Terlelap Harap
Karena datang tanpa dugaan, juga harapan, aku beranikan diri yang rentan, menyapamu lewat ketikan. Semua berjalan seperti biasa. Berbagai basa-basi yang biasa ku lontarkan. Pada orang baru yang terlihat rupawan, tapi berujung saling melupakan. Begitu pula aku saat itu, padamu.
Tapi nyata lain cerita. Banyak kata terujar begitu lepas. Banyak rasa tak terdefinisi, karena yang ku paham hanya riang. Malam berisi lelap, berganti jadi malam penuh harap. Terlena, sampai lupa, dini hari menunggu senyap.
Ku tinggal sepenggal kata, agar bisa kusambung esok lusa. Benar, aku menunggu bahwa esok kita masih ada. Benar, awal yang tanpa duga, kini malah penuh sesak di dada.
Meski terlelap.
Jiwa tetap penuh harap, semoga kali ini, hati tak perlu ratap.















