikan pembiasaan baik >> Tidak menyamakan persepsi terhadap kesuksesan yang ada dibenak orangtua dan anak. >> Malas meluangkan waktu untuk bicara dari hati kehati >> Menganggap semua anak sama >> Tutup mata dengan keterbatasan anak >> Banyak Menjudge dan menilai tanpa dasar >> Kurang mengendalikan lisan
_Agar kesalahan tersebut tidak terjadi pada kita, mari kita dalami tentang bagaimana mendidik dan mengarahkan anak yang sehat secara psikologis, penuh optimis_
1⃣ Mari kita mulai dengan bagian akhirnya. *Let’s begin with the end of the mind*. Cara terbaik orang-orang visioner menemukan kesuksesan. Disinilah HARAPAN Kita tertumpah disinilah OPTIMISME kita tumbuhkan. • Tentukan Visi, mau dibawa kemana keluarga yang Ayahbunda bangun di dunia ini, mau mencetak anak yang seperti apa kelak. Visi jangan hanya pendek saja tapi jauh meliputi akhirnya. • Kesalahan pertama dalam menentukan visi ini, kita tidak menyadari bahwa *kesuksesan itu bukan batasannya di dunia tapi sesungguhnya adalah patokan akhirat/next life.* Namun, tidak sedikit orangtua yang mempunyai Visi yang berpatokan pada Harta, Kuasa dan Cinta saja. Orangtua terkadang hanya mengejar anak menjadi juara kelas, kuliah di PTN favorit dapat kerja yang gajinya aduhai dengan menggenjot dan memberi les bermacam-macam. Orangtua hanya mengejar anak menjadi kaya dengan menyiapkan segalanya menjadikan anaknya tidak tumbuh menjadi pejuang kehidupannya. • Kesalahan terparah pada bagian ini adalah *banyak dari kita yang tidak memiliki visi dalam kehidupan keluarganya dan dalam mendidik anaknya.* Jika kita coba melihat lebih dalam lagi bahwa mendidik anak adalah menyiapkan akhir hidupnya, *kita sedang mendidik seorang penghuni syurga, yang melewati dunia fana ini melalui pintu Husnul Khatimah.* ✅Taukah Ayahbunda, janji Sang Maha Kuasa, ketika kita mengorientasikan hidup kita untuk mendapatkan akhirat, niscaya duniapun akan ikut, sedangkan jika kita mengorientasikan tujuan kita pada dunia, maka kitapun hanya akan dapat dunia. • Cobalah dengan patokan ini, buatlah visi pendidikan bagi keluarga Ayahbunda sendiri. • Yang tak kalah penting, sampaikanlah visi keluarga ini, kepada seluruh anggotanya. Ajaklah anak menyelami dan ikut hadir dalam langkah-langkah pencapaiannya. 2⃣ Selanjutnya setelah Visi adalah mari kita *Beri keteladanan.* • Ketika visi pendidikan anak adalah mendidik ahli Syurga sudah masuk dan terinternalisasi pada diri kita sebagai orangtua, secara spontan setiap aliran darah, denyutan syaraf sel otak akan mengarahkan diri kita untuk berperilakupun seperti kebanyakan ahli syurga. Perilaku inilah yang sangat penting untuk menularkan visi kita yang sudah dibuat tadi. • Artinya apa, kita perlu membiasakan diri dan mengakrabkan kebiasaan kita pribadi pada kebiasaan-kebiasaan seorang ahli Syurga. ✅Taukah Ayahbunda setiap perilaku dan ucapan kita orangtua, menular pada anak cukup memerlukan waktu 3 bulan. Bahkan pada beberapa anak yang betul-betul mengidolakan orangtuanya, akan kurang dari sebulan mencontoh apa yang kita lakukan. 3⃣ *Membuat program pembentukan pribadi.* Apakah kepribadian itu keturunan? • Keturunan ada hanya 2%, sisanya 98% adalah *KETULARAN.* • Bagaimana suatu perilaku dapat menjadi pribadi? Maka perilaku itu harus *DIBIASAKAN.