The most effective method of conducting disaster risk awareness programmes is by targeting the children and the youth. Not only are they more receptive to the messages being communicated but they are the also the best advocates of the message. By this we mean that once children has received and understood an awareness message they are the one’s taking the message back home and then teaching others and in particular their parents and siblings. Furthermore, in many developing countries, disaster risk management legislation compels local level government to ensure that disaster risk education in schools is embarked upon.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
1. Indonesia merupakan wilayah rawan bencana karena letak geografis yang berada diantara 4 lempeng tektonik
2. Perwakilan UNESCO mengatakan, “Indonesia is a supermarket of disaster,” karena tingginya angle bencana alam yang terjadi.
3. Pernah diciptakannya Musik sebagai alat siaga bencana
4. Masyarakat umum terutama remaja tidak peduli terhadap bencana
5. Kurangnya tenaga bantuan dalam menyikapi bencana
6. Masyarakat tidak mendapat edukasi yang cukup mengenai bencana alam
7. BNPB mendokumentasikan sepanjang tahun 2016 telah terjadi 2.432 bencana di Indonesia
8. Bencana alam meningkat hingga 15% sejak tahun 2015
9. Masih sangat minim konstruksi rumah/bangunan tahan gempa di Indonesia
10. Keluarga miskin yang jadi korban, kehidupannya lebih sengsara pasca bencana.
Natural disaster, atau bencana alam terjadi karena kehendak Tuhan. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa campur tangan manusia dalam mengolah alam turut ikut andil dalam terjadinya bencana alam. Karena itu, pentingnya dari diri kita untuk menyadari bahaya dari bencana alam itu sendiri
Kutatap langit-langit kamarku sambil menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Kuhapus bekas air mata yang mengalir di pipiku dengan punggung tanganku. Aku membalik bantalku ke lain sisi agar terhindar dari rasa basah yang diakibatkan air mataku.
Kuambil handphoneku lalu kutekan beberapa tombol yang langsung menyambungkanku dengan orang seberang setelah terdengar beberapa nada dering,
“Halo?” sapa orang diseberang sana,
“Wid.. I can’t, I just can’t…” isakku pada Widya, sahabatku,
“Duh Vir, lagi? Kan gue udah bilang, coba lupain. Gue juga udah ngomong sebelum lo jadian kan, kalo pacaran beda agama tuh sia-sia,” omel Widya. Akupun langsung terdiam dan hanya bisa menahan tangis sambil sesekali terisak.
“Sorry Vir, bukannya gue gak peduli, tapi gue ini tuh juga ga taha liat lo sedih terus” ucapnya,
“Vir, sorry banget. Tapi gue tutup dulu ya? Gue lagi di biskop sama cowok gue dan ini filmnya mau mulai”
“Okay…”
“Be Well, ‘kay? I know how stroung you are” ucap Iwdya menyemangatiku, membuatku sedikit tersenyum.
“Thankyou, Wid.”
“Bye Vir, you know right I love you,”
“I love you too, have fun ya sama cowok lo” lalu telepon tersebut terputus, menampilkan layar home screenku yang belum pernah kuganti fotonya sejak berbulan-bulan yang lalu.
Kuelus pipi orang yang sangat aku sayang itu dari balik layar handphoneku. Masih kuingat jelas hari dimana kami memutuskan untuk berpisah.
Hari itu kami memutuskan untuk makan enak di sebuah rooftop restaurant di salah satu gedung pencakar langit di Jakarta. Kukenakan gaun berwarna putih gading terbaikku. Sedangkan Edwin, memakai kemeja lengan panjang berwarna hitam yang membuatnya tampak menawan malam itu.
Kami menikmati makan malam itu dengan sedikit senda gurau diantara suapan kami. Selesai menyantap hidangan, Edwin yang duduk bersebrangan denganku meggenggam kedua tanganku dan menatapku dalam,
“Kamu cantik, Vir. Aku sayang kamu,” ucapnya pelan, membuatku tersipu.
