“There’s an entire world inside of our thoughts, and when we look at the world on the outside it is based on our assumptions inside of our thoughts.”
— Bayyinah Institute
AnasAbdin
sheepfilms

roma★
tumblr dot com
One Nice Bug Per Day
todays bird

#extradirty
Claire Keane

PR's Tumblrdome

Kiana Khansmith
occasionally subtle
trying on a metaphor

izzy's playlists!
Three Goblin Art

Misplaced Lens Cap
Game of Thrones Daily

@theartofmadeline
Monterey Bay Aquarium
seen from Türkiye

seen from Guyana

seen from Vietnam

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Guyana
seen from Malaysia

seen from Costa Rica

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
@moonthatshine
“There’s an entire world inside of our thoughts, and when we look at the world on the outside it is based on our assumptions inside of our thoughts.”
— Bayyinah Institute

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jangan Ngerasa Aman
Jangan ngerasa kamu aman. Jangan ngerasa neraca pahala dan dosa kamu oke. Jangan ngerasa kamu dalam keadaan netral.
Ingat oi, dosa-dosa kamu. Ingat dosa-dosa yang ngga ketauan sama orang-orang. Meski orang-orang ngga tahu, bukan berarti dosanya ngga ada kan? Gimana kalau dosanya masih ada karena kamu belum pernah minta maaf dan bertaubah ke Allah untuk dosa tersebut? Gimana kalau ternyata istighfar satu-dua kali yang kamu lakukan alakadarnya habis shalat itu ngga menyentuh dosa yang ini dan itu?
Sadar, mungkin aja kamu dalam kondisi minus. Jangan kepedean.
Tobat. Istighfar terus-terusan, daripada ngelamun. Karena kamu ngga tahu seberapa dalam lubang dosa yang udah kamu buat, yaudah sekarang gempur aja lubang itu dengan perbuatan baik yang banyak banget. Udah, jangan banyak mikir lagi kalau mau generate pahala. Just do it, dengan penuh totalitas.
Siapin kematian kamu. Jelas banget bahwa semua orang akan mati, jadi ngga usah takut sama kematiannya, takutlah bahwa kamu ngga cukup bawa banyak tabungan.
#SaveSilwan
-
[#savesheikhjarrah #freepalestine🇵🇸 #occupation #jerusalem #occupiedpalestine #palestinian #justice #savesheikhjarrah #palestine🇵🇸 #palestinewillbefree #bds #endtheoccupation #endapartheid #endapartheidisrael #apartheidisrael #antizionist #liberation #freedom #gaza #gazaunderattack #gazaunderfire #silwan #savesilwan #colonialism #settlercolonialism #colonial #bds #boycottdivestmentsanctions #acab #abolition]
Reposted from @annarajagopal
A quick and easy way to check to see if you have a pure heart is seeing how readily willing you are to give a compliment to others. If your first instinct when you see something nice or hear about the success of someone you feel constricted then know you have jealousy in your heart. If you genuinely feel happy for the other person and you feel secure with yourself it will be very easy to happily give a compliment. If you see traces of jealousy in your heart, train yourself to be content by realizing that everything is portioned with great wisdom. No one is going to take anything away from you that was meant for you. Realize the wisdom in the distribution of wealth, knowledge, beauty, and success. This will ease your heart, prevent you from eating yourself up and allow you to enjoy the beauty & success of others while feeling secure within.
Halel Banani (via islamic-art-and-quotes)
Viralnya Hilang, Semangat Juangmu Juga Hilang?
@edgarhamas
Kalau seiring berita viral Palestina hilang dan pembelaan kita ikut hilang; berarti kita masih di tempat.
