Terlalu banyak pakai emoticon ini 👉😂, hingga lelaaah rasanya
Nggak sesuai wkwkwk
taylor price
$LAYYYTER

pixel skylines
hello vonnie
d e v o n
KIROKAZE
todays bird
ojovivo

JVL
will byers stan first human second
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Show & Tell

Kiana Khansmith

PR's Tumblrdome

★

Discoholic 🪩
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

oozey mess
seen from United States

seen from United States

seen from Kyrgyzstan

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from France
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from France
@hujangerimis
Terlalu banyak pakai emoticon ini 👉😂, hingga lelaaah rasanya
Nggak sesuai wkwkwk

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN
Jangan berkata kasar. (QS 3 – Ali Imran : 159)
Tahanlah marah. (QS 3 – Ali Imran : 134)
Berbaiklah kepada orang lain. (QS 4 – An Nisaa’ : 36)
Jangan sombong dan congkak. (QS 7 – Al A’raaf : 13)
Maafkanlah kesalahan orang lain. (QS 7 – Al A’raaf : 199)
Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan. (QS 20 – Thaahaa : 44)
Rendahkanlah suaramu. (QS 31 - Luqman : 19)
Jangan mengejek orang lain. (QS 49 – Al Hujuraat : 11)
Berbaktilah pada orang tua (ibu bapak). (QS 17 – Al Israa’ : 23)
Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua ( ibu bapak). (QS 17 – Al Israa’ : 23)
Jangan memasuki kamar pribadi ibu bapak tanpa izin. (QS 24 – An Nuur : 58)
Catatlah hutang-hutangmu. (QS 2 – Al Baqarah : 282)
Jangan mengikuti orang secara membabi buta. (QS 2 – Al Baqarah : 170)
Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan. (QS 2 – Al Baqarah : 280)
Jangan makan riba’/membungakan uang (QS 2 – Al Baqarah : 1)
Jangan melakukan korupsi) (QS 2 – Al Baqarah : 188)
Jangan ingkar atau melanggar janji (QS 2 – Al Baqarah : 177)
Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu (QS 2 – Al Baqarah : 283)
Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan (QS 2 – Al Baqarah : 42)
Berlakulah adil terhadap semua orang (QS 4 – An Nisaa’ : 58)
Tegakkanlah keadilan dengan tegas (QS 4 – An Nisaa’ : 135)
Harta yang meninggal harus dibagikan kepada anggota keluarga (QS 4 – An Nisaa’ : 7)
Wanita memiliki hak waris (QS 4 – An Nisaa’ : 7)
Jangan memakan harta anak yatim (QS 4 – An Nisaa’ : 10)
Lindungi anak yatim (QS 2 – Al Baqarah : 220)
Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenangnya (QS 4 – An Nisaa’ : 29)
Damaikanlah orang yang berselisih (QS 49 – Al Hujuraat : 9)
Hindari perasangka buruk (QS 49 – Al Hujuraat : 12)
Jangan memfitnah orang (QS 2 – Al Baqarah : 283)t
Jangan memfitnah orang (QS 49 – Al Hujuraat : 12)
Gunakan harta untuk kegiatan social (QS 57 – Al Hadid : 7)
Biasakan memberi makan orang miskin (QS 107 – Al Maa’uun : 3)
Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah (QS 2 – Al Baqarah : 273)
Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah (QS 17 – Al Israa’ : 29)
Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu (QS 2 – Al Baqarah : 264)
Hormatilah tamu anda (QS51AdzDzaariyaat26)
Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri (QS 2 – Al Baqarah : 44)
Jangan berbuat kerusakan di muka bumi (QS 2 – Al Baqarah : 60)
Jangan menghalangi orang datang ke masjid (QS 2 – Al Baqarah : 114)
Perangilah mereka yang memerangi mu (QS 2 – Al Baqarah : 190)
Jagalah etika perang (QS 2 – Al Baqarah : 191)
Jangan lari dari peperangan (QS 8 – Al Anfaal : 15)
Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam) (QS 2 – Al Baqarah : 256)
Berimanlah kepada para Nabi (QS 2 – Al Baqarah : 285)
Jangan melakukan hubungan intim di saat haid (QS 2 – Al Baqarah : 222)
Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh (QS 2 – Al Baqarah : 233)
Jauhilah hubungan intim di luar nikah (QS 17 – Al Israa’ : 32)
Pilihlah pemimpin yg pantas. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya (QS 2 – AlBaqarah : 247)
Jangan membebani orang di luar kesanggupannya (QS 2 – Al Baqarah : 286)
Jangan mau dipecah belah (QS 3 – Ali Imran : 103)
Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta ini (QS 3 – Ali Imran 3 :191)
Lelaki maupun wanita mendapat balasan yang sama sesuai perbuatannya (QS 3 – Ali Imran: 195)
Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu (QS 4 – An Nisaa’ : 23)
Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki (QS 4 – An Nisaa’ : 34)
Jangan pelit (QS 4 – An Nisaa’ : 37)
Jangan iri hati (QS 4 – An Nisaa’ : 54)
Jangan saling membunuh (QS 4 – An Nisaa’ : 92)
Jangan membela ketidakjujuran atau kebohongan (QS 4 – An Nisaa’ : 105)
Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan (QS 5 – Al Maa-idah : 2)
Bekerja samalah dalam kebenaran (QS 5 – Al Maa-idah : 2)
Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran (QS 6 – Al An’aam : 116)
Berlaku adil (QS 5 – Al Maa-idah:8)
Berikan hukuman untuk setiap kejahatan (QS 5 – Al Maa-idah : 38)
Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum (QS 5 – Al Maa-idah : 63)
Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi (QS 5 – Al Maa-idah : 3)
Hindari minum racun dan alkohol (QS 5 – Al Maa-idah : 90)
Jangan berjudi (QS 5 – Al Maa-idah : 90)
Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain (QS 6 – Al An’aam : 108)