“Aku juga sayang kok. Hehehe” jawabku sedikit tertawa karena salah tingkah,
Tiba-tiba Edwin mempererat genggaman tangannya. Membuatku sedikit meringis kesakitan.
“Vir, aku capek. Kita putus aja ya…”
Sontak seluruh tubuhku terasa seperti tersetrum. Lidahku kaku dan kurasakan tanganku sedikit bergetar.
Kami telah bersama selama 2 tahun. Walaupun beda kepercayaan, aku yakin kami dapat melewatinya. Tentu perbedaan ini tak jarang mengakibatkan perbedaan pendapat diantara kami, yang tentunya melelahkan. Sehingga, aku rasa tidak perlu menanyakan alasan Edwin menyudahi hubungan kami.
Namun, tanpa sadar pelupuk mataku sudah dipenuhi air mata yang siap membanjiri pipiku.
“Ayo, kuantar pulang,” ucap Edwin yang melihatku akan menitikkan airmata. Edwin pun langsung menyelesaikan pembayaran dan mengajakku ke mobil.
Di perjalanan, aku hanya bisa diam dan mengalirkan air mataku. Begitupun Edwin yang diam membisu. Sesampainya dirumah, sebelum aku turun dari mobil Edwin berkata padaku, “jaga diri baik-baik ya, Vir..” dan itu merupakan kalimat terakhir yang kudengar darinya. Karena, hingga kini kami tidak pernah berkontakan kembali.
Aku menutup layar handphoneku dan menyimpannya diatas meja samping tempat tidurku. Dan sekali lagi menghapus air mata yang kembali mengalir. Kuingat-ingat kembali nasihat teman-temanku yang melarangku dengannya.
Aku tahu, aku mengerti bahwa pacaran beda agama itu dilarang. Bahkan, mungkin oleh semua Tuhan di masing-masing agama. Tapi, aku sedikit berharap agar orang-orang disekitarku tidak menghujat mereka yang menjalaninya. Karena percayalah, kami tidak pernah meminta untuk menciintai seseorang yang berbeda keyakinan.
Perasaan itu datang sendiri bahkan dari awal aku bertemu dengannya. Ya, sebutlah itu cinta pada pandangan pertama. Aneh, memang. Namun itu merupakan fakta dan benar-benar kurasakan.
Kadang terlintas di benakku, dimana salahku?
Bukankah perasaan tidak pernah salah?
Jika ada yaang mengatakan bahwa perasaan tersebut datangnya dari setan, aku yakin Tuhan tidak sejahat itu untuk membiarkan setan mengganggu hambanya terus-menerus.
Karena jujur, dari awal aku bertemu dengannya hingga kini telah lama putus dengan Edwin, aku masih terus mencintainya dan sulit untuk melupakannya. Padahal akupun selalu berdoa pada Tuhan agar lekas menghilangkan perasaanku padanya. Sempat temanku bertanya mengapa tidak aku jauhi dari awal, sungguh, aku telah mencobanya.
Setelah kami putuspun kami berusaha untuk menjauh dan saling melupakan. Tapi, itu bukanlah hal yang mudah. Kadang aku sampai terpikir, kenapa Tuhan memberi kami perasaan cinta jika Dia melarangnya untuk bersatu? Mengapa dia orang yang saling mencintai tidak bisa bersatu hanya karena perbedaan?
Jikalau memang tidak pantas bersatu, mengapa Tuhan masih memberi perasaan itu sedangkan aku setiap malam menangis berdoa agar Tuhan segera membuang perasaan yang Dia benci?
Tapi aku yakin, akan ada hikmah yang Tuhan berikan dibalik kejadian ini.
Jadi, hari minggu kemaren gue terbangun dengan banyak chat yang tenggelam. After I scroll ‘em for a while, I realised a group mates of mine recently decided to explore some pop-up thrift shop at MRadio Surabaya Ngagel.
