Tak sampai
Aku cemburu pada bulan, yang tidak harus menahan cahayanya kepada bumi Aku cemburu pada matahari, yang bagaimanapun, sinarnya mampu menembus segala batas untuk sampai bahkan hingga menusuk kulit
hello vonnie

Love Begins
KIROKAZE
Xuebing Du
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Product Placement
taylor price
Jules of Nature
Claire Keane
EXPECTATIONS
Fai_Ryy
Cosmic Funnies

"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Keni

tannertan36
seen from Brazil
seen from Bangladesh

seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Russia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from Ireland
seen from United States

seen from United States
seen from Poland
seen from United Kingdom

seen from Brazil
@heynayli
Tak sampai
Aku cemburu pada bulan, yang tidak harus menahan cahayanya kepada bumi Aku cemburu pada matahari, yang bagaimanapun, sinarnya mampu menembus segala batas untuk sampai bahkan hingga menusuk kulit

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Adakah di sana yang ingin menolong? Saya bertanya karena saya butuh. Tak peduli mereka bilang saya lemah. Saya hanya mencoba jujur. Dan untuk jujur. Dibutuhkan jiwa yang sangat kuat.
Hai matari tercinta Terima kasih. Ku sudah mekar indah. Seindah indahnya bunga. Secantik cantiknya kelopak, secerah cerahnya warna. Ku sudah tunjukan pada dunia. Siapa bisa menggantimu selain bulan, yang itupun menumpang cahya padamu setiap malam. Kan semua tau, bahwa setelah mendaki puncak, setelah itu menurun. Setelah atas, pasti itu bawah. Waktuku tak lama. Sebentar lagi kan aku layu. Aku tebarkan sari bunga yang jauh. Sejauh jauhnya jauh. Supaya ada lagi aku yang lain setelah aku yang ini layu.
Hai
Hai
sebuah sapaan menarik
apakah basa basi
atau ingin tau lebih dalam.
?
We used to wear sneakers
Di dunia yang kini sepi aku jadi bisa mendengar keberhasilanmu.
Selamat.
Nah,
Coba tarik waktu ke belakang, kita ubah latarnya.
Di bawah tenda yang bukan biru, kita duduk sambil melihat menu, masing-masing memesan apa yang sesuai dengan isi dompet. Iya aku tahu, memang, dompet kita tidak sama, tapi sepatu kita sama, sama-sama nyaman.
Coba tarik waktu ke belakang, kita ubah latarnya.
Di atas roda yang berputar, kita bertukar cerita berbagi nasib. Nasib ku yang tidak melulu senang, dan nasibmu yang tidak melulu sedih. Iya aku tahu, memang, nasib kita tidak sama. Tapi sepatu kita sama, sama-sama berbahan lembut.
Coba tarik waktu ke belakang, kita ubah latarnya.
Di bawah langit yang senja, matahari menutupi tubuhnya dengan sinar yang lembut, rambut kita terurai berantakan di atas rumput, kita menebak masa depan tanpa meramal bintang. Mimpiku yang tidak sederhana, dan mimpimu yang begitu besar. Iya aku tahu, memang, mimpi kita tidak sama. Tapi sepatu kita sama, sama-sama sepatu kets.
Kini lepaskan rangkaian waktunya, biar dia bisa berjalan lagi, karena sekarang aku akan menjelaskan yang sedang berlangsung.
Duniaku kini sepi.
Terlalu banyak perbedaan antara kita, yang sama hanya ego. Sama-sama besar, sama-sama mau menang sendiri. Kita biarkan ego kita bersinggungan antar kutubnya, tak sadar kita sudah terpental menjauh satu sama lain.
Di dunia yang kini sepi, aku jadi bisa mendengar kesuksesanmu yang gemilang, bercahaya seperti sepatumu sekarang. Sepatu pantofel mewah licin disemir teliti.
Aku melirik ke bawah, wajahku memerah, aku malu. Sepatuku masih sepatu kets lama, sekarang sudah mulai pudar warnanya, sudah butut.
Kini kita tidak lagi memakai sepatu yang sama. Tidak apa, hidup memang sudah kecanduan akan waktu. Waktu tidak mau berhenti maka hidup harus terus berjalan. Kini kau sudah sukses, dan biarkan aku mengucapkan selamat padamu, tapi jangan liat sepatuku, nanti aku malu, bahwa hanya aku yang masih mengunggu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku pernah bilang cinta