Jangan mengurangi timbangan untuk menipu (QS 6 – Al An’aam : 152)
Makan dan minumlah secukupnya (QS 7 – Al A’raaf : 31)
Kenakanlah pakaian yang bagus di saat sholat (QS 7 – Al A’raaf : 31)
Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan (QS 9 – At Taubah:6)
Jagalah kemurnian (QS 9 – At Taubah : 108)
Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah (QS 12 – Yusuf : 87)
Allah mengampuni orang yang berbuat dosa kerana kebodohannya (QS 16 – An Nahl : 119)
Berserulah/ajaklah kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana (QS 16 – AnNahl : 125)
Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain (QS 17 – Al Israa’ : 15)
Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan (QS 17 – Al Israa’ : 31)
Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya (QS 17 – AIsraa’ : 36)
Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanafaat (QS23–Al Mu’minuun:3)
Jangan memasuki rumah orang lain tanpa izin pemilik rumah (QS 24 – An Nuur : 27)
Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah (QS 24 – An Nuur : 55)
Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati (QS 25 – Al Furqaan : 63)
Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan (QS 28–Al Qashash : 77)
Jangan menyembah Tuhan selain Allah (QS 28 – Al Qashash:88)
Jangan terlibat dalam homosexual (QS29–Al ‘Ankabuut : 29)
Berbuat baik dan cegahlah perbuatan munkar (QS 31 - Luqman : 17)
Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong (QS 31 - Luqman : 18)
Wanita dilarang memamerkan diri (QS 33 – Al Ahzab : 33)
Allah mengampuni semua dosa-dosa kita (QS 39 – Az Zumar : 53)
Jangan berputus asa akan keampunan dari Allah (QS 39 – Az Zumar : 53)
Balaslah kejahatan dengan kebaikan (QS 41 – Fushshilat : 34)
Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah (QS 42–Asy Syuura : 38)
Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa (QS 49 – Al Hujuraat : 13)
Tidak ada dikenal biara dalam agama (Islam) (QS 57 – Al Hadid : 27)
Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu (QS58–Al Mujaadilah11)
Perlakukan kaum bukan Islam dengan baik dan adil (QS60-Al Mumtahanah:
Hindari diri dari sifat kikir (QS64–AtTaghaabun:16)
Mohon keampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS73 Al Muzzammil;20)
Jangan menghardik orang yang meminta-minta (QS 93–Adh Dhuhaa: 10)
Cerita Lahir Uwais
3 Desember 2019
Pukul 3 pagi, terbangun tiba-tiba dari tidur karena ada gelombang cinta yang cukup keras dan lama. Makin lama makin kerasa. Dibawa miring kanan, miring kiri, merem, tetep nggak hilang. Baru reda dan bisa tidur lagi menjelang subuh.
Suami ada jadwal keluar dari pagi pagi buta. Sengaja nggak ngasih tau kalau ada kontraksi yg beda dari biasanya karena takut ganggu jadwalnya dan karena di rasa masih belum hari ini lahirnya.
Tapi eh tapii.. akhirnya nggak tahan untuk nggak ngasih tau haha. Pas bapake sampe tempat tujuan, baru ngasih tau kalau udah kontraksi dari jam 3 pagi. wkwkwkwk.
Akhirnya jadwalnya dipercepat, pulang lebih cepat, dan mulai stand by di rumah sejak saat itu. Yeay. Misi berhasil. Walaupun lahirnya nggak tau kapan haha.
Seharian masih kontraksi palsu terus, nggak nambah kenceng juga nggak nambah durasinya. Biasa aja. Masih bisa aktivitas macem macem. Momotoran juga masih bisa. wkwkwk.
Karena di rasa masih nggak nambah-nambah kontraksinya, akhirnya malam malam diajak jalan kaki dari depan komplek Metland ke Metmall. Alhamdulillah anak kicik ikutan nemenin jalan kaki, meanwhile bapaknya nungguin di ujung jalan. Lumayan power walk karena diajak lari-lari sama Maryam. Lumayan kerasa nyut-nyutan. Berharap semoga adek bayi makin turuuun.
4 Desember 2019
Setelah Sholat subuh, Kontraksi lagi lebih kenceng dari hari kemarin. Cuma bisa tiduran aja sambil merem. Lumayan lama. Trus ke kamar mandi mau pipis, ternyata udah bloody show. Finally, the beginning! Langsung ngasih tau suami, dan disambut dengan happy. Langsung ngasih tau ibu untuk dateng ke rumah. Rencana dari awal banget emang, pas lahiran, Maryam mau dititipin ke eyangnya, nggak perlu ikut ikut dan ngeliat proses karena takutnya dia ada rasa gimana gitu. Tapi sebenernya dalam hati tuh, masih blunder juga. Karena kontraksi masih nggak nambah nambah. Jadi antara excited sama bingung. hahaha.
Seharian kontraksi biasa aja tapi. Hmm. Sempet kepikiran, apa lama ya ini ya turunnya. Kok nggak nambah nambah kontraksinya. Bener-bener biasa aja. Siang-siang, jalan kaki. Muter-muter aja di dalem rumah. Literally di dalem rumah karena mau keluar panas dan Maryam masih tidur. Sekitar setengah jam lebih muterin ruang tamu sampe keringetan. Lanjut senam kegel, senam kupu-kupu, rebozo, gym ball. Itu ituuuu aja seharian kerjanya. Sambil afirmasi terus ke adek bayinya untuk turun ke jalan lahir, untuk bekerja sama bareng-bareng sama ummi supaya lahirannya dimudahkan Allah. Bener-bener selama masih bisa dibawa aktivitas ya nggak brenti2. Beberes rumah, nyapu, nyuci, jemur. brenti pas tidur siang.
Selama masa nunggu nambah kontraksi itu, nggak periksa ke bidan sama sekali. Cuma feeling aja dan chat terus sama mbak Tia, yang dengan sabaaaar banget jawabin semua pertanyaanku. Barakallah mbak Tiaa :*.
