Aku ingin kita menciptakan memori indah bersama yang lebih banyak dari yang kamu miliki dengan masa lalumu, dan lebih banyak dari luka yang aku rasa agar aku lupa dengan sesak ini.
J280723
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Discoholic šŖ©
sheepfilms
I'd rather be in outer space šø
Jules of Nature
h


ā
Game of Thrones Daily
Sweet Seals For You, Always
NASA
RMH
hello vonnie
we're not kids anymore.
macklin celebrini has autism
Cosimo Galluzzi
Fai_Ryy

Origami Around
seen from United States

seen from Bangladesh

seen from Netherlands
seen from Ireland

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from South Africa

seen from Malaysia
seen from Vietnam
seen from Germany
seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Spain

seen from India

seen from Australia

seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Bangladesh
@ifanajiyati
Aku ingin kita menciptakan memori indah bersama yang lebih banyak dari yang kamu miliki dengan masa lalumu, dan lebih banyak dari luka yang aku rasa agar aku lupa dengan sesak ini.
J280723

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
The saddest words today, "maaf ya, belum apa-apa mas udah jadi ujian buat adek"
And I can't do anything to help you :"
080323
Alasan bahwa pada akhirnya aku merasa tidak nyaman dengannya, adalah bahwa kata-katanya mematikan kebebasanku. Kebebasan untuk mengungkapkan pemikiranku. Kebebasan untukku mengambil sikap pada semua kejadian tidak menyenangkan dengannya.
Alasan bahwa sekarang aku ingin membatasi interaksiku dengannya, adalah bahwa sikapnya membatasi kemampuan diriku untuk menjadi aku. Sisi superior yang membuatku berhati-hati agar tidak menyinggungnya. Sisi sensitif dan ketidak-dewasaannya yang berakhir membuatku menjadi orang yang meminta maaf. Satu-satunya yang meminta maaf hanya untuk memperbaiki keadaan dan hubungan.
Alasan bahwa pada akhirnya aku merasa sakit dengan kehadirannya, karena aku merasa lelah. Lelah untuk selalu mencoba mengerti sifat temperamennya meskipun banyak pula kebaikan yang dia sudah berikan.
J11072022
REASON
Everything happens for a reason. We do something because have the reasons too. But, do people need to know our reasons?
Sometimes, NO.
Sometimes, when people do a mistake or their secret is known in the public, they talk that they have a good reason to be defense. Ā They forget that confession that weāre guilty is the right choice. We are human, so itās okay if we do mistakes. We are not always right.
J, 14032022

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
How was your day? #3
Last Wednesday was the second meeting with my psychiatrist. I talked about the side effects of the antidepressants I was taking. I had an injection to reduce my hand tremors.
Dilemma. I cried less when I took the antidepressant, but the words in my brain seemed to collide and clash with each other. What I want to say is different from what is said. And I'm getting more and more anxious
J, 05112021
Mask
Everyone has their ownĀ āmaskā to protect themselves. Pretending to be okay. Behind it, they hide pain, sadness, disappointment and other negative emotions.
Youāre not the only one suffering
J, 16102021
Get Stuck
As we get older, we're worried about things that are not real or haven't happened yet.
We get stuck in our heads. The Anxiety traps us :')
J, 13102021
Mom and Her Freedom
Her life stopped a long time ago, when she lived for her mother. Her childhood was spent with domestic work. She had an arranged marriage, then her education was stopped. She gave up her dream because of the reality. She was pregnant, and taking care of her children well. She lived for her children.
A few years ago, her husband was sick. She lived for him, until he died. She feltĀ lonely and cry. She doesnāt know who else sheās living for. She had forgotten that she had to live for herself.
She is looking for a way to cheer herself up. Then, she started to connect with her friends again. She went out to meet her friends. I saw her smile with her happy stories.Ā Once, she talked that she never be happy. Now, mom found out her happiness in her freedom, doing what's she want. Freedom is her new home :)
J, 10112021
How are you feeling today? #2
Today is a week after I took antidepressant. The sadness starts to disappear. The tears start to decreased. But, I got frustrated. Feeling very sleepy, confusion and anxious. Having dry mouth and shaky hands. Then, I canāt focus on work.
What hurts me the most is that I disappoint other people. I am not good enough, I canāt do my best because of my depression and its medicine. I blame myself again. Something I need is to forgive myself and Iām still learning.
I hope Iāll be better soon :ā)
J, 06102021