Berhubung gue juga lagi nyari-nyari baju, yaudah gue ngikut aja kesana. Pasar loak ini somehow namanya lucu, Pasar Mantan. Well, duh. Rada bikin baper gak sih:”)
Coincidentally, tempatnya itu ternyata toko itu yang gue sama praka pernah tertarik buat kesana! Karena exterior-interior nya industrial-container gitu which is bikin kita tertarik. Sorry not sorry, aku kesana duluan ya kak hehe.
Colorful container exterior, me and praka likey!
Just like what Macklemore said, I went to thrift shop with only twenty dollars on my pocket. But worry no more, it turn out cukup buat belanja disana! Yha.. mostly disana bag cowok sih...
Some band shirt, tapi harganya mahal-mahal dan gue juga ga tertarik sih:”)
And I found what I’ve been looking for! A denim jeans! With a crop-cut duh<3
Selain pop-up marketnya, dilantai 2 dan 3 nya ada cafe yang lucu banget. So we end up taking some photos here and there hehe
Each of us went home with shopping bag on our hands! Overall, it was such a nice experience to go shopping at thrift shop once in a while. Malahan, rasanya mulai sedikit ketagihan hehe.
Mary McCarthy merupakan seorang penulis yang lahir pada 21 Juni 1912 di Seattle, Washington. Pada usia enam tahun, McCarthy sudah menjadi yatim piatu ketika kedua orang tuanya meninggal dalam wabah flu pada tahun 1918. Dia dan saudara-saudaranya, Kevin, Preston, dan Sheridan, dibesarkan dalam situasi yang sangat tidak baik dengan orang tua ayah Katolik nya di Minneapolis, Minnesota, di bawah asuhan langsung dari paman dan bibinya. Ia ingat sekali akan perlakuan kasar dan pelecehan yang dilakukan oleh paman dan bibinya.
Ketika situasi menjadi semakin parah, dia dibawa oleh kakek dari pihak ibu di Seattle. Dan nenek dari pihak ibu, Augusta Morganstern, adalah seoang yahudi. Dan kakek dari pihak ibu nya, Harold Preston, seorang pengacara terkenal dan co-pendiri firma hukum Preston Gates & Ellis, adalah Presbyterian (penganut gereja protestan). Kakak-kakaknya pun dikirim ke sekolah asrama.
Pada masa itu, McCarthy berhutang buti pada kakeknya, yang membantu rancangan salah satu pekerja pertama bangsa Kompensasi Kisah, dengan membantu membentuk pandangan liberal nya. McCarthy mengeksplorasi peristiwa kompleks kehidupan awal di Minneapolis dan kedatangan nya di Seattle dalam memoarnya, Memories of a Catholic Girlhood. Adiknya, Kevin McCarthy, menjadi seorang bintang di beberapa film seperti Death of a Salesman (1951) dan Invasion of the Body Snatchers (1956).
Buku ini merupakan buku yang menarik untuk dibahas, di mana kita dapat menelusuri perjuangan moral Mary dalam menjalani kehidupannya di masa-masa ia dihadapkan pada beberapa pilihan atas keyakinan yang harus ia anut. Mary menyajikan kepada kita sebuah buku yang cukup menyayat hati tentang sifat ilusif dan penebusan dari sebuah kenangan.
Secara garis besar, buku ini tidak setegang yang kami kira pada awalnya. Dimana kami hanya mengira buku ini berisi seorang anak yang mencari jati diri dalam kepercayaannya. Buku ini juga mengajak pembaca untuk mendalami kehidupan masa kecil dari Mary. Namun, tidak banyak kejadian menarik dalam buku ini. Awalnya kami merasa semakin kami membacanya, akan semakin menarik cerita yang dituangkan, namun dugaan kami sebagian besar salah.
Namun sang penulis memiliki gaya penulisan yang efektif dalam menceritakan kisah hidupnya yang terbilang tragis. Namun, sesekali, kami merasa sang penulis melewatkan detail-detail krusial dan kurang menjelaskan bagaimana kejadian-kejadian yang dia alami benar-benar memberi pengaruh pada kehidupannya.