4 Des, pukul 18 sore
Setelah maghrib kontraksi mulai nambah. Akhirnya bapake memutuskan untuk jalan aja ke bidan. Setelah nitipin Maryam dan pamit cipika cipiki minta doa restu sama keluarga, kita jalan berdua aja ke bidan. Hahaha. Ini beneran lahiran yang aku mau sih, berdua aja. Padahal galau ya. Pisah sama Maryam rasanya malam itu beraaaaat. Di mobil nangis ngeliat Maryam liatin aja huhu. Lebay emang.
Sampai di bidan, langsung ditanya sama mbaknya.
“Emang udah 5 menit sekali kontraksinya mbak?”
“Belum hehehe”
“Iyaa ini mah keliatan, masih bisa haha-hihi ngobrol kesana kemari, kayaknya belum ini mah mbaa”
“Ya gapapa mbak, cek aja bukaan berapa. Penasaran wkwkwk”
Setelah dicek ternyata bener, masih bukaan 1. wkwkwk. Kata bidan disarankan untuk pulang lagi aja dan kesini lagi kalau kontraksi udah 3-5 menit sekali. Tapii harus kasih screenshot riwayat kontraksi di aplikasi dulu. Biar gak bolak balik katanya.
Ya uwis, emang rasanya pas di bidan itu mah belum. Belum ada feeling mau lahiran. Kita hanya penasaran, dan mencoba mancing juga. Tapi ya sudah kita pulang lagi.
Di jalan pulang dari bidan, qadarullah kontraksi malah mulai intens. Dari yang 10 menit sekali ke 5-7 menit sekali. Durasinya juga lebih lama dan lebih kuat. Selama di jalan pulang, aku nggak minta untuk balik ke bidan, karena masih nggak yakin juga. Bapaknya juga nggak ngajak balik lagi walopun liat istrinya udah kesakitan warbiyasa saat itu.
Sempet jemput Maryam dulu ke rumah eyangnya. Masih yakin kalau lahirannya besok pagi, walaupun dalam hati bilang, “ini kalau semaleman sakitnya begini, kuat nggak ya” huhu sakiiiiitttttt
4 Des, pukul 21:55
Sampe rumah, ganti daster. Dan tiba-tiba, tiba-tibaaaaaa banget. Itu kontraksi langsung naik. 3-5 menit sekali dengan durasi 1 menitan. Screenshot hasil aplikasi ke mbak bidan, katanya masih belum dan disuruh nunggu dulu. Tapi tetep disuruh ikutin feeling. Ya Allah... udah sakiiit banget rasanya. Mana Maryam ngajak menghias sepedaaaaa saat itu juga ya salaaaam. Sakit menjalar dari perut bawah, ke punggung, ke seluruh tubuh. Rasanya nggak bisa dibayangkan lagi. Yang dari tadi nahan untuk nggak nangis, akhirnya nangis juga sambil dipeluk. Tapi tetep maryam riweuh sama sepeda.
4 Des, pukul 22:59
Akhirnya mencoba untuk tiduran. Beberapa saat kemudian, kontraksi datang lagi, dan lebih panjang, lebih sakiit! Akhirnya keluar feelingnya, “udah mau lahir!”.
Dan langsung teriak sambil meringis nangis, “nggak kuat bi, udah mau lahir, ke bidan sekarang”. Abinya langsung gercep siaga, ambil mobil, barang2. Sementara di dalem rumah, aku udh nggak ketulungan sakitnya. Mau jalan ganti gamis aja susaaaah ya Allah. Maryam yang liat umminya kesakitan dari tadi, bilang “ayo ummi kita ke bidan, ayo mi, sabar ya mi”
Setelah susah payah ganti gamis, pake kerudung, lalu jalan ke luar rumah. Tapi kontraksi dateng lagi dan lebih hebat. Nggak bisa jalan, cuma bisa bilang lirih “astaghfirullah.. Allahu Akbar.. kuatkan ya Allah..kuatkan..”
Di sela itu sempet ada feeling nggak yakin bisa sampe ke bidan indah yang ada di Rawa Lumbu, Bekasi (perjalanan 30 menit). Tapi abinya bilang terus, bisa bisa insya Allah bisa.
Akhirnya naik mobil. Kesakitan luar biasa, sambil tetep mangku Maryam. Kontraksi datang terus-terusan, sampe Maryam diremes remes dan dia kesakitan. Udah lagi kontraksi gitu, buru-buru, suami pake ke satpam dulu minta tutupin pager. ya elaaaah, mau ngomel tapi nggak kuat. huft
Pas keluar komplek dan sampe jalan raya, tiba tiba rasa mau ngeden dateng, dan beneran ngedennn! Ya Allah, feeling kuat banget nggak akan sampai ke Bidan Indah. Bilang lah ke si abi, “bi nggak bisa bi, nggak bisa ke bidan indah”, tapi abinya tetep bilang bisa.
Sekali lagi kontraksi dateng, dan ngeden lagi. Weslah, ini udah di ujung banget tinggal keluar. “Abi! ini udah mau keluar!! Belok ke bidan Duta!!! ikutin aku aja cepeeeet ke bidan duta bi!”
Tanpa berkata kata lagi abinya belok ke bidan duta. Sampai di sana, langsung dudukkin maryam di jok samping, umminya keluar mobil sendiri, masuk sendiri. Yang ada dipikiran itu cuma udah mau lahir, udah mau lahir, butuh kasur.
4 Desember, 23:20
Bidan jaga dateng, nanya ada apa bu? cuma bisa jawab, “udah mau lahir mba, udah mau lahir”. Langsung diarahkan ke ruang bersalin, dan ke tempat tidur. Saat mau naik ke kasurnya, kontraksi datang lagi. Bidannya sibuk bilang, “naik dulu bu, naik dulu”, dan gw cuma sibuk remesin tangan mbaknya nggak bisa naik, sambil bilang “sabar mbak”
Akhirnya kontraksi berhenti sebentar dadn langsung naik tempat tidur. Udah nggak bisa mikir gimana posisi yang paling nyaman, cuma pesen sama abinya, tolong jagain prosesnya, se-alami mungkin.
