Islam mengajarkan kesimbangan antara doa dan usaha. Usaha harus dilakukan dan doa harus dipanjatkan. Selain dengan usaha, untuk mencapai keberhasilan harus diimbangi dengan panjatan doa kepada Allah. Dengan doa, semua yang kita lakukan akan terasa lebih mudah untuk mencapai target keinginan kita karena adanya interaksi dengan Allah SWT.
Kesuksesan merupakan sesuatu yang sangat mahal dan menyenangkan, yang kenikmatannya bisa dirasakan oleh siapapun yang berusaha mencicipinya. Kesuksesan akan memberikan rasa bahagia yang tidak terhingga, memunculkan rasa percaya diri yang tinggi dan semangat juang yang tidak dapat diukur dan ditimbang. Namun, kesuksesan tidak datang dengan sendirinya dan tidak mungkin dapat dicapai tanpa ada usaha. Harapan, angan-angan, kata-kata, dan kemalasan tidak akan pernah memberikan manfaat sama sekali bagi kesuksesan karena kesuksesan memerlukan banyak hal dan persyaratan.
1.Β Β Β Ia memerlukan kemauan keras dan kuat, serta tawakal kepada Allah.
2.Β Β Β Ia memerlukan tindakan, pengerahan seluruh tenaga yang terus menerus dan berkesinambungan.
Untuk mempermudah jalan seorang muslim dalam merealisasikan kesuksesan di segala aktivitas yang digelutinya, maka diperlukan doa yang harus selalu dipanjatkan untuk mengiringi usaha-usaha yang kita lakukan.
Namun, apabila telah tercapai, kesuksesan hendaknya tidak membuat seseoramg menjadi angkuh dan tinggi hati, sebaliknya kesempatan untuk bersyukur dan berterima kasih kepada banyak pihak. Saat ini, kebanyakan orang yang telah sukses, dalam hal kekayaan, melupakan keadaan sekitarnya di mana masih banyak orang yang memerlukan uluran tangan mereka. Hendaknya, ketika kesuksesan telah tercapai, kepedulian terhadap lingkungan sekitar juga harus disukseskan sehingga akan tercapai kesetimbangan, paling tidak kehidupan orang yang perlu bantuan akan menjadi lebih layak.
















