Ternyata kamu tidak pernah pergi. Kita masih ada di ruang yang sama. Kita dekat bahkan fisik masih bisa terlihat. Lalu kusadari bahwa yang hilang bukan raga, melainkan asa. Meskipun kamu ada dalam bentuk nyata, tapi tidak dengan rasa.
Kamu tidak pergi, tapi aku kehilanganmu lagi dan lagi.