Kontraksi dateng lagi lebih hebat, dan bayi langsung ngajak ngeden. Otomatis aku ngeden karena ada dorongan. Tapi bidannya bilang, “jangan ngeden dulu bu! jangan dikeluarin dulu!”. Berkali kali bilang gitu sambil marah marah panik tu bidan. “Kita butuh persiapan!”, dia nambahin lagi.
Tapi gaes, itu dorongan alami dari bayi, ngeden pun dari sananya. Mungkin gw panik dan lupa sama nafas, jadi ya nggak bisa nahan dorongan itu dengan atur nafas. Tapi sekali lagi, dorongannya kuaaaat banget, nggak bisa ditahan untuk nggak ngeden. Gimana lah untuk jangan dikeluarin dulu?!
Cuma bisa jawab ke bidan, “nggak bisa mba, nggak bisa, ini udah mau lahir”
Bidan yang lihat udah bukaan lengkap bilang, “ini air ketubannya masih utuh”
Sepengetahuan gw dan dari yang dipelajari, air ketuban bisa keluar utuh bersama bayinya. Makanya sempet minta untuk nggak dipecahin, suami pun bilang untuk nggak dipecahin. Tapi bidan ngotot untuk pecahin ketubannya. Akhirnya gw nyerah dan dipecahinlah ketubannya
Kontraksi datang lagi, otomatis ngeden, dan akhirnya bayinya lahir, pukul 23:26 malam. Alhamdulillah, berakhir sudah rasa sakit yang luar biasa itu. Bener bener legaaaaaa banget. Walaupun setelah itu, sang bidan masih aja misah misuh karena kita minta untuk nggak langsung potong ari-ari, nggak suntik oksitosin (karena yakin asupan untuk rangsang oksitosin setelah melahirkan udah cukup), daaaan misah misuh lainnya. Sampe dia bilang, kenapa nggak ke rumah sakit aja sih bu kenapa kesini. Wakakakaka. Tapi akhirnya semua permintaan kita disetujui dengan tanda tangan surat penanggung jawab dari suami.
Kelakuan bidan begitu banget ya. Untuk aja owe lagi nggak baperan, cuma dibalesin, “emang kenapa kalau saya kesini mbak?”. Sepertinya efek lega dan happy habis melahirkan bikin gw nggak ikutan ngomel sama bidannya. wkwkwk. Habis itu ya cuek aja mau dijutekin juga. Ngerti juga sih, nggak pernah kontrol ke sana sama sekali, tetiba dateng dateng ngeloyor buat melahirkan beserta permintaan yang belum pernah dia hadapi di persalinan sebelumnya.
Setelah itu, abinya cerita. Karena pas dateng ke bidan kita dateng cuma bertiga (aku, abinya, dan maryam), jadi mau nggak mau maryam harus nunggu. Dia nggak boleh masuk ruang bersalin, sementara abinya harus bolak balik ruang bersalin untuk nemenin dan drop barang-barang. Abinya bilang, selama proses persalinan, Maryam nunggu duduk sendirian di ruang tunggu. Literally sendirian karena emang nggak ada siapa siapa lagi yg bisa jagain, dan nggak ada pasien lain krn waktu itu udh hampir tengah malem. Masya Allah, terharuu denger ceritanya. Ternyata dia udah besar :’)
Alhamdulillah, Uwais (nama adiknya Maryam) lahir dengan selamat, sempurna, sehat ibu dan bayinya. Proses melahirkan pun bener bener sesuai dengan doa yang selama ini dipanjatkan ke Allah, “Ya Allah, mudahkanlah kami (aku dan bayiku) melalui proses persalinan nanti, sehatkan dan selamatkan kami, aku ingin proses persalinanku terjadi di malam hari, di tempat terbaik, ketika ada abinya, dan berlangsung cepat, setengah jam aja ya Allah”. Itu aja terus doanya sama setelah sholat. Karena salah satu temenku bilang, buat persalinan nanti, minta doa yg spesifik sama Allah. Masya Allah, Allah mengabulkan doaku. Bener-bener singkat proses persalinannya. Alhamdulillah :’)
Besok paginya setelah bersih bersih dan mandiin uwais, kita udah boleh pulang :D. Alhamdulillah wa syukurillah.. semoga Allah jadikan anak-anak kami pejuang agama Allah, Allah berkah dengan rasa cinta Al Quran, menjadi Hafizh dan Hafizhah, dan sayang sama orang tuanya. Aamiin
Menjemput Do’a
Kalau saja mau direnungkan, begitu lucu jika manusia masih saja punya waktu sedetik memalingkan hati hanya untuk sekedar berputus asa. Padahal, Allah mendengar lebih dari yang kita katakan, Allah menjawab lebih dari yang kita minta, bahkan Allah memberi lebih dari yang kita inginkan.
Curahan hati tiada pernah ia berbatas. Sekali ia menjelma menjadi hujan, maka tidak akan pernah habis ia tumpahkan pada bumi hingga matahari yang memaksanya untuk berhenti. Maka tidak pernah ada yang terlalu besar bagi-Nya, tidak pun berkurang apa-apa dari-Nya.
Do'a-do'a itu tidak akan pernah memakan waktu lama untuk sampai pada-Nya. Demi waktu yang bergetar di atas dada, langit ketujuh tidak pernah berjarak lebih jauh dari urat leher kita.
Maka, memintalah. Pada permintaan yang selalu kita sangka mustahil, yang kita lafalkan dengna begitu rumitnya, jadikan harapan itu sebagai temali pada tiap jari-jari di tangan agar mudah menggantungkan impian pada-Nya.
Peluk-Nya dalam keyakinan kita, agar lapang hati dan tidak tercipta semula sekat di antara do'a dan pengabulan-Nya.
Sebab dibelakang kita, ada banyak kekuatan yang tak terhingga. Di hadapan kita, ada banyak kemungkinan tanpa batas, di sekitar kita ada kesempatan yang tiada akhir.
