lillah, billah, dan wallah itu...
manusia ini seringnya lupa,
ia lupa, sebelum ia menjadi seorang mahasiswa tingkat akhir yang memperjuangkan kelulusannya, ia adalah seorang hamba Allah.
ia lupa, sebelum ia menjadi seorang anak dari ibu bapaknya, ia adalah pelayan Allah.
ia lupa, sebelum ia seorang perempuan muda yang mendambakan sebuah pernikahan impian bersama pria shaleh, ia lebih dulu terikat janji dengan Rabb nya.
ia lupa bahwa ia adalah aktor dari skenario Allah,
ia lupa bahwa ia diciptakan dan dibangkitkan hanya atas izin Allah,
ia lupa bahwa Allah lah kelak tempatnya pulang dan kembali.
Bagaimana bisa engkau tidak menjadikan Rabb mu sebagai tempatmu kembali di setiap keadaan dalam hidupmu?
bagaimana bisa engkau tidak ikhlas dengan segala skenario yang Ia buatkan untukmu?
mungkin jalan cerita hidupmu tidak seperti yang engkau inginkan,
mungkin setiap hajatmu belum bisa terpenuhi,
mungkin setiap usahamu belum nampak jelas hasilnya,
mungkin semua do’amu belum terwujud nyata di hadapanmu,
tapi, tahukan engkau? bahwa semua yang terjadi atas kehendak Allah adalah takdir terbaik untuk dirimu, engkau tidak mengetahui yang mana yang lebih baik untukmu, namun Allah, Ia Maha Mengetahui Yang Terbaik untuk dirimu, sedang dirimu itu hanyalah hamba Allah yang zalim terhadap dirimu sendiri.
percayalah, yang Allah gariskan untukmu, adalah yang terbaik untukmu,
percayalah, yang Allah berikan untukmu, adalah yang paling tepat untukmu.
maka, belajarnya bersabar, ikhlas lah dengan segalanya, hidupmu semata-mata hanya lillah, billah, dan wallah.
Bukan sabar, jika masih ada batasnya, dan bukan ikhlas jika masih menyisakan sakit. -Ali ibn Abi Thalib-