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
When the death calls you
For those of you who have unexplainable feeling I know⦠The death often calls you, ācome to meā Telling you to stop your existence Asking you to disappear, instead of being a burden But everything is a lie Youāre so precious, so stay alive
Ā When the noise of death come to you, Happiness seems like illusion You forgot how to smile Trapping you in the dark of unheard pain But youāre stronger than those voices Youāre good enough to survive until now Itās okay to cry, I am with you So, stay alive
J, 02102021
I was diagnosed with depression #1
āIf tomorrow starts without me, the last words that I wanna say is: Iām sorryā
After much thought and considerations, IĀ decided to go to a psychiatrist.Ā Then, I was diagnosed with depression and need to take the medicine.
Why did I take this decision? Because I canāt stop crying for a month. I couldnāt hold back my tears. Everywhere. I wake up with morning anxiety. Feeling fatigue, having headache and losing appetite.Ā I feel nauseous and vomit when I did negative self-talk. I chose to sleep to avoidĀ āthe unexplainable feelingā, but I experienced nightmare.Ā The scariest thing is that I wanna die when I see a sharp object. what's worse is that I don't know the reason. Iām just sad.Ā I feel hurt without the reason. Then, I feel like a burden to my family. Feeling guilty and having thought that Iām source of unhappiness to everyone around me.
Now, Iām trying to accept my current condition. Iām still in the process of learning to love who I am. I believe that everything is gonna be okay :ā)
J, 30092021
"Because you're human. So, you can feel hurt. But I hope you choose to forgive the person who hurt you as a way to heal your pain. How deep the pain is"
Expressive writing
Yaitu menuliskan apapun yang kita pikirkan dan rasakan.
Seseorang pernah bertanya, "kenapa orang-orang (terutama cewek-cewek) sekarang ini suka banget curhat di sosmed? Caper dengan bikin drama di story sosmed mereka?"
Terlepas dari segala macam efek tidak baiknya, menurutku itu adalah bentuk self-care mereka š bentuk 'expressive writing' untuk menenangkan perasaan mereka yang sedang tidak baik-baik saja. Dan kadang, menjadi sinyal untuk kita. Bahwa ada orang-orang di sekeliling kita yg membutuhkan bantuan. Walaupun kita hanya sebagai teman bercerita :')
Mereka hanya butuh ruang bercerita, dan sosmed menjadi medianya. Kamu bisa tidak setuju, tapi orang punya caranya masing-masing untuk melindungi diri mereka dari negative feeling.
*Sebuah catatan lama 29112019
Aku suka kata ini. Kata Sujiwo Tejo, tentang berpura-berpura untuk melindungi diri.
Walaupun orang melindungi dirinya dengan berbagai cara. Beberapa orang menjaga kewarasan dirinya dengan membuat kebisingan. Memecah rasa yang memanas dengan teriakan. Menumpahkan puncak emosinya dengan tangisan.
Beberapa memilih diam di keheningan, dan menahan. Lalu aku, menekan titik tertinggi perasaanku, meletakannya pada puncak pemahamanku untuk menenangkan. Menyetujui ada jarak yang tak harus dilipat. Jarak yang disengaja dicipta menjadi jeda, sebagai upaya menjaga.
Hingga di suatu detik, aku ingin menjadi tidak peka agar tidak terluka. Seperti dia, yang tetap tersenyum sambil memakai masker untuk kulit muka... Bahkan ketika sekelilingnya berubah seperti neraka.
15072020