Dan lebih dari itu, ada Allah yang selalu hadir tanpa kita harus meminta.
Sebab satu ketukan lembut di pintu-Nya, begitu anggun kasih-Nya sampai ke bumi.
Bogor, 11 Maret 2017 | Seto Wibowo
believe in Him :’)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Baby Blues
Sebelum hamil, yang ada di pikiran saya adalah bagaimana menyiapkan kehamilan dan kelahiran dengan sangat baik. Ketika itu saya sibuk ikut kelas kehamilan dan kelahiran Amani Birth di Depok satu minggu sekali. Banyak sekali ilmu tentang hamil dan melahirkan secara alami yang saya ketika mendengarnya tuh ber-ooh-ooh ria. Ternyata hamil itu gak sekedar melendung! Melahirkan gak sekedar ngeden! Semua ada ilmunya yang kalau kita tidak tahu, maka habislah. Maksudnya maka kita hanya akan menjadi bahan objek orang lain. Well, bagian ini akan dibahas nanti ya hehe.
Alhamdulillah sekarang anak saya sudah berusia 1.5 bulan terhitung sejak tanggal kelahirannya 29 Desember 2016 lalu. Alhamdulillah dengan proses alami yang saaaangat enak. Lagi-lagi ini akan saya ceritakan nanti hihi :D.
Ketika hamil, memang saya hanya sibuk mengisi otak saya dengan ilmu kehamilan dan kelahiran. Bagaimana mencapai nutrisi maksimal bagi saya dan calon bayi saya, bagaimana olahraga yang aman bagi ibu hamil, apa saja pantangannya, doa-doanya, kegiatan penunjang kemudahan kelahiran, melahirkan secara islami, dan berbagai tetek bengek lainnya tentang kehamilan dan kelahiran. Waktu itu saya merasa saya sudah cukup siap menyambut bayi saya. Ilmu yang saya dapatkan ketika hamil insya Allah sudah saya lakukan hampir semuanya. Tapi saya meleset. Ada satu lagi yang tidak saya persiapkan ketika itu. Yaitu mempersiapkan mental menjadi seorang ibu.
Karena ternyata menjadi ibu itu tidaklah mudah!
Saya menjadi teringat kata-kata beberapa rekan saya ketika dulu. Guru jahit saya suatu waktu pernah berkata, “Memangnya punya anak itu gampang?”. Saya yang ketika itu sedang dalam proses penantian hamil pun heran, bertanya dalam hati bukankah punya anak itu seuatu hal yang saaaaangat membahagiakan?
Di lain waktu guru saya di Depok juga berkata yang intinya lebih suka ketika anak masih dalam kandungan. Nah, saya yang ketika itu sedang dalam proses penantian kelahiran pun menjadi heran kembali, bukankah lahirnya anak adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu?
Ketika Maryam telah lahir dan dibawa pulang ke rumah, barulah saya (yang masih labil hormonnya) merasakan hal yang sama seperti kata guru-guru saya bilang. Saya tidak pernah menyiapkan diri dan mental sebagai ibu. Tidak pernah membekali diri dengan ilmu mengurus bayi. Tidak pernah sama sekali. Maka ketika itu saya kaget secara psikologis.
Menjadi ibu (baru) artinya kita harus menyiapkan tenaga dua kali lebih banyak untuk berbagai aktifitas dibanding sebelumnya. Ketika Maryam lahir dan sudah ada di rumah, Maryam yang masih berusia dua hari pun menyambut kepulangannya dengan pesta “begadang” :D. Ya, Maryam minta mimi susu sepanjang malam. Kalau Maryam di taro di tempat tidur, dia melek dan nangis. Gendong lagi dong ya kasih ASI supaya gak nangis. Dan hal itu berlangsung hingga menjelang pagi baru saya bisa tidur. Lelap? Tidak hehe. Karena Maryam bangun setelah sejam tidur hahahaha.
Belum lagi acara ganti popok yang waktu awal-awal terjadi hampir setiap 1-2 jam sekali. hihi. Produktif sekali kamu, Nak :). Badan saya yang masih sakit setelah melahirkan dan efek jahitan pun terasa remuuuukkk.
Itu baru drama per-begadangan. Sekarang kita beralih ke drama persusuan :D. Namanya juga ibu baru yes, kirain saya menyusui itu ya tinggal kasih payudara ke mulut bayi trus bayi tinga sedot deh dengan senangnya sampai kenyang. Tapi ternyata tidak semudah itu. Pu*ing payudara saya saat itu leceeeet. Luka. Belah. Berdarah. Yang namanya luka ya biasanya harus didiemin, jauh-jauh deh dari sentuh menyentuh di bagian luka itu. Tapi ini kan yang luka bagian yang hampir setiap dua jam sekali harus diberikan kepada bayi saya untuk memberi ASI. Kebayang sakitnya gimana?
Bermacam pikiran menghinggapi saya waktu itu. Apa pakai dot aja ya. Pompa aja kali ya ASInya. Berapa lamaaa harus kayak ginii?!
Stress karena cadan super lelah, begadang, sakit payudara, sakit jahitan. Di atas itu semua jangan salah, pekerjaan rumah tetap setia menunggu loh. Jadi bangun mesti tetep pagi, rumah mesti tetep bersih dan wangi, pakaian juga harus dicuci, dan lain-lain.
Belum lagi banyaknya tamu yang datang ke rumah menengok dedek bayi, yang artinya kita harus siap selalu menerima tamu.
Memang sih ada suami yang siap sedia membantu tugas tugas di rumah, ada orang tua yang selalu datang setiap harinya untuk membantu segala hal, tapi tetaplah segala letih masih sangat terasa.
Hal-hal tersebut yang mengganggu psikologis saya sedikit. Ditambah hormon yang masih belum stabil setelah melahirkan membuat saya menjadi sangaaaaaaat apa ya, lemah? Sedih? Stress? Capek? Semuanya betul.