* • Dibiasakan yang bagaimana? Dibiasakan yang *BERULANG-ULANG* • Berulang yang bagaimana? Berulang yang *KONSISTEN* • Apa yang dibiasakan? *KETELADANAN YANG BAIK* _“Dalam Psikoneuroscience Ketika sesuatu diulang, maka proses dalam otak kita adalah otak merekam itu dan membuat jejak-jejak ingatan, makin kosisten dalam mengulang maka dalam waktu 3 bulan otak membuat sebuah sirkuit dalam kepala kita dan menamakan 1 pribadi yang sudah diulang tadi, jadilah itu salah satu kepribadian kita”._ • Hal ini bisa kita terapkan di rumah, dijadikan program 3 bulanan membentuk pribadi tertentu. Metode ini kita gunakan untuk menumbuhkan kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk. • Ketika suatu kepribadian terbentuk, kita inginkan ia tetap konsisten maka mulai lah terus berulang-ulang maka otak akan memprogram bahwa kita memiliki kepribadian tersebut. • Kecenderungan minatnya, kemampuan mengelola masalah, kestabilan emosi merupakan kemampuan yang bisa dilatih dan dibiasakan. • Hal inipun berlaku untuk orang dewasa bukan hanya untuk anak-anak. ✅ Ayahbunda mari tetapkan pembiasaan-pembiasaan apa saja yang ingin kita tanamkan di keluarga kita. Kemudian mulailah melakukannya, menumbuhkan kepribadian gemilang dari anak2 kita.
4⃣Pahami tentang otak Emosi Anak • Otak Emosi Matang ketika Anak keluar dari rahim, karena itulah jangan kecolongan dan jangan terlambat untuk Segera berikan stimulasi dengan pembiasaan-pembiasaan emosi yang baik semenjak anak bayi. • Anak dibiasakan untuk menunda keinginan, • Dibiasakan untuk mengenali baik dan buruk suatu perbuatan, • Anak diberi pengetahuan dan contoh tentang nilai-nilai, • Anak dibiasakan untuk melakukan akhlak (Sifat-sifat yang telah diperintah Allah Swt agar setiap muslim memilikinya) yang baik dengan penjelasan, • Anak diajarkan adab (Menempatan sesuatu pada tempatnya). • Anak dibiasakan untuk dapat memilih sesuatu karena ia paham kenapa ia pilih hal itu, disini orangtua berperan aktif untuk memberikan pemahaman kenapa begini dan kenapa begitu. • Kenapa penting kita biasakan emosi ini sehingga matang ketika anak mau masuk sekolah? Taukah Ayahbunda, Anak kita terlahir sebagai khalifah (wakil Tuhan) dimuka bumi. Fungsi khalifah ini perlu disiapkan semenjak dini, maka dia tidak akan gagal untuk menjadi pemimpin bagi nafsunya sendiri. Caranya bagaimana? siapkan hingga usia 7 tahun ia harus lulus emosi, ia matang dalam mengendalikan dirinya. • Kondisi saat ini, kenapa banyak remaja alay, kenapa banyak orangtua galau, kenapa banyak para pejabat silau, karena otak emosinya tidak dioptimalkan sempurna. Saat usia 7 tahun, belum lulus emosi, ditunggu usia 15 tahun ketika kepribadian mulai mengkristal, ternyata juga belum lulus juga emosinya, ditunggu hingga usia 20 tahun, ketika otak kognitif matang sempurna dan anatomi otak mencapai kesempurnaan fisik, jika masih belum lulus emosi, maka jadilah ia manusia balita yang tumbuh dalam fisik orang dewasa. Bagaimana bisa orang ini mengelola masyarakat atau mengelola keluarga jika mengelola dirinya sendiri saja tidak mampu. ✅ Pada poin ini, satu tips penting untuk dilakukan adalah *JANGAN REAKTIF* lakukan dan merespon sesuatu dengan pertimbangan akal, bukan dengan bawa perasaan atau emosi selintas. Hal ini adalah cara melatih dan mengendalikan otak emosi ayahbunda.
