Untuk Mas - Dari Adek
Adek mau curhat dikit, mas .. Jangan bilang siapa-siapa ya?
Adek bukan orang baik, mas. Adek pernah punya kesalahan & kemungkinn besar akan selalu begitu.
Adek mah terserah Mas aja .. kalau Mas cari yang sempurna, Adek mundur. kalau Mas cari yang mau belajar bersama-sama, memperbaiki kekurangan & berjuang bersama menuju Ridho Allah, Adek maju.
Adek bukan orang hebat, mas. Adek orang biasa-biasa aja. Adek bukan anak kyai, bukan anak pondokan, bukan hafidzoh. Tapi kalau Mas berbesar hati & berkenan, Adek mau digandeng bersama-sama agar memiliki ilmu setinggi anak kyai, se takdzim anak pondok, se sholehah hafidzoh. Adek juga mau dibimbing Mas sampai jadi hafidzoh, begitu pula sebaliknya.
Adek ndak akan liat siapa Mas dulu. Se nakal apa Mas dulu. Mas seorang ustadz ataupun bukan. Yang Adek lihat kesungguhan Mas, kecintaan Mas kepada Allah & Nabi Muhammad, perjuangan Mas untuk islam & ketepatan waktu sholat Mas.
Adek cuma lihat itu. Toh kalau ternyata Mas lebih dari itu, betapa patut Adek syukuri. Dan Adek usahakan agar kita seimbang Mas. Ya Adek malu toh? Kalau Mas orang hebat sedangkan Adek kosong melompong.
Kata mama kalau jodoh nggak akan kemana. Mas jangan kemana-mana ya. Temui Adek di persimpangan doa yang selalu kita Amin-kan diujung sajadah. Semoga kelak pertemuan itu berujung jabat salammu dengan papa. Hingga pertemuan kita berpindah tempat dari ujung rindu ke balik kelambu.
Salam rindu, Mas. Aku yang mendoakanmu.










