27 tahun, 6 bulan kurang 2 hari, lamanya ngerasain betapa bersyukurnya punya 3 orang tua, jadi anak tante.
Innalillahi wainnailaihi rojiun.. Semua yang bernyawa pasti akan mati..
Entah apa rasa hati, kehilangannya tanpa bisa pulang, tak bisa merawatnya, tak bisa ikut menyelenggarakan jenazahnya.. Semoga ia memaafkan anaknya ini dan semoga Allah pun mengampuni..
Tiga bulan yang lalu, dirumah dan di halaman yang sama berdiri tenda besar karena syukuran menyambut anggota keluarga baru, tapi siapa sangka tiga bulan setelahnya ada tenda lainnya yang didirikan disana karena kami kehilangan anggota keluarga.
Tante sayang sama Rama, katanya bersyukur punya menantu yang orangnya gak ribet. Tante juga semangat banget mengurus administrasi kami, dalam 2 hari jadi semua, KTP baru, KK baru..
Dulu waktu kecil, waktu tante mau operasi usus buntu, aku ke kamarnya yg kebetulan gelap, jendelanya gak dibuka, trus nangis berdoa sama Allah supaya tante dijaga dan selamat, gak mau kehilangan..
Akhir februari lalu, di telpon, tante ngomong "kakak haid?" dengan nada kecewa, beliau berharap anaknya ini segera hamil, aku balas dengan bilang santai aja, ternyata tante akan pergi dan gak sempat menunggu dulu.
Pernah juga habis nikahan, tante bilang kalau nanti aku punya anak, tante yg bakal jagain, katanya mau jagain cucu. Dan aku gak mau, bilang kalau nanti aku akan menjaga anakku sendiri, biar bondingnya kami kuat. Ada sesal atas menolaknya. Apakah mungkin dengan mengatakan ya atas keinginannya itu, Allah akan menangguhkan waktunya dan memberikan waktu lebih lama untuk ia bersama kami?
Setelah nikah juga, tante bilang pengen k Bandung juga, semingguan atau lebih, akupun semangat, "ayo, nanti kakak ajak main-main, kita gak usah nginap tempat kakak, tempatnya kecil, kita ntar di penginapan aja" tapi gak jadi ikut karna dirumah masih lagi renovasi, tanteku yang penyayang ini masih mau ngurusin keperluan makannya om-om dan abang-abang tukang dulu katanya.
Tante sangat memikirkan orang lain, melebihi dirinya sendiri.
Kemaren Pipin juga ingatin, Ramadhan tahun lalu, tante semangat banget buat bikinin kue lebaran untuk Pipin. Apa yang dibikin dirumah, dibuat juga untuk Pipin, tinggal ganti bahan aja, itupun gak semua pula di minta. Tante seneng banget liat Pipin senang.
Sebagai ibu RT, tante juga sangat memperhatikan kesejahteraan warganya. Tante perjuangin untuk bantuan rumah, wc ataupun bantuan lain. Tante orangnya aktif banget, sosialisasinya bagus banget ke semua golongan, mulai dari balita sampai lansia
Banyak cerita tentunya. Tante udah jadi orang tua maupun kakak tertua bagi kami yang anak-anak, di rumah. Semoga Allah menerima semua amal ibadahnya dan mengampuni dosa-dosanya, dilapangkan dan diterangi kuburnya, terhindar dari siksa kubur, ditempatkan dengan tenang disisi-Nya. Dan semoga kelak nanti kami dikumpulkan lagi, dengan kekal, di surga-Nya kelak, aamiin