Teruntuk Adekku Sayang, Arham.
Semenjak kau melangkahkan kaki untuk menuntut ilmu ke Kota Pati, rumah terasa begitu berbeda. Rumah tak lagi sama suasananya saat kehadiranmu masih ada. Sepi, sunyi, dan dingin yang terasa.
Tak disangka yah, sekarang waktunya mbak harus ikhlas melepasmu untuk menjadi anak kebanggaan mama, Abah, dan keluarga. Mbak juga harus sadar bahwa kau bukan lagi anak kecil namun sudah mulai bertumbuh memasuki fase remaja.
Sekarang tak ada lagi teriakanmu dari kamar mandi yang minta diambilkan handuk. Tak ada lagi teriakan mama saat kesal memanggilmu karena terlalu lama main di rumah tetangga. Tak ada lagi teriakan mbak saat memintamu pulang ketika waktu sholat, makan, mengaji, dan mandi tiba.
Meskipun mbak jarang sekali dirumah karena harus menuntut ilmu di Jogja, namun doa mbak tak akan pernah putus dirapalkan kepada sang pencipta. Doa mbak akan selalu menyertaimu dimanapun adek berada.
Kami menaruh kamu di pesantren bukan berarti kami tak lagi sayang. Namun itu justru tanda kasih dan cinta kami kepadamu dengan menempatkanmu agar mendapat barokah dari pak yai. Agar kau terarah hidupnya terlebih agar kau paham ilmu agama.
Karena pencari ilmu itu banyak sekali ujiannya. Jika kelak kau mendapatkan berbagai macam ujian satu pesan mbak "hadapi dengan tenang dan sabar" karena itu adalah bukti cinta Tuhan terhadap dirimu.
Mbak bangga sekali memiliki adek seperti dek Arham yang penyayang, penurut, mudah bersosialisasi, ramah, humoris,dan sabar. Pantas saja banyak sekali orang-orang yang menyayangimu.
Bukti bahwa kau orang yang baik dan menyenangkan adalah ketika banyaknya teman yang silih berganti memanggil namamu untuk mengajak main. Terkadang mbak sebel karena saat waktunya tidur siang teman-temanmu malah panggil namamu hingga berkali-kali.
Maaf ya mbak masih berproses untuk menjadi mbak yang baik untukmu. Mbak janji akan selalu menjagamu sampai kau tumbuh dewasa. Mbak akan selalu ada di sampingmu kapanpun kau membutuhkan mbak.
Mbak percaya adek bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi kebanggaan umat.