Fan Fiction TheOvertunes "I Will Remember You"
Hari ini Vanny pindah rumah ke Jakarta, kota asal dia dilahirkan. Sebenarnya Vanny sudah keliling negara sejak kecil, karena kerjaan Ayahnya yang keliling negara-negara Eropa dan Asia. Dia capek rumahnya pindah-pindah mulu. Pastilah sekolahnya pun pindah-pindah. Sekarang Vanny sekolah di sebuah Universitas Seni, dia mengambil jurusan Seni Tari. Vanny sangat suka menari.
Suatu saat Vanny dipilih dari kampusnya untuk menari di acara on air di sebuah saluran TV Nasional.
'Cause you are not alone
I'm always there with you
And we'll get lost together
'Til the light comes pouring through
'Cause when you feel like you're done
And the darkness has won
Babe, you're not lost
When your world's crashing down
And you can't bear the thought
I said, babe, you're not lost (Michael Buble - Lost)
Vanny menari di atas panggung menemani Mikha Angelo yang sedang bernyanyi dengan lembut.
Setelah perform, Mikha duduk di sebelah Vanny untuk menyaksikan acara hingga usai. Mereka berbincang-bincang. Mikha juga memperkenalkan band nya yaitu TheOvertunes yang terdiri dari 3 personil yaitu Mikha Angelo, Reuben Nathaniel dan Mada Emmanuelle.
“Aku baru tahu Indonesia mempunyai boys talented seperti kalian. Indonesia pasti bangga” puji Vanny
“Haha. Terima kasih”
“Aku baru pertama kali on air loh, dan langsung sepanggung sama penyanyi yang tiada tandingannya” ucap Vanny
Mikha hanya tertawa
Acara akhirnya telah usai dan mereka pulang ke rumah masing-masing.
Vanny masuk ke kamarnya dan langsung menulis di buku diary nya.
Dear my diary,
Tadi malem pertama kali aku menari di acara on air. Dan aku sepanggung dengan Mikha Angelo. Itu rasanya seneng banget! Kita bercerita walaupun hanya sebentar. Baru kali ini aku dekat dengan seorang laki-laki. Semoga kita bisa bertemu dikemudian hari.
Vanny mengucek-ngucek matanya sambil mengecek handphonenya. Dan ternyata ada DM dari @Angelo_Mikha
Vanny, besok kita bisa ketemuan ga? Aku butuh kamu.
“Mikha butuh aku? Buat apa ya?” Vanny bertanya-tanya dalam hati. Vanny langsung membalas DM dari Mikha.
Vanny yang menggunakan T-Shirt lengan pendek dengan celana jeans panjang udah sampai di Cafe duluan. Beberapa saat kemudian Mikha datang sendiri.
“Maaf aku telat, tadi ada sedikit problem. Kamu nunggu lama ya?” Ucap Mikha yang masih terengah-engah.
“Ga kok, aku baru 10 menit-an disini. Emangnya ada problem apa?” Tanya Vanny.
“Kepo deh!” ledek Mikha
“Biarin. Udah ah, cepet kamu butuh apa sama aku? Aku sibuk nih”
“Kamu sibuk apaan? Aku butuh kamu, buat susun rencana buat ultah Reuben” wajah Mikha serius.
“Hahaha bercanda dong, aku ga sibuk kok. Oya kapan Reuben ultah? Rencananya mau gimana?” Vanny juga mulai serius.
“Hmm.. 8 Oktober. Jadi gini ................... “ Mikha menjelaskan rencananya panjang lebar.
Vanny dan Mikha berhasil menjalankan rencananya. Reuben kaget sama rencana yang Vanny dan Mikha buat. Sekarang Vanny dekat sekali dengan Brahmantyo’s family.
“Ternyata Vanny bisa nyanyi juga ya?” Ucap Reuben
“Bisa dong, ya walaupun suaranya yang pas-pasan dan hampir jelek” Vanny merendahkan diri
“Suara kamu tuh bagus tau!” puji Mikha.
Hari ini Mikha ulang tahun, dan Mikha mengadakan camping bersama TheOvertunes dan Overtunist selama 2 hari, 1 Malem di Puncak. Mikha yang mengajak Vanny untuk ikut.
Vanny berangkat ke Puncak bersama TheOvertunes dan Andrew. Vanny ga banyak bawa bawaan yang berat-berat. Mikha yang paling banyak bawaannya. Kita kumpul di lokasi pukul 14.00 WIB. Tapi ban mobil yang mereka tumpangi bocor terkena paku. Jadi mereka sedikit telat datang ke lokasi Camping.
Ada sekitar 15 Tunist yang ikut. Semua yang ikut camping bersiap-siap membuat tenda, mengumpulkan kayu bakar dan persiapan tuk acara nanti malam.
Malam telah tiba, Api unggun telah dinyalakan. TheOvertunes menyanyikan 5 buah lagu + 1 buah lagu duet dengan Vanny. Banyak Tunist yang menanyakan siapa Vanny itu? Pacar Mikha? Sahabat Mikha? TTM Mikha? Atau siapa? Tunist disini pada kepo. Haha!
