REZEKI ITU PERMAINAN TUHAN
“Cicak cicak di dinding”
“Diam-diam merayap”
“Datang seekor nyamuk”
“HAP! Lalu ditangkap”
siapa yang tak kenal dengan lagu itu. Lagu yang sering kita nyanyikan ketika kita kecil.
Lagu ini mungkin bernada sederhana, tapi maknanya begitu dalam.
Pernahkah kita, mengejar rezeki, seharian, hingga kita kepayahan, hingga tubuh lelah, namun ternyata tidak mendapatkan rezeki yang diinginkan? Dan lalu kita berfikir, bahwa tuhan tidak adil, karena kita tidak mendapatkan rezeki yang kita harapkan.
mungkin, ini bukan kesalahan tuhan, bisa jadi ini adalah kelalaian kita.
Coba lihat sejenak lagu diatas. Apakah kita tidak sadar, bahwa tuhan sudah memberikan contoh dari cara cicak mencari rezekinya?
Cicak, adalah makhluk hidup yang selalu menempel di dinding. Jangankan terbang, untuk melompat saja, akan menyebabkan dia jatuh tersungkur ke tanah. Sedang, yang dia makan adalah nyamuk. Hewan yang pergerakannya begitu lincah di udara. Bahkan terkadang, tangan manusia saja tak bisa menangkapnya.
Namun, pernahkah kita melihat cicak mati karena kelaparan? saya, tidak. Tuhan sudah mengatur jalannya rezeki bagi cicak.
Apakah cicak berlari di sekeliling rumah untuk mencari nyamuk? tidak. Seperti lagunya, cicak hanya berdiam di dinding. Dia bahkan berdiam sambil sesekali merayap. Namun, apa yang terjadi? Justru nyamuk lah yang mendatangi cicak, dan akhirnya dimakan oleh cicak. Cicak tidak mendatangi rezekinya, tapi rezekinya hadir sendiri.
Ini merupakan bentuk Allah SWT mengatur rezeki bagi setiap makhluknya yang terus berdiam dan bertasbih kepadanya.
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, akan tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Isra : 44)
Pertanyaannya, mengapa kita yang berusaha mati-matian justru kadang tidak mendapat rezeki?
Mungkin, kita ini terlalu sibuk dalam bekerja. Sibuk, sampai lupa, apa yang seharusnya menjadi tujuan. Sampai lupa, siapa yang mengatur rezekinya. Sampai ibadah dilewat karena ada rapat, sampai ibadah dilupakan karena mengingat agenda kantor.
Bahkan, tujuan mencari uangnya sudah berubah. Tidak lagi sedekah, tapi untuk rumah mewah. Tidak untuk berbagi, tapi untuk memperkaya diri. Tujuan kita mencari rezeki sudah berubah. Tujuan ibadah, berubah menjadi duniawi.
Padahal, bisa jadi, saat kita sejenak mengingat tuhan, berhenti untuk intropeksi. Tuhan datangkan rezeki yang takkan pernah kita mengerti, bagaimana proses ini bisa terjadi.
Ya, rezeki memang permainan tuhan. Maka kita tinggal mendekati saja, siapa yang mengaturnya.
REZEKI ITU PERMAINAN TUHAN
Bandung, 7 September 2016