Tidak ada satupun perpisahan yang membuat kita baik-baik saja, setidaknya ada patah yang diam-diam kita sembuhkan. Apalagi kalau perpisahan itu tanpa aba-aba, meninggalkan segudang tanda tanya, adakah salah?
Perpisahan mendadak yang membuat dunia yang tadinya ramai menjadi sunyi dalam kedipan mata. Menghilang menjauh entah dimana, meninggalkan aku yang kini hampir gila tak tau harus bagaimana.
Kalaupun ada lambai tangan, atau dekap hangat untuk terakhir kalinya, itu lebih membuatku lega, walau nyatanya aku tidak akan pernah bisa. Karena sampai sekarang aku tidak pernah hidup tenang dengan seribu tanya
Sayangnya, hidup harus tetap berjalan meski yang patah belum juga sembuh, dan tanya tak akan pernah terjawab. Semesta enggan juga memberiku pertanda kalau di sana kamu masih ada, entah masih ingat atau sudah lupa.
Perpisahan mungkin tidak akan membingungkan seperti ini kalau aku masih punya celah tau tentangmu. Setidaknya aku bisa tau kamu selalu baik-baik saja. Atau memang waktu yang diberikan semesta untuk kita bersama-sama memang sudah habis dan tak akan pernah bisa memohon untuk ditambah lagi, meskipun sedetik?