5⃣ *Pahami kemampuan kognitif anak.* OTAK KOGNITIF • Otak kognitif baru mulai memasak (masih bahan mentah) usia 3,5 tahun. Akan terjadi error dan kerusakan pada otak kognitif ini jika sebelum 3,5 tahun kita paksakan anak untuk belajar baca tulis hitung, anak terbiasa menghadapi gadget pada usia ini. • Pada saat anak berusia 6-7 tahun, ia baru mencapai kematangan sensori dan motorik. Pada saat itulah anak benar-benar siap untuk menulis dan membaca dan bersekolah. • Otak kognitif baru matang dan sempurna usia 20 tahun. Karena sebelum itu, isilah otaknya dengan berbagai pemahaman yang benar atas segala sesuatu kepada anak. Pemahaman yang salah akan membentuk persepsi, pola pikir dan worldview yang salah juga, hal ini berbahaya karena akan terbawa dan dijadikan pedoman bagi hidup dewasanya. Otak kognitif bertugas untuk pengambilan keputusan dan fungsi pertimbangan hidup. • Yang disasar oleh kecanduan gadget, kecanduan pornografi dan narkoba ini adalah kerusakan dan kematian fungsi dari otak kognitif.
Coba tes IQ secara individual, bukan tes klasikal. Di sini akan terlihat bagaimana kondisi intelektualnya, apakah ada keterbatasan atau tidak. • Ini penting untuk mengetahui sejauh mana intelektualnya bisa berfungsi. Hasilnya adalah kategori IQ. Jika berada pada ketegori-kategori yang berada dibawah rata-rata, maka akan sangat mempengaruhi kemampuan belajarnya, jangan banyak berikan beban akademis pada anak yag memiliki keterbatasan ini. • Hal ini pun mempengaruhi sekolah mana yang akan kita pilih, seberapa berat beban akademis yang dapat kita berikan. • Selain itu, apakah termasuk Anak dengan Kebutuhan Khusus. Hal ini akan mengarahkan kita untuk mengoptimalkan perkembangannya dengan berupaya melakukan treatment untuk menghilangkan apa yang menjadi hambatan perkembangannya. • Intinya, jangan pukul rata dan sama semua kondisi kognitif anak, karena akan mempengaruhi kemampuan akademisnya.
6⃣ Ketika kita membuat program dan menginstall-nya dalam keluarga kita, maka hal yang juga penting adalah *Luangkan banyak waktu untuk bicara, ngobrol, diskusi segala sesuatunya.* • Kehangatan keluarga dan rumah bukan terletak pada banyaknya lampu dan kompor yang ada dirumah kita. Tapi Banyaknya komunikasi yang terjalin diantara seluruh penghuni rumahnya. • Jalinan komunikasi ini berupa komunikasi yang timbal balik, komunikasi yang bisa diulang dan tidak membuat kapok, artinya semua menikmati komunikasi tersebut. • Komunikasi tidak perlu dikhususkan di waktu tertentu atau tempat tertentu, tapi disetiap waktu, luangkan untuk itu. *Everytime is Quality Time.* • Kita perlu fleksibel untuk menemukan cara yang tepat pada tiap situasi yang dihadapi. Ketika satu cara tidak berhasil maka cobalah cara lain. Itulah cara menjadi orangtua yang _Trial and Learn_ atas segala situasi yang dihadapi
7⃣ *Doakan dan sugesti positif anak.* • Sebuah teori Hipnoterapi ala Milton Erikson model menyatakan bahwa 80% dari kondisi orang dewasa adalah kondisi unconscious, dan 20%nya adalah kondisi conscious. Sedangkan pada anak 100% adalah unconscious. • Beda antara Concious dan unconscious adanya proses aktif atau tidak aktifnya berpikir kritis, jadi bukan kondisi pingsan/tidak sadar. • Kondisi unconscious sangat penting untuk memunculkan Trans, yaitu kondisi dimana sugesti-sugesti itu bisa masuk kedalam pikiran manusia. ✅Dengan kondisi 100% anak itu adalah trans maka setiap apa yang keluar dari mulut ayahbunda adalah bentuk-bentuk sugesti yang akan membentuk perilakunya. Apalagi jika dilakukan secara berulang. Adalah hal paling mengerikan jika setiap saat yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata dan sugesti yang negative, jadilah anak kita apa yang kita muntahkan dari mulut kita.
