1 Hari Menuju #24: Berkelana
Aku tidak pernah berharap banyak saat ulang tahun atau saat tahun baru, dua momen yang sering orang-orang manfaatkan untuk membuat resolusi.
It didn't work for me, somehow. Terakhir aku membuat list panjang resolusi awal tahun adalah saat 2019. Tapi kemudian 2019 benar-benar kacau. Jenis kekacauan yang pada akhirnya bikin aku berhenti berharap dan main resolusi-resolusian.
Sejak saat itu, kubiarkan hidupku mengalir begitu saja. Dengan badai dan pelanginya. Dengan segala naik-turunnya.
Jadi, jangan tanya apa harapanku besok. Aku nggak kepikiran. Lagipula, semua doa dan inginku sudah aku panjatkan setiap hari. Tidak perlu menunggu ulang tahun yang hanya setahun sekali untuk memohon kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah libur, kan?
Aku tahu Ia mendengarku. Meski seringkali aku jauh. Meski seringkali aku terlalu buru-buru atau kelu untuk bicara padanya terlalu lama. Meski aku sering hanya diam termenung lama di atas sajadahku, alih-alih berdoa.
Maaf ya, Tuhan.
Saat aku senang, aku jauh.
Saat aku sedih, ternyata aku lebih jauh.
Tapi, Kau selalu dekat.
Kau tidak pernah kemana-mana, aku yang terlalu sibuk berkelana.