Buku ini rasanya menarik untuk dibaca ketika benar-benar senggang, dan ketika kamu bisa konsentrasi penuh dalam membacanya untuk benar-benar merasakan emosinya. Namun, jika kamu hanya sekedar iseng, kami rasa buku ini bukan buku yang tepat untuk dibaca secara singkat.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Electricity hits through my veins every single minute. And the place where my heart used to be, ache everynights and in the early morning at 4. My thoughts consumed me and I started imagining things that should’ve happened, but constantly thinking because it never could happened.
My first heartbreak occurred in my sophomore year in high school. The man I’ve been in love with, for approx. 1 year and half, suddenly decided to let go of my hand. His reason is simply “I’ve found a better one,”.
My Mind went blank and my body went numb. Because, not even in my wildest dream that I’ve ever thought that our relationship would end. He was a kind and mature person. We always somehow come up with a solution whenever we’re having fight.
The thing that hurts me the most is, his new girl has an exact same name as me. Hanna F that’s it. She was my junior back at my school. Moreover, she has a pale-white skin, shiny black hair, a sweet smile, a nicely kind-of-slanted eyes, and a nice personality.
Little bit i know that she was the one who tried to snatched my (ex)boyfriend when I was madly in love with him. Sure, a hidden rotten personality would give a little bit of tist behind her sweet smile, no?
I was in the lowest part of my life back then. I cried every single night until my tears dried up and my eyes all red. And I suffered a mild insomnia.
For a week or so, I couldn’t eat anything and constantly puked out anythings that goes into my stomach. It was such a blessing that I’ve a family and best friend who never getting tired to support me.
Not long after, only 3 months or so, my ex came back to me. And as dumb as I was, I gladly and happily accept him. Everyone countlessly told me how stupid I am. But I kept persistent, and was blindly in love.
Our relationship doesn’t last long, because it felt different. No more butterfly in my stomach, no more little giggle and silly jokes, and lot of argue over small things. We ended it after 2 years. Feel no surprise, he got a new girlfriend 2 months after.
—Well, that was the worst time of my life. And I wishing that I won’t feel that kind of heartbreak ever again.
Tapi aku takut, aku tidak bisa, aku bukan siapa-siapa. Aku bisa apa?
“Minggir!” teriak pria bertubuh besar itu tepat di telingaku sambil menghantamkan bahunya ke sudut bahuku, pria itu merupakan salah satu anggota dari komplotan preman yang sering berkeliaran.
“Aa..” aku sedikit meringis kesakitan, rasanya tidak layak aku menerima perlakukan itu hanya karena aku berjalan menyusupi samping mereka yang berjalan secara melebar dan menutupi jalan. Namun rasa sakit itu seketika tergantikan rasa takut dan ngeri.
Sentuhan antara bahu pria tersebut dengan bahuku yang hanya sesaat itu, membuatku bisa membaca pikirannya. Jelas terbaca di otakku akan rencana mereka untuk melakukan tindak asusila pada seorang wanita yang sudah mereka incar sejak lama.
Aku harus menolongnya... aku harus menolongnya... kuucapkan berkali-kali dalam hati untuk diriku yang pengecut ini. Tapi aku takut, aku tidak bisa, aku bukan siapa-siapa. Aku bisa apa?
Akhirnya kuputuskan untuk tetap melangkah menuju rumah. Bersama dengan perasaan bersalah telah membiarkan seorang yang tidak berdosa menjadi korban hanya karena nyali ciutku.
Ku gigit bibir bawahku kencang-kencang dan kueratkan genggaman tanganku hingga terasa nyeri tajam kuku pada kulit tanganku. Keringat dingin mengalir deras dari pelipisku.
Aku teringat pada Ibu yang kini canggung dalam berbicara padaku. Bahkan meminimalisir sentuhan denganku. Sakit, diperlakukan seperti itu oleh keluarga sendiri. Hubungan antara keluargapun jadi tidak nyaman karena kemampuanku.
Tapi, aku tau Ibu tetap menyayangiku. Tetap mensupport hal-hal yang kulakukan termasuk mengejar mimpi menjadi desainer.
