Ironi ketika banyak cara untuk mendekat kepadaNya, tetapi manusia memilih bersusah payah menjauhkan diri dariNya.
Berjuta jalan untuk menjauh padahal hanya butuh satu jalan untuk kembali.

★

bliss lane

Discoholic 🪩
EXPECTATIONS
Mike Driver
h
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
untitled

roma★

Origami Around
RMH
Misplaced Lens Cap

Monterey Bay Aquarium
tumblr dot com
Sweet Seals For You, Always
Noah Kahan

@theartofmadeline
The Stonewall Inn

seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Türkiye
seen from India

seen from Romania
seen from United States
seen from China
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from United States
seen from Iraq
@haiauliya
Ironi ketika banyak cara untuk mendekat kepadaNya, tetapi manusia memilih bersusah payah menjauhkan diri dariNya.
Berjuta jalan untuk menjauh padahal hanya butuh satu jalan untuk kembali.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
(via https://open.spotify.com/track/3AJwUDP919kvQ9QcozQPxg?si=mt833VJkS_qo8sO9fAymSg)
2018—masa-masa awal di Taiwan, aktif sekali ya bund. Ambil kuliah 9-12 SKS, progress meeting 2-3 kali seminggu, sebulan sekali ke New Taipei buat report ke perusahaan. Belum lagi weekend pasti ke luar kota, kalo pas dekat ya ke Taipei, agak jauh ke Taichung, bahkan Kaohsiung. Lho, kapan jalan-jalan ? Tetap sempat dong ke Taipei Zoo atau ke Sun Moon Lake, Nantou yang jaraknya 5 jam naik bus. Berangkat ba’da subuh, pulang dini hari. Hajar bleh.
Sekarang ? Jangankan ke Zhongli, pulang gowes dari lab saja sudah tepar hahaha. Boyoken became my new normal. Ah, rupanya ada masanya ya bund.
Kangen ? Tentu. Tapi kegiatan yang sekarang juga menyenangkan kok, alhamdulillah. Hanya beda thrill-nya saja, beda personilnya. Semangat dan keikhlasannya tetap harus sama.
Maybe my life hasn't been so chaotic. It's just the world that is, And the only real trap is getting attached to any of it. Ruin is a gift, ruin is the road to transformation. Even in this eternal city, the Augusteum showed me that we must always be prepared for endless waves of transformation..
Eat, Pray, Love movie, by Elizabeth Gilbert
أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Indeed, the help of Allah is near.
Source: peaceful-muslimah, via IslamicArtDB

