Open request/ask
Cosmic Funnies
Keni
almost home
Acquired Stardust
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Three Goblin Art

Discoholic 🪩

pixel skylines
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

#extradirty
Mike Driver
art blog(derogatory)

AnasAbdin
Alisa U Zemlji Chuda

if i look back, i am lost

@theartofmadeline
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!
Jules of Nature
seen from Germany

seen from Greece

seen from United States

seen from Australia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Netherlands

seen from Jordan

seen from United States

seen from Morocco
seen from United States
seen from Spain

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from Chile
@lullcaby
Open request/ask

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#TheVAFiles: Butter Dance - Jatuh Bangun Melati Suryodarmo (2006)
Sebuah panggung yang sepi. Tak ada apa-apa lagi di atasnya, selain berpuluh balok mentega yang disusun berjejer rapi di bawah sorotan lampu. Selama beberapa menit, setelah dentuman perkusi yang atonal terdengar, masih belum terjadi apa-apa. Akhirnya, ketika music berlanjut dan semakin ritmis, tampak siluet seorang perempuan berjalan memasuki area pentas. Perempuan itu bertubuh kecil dan gempal, memakai mini-sackdress serta sepatu merah berhak tinggi dan tajam. Ia berpose sejenak, dengan kemayu, sambil memandang ke arah pemirsa, sebuah tanda selamat datang yang sedikit menggoda. Kemudian, ia menginjakkan kakinya ke jejeran mentega tersebut, berdiri di atasnya, dan mulai menari. Tak sampai semenit kemudian, ia pun terjatuh dengan keras ke lantai. Lalu, ia bangun lagi, melakukan hal yang sama, menari di atas mentega, dan terjatuh kembali. Kadang terlihat ia mulai payah menarik berdiri tubuhnya yang gempal. Tapi ia, toh, berhasil berdiri tegak, dan kemudian kembali meliuk, menyunggingkan senyum untuk kemudian terjatuh lagi. Begitu terus sampai hampir setengah jam lamanya. Setengah jam yang terasa “menyiksa” pemirsa. Kita berusaha menikmati sensualitas tubuh penari yang meliuk, ingin bisa tersenyum karena satir dan sisipan humor yang ditawarkannya, tapi kita juga tak bisa berlama-lama membiarkan ia menyiksa dirinya sendiri untuk suatu hal yang muskil: menari gemulai di atas tumpukan mentega licin, dengan sepatu hak tinggi. “ Kelegaan ” yang terasa saat akhirnya ia menyerah, bangkit dan keluar dari panggung, meninggalkan sepatu merahnya tergeletak di sisa-sisa tumpukan mentega, adalah sebuah irono. Bukanlah kita juga ingin sosok perempuan it uterus berjuang, berdiri tegak dan menari lagi? Pentas singkat ini memang menyisakan antiklimaks bagi pemirsa akibat dari tegangan dan rasa ngilu yang tercipta menyaksikannya jatuh dan bangun berkali-kali dalam satu rangkai momen yang begitu intens. Perempuan itu bernama Melati Suryodarmo, salah seorang performance artist kelahiran negeri ini yang lebih diakui di Eropa. Aksinya di atas adalah salah satu karya performance-nya, “Exergie Set” (2005). Pertunjukkan di GoetheHaus Jakarta, 6 Maret lalu, merupakan kali pertama Melati melakukan performance di Indonesia, atas undangan Goethe Institut, setelah sekian lama tinggal dan berkarya di Eropa, di Jerman, khususnya. “Exergie Set”, yang entah mengapa pada pertunjukkannya yang kemarin diberi tajuk “Butter Dance” oleh pihak penyelenggara, adalah kontemplasi akan perjalanan hidupnya sebagai seorang perempuan, sebuah refleksi tentang jatuh bangun yang dialaminya selama ini. Latar belakang penggunaan materi mentega berasal dari ide yang sederhana. Mentega adalah simbol dari Eropa, tempat mentega ada di mana-mana. Ia acapkali menyalahkan mentega, yang menurutnya menyebabkan tubuhnya tertimbun lemak dan tak proporsional. Pengalaman pribadi yang sepintas kedegaran sepele ini, dalam Exergie, dijadikannya sebagai metaphor dari proses dirinya berjuang dan berinternalisasi di daerah dan budaya yang dulunya asing, yang akhirnya menciptakan sebuah hubungan cinta-benci dan juga pembentukan dirinya yang utuh seperti sekarang ini. Melati, lahir di Surakarta, 1969, datang pertama kali ke Jerman pada tahun 1994, awalnya untuk menekuni studi hubungan internasional. Namun, darah seni yang mengalir dari kedua orang tuanya (ayah-ibu adalah pasangan seniman tari) menariknya ke dunia seni rupa. Terutama performance art, yang dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai “seni rupa pertunjukkan” (di Barat sendiri performance art seringkali juga disebut living art/art vivant atau body art “seni tubuh”, yang berbeda dengan terma body art di sini yang seringkali lebih sering diasosiasikan dengan body painting). Di Braunshweig College for Visual Art, sambil menjalani hidup bohemian seperti layaknya seniman-seniman Eropa yang sedang meniti karir, ia belajar langsung dari dunia seniman terkemuka. Yang satu adalah Marina Abromovic, performance artist legendaries dari Cekoslowakia