Setiap suami saya hendak berangkat kerja, mata saya langsung berkaca-kaca. “Jangan kerja..”, itu yang selalu saya bilang ke suami. Soalnya saya selalu merasa kuat ketika ada suami. Ketika bayis saya menangis, tak jarang saya ikut nangis pulak. Haha. Bahkan saya selalu rewel Watsap suami saya sepanjang hari, “Pulang jam berapa?”. Atau Whatsapp ibu saya, “Kapan kesini bu?”. Karena saya merasa harus ada temannya. Saya waktu itu merasa gak kuat kalau sendirian. Kalaupun masih sendiri seharian, maka ketika sore saya pasti nangis. hahhaha.
Haduh.. kalau ingat-ingat masa itu tuh rasanyaa.. gak mau lagi kena baby blues. Moment yang seharusnya membahagiakan malah seperti itu. Makanya saya berpikir bahwa persiapan mental untuk menjadi seorang ibu juga penting.
Saya juga bertekad untuk siap sedia menolong teman atau tetangga yang baru melahirkan. Walaupun hanya sekedar mengirimkan sayur matang, dan gantian menjaga bayi supaya si ibu bisa mandi. Well believe it or not, ketika itu mandi penjadi hal yang paling saya tunggu, dan juga paling susah dilakukan.
Tapi alhamdulillah semuanya sudah terlewati. Setelah dua minggu struggle di rumah sendiri, akhirnya saya minta izin suami untuk diizinkan pulang ke rumah orang tua saja ketika suami pergi kerja (karena sedang masa cuti dari konveksi hehehe). Alhamdulillah suami pun gak tega lihat saya nangis-nangis minta pulang, jadi mulai saat itu setiap pagi saya di drop di rumah orang tua saya dan malamnya dijemput lagi oleh suami. Di rumah orang tua saya bisa sedikit tidur siang, mandi bisa lebih lama, dan belajar menjadi ibu dengan psikologis yang lebih stabil.
Saya bukannya tidak senang loh dengan punya anak. Seneeeeeng banget banget punya anak. Tapi ya itu, prosesnya ternyata seperti itu. Lagi-lagi itu mungkin kesalahan saya juga yang gak prepared, dan pengaruh hormon. Jadi semua curhatan saya ketika baby blues itu bukan karena Maryam. No. Maryam adalah karunia terindah dari Allah and I love her so much.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi saya khususnya untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi. Untuk menyiapkan diri jika kelak Maryam punya adik. Eh. hehehe.
But anyway, Alhamdulillah wa syukurillah tiada terkira kepada Allah atas segalanya. Karena kalau Allah tidak bilang “kun” maka tidak terjadi semuanya. Kalau Allah tidak ridho juga tidak terjadi semuanya. Thanks God, I love you :’)
Setitik Iman
Hmm. Nulis apa ya. Banyak banget yang terjadi akhir akhir ini. Lepas dari baik buruknya, mudah mudahan saya termasuk orang-orang yang besyukur kepada Allah. Allah sebaik-baik penolong dan perencana.
Hari ini temanya #212. Udah terdengar seantero Indonesia kayaknya ya kalau hari ini ada Aksi Super Dama, Aksi Bela Islam jilid III di Jakarta. Dari beberapa hari yang lalu saya sudah dibuat merinding, teharu biru, menangis melihat berbagai report online dari sahabat-sahabat di media sosial mengenai yang para peserta aksi lakukan menjelang hari H. Ada yang berjalan dari Ciamis dengan tekad bulat membara, dari Bandung, Bogor, dan lain-lain. Dari daerah lain pun tak ketinggalan. Dari Sumatera (corect me if I’m wrong), mereka carter 10 pesawat dengan biaya 2juta per orang untuk ikut aksi ini. Masya Allah.. Maluuuuu saya rasanya malu banget, lokasi gak jauh dari Jakarta, tapi gak bisa ikutan :’(
Gak usah deh saya ceritain detil bagaimana perjuangan para mujahid. Bahkan ada anak kecil umur 12 tahun juga ikut jalan kaki dari Ciamis ke Jakarta untuk menggantikan bapaknya yang telah tiada. Ya Allah sungguh kalau iman di hati yang menggerakkan.. sudahlah, ntar nangis lagi :’
Yang lain, juga turut ambil perannya. Sesuai dengan apa yang mereka bisa. Mulai dari sumbang makanan kecil sampai berat, minuman, sendal, sepatu, baju, celana, spot untuk charger, buat posko2 untuk memasak, tahu, nasi bakar, sejadah, air mineral, air wudhu, tenaga, moril, materil, semua rasanya mereka kerahkan selagi mampu untuk bisa ikutan aksi ini. Jadi tukang bebersih pun jadi.
Alhamdulillah, ternyata hujan turun menjelang sholat jumat. Pada kabur gak jemaah? Ya gak lah! Inget, jadi double chance kan buat dikabulin sama Sang Maha Pengabul? Pertama doa musafir, kedua doa ketika turun hujan. Mereka tetep duduk khusyuk di shafnya, sholat walaupun diguyur hujan basah dari atas sampe bawah dari luar sampai dalam. Insya Allah berkaaaah :’)
Tapi dibalik keterharuan dan senengnya saya melihat aksi damai hari ini, ada juga yang mengganjal dan bikin sedih hati. Hanya terus memohon kepada Allah semoga diberikan jalan, dibukakan pintu hati bagi semua, tidak dicatat perkataan buruknya :’(. Walaupun Allah Maha Mendengar, tapi Allah Maha Pemaaf, mohon ampun ya Allah.. Khilaf dan dosa memang ada pada manusia, mohon petunjuk..
Semoga Allah selalu meridhoi semua perjuangan para mujahid dari seluruh tanah air, baik yang turun langsung dengan berbagai perannya maupun yang hanya bisa berdoa dari rumah dan dari kantor. Semoga Allah mencatatnya sebagai salah satu bentuk pembelaan kami terhadap Al-Quran yang kami cinta. Semoga doa-doa hari ini terkabul, terjabbah. Jumat barokah.. Aamiin ya robbal ‘alamin..
