ada sebuah kalimat sederhana yang berbunyi,
"bahagia itu sesederhana pulang ke kamu"
saat kubaca justru tidak membuat sesederhana saat aku membacanya. karena kalimat itu membuatku harusnya mengerti bahwa cinta yang melekat tidak lagi bisa dilepas. kalimat itu sebagai tanda kokohnya sebuah hubungan yang justru aku takkan berarti sama sekali.
Aku takkan mungkin bisa dicintai. Aku takkan mungkin bisa dihargai. Aku takkan mungkin bisa dipahami.
Entahlah, jika oksitosin erotismu berpindah mencintaiku.










