Biasanya nulis ini di X cukup. Cuma untuk tahun ini rasanya spesial. Ada kepuasan sendiri yang perlu gue utarakan secara detail, ga cukup karakter X menampung rasa yang ada dalam otak dan hati gue sejauh ini
Secara line-up, gue bisa bilang ini lebih kurang dibanding tahun lalu. Jika kamu pengikut gue di X sejak tahun lalu, bisa dipahami bahwa gue tidak banyak ekspetasi tahun lalu. Maka ketika baca daftar line up tahun ini, selain special line up, rasanya tahun ini relatif sama dengan 2024. Jadi mau naruh ekspetasi apa? 🧘♂️ Secara line-up 2022 masih jadi yang terbaik. Apalagi ga ada tuh artis level A macam Tulus, Yura, atau bahkan Sheila on 7. Percaya diri sekali festival ini
Satu hal yang hilang tahun ini adalah pre event. Hampir ga ada. Sulit mencari informasi atau kejutan apa yang akan muncul di Synchronize Fest 2025. Malah adanya kompetisi padel. Agak kocak tapi yaudahlah ya wk
Menjelang hari H, gong mulai berbunyi sejak sang adik terhempas masalah rundown dan sponsor. Apakah Synchro ikutan pagi dan masalah sponsor masih jadi kendala bagi para penampil dan penonton. Tapi emang nasib baik jadi sang kakak, semua aman terkendali walau banyak yang masih dendam sehingga mempertanyakan kenapa sponsor tambang ga mau, miras hayuk. So far "no response" adalah jawaban terbaik bagi semua kalangan. Selain emang mereka ga paham seutuhnya
Antara kerinduan atau balas dendam dari para musisi dan penonton rasanya menjadi jawaban kenapa penampilan mereka di Synchronize jadi makin pecah. Dari setlist yang ga umum, hingga tampil makin all-out. Tjakeup
Tapi sebelum masuk ke penampil, stage Synchronize harus diancungi jempol. Saking ga biasanya, mereka rilis bentuk panggung dari H-1. Sebuah bold statement bahwa tahun ini Synchro bakal lebih keren. Biasanya sebelum open gate ya kan. Dan hampir semua mengakui panggung Synchro, khususnya Dynamic Stage tahun ini, jadi barometer baru panggung festival di Indonesia. Kalo masalah sound sudah teruji dari tahun sebelumnya. Ada komposisi mantap di Dynamic Stage yang ga kaleng kaleng.
Bersamaan dengan perayaan Ruangrupa, tahun ini akhirnya Synchro membuka ruang indoor untuk pameran Ruangrupa. Tempat yang tidak hanya menjadi sarana mengekspresikan diri para seniman, juga menjadi oase dari panas dan bosan menunggu penampilan selanjutnya. Belum lagi menambah banyak spot makanan, yang bikin festival ini lebih merakyat dan dekat. Hampir perfecto
Terkait ruang, masih ada satu dua spot yang rasanya bisa lebih banyak digunakan untuk bereksperimen atau spot sponsor yang lebih kelihatan. Namun keputusan untuk melanjutkan meniadakan Lake Stage lagi harus diancungi jempol karena secara sound Synchronize memuaskan sekali. Apalagi Panggung Getar juga ga mengganggu dan terganggu lagi tahun ini. Juarak
Paling gue ancungi jempol adalah program. Ada pilihan jadwal tampil dan panggung yang menjadi acuan dalam poin ini. Kenapa tahun ini lebih mantap ketimbang tahun lalu ada di bagian ini. Secara rundown, gue bisa menikmati hampir semua penampilan yang ingin gue tonton tahun ini. Ada bentrok pasti. Cuma semuanya pas. Jadi ga ada yang terlewatkan atau sesal tak tertonton. Jika pun ada, itu pastinya waktu yang tepat untuk penonton beristirahat karena sudah nonton sebelumnya. D'Masiv dan Vierratale contohnya.
Dan memilih penutup di setiap harinya itu gue perlu ancungi jempol. Ga kebayang betapa lihainya mereka menempatkan penutup sempurna di hari pertama oleh Tipe-X, hari kedua The Changcuters, dan hari ketiga yang full banget itu oleh Centil Era. Belum lagi padatnya hari ketiga tidak hanya selesai di Dynamic Stage, tapi dipecah lagi ke beragam panggung dengan beragam style darderdornya. Ada A4A Clan, Prontaxan, dan The Panturas. Semua punya massa dan berhasil memuaskan semua yang memilih panggungnya. Gilak
Dan seperti yang disinggung sebelumnya, hari ketiga adalah puncak perayaan. Rasanya semua digaplok jadi satu di sana dari semua genre. Walau banyak yang protes karena SID dan Centil Era rasanya tertukar, tapi saya bisa memahami. Begitupun kenapa Feel Koplo ditempatkan di XYZ. Semua tentang perayaan dan penempatan mereka sudah sangat tepat untuk bilang semua tidak bisa sesuai harapan, tapi semua bisa diusahakan atau direlakan. Namanya juga hidup
Dan masuk pada penampilan, gue merasa Synchro ini bisa jadi tahun terakhir gue berturut turut datang 3 hari ke Synchro. Gue paham secara kemampuan fisik gue masih bisa. Tapi gue ga bohong tahun ini gue sudah lelah secara mental. Ada bagian-bagian melankolis yang makin membara di pikiran dan hati gue. Bisa tiap hari gue ngembeng, iya belom sampe nangis karna masih bisa tahan. Dari lagu Letto Permintaan Hati yang mengingatkan gue pada masa kecil yang melawan, Feast dan ERK tentang nasib bangsa, Perunggu tentang orang tua dan karier, juga Haddad Alwi tentang kerinduan pada Muhammad dan dosa pada Allah. Gue ga hanya merayakan kebahagiaan, tapi merefleksikan kehidupan. Sudah tua. Saatnya memikirkan hal lain yang lebih layak
Belum lagi runtuh ketika menyaksikan Iga Masardi terduduk menangis diiringi foto dan suara Gustiwiw sebagai latarnya. Gue makin paham kenapa banyak sekali fans Nike Ardilla masih sangat mencintai idolanya hingga kini. Berat ternyata ditinggal idola, apalagi dia yang bikin hari hari berat atau tawar hidupmu menjadi lebih cerah berwarna walau hanya sementara waktu. Dan juga diingatkan akan ada berapa banyak sahabat dan keluarga yang merayakan kesedihan saat kita nanti berpulang. Gusti jadi barometer hidup kita yang terbaik
Selesai Synchro 25. Semoga tahun depan kalo gue bisa balik kesini, gue datang dengan kehidupan yang lebih baik dan festival yang lebih memorable lagi.
Selamat 10 Tahun Synchronize, juga 25 tahun untuk Demajors dan Ruang Rupa.