8⃣ *Terimalah anak sebagaimana adanya*, lebih dan kurangnya, bahwa dia adalah bagian dari tubuh kita, bahwa dia adalah bagian dari darah kita. Sakitnya adalah sakit kita, lelahnya adalah lelah kita. Lihatlah matanya dan genggamlah tangannya, Tunjukkan bahwa kita adalah pembimbingnya, pelatihnya, teman dan sahabatnya, guru sekaligus muridnya untuk mengarungi perjuangan singkat di alam fana ini. Anak adalah Tim kita yang akan memenangkan perlombaan hidup ini, dan kelak bersama pulang kesebaik-baiknya kampung halaman.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
SOP Keinginan
Sebuah taushiyah sebelum rapat oleh Pak @deddinordiawan, ditulis ulang oleh @denty_kusuma
-
Kamu punya keinginan? Kalau ya, saya boleh minta tolong? Siapkan kertas dan pulpen. Sekarang juga ya.
Sudah? Kalau belum, jangan baca kalimat saya berikutnya :D Iya. Ini serius. Sudah? Oke, kalau sudah, boleh lanjut. Tulis keinginan, mimpi, atau apa pun yang ingin kamu capai dalam kertas tersebut. Sebanyak-banyaknya, ya.
Sudah? Kalau belum, peraturannya sama seperti di atas: jangan lanjut baca kalau belum selesai. Kalau sudah, baru boleh lanjut ya.
Oke. Sampai sini saya yakin para sidang pembaca yang terhormat telah menulis sederet mimpinya. Banyak? Atau sedikit? Kalau saya boleh kepo, kapan terakhir kali pembaca sekalian melakukan hal ini—menulis mimpi? Selamat saya ucapkan jika para pembaca yang terhormat adalah yang termasuk rajin mencatat keinginan. Kalau kegiatan catat-mencatat mimpi ini masih belum jadi habbit, saya sarankan untuk memulai kebiasaan baik ini. Mengapa? Ini dia yang akan kita bahas: Standard Operational Procedure (SOP) Keinginan.
SOP 1: Karena Menulis adalah Visualisasi Mimpi
Mimpi kita yang abstrak dan dirasa jauh itu dekatkanlah dengan visualisasi. Visualisasi ini bisa berbentuk tulisan, gambar (pajang gambar Menara Eiffel kalau mau banget ke Paris, misalnya), video (kalau mau umroh coba deh streaming Masjidil Haram), atau bahkan mendatangi tempatnya (misal kita mau kuliah di UI, datang saja ke UI).
Semakin dekat dengan target mimpi kita, biasanya daya magnetiknya (#azeg) semakin kuat. Tapi bukan berarti kalau kita menginginkan seseorang–which is dia belum jadi muhrim kita–lantas jadi dekat-dekat dia, ya! Yang ini mah jangan.
Kita sudah melakukan salah satu jenis visualisasi ini, yakni menulis. Semoga ini menjadi salah satu one step closer ke mimpi masing-masing, ya.
SOP 2: Berdoa, Mendoakan, dan Minta Didoakan
Langkah selanjutnya adalah berdoa. Doa membawa mimpi yang kita tulis tadi ke langit. Urutan doa adalah—seperti yang selalu digaungkan Ustadz Yusuf Mansur—adalah: hamdalah-shalawat-istighfar-konten-hamdalah-shalawat-istighfar. Hamdalah-shalawat-istighfar ini nggak harus urut yang mana yang duluan, asal ketiga hal ini mengapit doa—di awal dan akhir.
Berdoalah atas segala keinginan kita, tak terbatas keinginan apa pun—sejauh keinginan tersebut adalah keinginan baik. Allah Maha Mengabulkan. Semua mimpi kita ditambah seluruh mimpi manusia di dunia ini nggak ada apa-apanya dibanding kuasa Allah untuk mengabulkannya. Kecil sekali hajat kita ini untuk Ia kabulkan. So, jangan ragu meminta.
Kadang, hidup kita masih gini-gini aja bisa jadi karena kita JARANG atau bahkan BELUM PERNAH minta hidup yang lebih enak sih. It’s all about meminta. Perseringlah berdoa, untuk hal apa pun.