Bagian Kecil: 212
Saya adalah bagian kecil dari bocah-bocah pengajian yang semangatnya dalam melangkah melebihi orang dewasa.
Saya adalah bagian kecil dari bapak-bapak yang menyiapkan sendal jepit kedua untuk kafilah dari luar kota.
Saya adalah bagian kecil dari ibu-ibu yang memasak makanan untuk mereka yang datang minim perbekalan.
Saya adalah bagian kecil dari mereka yang menginginkan persatuan; mereka yang setiap hari mengajak kebaikan; mereka yang mengedepankan persaudaraan; mereka yang bergetar hatinya ketika nama-Nya dikumandangkan; mereka yang sakit hatinya ketika agamanya dihinakan.
Meski hanya menjadi bagian kecil, posisi saya jelas; di sini saya berdiri.
Allah has something bigger than we had, dan semuanya yang datang dari Allah pasti yang terbaik. :’
PEMIMPIN JAKARTA: LUKA DAN RASA KALAH RAKYATNYA Ibu kota, sebagaimana seorang ibu, memiliki anak-anak yang beragam. Anak-anak itu memiliki beragam identitas, kemampuan yang bebeda-beda, minat yang tak sama, keyakinan masing-masing, dan aneka hal lainnya yang memberi jarak antara satu anak dengan lainnya. Bagi ibu kota, anak-anak itu adalah rakyatnya. Ibu kota, selayaknya seorang ibu, semestinya bisa mengayomi anak-anak yang berbeda-beda ini. Kasih sayang dan perhatiannya tak boleh pilih-pilih. Cintanya harus ada bagi semua: Bukan hanya untuk mereka yang pintar saja, bukan untuk mereka yang memiliki kemampuan lebih saja, untuk mereka yang perangai dan sikapnya lebih mirip dengan sang ibu saja… Kepada anak-anaknya, ibu kota harus memiliki cinta yang sama besar, sayang yang seimbang, tak membeda-bedakan dan tak pilih-pilih. Bagi ibu kota, anak-anak itu adalah rakyat. Jika ada rakyat yang miskin, jangan dihakimi bahwa mereka miskin karena tak mampu dan tak memiliki kapasitas untuk menjalani kehidupan ini. Ibu yang baik akan membantunya untuk lepas dari kemiskinan itu, bukan semakin melukai hati anak itu dengan cara-cara yang kasar—yang melukai. Bagi saya, ibu kota harus dipimpin oleh seseorang yang mengerti betul makna mengayomi, makna memimpin, makna memberi teladan, makna menjadi pelindung bagi siapapun saja anak-anaknya. Bagi saya, memang, Jakarta membutuhkan pemimpin yang berkomitmen untuk membangun dan memajukan kota ini dengan visi, integritas dan kerja keras yang luar biasa… Tetapi lebih dari itu, pemimpin Jakarta harus memiliki hati yang cukup lapang, pikiran yang bijaksana, dan teladan yang kaya untuk memastikan tak boleh ada rakyat yang terluka dan merasa kalah. Luka dan rasa kalah di hati rakyat adalah racun yang paling berbahaya bagi sebuah kota. Luka dan rasa kalah inilah yang akan memicu pertentangan, gesekan-gesekan sosial, bahkan pertengkaran-pertengkaran. Luka dan rasa kalah ini boleh jadi tidak terlihat, tetapi luka dan rasa kalah inilah yang akan memicu kecemburuan. Dan kecemburuan manapun akan menyulut amarah. Sedangkan amarah kadang-kadang tak bisa dibendung dan mungkin menghasilkan sesuatu yang ongkos sosialnya terlalu mahal untuk dibayar. Apa yang terjadi akhir-akhir ini sudah memberi kita contoh yang nyata. Betapa jika rakyat terluka hatinya oleh pemimpin, jika sebagaian merasa dikalahkan, jika sebagaian merasa terhina, gelombang kemarahan itu menjadi-jadi. Tak usah heran dan bertanya-tanya mengapa mereka bisa marah dan terhina, sebab luka dan rasa kalah adalah sesuatu yang tak bisa disamakan antara satu dan lainnya, bukan? Untuk itulah, bagi saya, kelak Jakarta membutuhkan pemimpin yang peduli pada luka dan rasa kalah rakyatnya. Jakarta butuh seseorang yang bisa memimpin perubahan dan kemajuan kota ini dengan kepekaan yang tinggi, rasa empati di atas rata-rata, dan sikap mengayomi tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama, dan antargolongan. Demi Jakarta, demi ibu kota, demi luka dan rasa kalah rakyat yang selama ini tak terperhatikan dan tak tersentuh, kita butuh sosok pemimpin baru… Pemimpin masa depan. Dan bagi saya, sampai saat ini, pemimpin itu adalah Agus Harimurti Yudhoyono. Saya melihat sosok pemimpin Jakarta masa depan ada pada diri Agus Harimurti Yudhoyono. Banyak orang meragukannya karena tak punya pengalaman dalam memimpin birokrasi, tetapi jika segalanya tentang pengalaman spesifik dalam satu hal saja, Filippo Inzaghi yang dulunya akuntan tak akan pernah mencoba bermain sepakbola untuk kemudian menjadi legenda AC Milan. Kolonel Sanders yang tak punya pengalaman apa-apa di bisnis kuliner tak akan membuat resep ayam goreng a la Kentucky yang pada gilirannya menjadi bisnis multidolar Amerika. Pada diri AHY ada kecerdasan, ketangguhan, daya juang, integritas, sekaligus kematangan emosi. Ia buka tipe boss yang memerintah, melemparkan kesalahan ke pihak luar, atau mengambil kredit dari hasil kerja keras bawahan-bawahannya. Ia adalah tipe pemimpin yang berada di garda depan untuk menginspirasi sipapun yang dipimpinnya sekaligus siap menerima semua konsekuensi buruk paling duluan. Ia sosok yang di luar semua kapasitas dan kapabilitasnya sebagai seorang pemimpin, memiliki komitmen untuk mengayomi—untuk peduli pada luka dan rasa kalah orang-orang yang dipimpinnya. Dalam memilih pemimpin, tentu saja Anda memiliki pertimbangan masing-masing. Apapun pertimbangan itu dan pilihan itu, semoga kita tetap bersatu. Jakarta, 1 November 2016 FAHD PAHDEPIE
*Dukungan ini merupakan dukungan pribadi.