kemudian aku ditinggalkan
Aku pernah bilang cinta
kemudian aku meninggalkan
Detik ini kau katakan itu juga padaku
Lantas, apa yang akan terjadi?
Gambar 1 : Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Gambar 2 : Aliran air dari Waduk
Gambar 3 : Perjalanan menuju pintu masuk Kedung Ombo, sebelah kirinya adalah waduk.
Gambar 4 : Suasana di dalam perahu
Gambar 5 : Rumah makan apung
Gambar 6 : Tambak ikan
————————–
Inilah Kedung Ombo, sebuah waduk yang sangat besar, terletak di Kecamatan Sumber Lawang, Sragen. Tempat ini adalah salah satu tujuan wisata yang bisa kita nikmati dengan membayar 10ribu rupiah. Di dalamnya, kita bisa menemukan banyak pilihan tempat makan lesehan yg mayoritas menjual ikan hasil tangkapan di waduk. Selain itu, kita bisa menyewa perahu untuk mengarungi waduk sambil menikmati pemandangan bukit dan gunung Kemukus di sebelah barat dayanya. Di tengah waduk juga terdapat sebuah tambak ikan yang dikelola oleh warga setempat. Kita bisa meminta tukang perahu untuk berlabuh sebentar dan ikut memberi pakan ikan. Tidak jauh dari situ, ada juga rumah makan apung yang kalau kita mau makan di sana, mereka akan menangkap ikannya terlebih dahulu, jadi butuh waktu agak lama memang, tapi, itu semua terbayarkan dengan sajiannya yang super uenak!
Meskipun demikian, siapa sangka kalau dahulu sekali, daerah ini tidak memiliki apa-apa selain tanah yang kering? Benarkah? Hmm..
Dulu, di daerah ini, kita akan sangat kesulitan untuk menemukan air, daerah ini sangat kering. Ada sebuah cerita tentang seorang kakek yang berkata kepada cucunya dalam bahasa Jawa, kira2 begini artinya, ‘Le (panggilan untuk anak laki-laki), nanti ketika ada ikan nila yang bisa makan daun kelapa (pitik mangan janur), ketika itulah desa kita akan sejahtera’. Si cucu itu pun menjadi bingung, dia pikir mustahil sekali bisa ada seekor ikan nila yang mampu makan dari tempat yang begitu tinggi.
Waktu pun berlalu, hingga Soeharto menjadi Presiden Indonesia, ketika itu ia memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk membangun sebuah waduk yang besar di daerah Kakek itu. Alhasil, jadilah sebuah waduk yang dinamakan 'Kedung Ombo’ dalam bahasa Jawa yang artinya 'Waduk Besar’. Memang benar kata orang tua, nama adalah doa. Jadilah waduk itu begitu besar hingga tingginya melebihi pohon kelapa.
Di Kedung Ombo, terdapat populasi ikan nila yang begitu banyak. Masyarakat setempat pun memanfaatkan waduk tersebut untuk memancing, berdagang ikan mentah, membuka tempat makan ikan lesehan, berbisnis perahu untuk wisata, budidaya ikan, hingga mencuci baju. Benar saja apa yang dikatakan kakek itu kepada cucunya. Sekarang ikan nilanya bisa makan daun kelapa karena ia sudah berada di tempat yang setinggi pohon kelapa (bahkan lebih tinggi)! Masyarakat setempat pun menjadi lebih sejahtera (walau tidak sepenuhnya, setidaknya mereka sekarang punya sumber kehidupan; air).
And how about the GrandPa the story maker? Oh well, legend always be a legend.
————————
(Foto diperbaiki menggunakan aplikasi vsco)
Life is about understanding and accepting. Good and bad things happened. It's normal and it's okay. Accept it and be positive or curse it and let the negative control you. You decide. Here I am talking to a mirror. #vsco #vscocam #Namiisland #SouthKorea #instagood #InstaNature #travel
Fuji Mountain Area. The famous mountain that always appear in my comics. #FujiMountain #Japan #Path #perspective #InstaNature #nature #trees #vsco #vscocam Photo by : mom @agustinazubair
San Fransico view from Golden Gate 😍 #SanFransisco #GoldenGate #sky #clouds #shore #sea #city #instagood #vsco #vscocam Photo by mom @agustinazubair