Acara api unggun dan nyanyi-nyanyi sudah usai. Dan sekarang waktunya Sleeping Time. Vanny dan Mikha tidak bisa tidur, entah kenapa. Mikha mendekati Vanny yang sedang meminum lemon tea hangat.
“Kenapa belum tidur? Udah malem lho” Mikha memulai pembicaraan
“Mikha kenapa belum tidur?” Vanny membalik nanya
“Belum ngantuk aja” jawab Mikha
“Oh yaudah berarti sama” ucap Vanny
“Kamu bisa main gitar ga?” tanya Mikha
“Ngga” jawab Vanny dengan polos
“Aku ajarin kamu main gitar ya?! Mau?!” Mikha menawarkan.
“Hah? Serius Mik? Boleh-boleh!” Vanny menjawab sangat senang
Mikha mengajari Vanny bermain gitar dengan semangat dan bercanda-canda. Sampai akhirnya Vanny bisa memainkan satu buah lagu yang berjudul “Mungkin Nanti – Peterpan”
Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini ...
Pagi ini semuanya sarapan dan berolah raga keliling hutan. Saat menjelang siang mereka pergi ke sebuah Waterboom di Bogor. Disana mereka bersenang-senang ria.
Sore telah tiba, waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing. Sebelum menaiki mobil, TheOvertunes berfoto-foto terlebih dahulu dengan Overtunist. Disinilah perpisahan TheOvertunes dengan Overtunist.
“Walaupun cuma 2 hari 1 malam, fun banget, Tunist jagger!” ucap Mikha.
“Makasih buat Tunist yang udah ikut camping bareng kita” ucap Mada kepada Tunist.
Jam telah menunjukan pukul 16.45 WIB. TheOvertunes, Vanny, dan Andrew pulang menaiki mobil yang sama pada saat pergi.
Selama perjalanan, semua tidur karena kecapean kecuali sang supir. Disaat mobil yang ditumpangi oleh TheOvertunes dan Vanny berbelok arah. Tiba-tiba ada mobil lain yang berlawanan arah melaju dengan kencang sekali. Dikarenakan mobil itu remnya blong, kemudian mobil itu menambrak mobil yang mereka tumpangi. Mobil mereka jatuh ke jurang yang dasarnya sungai. Semua langsung terbangun dari tidurnya dan bergegas menyelamatkan diri. Mikha, Reuben, Mada, Andrew dan supir sudah di pinggiran sungai. Mikha mencari-cari Vanny yang tak ada di pinggiran sungai. Tiba-tiba Mikha mencebur ke sungai kembali untuk mencari Vanny. Setelah berapa menit kemudian, Mikha sudah ke pinggiran sungai kembali dengan menggandeng Vanny yang pingsan.
Mereka semua dibawa ke rumah sakit terdekat. Luka yang paling parah dialami oleh Vanny. Mikha sangat khawatir dengan keadaan Vanny. Tak lama kemudian, dokter datang keluar ruang gawat darurat
“Dok, gimana keadaan Vanny?” tanya Mikha cemas.
“Maaf, pasien sudah dipanggil oleh Tuhan. Saya turut berduka cita” ucap dokter.
Semua menundukan kepala. Mada melihat sebuah buku didalam jaket yang terakhir dipakai oleh Vanny. Kemudian Mada membacanya walaupun buku itu sudah yang berhuruf jelas.
“Mik, baca diary ini” ucap Mada.
Tanpa berkata Mikha mengambilnya dan langsung membacanya. Tulisan yang terbaca hanya di halaman terakhir.
Dear my diary,
Aku seneng banget bisa camping di Puncak bareng TheOvertunes, Andrew dan Overtunist. Suasananya bengitu hangat. Aku diajari main gitar oleh Mikha sampai aku bisa memainkan satu buah lagu. Kejadian itu tak pernah aku lupa sampai kapanpun.
Diary, sepertinya aku jatuh cinta terhadap laki-laki itu. Rasanya aku ingin selalu ada disampingnya. Terus menemaninya setiap saat. Aku ingin mengatakan ini padanya, namun aku ini perempuan, aku malu tuk mengatakannya. Semoga aku dan dia bisa terus bersama
Selesai membaca, Mikha menangis dan memeluk Vanny yang sudah tiada.
“Vanny, I want you know this, I very very love you since I met you. I’ll remember you” ucap Mikha pelan.
Vanny telah dikubur di pemakaman dekat rumahnya. Setiap hari, Mikha datang ke pemakaman Vanny di sore hari selama satu Minggu. Mikha selalu teringat dengan Vanny, dia selalu melihat foto-foto kenangan dia bersama Vanny dan selalu membaca diary Vanny yang telah lusuh.
Hari berganti hari. Mikha sudah bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Disuatu malam, Mikha memimpikan Vanny yang datang ke rumahnya. Vanny terlihat cantik sekali menggunankan gaun putih yang panjang dengan rambut yang tergerai menggunakan bando. Vanny mengatakan sesuatu kepada Mikha.
“Mik, jaga diri kamu ya! Jangan sampai kamu sakit. Aku disini baik-baik saja. I love you!”
Karya: Kholda Nisrina Husniyyah