Terlepas dari siapa yang saya dukung kelak di Pilkada DKI 2017 (Anies atau Agus), saya setuju dengan pemikiran Fahd tentang sosok pemimpin yang selayaknya ibu bagi anak.
Semoga kelak Jakarta mempunyai pemimpin yang seperti demikian, tidak lagi seperti bom yang pendek sumbunya :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
MENENANGKAN DIRI
Di zaman dengan perkembangan yang sangat cepat ini, kita sebagai manusia dituntut untuk memiliki berbagai kesibukan yang sangat padat. Bahkan tak jarang, kita bisa memiliki agenda yang tak ada habis-habisnya dari pagi sampai malam, tanpa ada jeda sekalipun.
Saya pun merasakan hal yang sama, dari sejak matahari terbit, kita disibukkan untuk persiapan menuju aktivitas kita, entah itu kantor atau pun kegiatan lainnya. Setibanya kita di lokasi, kita langsung fokus mengerjakan aktivitas yang kita lakukan. Kadang kita bisa rapat sampil berdiskusi dengan orang nun jauh disana, via sosial media dan aplikasi chatting lainnya. Kita begitu disibukkan dengan urusan dunia.
Sore tiba, kita tak langsung pulang, kita langsung lanjut dengan agenda diluar, entah rapat ringan dengan seseorang disana, atau bertemu kawan untuk menjalin lagi silaturahmi yang ada. Barulah, kita pulang di malam hari untuk tidur.
Kita begitu sibuk, banyak hal yang harus dikerjakan, banyak to-do list yang menanti. Seperti sebuah mesin yang dipacu begitu cepat agar mampu melewati banyak hal. Kadang, saya merasa, bahwa kita ini sebetulnya begitu gelisah dalam mengejar urusan dunia. Gelisah, takut tidak mencapai kesempurnaan duniawi, entah itu masalah kekayaan, entah itu masalah jabatan, entah itu masalah popularitas.
Bagi saya, selalu ada moment yang membuat saya, sedikit menenangkan diri dari kegelisahan saya dalam mengejar urusan duniawi dalam hidup. Hal yang begitu simple yang jika dipahami, maka maknanya begitu dalam. Yakni, Salat.
—
Dalam menjalani salat, saya diajarkan untuk melakukan segala hal dengan penuh ketenangan.
Dalam melafalkan do’a serta surat yang kita baca, kita diminta untuk tidak asal ucap dan komat-kamit, tapi perlahan dan penuh pemahaman. Dan saya merasakan, saya harus lebih tenang dalam berucap, tidak gelisah, tidak terburu-buru.
Dalam melakukan gerakan salat juga, kita diajarkan untuk tumaninah. Rukuk harus tegak, berdiri harus tegak, dalam sujud kita harus tegak. Dan saya merasakan, dalam bergerak, saya harus lebih perlahan, tidak terburu-buru, lebih tenang, dan mengutamakan kesempurnaan gerakan.
Dalam salat, kita diminta untuk berdzikir selepas salat. Mengucapkan kalimat ampunan, memohon maaf atas segala hal yang dilakukan. Tidak langsung pergi berdiri, karena kita tahu, kita harus mengucapkan kata perpisahan pada pertemuan dengan Allah SWT yang begitu singkat tersebut. Kembali, saya menenangkan hati lagi, untuk tidak fokus kepada hal duniawi terlebih dahulu.
Salat mungkin tidak lebih dari 30 menit, tapi itu sudah bisa membuat saya lebih tenang dalam menghadapi aktivitas lainnya yang berjam-jam lamanya.
Salat itu, jika dilaksanakan, maka ketenangannya bisa melebihi obat penenang terbaik sekalipun.
—
Maka, jika kita merasa gelisah dengan segala yang kita lakukan, salat lah dengan hati, agar kita, bisa menenangkan diri.
Karena hati yang tenang, jauh lebih berharga daripada uang, jabatan, serta popularitas yang datang.
MENENANGKAN DIRI 28 Oktober 2016
Jikalau Allah SWT membuatmu menunggu, bersiaplah untuk mendapatkan lebih dari apa yang kau minta.
Islamic Thinking. (via herricahyadi)
28 week. i'm gonna miss this moment. but excited as well.
:) with SAL – View on Path.
tong kosong emang nyaring bunyinya :3
Taken from : @nakindonesia
so sweet :’)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#26week
Alhamdulillah minggu ini janin sudah masuk usia 26 minggu 5 hari. Beberapa hari lagi akan memasuki usia 7 bulan alhamdulillah alhamdulillah..
Dibanding beberapa bulan belakangan, mulai minggu ini mulai kerasa beratnya perut. Hehe. Kalau pas 5 bulan sedang nyaman-nyamannya karena masih kerasa enteng dan dedek bebas bergerak kesana kemari sampe ngilu dan geliiii, kalo sekarang mulai eungap juga susah tidur. But I’m sooooo excited!!
Kalau kata ibu, ini salah satu perjuangan menjadi seorang ibu :’). Alhamdulillah Allah menguatkan saya dan dedek dalam perut. Tak terkira betapa bersyukurnya kami (saya dan suami), diberikan kesempatan ini oleh Allah. Semoga Allah senantiasa meridhoi, menjaga, memberikan kesehatan bagi saya dan dedek bayi, juga melancarkan persalinannya. Oh ya, semoga keinginan kami untuk menjalani persalinan secara alami dan natural diizinkan Allah SWT aamiin aamiin ya robbal ‘alamin.
Keep trying, keep praying, keep husnudzon.