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Gambar 1 : Tim Sadewa yang baru saja mendarat dengan selamat di depan Masjid Raya Pamengpeuk, Garut.
Gambar 2 : Itulah angkudes atau angkutan desa yang merupakan transportasi umum untuk menghubungkan Kabupaten Pameungpeuk dengan desa-desa di sekitarnta.
Gambar 3 : Heading to Rumah Bu Min. Di depan halamannya, kami disambut dengan terpal biru yang digelar untuk menjemur padi yang baru dipanen.
Gambar 4 : Dari kiri ke kanan : Gabby - Nadhira - Saya - Pede - Fakhri.
Gambar 5 : Can you see the famous Tempe Bu Min ?
Hari 1 Aksi.
10 Januari 2015,
Dimulai dari…
Kami meninggalkan kampus UI tercinta menuju Kota Intan, Garut, Jawa Barat bersama 15 Dewantara Muda.
Kami berangkat pada Sabtu malam pukul 10.00 dengan bis sumbangan pemerintah Depok untuk UI.
Ketika para pemuda lainnya keluar dan berkumpul untuk bermalam minggu, kami menempuh perjalanan berliku naik turun selama tujuh jam menuju kecamatan Pameungpeuk. Euforia yang kami miliki jauh lebih besar dari demonstran di Paris yg turun ke jalan untuk menyuarakan #JeSuisCharlie (atau setidaknya itulah yg penulis rasakan).
Kami tiba di kecamatan Pameungpeuk Garut pukul lima dini hari. Bokong pegal, pinggang encok, masuk angin akut, seketika hilang dengan air Garut yg kami basuh untuk wudhu di Masjid Raya Pameungpeuk.
Turun dari Bis hibah-an pemerintah yg nyaman tadi, kami melanjutkan perjalanan dengan menumpang angkudes atau angkutan desa untuk mencapai desa Bojong.
Di sana, kami dibagi menjadi tiga tim untuk tiga titik. Titik pertama terletak paling dekat dengan ‘kehidupan’ katanya, karena, jarak untuk ke kota bisa ditempuh dengan 30 menit saja. Saja. Entah dari mana kata Saja itu muncul. Sedangkan titik kedua merupakan titik tengah antara titik pertama dengan titik ketiga. Tim di titik kedua ini unik. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan, hanya satu orang saja laki-lakinya. Di hari-hari berikutnya nanti, mereka mulai menemukan identitas diri mereka yang baru, yaitu menjadi seorang bibi. Saya menuliskan fakta yang mereka katakan sendiri kepada saya di hari Pentas. Mereka bilang, "Kami di sini semuanya bibi", kemudian mereka tertawa. Entahlah, mungkin itu penyemangat mereka untuk sepenuhnya 'mengabdi', hehe. Berbeda dengan tim di titik dua yang mengamalkan perilaku santun seorang bibi, orang-orang di titik ketiga malah senang sekali dibilang 'titik penyubur' dan selalu membanggakan 'hibah-an' pupuk organik yang mereka kirim rutin setiap paginya kepada tim dua dan tim satu yang terletak di bawahnya.
Kembali berpegang pada benang cerita. Sesungguhnya kalau boleh jujur, penulis menuliskan cerita ini pada malam hari tanggal 11 Januari, namun akibat kelangkaan barang mewah - sinyal - di sana, maka penulis melanjutkan cerita ini pada 16 Februari, atau sebulan setelahnya. Maka sepertinya niat dan kemauan merupakan dua hal yang lebih mewah lagi ya.
-----
Tidak banyak yang kami (titik satu) lakukan pada hari pertama. Selepas turun dari angkudes, kami menuju rumah Bu Min, menaruh barang-barang, kemudian berpamitan dengan tim lainnya yang hendak melakukan perjalanan ke titik masing-masing.