Setelah berdoa, doakanlah orang lain. Lagi di dalem angkot nih misalnya. Coba deh berdoa, “Ya Allah, kabulkanlah segala hajat seisi angkot ini. Aamiin.”
Pernah dengar hadits yang intinya, “Kalau kita mendoakan orang lain, maka malaikat akan meng-aamiin-kan doa kita seraya berkata, ‘Hal yang sama untukmu’?”
Nah. Jadi, sering-seringlah mendoakan orang lain. Double nikmatnya: orang lain dapet kita dapet, insya Allah.
Kemudian mintalah didoakan. “Doain gue ya semoga bisa umroh tahun ini.” Mungkin teman kita mengucapkan aamiin secara tidak serius-serius amat. Tapi kalau memang ada malaikat yang meng-aamiin-kan secara serius, kan jadi juga tuh kita umroh, insya Allah? :D
SOP 3: Siapkan “Kendaraannya”
Kamu pilih mana: becak, motor, mobil, atau jet kalau mau cepat sampe ke sebuah tujuan? Tiap pilihan punya konsekuensi tersendiri. Kalau pilih becak, kamu bisa jadi nggak mengeluarkan uang sebanyak kalau kamu naik jet. Tapi nyampenya bisa lama banget kan ya? :D
Karena naik jet butuh uang lebih banyak, jet memberikan timbal balik sampai lebih cepat.
Jet, mobil, becak, dan motor tadi adalah analogi dari amal sholeh. Kalau kita mau impian kita cepat terwujud, maka pakailah kendaraan jet. Konsekuensinya, kita mesti jor-joran banget dalam beribadah. Malas harus ditepis. Sikap penunda harus dihilangkan. Kalau kamu ibadahnya masih males, masih entar-entaran, berarti kamu sedang mengendarai becak untuk sampai ke tujuan.
Kamu mungkin berpikir, di antara SOP ini, di mana letak usaha manusia? Usaha manusia sudah terangkum di tiga hal ini, bos. Dengan beramal sholeh dan mendekatkan diri kepada Allah (seperti yang termaktub dalam SOP 3), insya Allah, Allah yang akan meng-guide kita terkait apa yang harus kita lakukan.
Kita ini nggak tahu apa-apa tentang hidup. Maka, guidance dari Allah sangatlah penting. Nah, dengan selalu dekat pada-Nya, mintalah petunjuk hal-hal apa saja yang harus dilakukan. Di situlah letak usaha manusia-nya.
Oke, semoga sharing tentang SOP ini bermanfaat. Semoga kelak, deretan mimpi yang sahabat sekalian tulis sudah menjadi coretan semua, pertanda sudah tercapai. Aamiin.
Dan aku selalu suka mereka, yang selalu menginspirasi, terimakasih kesebelasan gen halilintar
Empat Hal yang Dicemaskan Penulis
Ada empat kecemasan seorang penulis.
Pertama, apabila tulisannya menyesatkan dan menjerumuskan pembacanya. Dia khawatir, alih-alih menjadi agen kebaikan justru menjadi perantara keburukan.
Kedua, apabila ternyata ada hati yang tersakiti oleh kalimat-kalimatnya. Yang diam-diam merasa terhakimi atau tersindir oleh tulisannya.
Ketiga, apabila yang dia tuliskan tidak benar-benar dia lakukan, tidak benar-benar dia usahakan. Karena amat besar kebencian di sisi Allah kepada orang-orang yang mengatakan apa yang tidak dia lakukan. Dia khawatir dengan kemurnian niatnya, jangan-jangan sudah terkotori noda-noda riya’ yang menggerogoti kebaikannya.
Keempat, apabila setiap huruf dalam tulisannya bukan mendatangkan pahala malah membawa dosa dan menjerumuskannya ke neraka.
Maka tulisan ini adalah permintaan maaf atas setiap hati yang tersakiti. Tulisan ini adalah permohonan ampun atas setiap keburukan yang menjadi akibatnya.