Kita membela lebih dengan emosi, melihat video lalu marah, melihat gambar lalu menangis. Jika video dan gambar sudah hilang dari timeline, hilang jugakah perasaan juangmu?
Seorang Syaikh pernah bilang, "dibom atau tidak dibom, nyatanya Palestina masih dijajah. Mereka butuh pembelaan bukan hanya ketika dibantai. Mereka butuh itu setiap saat sampai merdeka."
Catat ini: membela Palestina itu sepotong akidah kita, dan pembuktian atas kemanusiaan kita.
Trending atau tidak trending itu urusan lain. Mau dunia membicarakannya atau tidak, hati nurani kita mesti jadi lentera yang menuntun kita tetap bersuara.
Diammu adalah pesta bagi kezaliman. Bisumu adalah nyanyian yang merdu buat penjajah. Saatnya naik kelas!
Jikapun ada yang bertanya, "sepenting itukah Palestina? Kenapa mesti terus disuarakan?"
Syaikh Ali Muhammad Muqbil, Ketua Ikatan Ulama Palestina pernah berkata, "Palestina adalah sepotong akidah kita. Membelanya adalah konsentrasi utama umat kita."
Jika mau tahu 3 alasan tersingkat mengapa Al Aqsha harus terus dibela dari kezaliman zionis, saya harap teman-teman bisa menghafalnya:
Pertama; ia kiblat pertama.
Kedua; ia masjid kedua yang dibangun di muka bumi
Ketiga; ia masjid ketiga yang diperintahkan Rasul untuk diziarahi.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Your Lord has neither forsaken you nor did He forget you. —[93:3]
Sometimes, I have a certain need (that I wish to ask) Allâh, so I ask Him earnestly. Then, I find that the door of dialogue opens up for me, and I recognize Allâh more (I become more aware of Him), and feel humbled before Him, and feel a great sense of joy and happiness, due to which I prefer that the answer to my prayer be delayed, so that this joyous state may continue.
Ibn Qayyim Al-Jawziyyah (via islamic-art-and-quotes)
من اتخذ القرآن منهجاً أعطاه الله جميع العلوم. - ابن القيم
Whoever makes the Quran the curriculum of his life, Allah will bestow upon him all the sciences. ~Ibn al-Qayyim
Source: araseel, via IslamicArtDB
semakin dewasa
semakin takut ngomongin orang lain. takut kalau suatu hari kita jadi seperti yang diomongin. takut karena yah, kita cuma beda dosa aja.
semakin hati-hati membuat komitmen. lebih banyak menolak daripada menerima. lebih banyak berkata tidak daripada berkata iya. punya not-to-do list alih-alih to-do list saja.
semakin sabar urusan rezeki. sudahlah, yang memang untuk kita pasti akan datang dari mana pun itu. yang bukan untuk kita, nggak akan sampai meskipun sudah di depan mata. juga, semakin sadar bahwa setiap manusia bisa jadi wasilah rezeki bagi manusia lain. termasuk diri kita.
semakin bersyukur sama pasangan, anak, dan keluarga. rasanya, di luar sana orang tuh macam-macam banget. kadang artinya "ada-ada saja". pasangan yang setia, terbuka, dan menyayangi itu sangat istimewa. selebihnya maafkan dan terima.
semakin ingin mengikhlaskan. barang-barang, kepemilikan, masa lalu, luka, beban. ingin semua bersih agar setiap hari bisa berjalan dengan hati ringan.
semakin yakin dengan jalan yang dipilih. ternyata nggak berubah, krisis identitas itu selalu ada di setiap fase hidup. tugas kita adalah membuat kapital identitas yang jauh lebih besar daripada krisisnya. caranya, tetap teguh berjalan pada pilihan. jadilah pemenang yang sabar.
semakin sadar betapa kecilnya manusia. bumi Allah luas, kekuasaan Allah tinggi, Allah Mahabesar. nggak ada yang nggak mungkin bagi Allah.
semakin sayang orang tua. ya Allah, muliakanlah kedua orang tua kami.
اللهم أرزقنا من حيث لا نحتسب
O Allah, send us Your blessings from where we do not expect.
Source: suhaib93, via IslamicArtDB