Dan tentunya, wanita yang telah menjadi incaran mereka kelak akan menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Dan apakah aku bisa dengan tega membiarkan masa depan itu terenggut preman-preman itu, padahal aku bisa mengehentikannya?
Ku hentikan langkahku dan menoleh kebelakang, dari kejauhan bisa kulihat preman-preman tersebut menarik seorang wanita yang kuduga incaran mereka memasuki sebuah gang sempit dan gelap.
Ku hirup napas dalam-dalam, dan dengan segenap keberanianku kurebut keranjang jualan salah satu pedagang asongan didekatku, pedagang yang berusia tua itu meneriaku, aku hanya bisa menoleh dan mengujar maaf sambil berlari kearah preman-preman tadi.
“Polisi! Polisi! Mas, kabur mas ada razia!!” aku berteriak dengan suaraku yang sedikit parau setelah bertahun-tahun tidak banyak digunakan. Preman-preman tersebut yang takut akan razia langsung lari memasuki gang sempit itu lebih dalam, meninggalkan wanita yang bajunya telah terkoyak itu di aspal yang dingin.
“M-m-mbak... ga-gapapa?” kataku tergagap sambil berusaha mengatur napasku. “I-iya mas gapapa, makasih ya mas” kata wanita tersebut sambil memperbaiki bajunya seadanya. Lega mendengarnya, tubuhku langsung lemas dan aku ikut terduduk di aspal sambil menyenderkan badanku di tembok.
Pedagang asongan yang tadi sempat kupinjam paksa dagangannya datang membantuku setelah tau maksud tujuanku.Tidak lama kemudian polisi dan orang-orang sekitar datang dan ikut membantu kami.
Egi has been a mind reader for as far as he can remember. A single skin-touch could give him a slight of the opposite person’s mind. But with a grip of his pale white skin hand, he can read your deepest thought, or even, your worst nightmare.
But his talent go waste as much as he grew up introverted. His friends and family distanced themselves, afraid of what’s in their mind would leak out. Because you see, there’s no such thing as an innocent person that would look the same both inside and outside. Everyone has their own deep-secret, and it’s not Egi’s intention to read it.
The 21 year old Egi is currently working hard as a design student. He’s well known for his introverted and silent trait. Doesn’t talk much to others, because he know what’s on their mind anyway.
Aluw!
Tanggal 18 februari alias sabtu minggu lalu, gue sempet-sempetin nonton konser boyband. All the way from Surabaya to Jakarta. tbh, gue bukan orang yang suka ke konser/party/pensi gitu, karena gue gatahan ajasih harus dempet-dempetan sama orang banyak.
Tapi berhubung I've missed their concert/fanmeeting for a few times. I decided to save up my money ever since their concert date confirmed last november. This boyband whom I've been talking about is GOT7, consist of 7 members.
long-story-short, here is my point of summary of my first concert trip :
The VVIP tickets sold out only in 2 days
My sister bought the VIP ticket, but won't let me buy one. Yhaa... karena katanya walaupun gue udah nabung, tetep aja itu duit ortu.
