Perihal Jodoh
(Aku-kamu mau, Allah g mau)
4 tahun lalu, ada seorang laki-laki yang mengajak diri ini berpacaran, aku bukan tidak menyukainya, sungguh, mungkin aku menyukainya, apalah kurangnya -mahasiswa dengan salah satu fakultas strata tertinggi di negeri ini, teman kecil, rupawan, baik insyaa Allah-, kala itu dengan kondisi agama yang sangat labil -mungkin ia juga-, karena teman-teman di kampus juga tidak berpacaran, aku sungguh malu jika tetap jahiliyah untuk berpacaran seperti masa SMA. Aku takut menghabiskan waktu untuk bertahun-tahun kemudian kepada seseorang yang kami bahkan belum tentu menjadi jodoh kelak.
Silih berganti, mungkin kita telah melewatkan orang-orang yg baik lainnya nona.
1,5 tahun yang lalu, ada seorang laki-laki mengajak perempuan ini menikah, serius sekali, rencana mulai disusun, dia memintaku menunggu sampai selesai program internsip profesi dokternya, aku setuju -kami setuju- Tapi ternyata hanya kami yang setuju, Allah tidak nona, ia harus dipanggil terlebih dahulu ke sisi Allah sebelum rencana kami terlaksana, kau tau aku belum pernah kehilangan seperti ini, jatuh dalam sekali, susah untuk bangkit, mendung berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan.
Aku pernah bertanya kepada teman, aku takut tidak bisa mendapatkan seseorang sebaik yg dulu. Tapi kau tau, apa jawabannya, ia mengatakan "jika kamu adalah orang baik maka kamu juga akan mendapatkan orang yang baik, maka pastikanlah kamu terus memperbaiki diri"
Aku mendengarkan salah satu ceramah, bahwa semuanya adalah milik Allah, jika Ia mengambilnya itu adalah hakNya dan jika kamu tidak ikhlas akan apa yang sudah Ia tentukan, mungkin akidahmu bermasalah.
Mengapa kisah ini aku torehkan? Salah satu hikmahnya bahwa perihal jodoh adalah ketentuan Allah, kita hanya harus terus memperbaiki diri, karena jodohmu adalah cerminan dirimu, mungkin setelah ini ketika bertemu dengan yang tepat maka harusnya kita tidak menunggu terlalu lama, beralasan karena masih terlalu banyak yang harus dipersiapkan, menyelesaikan studi dan pekerjaan.
Percayalah dipertemuan melalui skenario terbaik Allah nanti, kita akan bertemu dengan seseorang yang akan memeluk semua sakit di masa lalu dan berbahagia di masa depan untuk bersama lebih dekat pada jalan Tuhan.
Dan demi mewujudkan itu untuk memandangnya pun aku harus halal.
Be positive non 😊
Feb18












