Lior HN,
Bagaimana akhirnya, jika perasaan yang selama ini kupendam akhirnya diketahui olehmu?
Kukira badai akan datang.
I thought everything would change—
maybe the silence would become awkward,
maybe things between us would never feel the same again.
Tapi ternyata, ombak justru menjadi begitu tenang.
Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa setenang itu, seolah perasaanku bukan sesuatu yang harus kau jawab. Dan anehnya, aku tidak benar-benar kecewa karena kamu tidak membalas apa yang kurasakan padamu.
Bukan karena aku menginginkan harapan,
nor do I expect anything from you.
Hanya saja, setelah semuanya terungkap, ada rasa takut yang perlahan tumbuh.
Aku takut suatu hari nanti aku benar-benar berhenti berharap padamu.
Padahal sudah lama.
So, so long.
Sampai menunggumu terasa seperti sesuatu yang sudah menjadi bagian dari hidupku—sesuatu yang bahkan tidak lagi kutanyakan alasannya.
Dan sekarang, setelah kamu tahu semuanya,
aku masih harus menunggumu lagi.
Every day, somehow,
I still find myself looking for you.
Dan aku terus bertanya-tanya...
apakah selama ini, walau hanya sedikit,
pernahkah matamu berhenti padaku?
Have you ever noticed me?
Pernahkah kamu melihatku,
seperti aku yang diam-diam selalu melihatmu?
Atau mungkin,
aku memang hanya seseorang
yang terlalu lama menaruh harapan
pada seseorang yang bahkan tidak pernah tahu
bahwa dirinya sedang ditunggu.
— Lior HN









