Credit: @ThinkAnneThink
occasionally subtle
Stranger Things
Lint Roller? I Barely Know Her

Love Begins
wallacepolsom
Today's Document
Acquired Stardust
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
noise dept.

shark vs the universe

titsay

ellievsbear
Sade Olutola
Sweet Seals For You, Always
RMH
Alisa U Zemlji Chuda
Misplaced Lens Cap
sheepfilms
dirt enthusiast

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from United States

seen from TĂĽrkiye

seen from Italy
seen from United States

seen from Australia
seen from Canada
seen from TĂĽrkiye

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from TĂĽrkiye
seen from Vietnam

seen from Italy
seen from Singapore
seen from Brazil
@juliavalentinal
Credit: @ThinkAnneThink

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Belahan jiwa..
dekatlah kepadaku..
kuingin engkau tahu..
kumengagumimu..
Engkau dan aku..
bagaikan doa yang mengikat..
dalam setiap langkahku..
kusebut namamu..
Kujatuh..
kujatuh kembali padamu..
hanya denganmu..
kulepas semua raguku..
Hatiku..
hatiku jatuh kepadamu..
s’luruh s’mangatku..
jatuh dan jatuh kepadamu..
kau nyali terakhirku..
#RJ
Paradigma
Telah banyak pelajaran yang kupelajari. Tentang berbagai hal yang menguji kerendahan hati, tentang proses mencari kesempurnaan dan kenyamanan. Kini bukan lagi soal mencari aman dan nyaman karena itu semu jika dicari tetapi rasa syukurlah kuncinya. Menyamakan persepsi memang sulit, kadang ego menjadi penghambat jalannya kesatuan. Lucu memang jika selama ini bertopeng dan hanya memasang tameng bila semata-mata mengejar eksistensi diri, segala hal tak pasti, waktu bergerak maju, hanya pikiran bisa ditarik mundur, memori memberi arti dan warnanya tersendiri. Terkadang menepi dan membiarkan diri ini menyatu dengan alam memang cukup memberi jawaban dan meredakan kegelisahan. Cinta, perhatian, pengakuan seakan bukan kebutuhan karena apa yang semestinya dikejar bukan itu semua yang menjadi keutamaan. Aku bukanlah anak kecil yang nyaman dimanja dengan segala permainan, bukan pula remaja yang asik dengan cinta pertama dan hati yang berbunga-bunga karena menjalani hari dengan penuh rayuan dan sapaan kekasih, bukan, bukan, dan bukan saatnya lagi. Tidak perlu terlihat atau terkesan cantik karena itu fana dan sementara, tak perlu menunjukkan kepandaian karena hanya akan menimbulkan kesombongan. Dunia ini terkadang aneh, unik dan penuh misteri.
Aku tulis ini sejalan dengan pemikiran yang tak mampu kutampung dalam imajinasi dan khayalan absurd, biarlah secercah pemikiran kubiarkan terlepas sebagai hasil dari benturan-benturan yang agaknya akan membentukku sedikit demi sedikit di setiap harinya.
Menulislah saat kamu merasa kesepian; baik saat sendiri, mau pun di tengah keramaian.
Menulislah saat kamu ingin menangis; tapi tak ada airmata yang jatuh karena hatimu makin mengering.
Menulislah saat kamu ingin berteriak; tapi mereka semua tertidur, atau telinga mereka rapat tersumbat.
Menulislah saat kamu ingin marah; tapi kausadar bahwa murkamu akan membuat negara api semakin dalam bahaya.
Menulislah saat kamu ingin merasa; tapi hatimu sedang berendam dalam kolam kehampaan.
Menulislah saat kamu ingin berbagi; tapi hanya bisa menyampaikannya dalam diam, atau tak ada yang bisa kauberi selain tulisan.
Menulislah saat Tuhan sedang keterlaluan bermurah hati; begitu banyak kebaikan yang kauterima, sampai tak bisa kauceritakan hanya dalam seratus helaan nafas dan cuma dengan seribu tanda baca.
Hatimu banyak terbantu ketika kamu menulis. Beban di kepalamu akan semakin ringan saat tanganmu menulis.
Menulislah, meski pun tak ada yang mengerti. Meski pun kau tak mengerti arti tulisanmu sendiri. Menulislah, meski tulisan itu pernah dituliskan oleh orang lain.
Menulislah saat musim kemarau. Menulislah saat langit menangis.
Menulislah saat jerawat tumbuh di wajahmu setelah sekian lama, saat pertama kali kautemukan sehelai uban di kepalamu.
Menulislah.
Menulislah, agar mereka yang lahir setelahmu tahu, betapa indahnya manusia yang ada di dalammu.
Menulislah. – View on Path.
Wanita Tangguh di Senja yang Tak Utuh
Wanita jatuh dan tenggelam di kubangan air mata Berceceran keluh dan kesah Semakin temaram saja
Wanita kuat karena merela Terlepas sudah genggam tangan pria Di jingga senja bahkan wanita tahu Tak selalu ada yang selamanya utuh Bahkan tabir pesona sore itu pecah dan meluluh
Biar takdir jadi mencekam Dan malam jadi lebih kelam Merobek rongga rasa yang ia punya Biar kuat berdiri Jadi hebat karena sendiri