Saya melepas lelah sembari meluruskan kedua kaki sambil menghirup udara Garut yang segar. Namun sayangnya, itu tidak bisa berlangsung lama karena Penanggung Jawab atau PJ kami segera meminta kami untuk berkumpul dan berkenalan satu sama lain. Saya mengagumi kehebatan PJ kami yang bernama Pede itu. Ia telah melalui perjalanan yang lebih panjang daripada kami semua di sini. Ia memulai perjalanan dari Sukabumi, tempatnya bertugas menjadi salah satu panitia di Gerakan UI Mengajar atau GUIM. Tanpa kenal lelah, ia mengajak kami untuk langsung berkenalan satu sama lain dengan menyebutkan nama, angkatan, dan jurusan. Namun, salah seorang di antara kami menambahkan beberapa daftar data diri yang harus disebutkan juga seperti status, kriteria pasangan yang diidamkan, serta target usia menikah. Jadilah proses perkenalan kami ini berlangsung lama dan menyenangkan.
------
Adalah seorang perempuan bernama Putri atau yang biasa disebut Pede, angkatan 2011 di jurusan Psikologi bertanggung jawab sebagai koordinator titik satu.
Di sebelahnya, duduk seorang perempuan bernama Nadhira, dengan senyuma manisnya ia menyebutkan angkatan serta jurusannya. Korea, 2011, dan akan segera lulus di semester 7 ini.
Tersenyum kaku di sebelahnya, seorang perempuan yang sedari tadi berperilaku aneh. Namanya Gabby, mahasiswa Psikologi angkatan 2013. Paling muda di antara kami semua.
Di seberang Pede, duduk seorang lelaki bernama Fakhri dari Komunikasi angkatan 2012.
Dan saya sendiri.
------
Sore harinya, ketika kami memulai berbincang satu sama lain sambil ngemilin makanan, datanglah seorang lelaki berkaca mata dengan senyumnya yang lebar. Namanya Raihan, seorang alumni dari Fakultas Ekonomi angkatan 2010. Rumah dia di Garut Kota, sehingga dia datang kemari tidak bersama rombongan.
Maka genaplah sekarang jumlah kami.
------
Malamnya, Pede mengajak kami rapat sambil makan malam. Ini adalah kali pertama kami makan bersama di rumah bu Min. Makanan dihidangkan, lauk yang menjadi bintang di antara semua lauk adalah Tempe Bu Min. Tekstur kedelai yang empuk, berminyak, dan juga manis, menjadi idola kami hingga hari terakhir. Sambil mengunyah makanan, kami juga sibuk membicarakan rencana untuk hari esok hingga larut malam.
If life had such a straight line. Would it be good or boring. Hmm let's have some donut first 🍩 #railway #station #blackandwhite #vsco #vscocam (at I need Dunkin)
Dari atas rumah panggung, rumah adat Palembang 🌄 #TraditionalHouse #Traditional #travel #Palembang #SumateraSelatan #SouthSumatera #Indonesia #instaGood #heritage #culture
Some says, travel helps you understand your life. #travel #nature #InstaNature #River #Panorama #Trees #Garut #WestJava #JawaBarat #Indonesia #NoFilter

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
First Love
I love you for the first sight,
I adore you,
I cry for you and because of you,
I learn many things from you,
I hate you sometimes,
I love you again at the following second,
I pray for you in my every salat,
I pray nothing but the best, for your health, wealth, protection, clear heart, sins, jannah, and many other things that only God knows,
I love you for the first time I open my eyes,
You whispered adzan to my little ears,
My Hero,
Dad.
Rousseau, french philosopher, tell me that I have to be friend with nature. Get closer to it. Not because I barely breath at crowd where it's hard to feel my feet on the ground and my head is somewhere else. But I really need to be friend with nature. So that I can get to know my self even better.