Bunda dan Calon Bunda Shalihah, coba kirimkan chat atau SMS ke suami berbunyi: “I Love You"
Lalu tunggu respon dari beliau. Apa balasannya? Terbiasakah ukhty dan suami mengirimkan chat atau sms bernada mesra ke satu sama lain? Jarang? Atau bahkan tidak pernah sama sekali?
Dalam sebuah seminar, Ustadz Suhadi Fadjaray meminta bapak-bapak yang hadir sendirian untuk mengirimkan SMS kepada istrinya. SMS itu berbunyi: “Bismillah, aku cinta kamu.”
Beberapa saat kemudian, konsultan pendidikan itu bertanya apa jawaban dari para istri. Rupanya ada istri yang sangat terharu karena suaminya mengucapkan kata-kata itu. Namun, tak sedikit istri yang membalas dengan jawaban-jawaban ‘lucu’.
“Preketek,” jawab salah seorang istri.
“Daripada menggombal seperti itu, lebih baik ditambah uang belanja buatku,” jawab istri dari peserta seminar lainnya.
Jawaban-jawaban dari para istri peserta seminar ini patut menjadi renungan bagi kita. Baik para suami maupun para istri.
Betapa langkanya pernyataan cinta dari suami kepada istrinya sehingga banyak istri yang surprised ketika suami mengirimkan SMS ucapan cinta. Ada yang merasa aneh dan bertanya-tanya; ada apa dengan suamiku sehingga tiba-tiba mengatakan cinta? Ada pula yang terharu karena mungkin telah lama ia menunggu kata-kata itu.
Dalam sebuah kesempatan lain, sebuah grup chat yang berisi para ummahat muda ditantang oleh Mentornya untuk mengirimkan pesan "I Love You” ke HP para suami. Semua member grup bersemangat ingin mengetahui apa balasan dari suami masing-masing maupun suami temannya Obrolan di grup tersebut seketika riuh rendah karena respon yang mereka terima beragam.
Ada yang langsung dijawab, “I Love You too”. Ada pula yang tidak dijawab, melainkan sang suami malah menanyakan hal yang lain, “Instagram baruku sudah difollow belum?” Ada juga yang mendapat respon yang lebih romantis, “Mas juga sayang kamu, Dik” disertai kalimat-kalimat lain yang menunjukkan betapa rindu sang suami pada istrinya. Spontan member grup yang lain berkomentar, “Yaiyalah.. mereka kan pengantin baru.. ihiiiy"
Hmm.. tapi apa benar, kemesraan itu cuma milik Pengantin Baru?
Di sisi lain, guyonan tentang kemesraan suami istri berdasarkan lamanya pernikahan pernah menjadi viral di media sosial dengan beredarnya meme berikut:
👩🏻 KONTAK NAMA ISTRI DI HP SUAMI DARI WAKTU KE WAKTU 👩🏻
👰Baru menikah: My Lovely Wife
👸🏻1 tahun menikah: My Wife
👩🏻5 tahun menikah: Home
🙍🏻10 tahun menikah: Kantor Pusat
🙎🏿15 tahun menikah: Provost
👮🏻20 tahun menikah: Mabes Polri
❌25 tahun menikah: Wrong Number
Subhanallah.. Semoga ukhty fillah dan suami tidak termasuk pasangan suami istri yang demikian 😇
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sahabat untuk menyatakan cinta kepada sahabat lain yang dicintainya.
إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ أَنَّهُ أَحَبَّهُ
“Jika salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya hendaklah ia memberitahu saudaranya itu bahwa ia mencintainya.” (HR. Bukhari)
Jika dibawa dalam konteks berkeluarga, seorang istri lebih berhak mendapatkan ucapan cinta dari suaminya daripada saudaranya. Sebab pernikahan adalah hubungan cinta antara dua insan.
لَمْ يُرَ لِلْمُتَحَابِّينَ مِثْلُ النِّكَاحِ
“Tidak diketahui bagi dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan” (HR. Ibnu Majah; shahih)
Bagi para istri, jika suami telah menyatakan cinta, pandanglah itu sebagai anugerah. Bukankah itu yang ditunggu-tunggu? Jika ia telah datang, tak perlu kaget dengan berkomentar negatif. Jika setuju balas saja: “Alhamdulillah, aku juga mencintaimu.”
Begitu juga dengan para istri, suami sebagai orang yang selama ini mendampingi kita, berjalan beriring dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa, dalam sakit dan sehat, ketika sedih dan gembira, tentu berhak mendengar kata-kata cinta dari kita. Lagipula saling mengungkapkan perasaan cinta itu insya Allah dapat memunculkan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan dan menggelorakan kehidupan. Hidup menjadi lebih hidup, dan insya Allah ada surga dunia di rumah kita 💞
https://ummuyasir.wordpress.com/2016/07/01/♡-jawaban-jawaban-lucu-ketika-suami-tiba-tiba-sms-istri-aku-cinta-kamu-♡/
Salim A. Fillah dan Tim Konselor RKI (Rumah Keluarga Indonesia), Ingatlah untuk Bercermin, Era Adictra Intermedia, Solo, 2016.