Mohonkanlah ampunan bagi kami yang setiap hari menenun huruf-huruf. Agar kelak huruf-huruf ini tak menjadi dosa yang memberatkan. Mohonkanlah petunjuk bagi kami yang setiap hari menguntai kalimat-kalimat. Agar kelak kalimat-kalimat kami menjadi perantara kebaikan bagi semua.
Ampuni kami, Yaa Allah….
Hati yang rindu
Hanya ingin terus menulis tentangnya, tanpa ia tahu bahwa ku di sini mengaguminya.. Di saat hati ini rindu, betapa Allah Maha Baik memberikan ku kesempatan untuk menyapanya.. Tapi lagi2 aku sadar, hati ini hanyalah sesaat, ingin rasanya tiap detik aku menikamnya agar ia cepat mati, hati sabar ya, tak seharusnya hati ini sakit terus menerus, menahan perihnya rasa ditinggalkan, perihnya rasa dicampakkan, perihnya rasa dikecewakan, kau masih punya raga yang akan selalu menemanimu hati.. Jangan bersedih hati, raga akan selalu ada untukmu, kemanapun engkau pergi.. Kau tau kan jika raga sakit, hati akan tersakiti.. Pun sebaliknya.. Jangan sedih hati, tetap tersenyumlah.. Biarlah ia pergi mengejar angan dan asanya lebih tinggi agar ia kelak dipertemukan dengan seseorang yang mau bersabar menunggunya di sana.. Hati tetapkah kau rindu? Walaupun raga ada di sini bersamamu? Hati tetapkah kau merindu? Di kala raga terus menemanimu? Hati teruslah berdoa kepada-Nya agar kelak kau dipertemukan dengan seorang yang mengerti keadaanmu sekarang yang hidup tanpa kasih sayang Hati semoga kau tidak jenuh karna raga selalu membersamaimu..
*Assalamu'alaikum happy people..* Selamat Pagi April.. *Faraby Stuff* open order yaa *soft/hardcase* mau yang fullprint atau ngga? Tinggal pilih aja guys! *baymaxdoll* cocok buat kasih kado orang kesayangan atau koleksi pribadi, *ring light* ala-ala muser generation, *tumblr light* kamar goals yang laris manis kaya kacang goreng, *tripod* yang hobi banget travelling untuk hunting foto atau selfie-an, *wooden clip* yang punya foto polaroid atau udah cetak tapi berceceran gitu aja? Pas banget nih, *anticrack* hape kesayangan dikit-dikit jatuh? Pakai atuh anticrack bahan mika acrylic bagus banget, *headphone* pecinta musik atau drama korea ~seperti owner~ duuh biar ga ganggu sebelah pakainya ya ini,😁😁😁 dan *aksesoris hape kece* lainnya bisa gratis ditanya2.. . . . Yuk order! *Want to ask?* Feel free to ask *Want to buy?* Kirim format 👇👇👇👇👇 Order: Cadangan: Nama: No.hp: Alamat: Via bank bca/bri/vipul tsel: . . . Wa: 081908988013 Follow ig: @farabystuff Line: @nurfathonahmu . #headphone #baymaxdoll #animalhatmurah #animalhat #Popsocket #tripodhp #tripodmini #tripodmurah #minifanmurah #minifan #pandahatmurah #wolfhatmurah #woodencliplucu #woodenclip #musergeneration #muserid #musically #aksesorishp #aksesorisgadgettermurah Cp Line: @nurfathonahmu Wa 081908988013

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hari terakhir harga promo ya, transfer hari ini diskon 10% ya.. . Format order . Order: Cadangan: Nama: No.hp: Alamat lengkap: Via bank/vipul tsel: Wa ke 081908988013 Line/ig @nurfathonahmu . . . #diskon #hotsale #aksesorishape #softcase #hardcase #baymaxdoll #animalhat #tumblrlightmurah #friday #thanks
Handuk beruang.. Lucu kaaann, hanya di @khadijah_store1 And many customize towel 😍😍😍 Buruan order! Bisa buat kado, koleksi pribadi atau buat couple ama pasangan juga bisa 😍🙈🙊 . . . #handuk #handukbordir #towels #bathtowels #bathtowel #kadounik #gift🎁 #couplegoals