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Ketika Aku Menjadi Monster
Hal yang paling mengerikan untukku, mungkin adalah 'aku sendiri'. Bagaimana aku tiba-tiba memaki namun aku menjadi lega. Ketika aku berteriak bang*at dan baji**an di depan orang yang paling ku benci, lalu aku merasa tenang.
Orang yang paling ku benci adalah ibu dari ibuku. Yang kedua adalah aku. Orang yang paling aku kasihani adalah ibuku. Yang kedua adalah aku.
Aku membenci ibu dari ibuku, yang berulang kali melakukan kekerasan fisik dan verbal kepada ibuku. Sehingga aku mengasihani ibuku, dan membenci diriku yang hanya bisa diam. Aku mengasihani diriku karena (seperti) tidak punya kuasa untuk melindungi ibuku.
Kebencian ini menjadi luka yang menumpuk semakin besar. Karena aku mengabaikannya, bertingkah "aku baik-baik saja". Hingga pada akhirnya, luka ini memberikan kekuasaan pada diriku untuk berteriak dan memaki ibu dari ibuku dengan lantang. Aku tidak menyesalinya. Justru menjadi candu, aku ingin sekali lagi atau berkali-kali lagi memakinya.
Aku menjadi monster.
Memaafkan seharusnya ku lakukan, tapi pikiranku sedang dalam keadaan yang tidak baik.
Dendam memang tidak baik yang tidak seharusnya ku biarkan. Aku seharusnya mendoakan yang baik. Namun, aku menjadi monster yang menyumpahi ibu dari ibuku. Berkata bahwa "aku tidak tahu siapa yang akan mati terlebih dahulu, tp jika itu aku dan suatu saat kamu mendengar kematian yang buruk pada ibu dari ibuku. Mungkin itu karena ucapan tak terkendali dari hatiku yang dengan fasihnya aku panjatkan ke langit"
"Kapan Tuhan membuka hatinya? Agar dia menyadari kesalahannya dan meminta maaf?", Mungkin akan baik jika aku bertanya-tanya begitu. Namun, aku justru menanyakan kapan dia mati? Agar rumah menjadi damai.
Aku menjadi monster, yang sulit untuk berhenti membenci ibu dari ibuku dan berkali-kali menyumpahinya (lagi) :'(
12012020
Lelah
Saya pernah berada di fase dimana saya nggak tahu lagi bagaimana menjelaskan apa yang saya rasakan. Rasanya begitu kosong, badan dan pikiran terasa lelah. Padahal, secara fisik saya tidak begitu banyak aktivitias.
Hal itu terjadi selepas saya berkali-kali berbenturan pada hal yang sama, seolah hidup saya berputar-putar di tempat yang sama tanpa beranjak sama sekali. Masalah yang sama, saya hadapi dengan berbagai macam cara, tak kunjung selesai. Itu, salah satunya.
Tapi lebih dari itu, saya benar-benar tidak bisa merasakan bagaimana caranya bahagia, tentram, semuanya terasa semu. Mungkin, saya bisa merasakan senang saat bertemu teman, tapi lepas pulang ke rumah, semuanya kembali seperti sedia kala. Bahkan, rasanya lebih lelah dari sebelumnya.
Pernah di momen itu, saya kembali ke kota rantau saya, Bandung, selama lebih dari 10 hari dengan harapan saya bisa menemukan kembali kebahagiaan itu. Saya mengunjungi semua tempat yang dulu memberikan energi yang begitu besar, kampus, masjid salman, reading lights yang sekarang sudah tidak ada lagi, kineruku, dan semua tempat yang pernah memberikan sebagian kisahnya.
Rasanya tetap sama saja, kosong, bahkan semakin lelah. Pada saat itu, saya gagal mengidentifikasi sebenarnya masalah apa yang saya hadapi sehingga mungkin saya keliru dalam memutuskan solusi untuk diri saya sendiri.Ā
Dan kondisi itu, berada di saat pekerjaan berjalan dengan baik, tidak pernah kekurangan uang bahkan sangat mencukupi, dan semua hal yang nampak baik-baik saja bahkan layak untuk disyukuri.
Tapi, kekosongan itu tak kunjung menemukan isinya. Saya sering menghabiskan waktu dengan mengendarai mobil tanpa tujuan, berharap badan ini menjadi lelah sehingga saya segera tertidur setibanya di rumah tanpa berpikir ke sana kemari. Nyatanya, sama. Saya sulit tidur, pikiran ini tak mau berhenti memikirkan hal-hal yang sudah terjadi, menerka-nerka apa yang sedang terjadi dan akan terjadi.
Saya tahu persis kapan semua itu selesai. Saat saya bisa berada di fase ikhlas, menerima diri, dan bersedia untuk memaafkan. Sayangnya tidak ada rumus pasti untuk bagaimana seseorang bisa memiliki kemampuan untuk bisa ikhlas, menerima diri sendiri,dan memaafkan diri sendiri. Semua itu, butuh waktu lebih dari 9 tahun, waktu yang bukan sebentar.
Terima kasih, kepada diriku sendiri, yang dulu bersedia bertahan dan sedikit lebih bersabar. Kalau saja, waktu itu saya menyerah karena sudah begitu lelah. Mungkin, saya tidak akan pernah bisa sampai di tahap ini.
Tahap dimana, bersyukur atas diri sendiri, memaafkan diri, dan menerima serta menghargai diri sudah menjadi sesuatu yang amat mudah untuk kulakukan. Sesuatu yang amat berharga sebagai bekal untukku menjalani sisa hidup ini dengan berarti.
©kurniawangunadi | 3 September 2019