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Yakin pada diri sendiri
Ini hasil pemikiran sore hari yang tiba-tiba saja muncul, bagian dari proses merenung yang cukup panjang, dari dulu hingga sekarang teman-teman saya selalu kesal dengan kebiasaan saya yang ketika berbicara di depan umum selalu saja bervolume suara kecil, dan melalui tulisan ini saya temukan, dan entah mengapa saya begitu yakin bahwa hal ini yang membuat saya tidak bersuara keras dan lantang. Hal itu ialah saya kurang yakin dengan perkataan yang saya ungkapkan sendiri kepada orang lain.
kata-kata yang dikomunikasikan bagi saya adalah suatu informasi penting (kalau tidak penting apa gunanya dibicarakan), saya mempercayai bahwa suatu hal yang dibagikan kepada orang lain haruslah bermanfaat dan ada nilai yang dapat orang lain terima. Saya sering meragu dengan hal demikian, dan menghabiskan hampir seluruh waktu saya sepanjang hari dengan berfokus pada pikiran-pikiran pesimis “apakah saya hanya omong kosong”? apakah kata-kata saya tadi baik? apakah perkataan saya tidak menimbulkan pandangan-pandangan yang aneh-aneh? dan sebagainya.
saya terlalu takut orang lain mengira saya punya pandangan yang sempit dan sebaginya. Padahal hal demikian telah membuat saya semakin membiasakan diri saya menjadi pribadi yang jauh dari kriteria pribadi “pro aktif”, padahal itu keinginan dan niat saya dari dulu yang ingin saya bangun.Â
Berani bersuara, berani mengungkapkan ide dan gagasan menjadi kata-kata motivasi bagi diri saya sendiri untuk melangkahkan kaki, mengayuhkan sepeda kehidupan demi memperjuangkan cita dan karya.
selagi masih diberi kesempatan, diberi kesehatan dan kenikmatan yang dapat saya syukuri, saya akan terus berusaha membangkitkan semangat dan terus bangun niat dalam diri untuk beraksi dan melawan ketakutan dalam diri saya.
Potensi dapat digali dan dikembangkan, percaya dan yakinlah pada diri sendiri, taruh satu kata dalam hati,pikiran dan kehendak satu kata kekuatan luar biasa ialah “BISA”!!
Mula-mula kamu membentuk kebiasaanmu, kemudian kebiasaanmulah yang akan membentukmu..
Menulis itu bagian dari refleksi
Blog baru dengan isi pertama yang saya tulis berjudul “Menulis itu bagian dari refleksi” ini merupakan suatu pengantar untuk selanjutnya dapat menjadi sarana saya membiasakan diri berefleksi salah satu caranya adalah menulis, untuk memancing minat itu telah saya pelajari dan mencari banyak hal selain mencari tempat yang tenang dengan suasana yang nyaman, menulis bisa dilakukan agar semua yang tergenang didalam pikiran dapat tertuang dan terekam dalam sebuah bentuk dokumentasi tulisan. Harapannya semoga dengan membiasakan menulis ini saya dapat mengeksplorasi banyak hal, menceritakan berbagai pengalaman yang ada dan berbagi inspirasi kepada para sahabat pembaca, terimakasih dan mari berkarya!