Mereka lebih sayang pada saudara angsa jelek tersebut, angsa jantan yang mereka anggap berlian itu sebenarnya hanyalah batu krikil.
Mereka memerintah gadis angsa jelek itu untuk bekerja, sedangkan saudaranya yang sudah benar-benar dewasa tidak pernah mereka perintahkan untuk bekerja ataupun memburu makanan, ia hanya duduk anggun bagaikan seorang puteri di singgasana.
Mulutnya manis, dia selalu bisa membuat orang tua kami senang dengan rayuannya, padahal apabila dilihat dari segi umur angsa jantan di sekitar, seharusnya ia sudah memiliki pasangan dan menikah di umurnya yang bisa di bilang cukup tua.
Namun apa yang ia bisa? Ia hanya bisa memeras jerih payah buruan orang tuanya tanpa adanya usaha untuk memberikan hasil buruannya seperti angsa jantan lainnya.
Anehnya orang tuanya tidak pernah mengeluh sama sekali, tidak sepertiku yang sudah begitu rusak dan jelek pantas saja mereka selalu menindasku.
_stupid me