yang merupakan salah sati tokoh berpengaruh dalam mengembangkan jenis seni rupa satu ini sehingga diakui sebagai disiplin tersendiri, serta Anzu Furukawa, master tari dari Jepang yang merupakan ahli seni tari Butoh. Hasil berguru dengan Maria dan Furukawa dapat terlihat dengan begitu jelas dalam karya Melati seperti Exergie Set yang diuraikan di atas. Bila selama ini karya-karya performance art yang banyak dipraktekkan di negeri ini biasanya cenderung berlaku sebagai sebuah aksi pernyataan (yang acapkali politis), Melati menerapkan karya performancenya sebagai sebuah pengalaman puitika visual (atau tepatnya dalam hal ini, puitika tubuh (yang lebih bersifat subjektif, dengan tubuh sebagai medium komunikasi, dengan narasi yang tidak linear). Tubuh adalah materi utamanya, dan untuk melakukan setiap karya ia telah melewati berbagai latihan fisik, mulai dari belajar menari, meditasi, ujian ketahanan di udara bebas dan iklim yang keras, untuk menjiwai secara murni eksplorasi tubuhnya. Setiap kejatuhan yang dialaminya dalam “Exergie Set” merupakan hasil dari latihan tersebut, yang telah diperhitungkannya dengan hati-hati namun juga tetap menyisakan ruang momen yang berbeda dengan resiko yang berbeda pula. “Exergie Set” adalahs alah satu dari sejumlah karya performance yang telah diciptakan dan dilakukannya di berbagai event internasional. Melati, yang menikah dengan warga Jerman dan telah memiliki seorang anak di Braunschweig, baru kali ini dapat mempertunjukkan karyanya di kampung halaman, salahs atu factor yang menyebabkan hal ini, tentu saja, karena masih kurangnya ruang yang dapat mengakomodasi karya performance art sebagai sebuah disiplin seni rupa yang mapan – selain juga wacana dan praktek yang belum begitu fasih berkembang disini. Setelah pertunjukkan di GoetheHaus, ia berangkat ke Yogyakarta untuk mementaskan karyanya yang lain di Cemeti Art House, karya “The Promise” (2002), di mana ia akan melakukan performance dengan menggendong hati sapi seberat enam kilo yang ia timang dan belai seperti seorang bayi, dengan berdandan kostum tradisional dan dengan rambut yang dipasangi hairpiece sepanjang sebelas meter. Dalam karya-karyanya, yang sering ia istilahkan sendiri sebagai “theatrical kitsch”, satir ironis, humor gelap, sensual, rapuh dan kuat bergabung menjadi satu. Seperti dalam “Exergie Set”, saat hidup sebagai perempuan adalah sebuah tari sensual dengan sepatu hak tinggi di atas mentega, ia akan selalu tergelincir jatuh, untuk kemudian bangkit lagi. Jatuh dan bangkit lagi, dan begitulah seterusnya. [ ] Keterangan : Artikel ini termuat di Majalah Seni Rupa Visual Arts Edisi April/Mei 2006. Rubrik Gerai, Halaman 046-048.
𝓌𝒾𝓈𝒽 𝓊 𝒸𝑜𝓊𝓁𝒹 𝓈𝑒𝑒 𝓊 𝓉𝒽𝓇𝑜𝓊𝑔𝒽 𝓂𝓎 𝑒𝓎𝑒𝓈 .
[ 欲望 ] ˎˊ˗
𓊆ྀི❤︎𓊇ྀི
┈┈┈┈あなたが嫌いです ┈┈┈┈
𝒱𝒶𝓂𝓅𝒾𝓇ℯ
park jongseong
Barbarian!Bakugo is a little bit… obsessed with lactation.
No, it’s not a new concept to him—he’s seen mothers feeding their children before, in fact, hardly ever put a thought to it.
But now that it’s you, now that it’s his child… it’s interesting to him. Beyond interesting, really. That someone he loves and desires so carnally can provide an almost irreplaceable service, one he is incapable of replicating despite how much he wants to provide for the both of you.
And he’d want to be present for most feedings anyway, both to bond and help ease the parenting load off your shoulders… but the whole time, he can’t take his eyes off your chest, where the little one is latched so safely and happy, suckling away as he stares in a protective haze, in awe. Blinking when baby blinks, wincing when you wince, his hands balling into fists when you sigh and the soft fat of your bosom jiggles.
He’s shy, though. Shy to admit his fascination despite how he asks to touch you one night, after the babe has been fed, swaddled and put to rest, and then rubs his fingers so gently against your nipple it starts to leak.
Bakugo looks at you under thick lashes, no blush because he’s seen you naked endless times, was there for the birth, but hesitant, almost… to do more than feel your raw areola underneath the rough pads of his fingertips. Even if, no sooner, does he put a thumb into his mouth to taste the few, silken drops of milk that escaped onto his skin.
Baby always eats first, of course, until plump and sleepy… but after that first touch, barbarian!Bakugo is no longer above licking up what’s left for him until your tits are relaxed and soft, then massaging you til there’s milk in abundance once more.
Lama gk update yh

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hello, can you make Wonyoung's moodboard or not? If you can ask for help please! Thank you have a nice day
Already, you can check on my profile!!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Yunjin messy moodboard
Kok ora ono sek request

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
When can we get together
Opo iki