In my silence days.
Hati ini pernah bergetar hebat, dan akhirnya menangis seorang diri
Hati ini pernah berkali-kali melemah dan menyerah, terjatuh berkali-kali, tersaruk maruk oleh dunya yang fana
Kala sebaiknya ia harus tumpah dan bicara
Hati ini memilih diam seribu bahasa
Bukan karena ia tak lagi mampu atau telah habis rasa
Ia hanya tak ingin melukai siapa-siapa, dan ia terlalu lelah
Hati ini sama sekali tak mudah jatuh cinta
Sama sekali tak mudah dibuat nyaman
Sama sekali tidak mudah membuka pintunya
Bertahun-tahun lamanya hati ini memilih sendiri dan ia telah terbiasa dengan kesendirian ini
Selama ini ia memilih untuk membuat benteng-benteng tinggi demi menjaga diri, menjaga jarak, demi tak ada yang berani mendekati
Kalaupun diri ini harus jatuh suka pada seseorang
Ia lebih baik memilih diam, tanpa pernah menunjukkan apa-apa
Sampai Allah, membukakan siapa dirinya, hingga aku bersyukur tak jatuh pada lubang yang salah.
Ya Allah ya rabbi, Allah ku sayang.
Dengan segala kegelisahan dan ketakutan dalam diri yang menyelimutiku ini.
Ku mohon benamkanlah rasa tenang dalam hati, jiwa, dan pikiran ku
Ya rabb ku, raihlah dan genggamlah jemari kecil ku, dan tuntun aku melalui dunia mu yang sementara
Aku ingin menujumu dengan tenang ya rabbi.
Ku harap, aku cukup berani, ku harap aku cukup kuat, untuk pada akhirnya berdiri di hadapan-Mu dengan kepala tegak.
Aku tahu persis siapa diriku, aku tahu persis standar dan prinsipku.
Insyaallah
الإنسان محل الخطأ والنسيان