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kita Kalah Bukan Karena Musuh Kuat
Edgar Hamas | @edgarhamas | t.me/tulisanedgar | edgarhamas.tumblr.com
Syaikh Muhammad Al Ghazali suatu kali berkata, kira-kira begini, "Kaum Muslimin saat ini kalah bukan karena zionis kuat. Tapi karena Umat ini yang sedang lemah."
Beliau mengumpamakan, "bukan musuh yang menjelma singa, tapi kita sendirilah yang menyusutkan diri jadi domba."
Sebab jatuhnya umat ini, sebagaimana ditulis Dr Abdul Halim Uwais dalam Buku 'Studi Runtuhnya 30 Negeri Islam', seringkali dilandasi faktor internal daripada eksternal.
Andalusia contohnya. Runtuh bukan karena kaum muslimin tak berdaya, melainkan justru perpecahan di saat jaya.
Maka untuk berdaya lagi, tak melulu kita menyalahkan kekuatan-kekuatan eksternal yang menggebuk kita —meski memang itu salah satu faktornya— melainkan mestilah naik kelas.
Malik bin Nabi mengatakan, umat ini tidak bisa berobat jika belum benar mendeteksi penyakitnya sendiri.
Salah satu obat penawar yang seringkali menjadi resep para Ulama dan pemimpin untuk kembali bangkit adalah dengan membangun persatuan.
Persatuan ide, persatuan frekuensi. Persatuan visi, persatuan fokus Qadhiyah (problematika). Dan semua bakat harus diajak untuk berkolaborasi.
Ulama dengan tinta dan ajarannya. Pemimpin dengan kebijakan yang terang sesuai inspirasi Nabi. Sang seniman dengan syair-syair penggubah semangat, seorang bisnisman dengan kekuatan finansialnya.
Hingga seorang ibu yang tiap hari mengisahkan cerita kebangkitan pada anak-anaknya.
Kolaborasi ini nyata terlihat dan terasa ketika Baitul Maqdis akan dibebaskan di era Nuruddin Zanki hingga Shalahuddin. Untuk membangkitkan umat, tak perlu semua orang.
Cukup orang-orang yang jadi simpul-simpul umat, maka ia seperti generator penggerak mesin umat buat bergerak.
"Kemenangan itu ada syaratnya, dan kejatuhan itu ada sebabnya." Itu yang dijelaskan oleh Dr Raghib Sirjani ketika mentadabburi ayat "Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah..." (QS 3:137)
Mari kita belajar dari sejarah untuk mencari resep-resep kebangkitan itu.
Source: itinsightus, via IslamicArtDB
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Our Lord! Grant us good in this world and good in the life to come, and keep us safe from suffering through the fire. (Quran 2:201)
Source: doryab.deviantart.com, via IslamicArtDB
Marah, Marahlah yang Benar
@edgarhamas
Ketika Rasulullah ﷺ disakiti, kau tahu, para sahabat menjadi singa-singa yang membela beliau bahkan dengan nyawa; puluhan tusukan menjadi tak berarti, apalagi hanya cemoohan.
Mari bela beliau dengan terorganisir dan cerdas. "Marahlah yang berizzah", dengan ilmu dan amal nyata.
Marah yang tetap mengikuti cara Rasulullah ﷺ, yang adil: benci pada kelakuan penghina, bukan pada hal-hal yang memang tidak dilakukannya.
Marah yang berefek maslahat: tujuannya agar si penghina minta maaf, bertaubat dan jera. Jangan marah yang destruktif yang melahirkan kemungkaran yang lebih besar.
RTM : Untuk Terus Mencintainya, Kamu Harus Berjuang.
Catatan ini mungkin lebih khusus ke laki-laki. Sebab nanti, selepas menikah. Mungkin dalam pandangan matamu, istrimu tidak akan secantik-semanis-sebaik-dan sesempurna sewaktu kamu dulu memperjuangkannya. Saat ini, bisa jadi kamu bisa menyangkal. Tapi, nanti selepas menikah dan menjalaninya, kamu mungkin baru akan memahami maksudku ini.
Kamu harus berupaya untuk bisa terus mencintai istrimu. Perasaan itu tidak tumbuh seperti rerumputan yang terkena hujan. Perasaan itu adalah pohon besar dan kamu menanamnya sejak bibit. Kamu harus merawatnya, menyiraminya, melindunginya dari hama, menyiangi rerumputan disekitarnya, dan juga kamu harus selalu waspada agar ketika nanti ia sudah cukup besar, tidak ada orang lain yang tiba-tiba datang dan menebangnya.
Perempuan yang barangkali adalah temanmu, rekan kerjamu, atau orang yang tiba-tiba kamu temui di jalan. Mereka mungkin tidak melakukan apapun, tapi matamu tidak. Matamu bisa membuat apa yang terlihat menjadi beribu kalilipat lebih baik, lebih cantik, dan segala kelebihan lainnya yang mungkin akan menyulut perasaan lainnya. Tantangan. Seperti kala dulu kamu memperjuangkan perempuan yang menjadi istrimu saat ini.
Untuk itu, ingat-ingatlah selalu kebaikan perempuan yang sedang di rumah menunggumu pulang. Siapa orang yang paling khawatir kala kamu sakit. Siapa orang yang bisa menerimamu apa adanya saat kamu bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa selain kenekatanmu menikahinya dulu. Siapa orang yang rela bersusah payah mengurus segala keperluanmu, juga keperluan anak-anakmu nanti. Ia bersedia bersusah payah mengandung anakmu sembilan bulan dalam kepayahan yang kamu tidak bisa merasakannya. Anak yang mungkin lebih kamu cintai nantinya daripada istrimu.
Sungguh, untuk terus mencintainya, kamu harus berjuang. Bualanmu tentang cinta saat ini, juga bualanmu tentang segala janji itu bisa aku katakan adalah omong kosong. Sebab nanti, jalan yang amat panjang dan mungkin akan membosankanmu telah menanti. Biar tak bosan, kamu perlu menghidupkan setiap ingatanmu mengapa dulu kamu mau memperjuangkannya, setiap rasa syukurmu, dan iman.
Sebab menikah dengan seseorang yang kamu cintai saat ini bukanlah hadiah, melainkan sebagai ujian baru. Ujian yang hanya bisa kamu jawab ketika kamu menjalaninya, bukan dengan lisan, melainkan perbuatan.
©kurniawangunadi | 10 September 2017

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Source: mean0machine.deviantart.com, via IslamicArtDB
Lemme told you.
Why i was so sad (but happy instead) after i’ve had an advice from an ustad, he told me that “Everything is easy for Allah Subhanahu wa ta’ala, pray to Him, and make sure you are worth for it” well something that i already known before but .the thing is... by, Who told me that..., masyaAllah,
why am i crying?