Untungnya, tiap jumat gue libur. Jadi kamis malam kemaren (16/2) gue pulang dengan pesawat
Dan hari itu juga, I realized that I've the best boyf I ever had. Jadi emang dia mau nganterin ke bandara kan. Tapi dia ada kelas sampe setengah 4 (which is flight gue jam 6), nah abis kelas dia langsung otw kontrakan gue. EH masa malah ujan dueeres banget, udah bingung kan pas dia sampe. dia nyuruh naik online taxi aja, tapi gue kayak takut soalnya udah mepet waktu check in gitu (I had some bad experience with late check in) terus dia rela pake jas ujan polkadot gue demi nganterin ke bandara di tengah badai gitu ada petir-petirnya segala demi gue selingkuh bertemu cowok-cowok ganteng dari korea #he
Hari sabtunya,gue dan keluarga gue otw dari Cibubur jam 9 pagi, sekalian nganter adek gue paskib di sekolahnya yang daerah Rawamangun jadi lebih deket sama venue. Terus setelah nurunin adek gue, gue dan yang lainnya ke rumah nenek gue. Dan sampe sana, disaster happens. Tiket kakak gue ketinggalan LOL. Jadi dia balik ke Cibubur, sedangkan gue, sebagai adek yang durhaka langsung otw Mall Kota Kasablanka sendiri dengan go-car
Gue kebiasaan kalo naik online taxi ke mall, pasti minta turunnya di lobby belakang, jadi gak lobby utama. Dan emang #rejekianaksoleh pas gue turun dari mobil, bener-bener barengan sama member-member nya turun dari vans nya mereka. It’s was a fortunate situation to see them within 3 meters<3
Jadi, gue datang ke venue tanpa bawa tiket. Karena gue mau nonton dengan mental beli tiket di calo gitu:( biasanya kan kalo udah mau deket-deket open gate, harga nya bakal dimurahin kan. Makanya pas masih siang dan ditawarin tiket, gue sok jual mahal dan gamau beli. EH pas udah open gate tiket-tiket di calo malah pada abis:( terus dengan segala kepanikan akhirnya gue beli tiket di indotix dengan harga yang sama kayak tiket VIP kakak gue, tapi row lebih depan hehe. #rejekianaksoleh
Sebenernya ceritanya lebih panjang, tapi ya di rangkum aja karena ini nulis demi kepuasan pribadi. Sadly, gue ga foto-foto banyak :( ada sih video tapi males editnya. So anw, thanku for reading!
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
I’m not a fan of movie or drama, but I swear this movie is a REAL tearjerker. Or at least give you a little-sobs tho. It’s a korean movies—dear ALL, korea-culture haters, please do watch this movie, I bet with all of my morning cereal that this is worth it— which will make you both laugh and cry.
The story is about (no spoiler, don’t worry!) a mentally handicapped single-father (Ryuu Seung-Ryong) who loves his daughter (So Won Kal (child), Park Shin Hye (adult) so much. It’s easy to see the connection between them, a really close one that’s it. The daughter is smart, kind and understanding, she sees her father no differently. But behind that, a tragic story happen — the innocent father, accused of murder and rape.
The prison, a place that supposed to be somber and feared, turn out where most of the comedy scenes happen. It definitely show the positive side of prison, that not all the prisoner are bad. They do have a heart, and made the prison a very bearable place. So much that even the daughter can hide in and stay with them.
The movies show us that you can be someone as high up as a Police Commissioner, but have a rotten personality. or a simple-minded person like the father but have a kind heart (with her full of love daughter, ofc!). Seriously, your job or position doesn’t determine you, your personality that is.
I’d say this is one of the best movies I’ve ever watched. Filled with lot of laughs, and tears. So prepare your tissue beside you, as it gets very-teared eyes toward the end, and not just once!
Aluw! First post gak afdol rasanya kalau ga nyeritain diri sendiri. So here I am, Hanpau (which is you should know already), and if you ever wondering why my nickname is hanpau, it's actually a (supposed to) cute nickname given by my past-boyf. Its stand for Hanna and Fauzia (Han)(Fau). Memasuki SMA, gue baru nyadarin kalo nama gue sangat pasaran (either its hanna, hana, hannah, nor hanah). So I'm using my ((cute)) nickname for daily use. NO, guys. I'm not a chinese. Bukan rasis karena gue sendiri suka asian-face gitu. Tapi ya kalo emang bukan cina tapi dipanggil gitu terus kan ya gimana yak:( Design student who drown in digital illustration deep sea (that's why I can do almost nothing but that). Normal college student who always procrastinate her assignment Your daily dose of annoying scream and shout a not so caring friend to anyone (sorry tho) a loving yet irritable girlfriend a brutal daughter for my family yaudah gitu aja. please look forward to my upcoming post!💕 (kalo kalian ga ngeblock tumblr gue abis baca post ini) p.s : the ask box is open! make sure to drop some question muehehue