Karena Ta'aruf Tak Se-uwuuuuuuw Yang Dikisahkan Para Selebgram
Taaruf berasal dari kata ta'arafa - yata'arafu artinya saling mengenal. Kalo dalam pranikah ajang ta'aruf ini sebagai proses mengenal calon pasangan sebelum menuju jenjang pernikahan. Kenapa Islam menganjurkan untuk ta'aruf sebelum menikah? Karena Islam mengajarkan kita sebuah Visi, Visi seorang Muslim itu SyurgaNya.
Setiap dari kita memiliki visi yang berbeda dalam meraih syurgaNya. Makanya untuk menjalankan ibadah terlama dan sepanjang hidup bernama pernikahan itu diperlukan ta'aruf untuk saling mengenal dan mencocokkan visi.
Sepanjang proses ta'aruf pun harus selalu di sertai dengan istikhoroh. Sebab, istikhoroh itu artinya, kita benar-benar meminta agar Allah yang pilihkan. Hingga nafsu gak kita sisakan tempat sedikitpun untuk memilih. Karna jika nafsu yang memilih, apapun yang terjadi, sekalipun keinginan tercapai, kelak nafsu akan tetap menyesal. Sedangkan jika kita serahkan pada Allah yang memilih, maka apapun yang terjadi kedepannya adalah kebaikan. Sebab, jika kita ridho dengan pilihan Allah, Allah pun akan ridho pada kita.
Itulah kenapa sepanjang proses ta'aruf itu harus terus istikhoroh. Karena saat kita memilih untuk ta'aruf berarti kita memilih jalan agar prosesnya penuh dengan naungi keberkahanNya. Sebagai wujud taat kita padaNya.
Kesalahan yang sering terjadi saat berjalannya proses ta'aruf biasanya karena terlalu bahagia sampai pada akhirnya tumbuh mekarlah rasa cinta dan rasa memiliki. Padahal bentuk proses apapun itu sebelum ijab-qabul terucap, jangan dulu ada rasa dan hati ke seseorang. Sebab, kita gak akan pernah mengetahui skenario apa yang bakal Allah berikan kepada kita ke depannya. Karena banyak kejadian yang udah dikhitbah aja bisa gagal nikah. Bayangkan aja kalo ternyata Allah berkata lain dan nggak mentakdirkan mereka yang udah terlanjur dekat dan menumbuh suburkan rasa? Karena banyak kejadian yang ketika gagal dalam proses ta'aruf sulit untuk move on, berlarut-larut dari kesedihan. Padahal kalo niat ta'aruf kita ikhlas karena Allah kenapa musti ada baper di endingnya? Sebab orang bijak sering bilang yang namanya ikhlas itu "ketika gak ada rasa kecewa sedikitpun di dalamnya, apapun ending dari ketetapanNya."
Maka, dalam proses ta'aruf ada perjuangan yang harus kita lalui namanya Jihadun Qalb (berjuang melawan rasa dalam hati). Dalam jihad hati betapa diuji tawakkal dan kecintaan kita hanya padaNya.
Kalo udah di titik ini, benar-benar kita harus senantiasa konsultasi dengan Allah lebih kencang dari biasanya. Jangan sampe Allah gak ridho, jangan sampe Allah gak suka dengan proses ta'aruf kita. bukankah hanya Allah yang menjadikan kita tertawa dan menangis? Allah Penggenggam Jiwa hambaNya, maka serahkan aja urusan perasaan ini padaNya.
Dalam jihad hati, kita diuji Allah untuk menjaga izzah sekencang-kencangnya, mempertahankan standar interaksi. Berusaha agar tak terlalu cair apalagi kebablasan.
Dalam ta'aruf betapa berkali-kali kita dimintai untuk terus memperbaiki niat dalam menikah. Agar tak ada salah niat atau mengabaikan visi yang telah diazzamkan. Memilih berdasarkan kesesuain visi dan menurut pilihanNya bukan berdasarkan apa kata manusia. Kita betul-betul berserah atas kententuan terbaik yang Allah pilihkan untuk baiknya dunia-akhirat.
Dalam proses ta'aruf tak melulu berjalan mulus dan berakhir dengan proses pernikahan. Maka libatkan Allah selalu dalam prosesnya. Karena ta'aruf itu tak se-uwuuuuuuw yang dikisahkan oleh para Selebgram. Yang harus selalu kita ingat adalah Allah Maha pengatur rencana dan pemilik skenario terbaik. Apapun akhir dari perjalanan ta'aruf yang kita lalui itulah yang terbaik untuk kita.
Untukku dan juga untukmu yang sedang berproses atau sedang melalui ketertundaan dalam proses ta'aruf. Lapangkan dan tentramkan lah hatimu dari sibuk bertanya: kenapa, kenapa dan kenapa? Santuy aja namanya juga saling mengenal kalopun gak berlanjut bukan suatu hal yang aib atau hina. Mau kita udah saling cocok kek, udah dapet restu dari semua pihak. Tapi, kalo Allah berkata lain mau gimana? Libatkan dan jadikan Allah nomer satu dalam hal apapun! karena pada bab ini masuknya pada bagian ketentuan takdirNya.
Kalo kata Kang Abay, "Belajar untuk mengikhlaskan, belajar untuk menerima semua takdirNya. Ikhlas itu sulit tapi, kalo gak ikhlas sakit. Jadi lebih baik berproses melewati kesulitan daripada terus-terusan menahan sakit."
Atas segala upaya ikhtiar yang telah kita upayakan seharusnya tak perlu ada lagi sedih dan kecewa bagi siapapun yang menjadikan Allah sebagai tujuannya. Sebab, segala peristiwa yang menghampiri hidup kita semua itu adalah kehendak Allah.
Dialah Allah, yang Maha Cinta. Dialah Allah, yang takkan pernah keliru dalam sentuhan indah takdirNya. Dialah Allah, yang takkan pernah menzholimi hambaNya. Dialah Allah, yang hanya menginginkan kebaikan bagi hambaNya :')
Ilahi anta maqshudi wa ridhoka mathlubi. Ya Allah, Engkaulah maksud tujuan hidupku dan ridhoMu lah yang menjadi harapanku.
A'tini mahabbatika wa ma'rifatika. Ya Allah, karuniakan kepadaku rasa cinta kepadaMu dan Ma'rifat kepadaMu.
A'tini ridhoka wa rodhina bi kulli qadhaika khairihi wa syarrihi. Ya Allah, karuniakan kepadaku keridho'anMu, dan rasa ridho padaMu terhadap apapun yang Engkau tetapkan baik enak maupun tak enak.