Di tengah huru-hara dan aku yang masih dengan isi kepalaku~
entah karena stereotip dan karakter anak perempuan pertama atau karena sudah terbiasa... rancangan hidupku tentu hal-hal yang selama ini aku pikirkan matang-matang dan lama.. bisa sangat fleksibel tapi aku tau arahnya kemana dan nilai yang sudah pasti harus dijaga baik-baik untuk terus nyala
untungnya selama ini ayah ibu dan keluarga approved, mengiringi dengan doa dan ridho tak terhingga walaupun perlu dijelasin abcdefg dan berkali-kali atas keputusan-keputusan yang kubuat
yang aku tampilkan di publik dan mungkin disini pun adalah yang aku yakini akan selesai atau sedang diperjuangkan, jadi yang benar-benar sudah di depan mata.
tapi ada satu bab yang aku nggak bisa aku masukkan dalam skema hidupku, perihal ada orang baru-nyata-24 jam saling jaga, seseorang yang punya peran jadi imam di ikatan paling sederhana di masyarakat... karena sama denganku, pasti orang ini punya skema hidupnya juga
karena aku dan mas masih jauh dan kami masih sama-sama belum ada waktu untuk menyatukan skema hidup secara rinci, dan aku kembali ke paragraf pertama-kedua... jadi kami hanya saling lempar apa yang menarik di depan mata, sampai pagi tadi ku dapat selebaran beasiswa PhD (bukan di tempat yang kuinginkan, tapi beasiswa nya menarik) dan kukirim ke mas,
(akhir-akhir ini kami sedang saling lempar ide negara untuk tinggal) jadi niatku untuk masukkan negara tersebut di list ide kami, lalu respon dia beda...
coba kasih aku plan milya 3-5 tahun kedepan, tanpa atau ada ini (merujuk ke beasiswa tsb), berarti 2 skema ya [seperti petugas beasiswa aja :')]. komponen sendiri atau berkeluarganya dipertimbangkan ngga? udah masuk pertimbangan berkeluarga.
aku kan...... :')

















