#part1 Untuk saat ini pikiranku memang terfokus padamu. Karena memang saat ini kau mungkin membutuhkanku. Hati yang seakan tak rela jika harus benar-benar kau tinggalkan. Sesakit apapun kau buat, tak terasa dibandingkan sakitnya melihatmu menahan sakit yang semakin menusuk. Mungkin kehadiranku tidak menyembuhkanmu, namun doaku senantiasa menemanimu. Jika boleh, aku mau kau berbagi sakitmu. Karena sungguh perasaan ini tak mau terima, air mata ini pun tak kuasa meluap. Semoga genggaman tangan ini mampu menguatkanmu, dan doa ini mampu menyembuhkanmu. Kasih tulus dari hati semakin mengalir, akankan ini memisahkan kita. Aku kamu dan kisah kita. Kisah yang terukir dari sebuah perjuangan hati, yang tak kenal lelah dan tidak mau tunduk dengan kata menyerah. Aku mencintaimu dan aku ingin membahagiakanmu semampuku. Aku tak akan bilang aku mencintaimu sampai akhir hayat ini, karena yg kutahu aku mencintaimu karena takdir. Terima kasih kau tak mau menyerah akan penolakanku, hingga kini aku sulit menolak kehadiranmu. Senyum, tangis, canda, tawa yang kau bawa bersamamu memberi arti yang berbeda. Aku kamu dan kiaah kita. Hai kamu, aku rindu senyummu. Senyum yang membuat hati ini damai. Semoga aku slalu dapat menjaga senyum itu. Hai kamu, baik-baik disana meski tak setiap saat aku disampingmu. Hai kamu, meski kadang kau membuatku benci, namun hati ini tak kuasa membenci. Hai kamu, manjaku ini menujukkan betapa aku membutuhkanmu. Hai kami, air mata ini mengalir bukan karena luka yang kau beri. Tapi luapan betapa aku tak mampu menjagamu tetap nyaman disampingku. Hai kamu, bolehkah aku mencintaimu dan berharap kau jadi imamku kelak. (?) Cepat sembuh sayang....