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“The ego is a veil between humans and God.”
— Rumi
“Fear your sins more than you fear the enemy as your sins are more dangerous to you than your enemy.”
— Umar ibn al-Khattab
“Fear your sins more than you fear the enemy as your sins are more dangerous to you than your enemy.”
— Umar ibn al-Khattab
Jika dengan menahan, akan menguatkan. Jika dengan berjarak, justru mendekatkan. Maka dekaplah kami dalam tenang dan sabar.
- Untuk siapapun yang sedang memperjuangkan.
Danny Dzul Fikri
Jika percaya bahwa Allah bisa mempertemukan, mengapa risau akan perpisahan ?
Menguntai rindu, memintal doa. Semoga helaian harapan ini sampai pada-Nya. Ingin kukenakan padamu, segera.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cerpen - Belum Saling Bertemu
Aku berada di permukaan bumi, sedangkan kamu lebih memilih untuk berada di langit. Kita memang tercipta dengan begitu banyak beda, dan rasanya tidak ada hal yang membuat kita sampai perlu untuk sekadar beririsan.
Kita memilih untuk mengisi hari masing-masing dengan melakukan banyak hal, kamu selalu bermain dengan gumpalan awan. Sedangkan aku di bumi, ditemani banyak hewan dan segala rupa tumbuh-tumbuhan. Kita melakukannya hanya agar bisa saling lupa, meski sejak ada manusia di bumi, perasaan sama sekali tidak pernah bisa dikelabuhi.
Katanya, kamu sering diam-diam turun bersama hujan. Agar gerak-gerikmu tidak banyak yang memandang, tersamarkan oleh jutaan tetes hujan yang jatuh hampir bersamaan. Disini, aku pun sama. Meski kamu melihatku seperti tidak pernah peduli dengan apapun yang terjadi di atas sana, tapi aku sering menyelinap di antara daun-daun pohon yang tinggi. Hanya untuk menemukanmu di tengah-tengah tumpukan awan yang tidak pernah berhenti berjalan.
Aku tidak pernah takut, meskipun sudah menginjakkan kaki di dahan yang paling tinggi. Sebagaimana kamu yang tidak pernah bosan meski harus dari langit berkali-kali.
Hujan diamana kamu ada di dalamnya, selalu turun dengan deras. Dan di bawah sini, dahan pohon terus berlomba untuk tumbuh meninggi. Dari hujan hingga muncul pelangi yang kesekian kali, perjumpaan kita belum terjadi sama sekali.
Dahan pohon pilihanku sepertinya perlu tumbuh sedikit lagi agar bisa terlihat dari atas langit. Sehingga nanti kamu bisa menjatuhkan diri, di tempat dimana aku terlihat. Jatuh yang tidak hanya deras, tapi juga tepat.
Penghujung Januari 2019
Danny Dzul Fikri
Buat apa aku ikut kajian ini itu, banyak baca buku, ikut pelatihan atau komunitas sementara aku masih gini-gini aja. Belum jadi anak yang berbakti, teman yang menyenangkan apalagi jadi istri atau ibu yang baik.
Pernah ga ngerasa kaya gitu ?
Seringnya kita tak sadar dengan kemajuan diri dan hidup sendiri sebab terlalu sibuk mengandaikan sosok ideal hingga lupa mengapresiasi langkah-langkah kecil padahal sebenarnya kita sudah banyak membaik. Kepala kita terlampau penuh dengan rekam keberhasilan orang lain yang sebenarnya tak benar-benar kita tahu.
Lain sisi, coba bayangkan saja..
Andai kita masih merasa begini-begini saja di satu titik tanpa ada kemajuan, lalu tak mau lagi belajar dari buku atau datang kajian bayangkan apa yang terjadi ? mungkin kita lebih parah dari kita hari ini yang memilih untuk terus belajar walau jauh dari kata baik.
Fokuslah pada diri sendiri, nikmati saja prosesnya. Jangan berhenti belajar ya, kamu pasti tumbuh dan berkembang.
(via menatakata)
Tata kembali hatinya, ya...
Ujar sahabat saya, begitu saya menceritakan sesuatu padanya tentang kegundahan saya belakangan. Nasihat itu disampaikan dengan lembut namun menohok.
Bagaimana bisa saya meruntuhkan dinding yang saya bangun sendiri dengan susah payah ?
Saya berazzam, ingin dengan serius membersihkan hati, menatanya, dan menjaganya dengan baik hingga saat ini dan seterusnya. Karena terlalu banyak masalah yang saya rasakan belakangan, yang mungkin disebabkan karena kondisi hati saya yang kurang baik. Dengan adanya hal itu, saya lalu berusaha untuk memperbaikinya.
Lalu karena kegundahan setitik, saya ingin merusak semuanya ? Alhamdulillah, tidak. Penjagaan Allah jauh lebih hebat dan kuat daripada apapun, saya percaya itu. Mungkin sahabat saya adalah perantaranya.
Jazakillah khairan katsiraa, semoga Allah juga berkenan memberikan penjagaan-Nya atasmu.
Ini bukan tentang cinta semata, Ferguso.
Entah dengan siapa saya berlabuh nantinya, saya tidak tahu. Namun tetiba saya teringat pada doa saya—bahwasanya, saya ingin seorang pendamping yang bisa membimbing saya dalam urusan agama, dunia, dan akhirat dan terlebih—mencintai saya karena Allah dan mencintai Allah lebih daripada cintanya pada saya.
Berdoa demikian, bukannya saya bisa berleha-leha mengharapkan tiba-tiba seseorang itu jatuh dari langit—tidak. Saya sadar, bahwa dengan saya mengharapkan seseorang yang mencintai Allah saya juga harus mencintai Allah diatas segala-galanya. Saya harus memurnikan cinta saya pada-Nya.
Jika saya ingin mencintai seseorang, berarti saya harus lebih mencintai Allah lagi. Seseorang yang sedemikian hebat cinta-Nya pada Allah, akan membuat seseorang itu gigih berjuang di jalan dakwah. Cintanya pada-Nya, membuatmu menjadikan segala aspek dari Islam menjadi sesuatu yang dianutnya dan jadi udara yang ia hirup untuk hidupnya. Dengan demikian, bukankah bertambah pula tanggung jawab saya jika nantinya saya ingin mendampingi seseorang itu ? Jikalau ia bisa sedemikian mencintai Allah seperti Muhammad, bukannya saya harus bisa mendukungnya sepenuh hati, jiwa, dan raga seperti Khadijah ?
Ini bukan tentang cinta semata, Ferguso.
Saya bisa saja bilang saya mencintai seseorang detik ini, saat ini. Tapi apakah seseorang itu mau, saya bilang saya bahwa saya mencintainya sementara kadar cinta saya pada Allah masih saya pertanyakan ? Apakah seseorang itu juga telah yakin dengan kadar cintanya pada Allah ?
Saya belum ingin menyatakan bahwa saya mencintai seseorang saat ini, jangan pula menobatkan saya sebagai seseorang yang ingin mendapatkan pengakuan cinta dari seseorang sementara kita belum sama-sama yakin. Langitkan cinta pada dulu pada Allah, Ferguso. Ini tidak semudah itu.
Biar Allah yang menyampaikan rasa kita, menanamkan cinta-Nya pada masing-masing dari kita lalu mempertemukan dan menyatukan kita dengan cara yang indah. Insyaa Allah.
-Esmeralda-
(Hampir) Berantem, Ceritanya
Assalaamu’alaikum.
I admit that I slightly disappointed for what happened to me. It’s quite long to tell the whole story. The main thing is—I wanted to drop one of my course because I unintentionally took it.
I followed the steps to proceed to drop the course, until I submitted the form to the academic office. I remembered exactly how one of the officer took my form and promised me to give a call about the progress.
My mistake is, I thoughtlessly let the process and didn’t track its progress further. I carelessly thought that the course is dropped and didn’t check any of the portals and didn’t came to the class. I knew the course was still there after I submit the form, but I thought it was just one process to drop the course. Until I received my final score and that mistakenly-took course became disaster. The final score didn’t even the quarter of the highest score—the worst part is, I got score for doing nothing and within something that actually I thought I already removed it ! So who to blame in this case ?
I admit that I didn’t put more effort in rechecking process that I applied for and didn’t ask for it further. But the weird thing is—when I told the office where I gave the form, they told me they received nothing from me. They accused me that I lied about giving them the form, because they didn’t found my form and I couldn’t give them any proof that I submitted the form to them. Of course I can’t give them the form because they took it ! Of course they didn’t found it because they lost it !
I was about to blown off, while the officer whom I exactly gave the form didn’t admit her mistake. She told me I lied, I gave her nothing and she promised me nothing. What ? So am I dreaming or hallucinating about asking my professor for his signature and gave her the form ? Really ?
They forced me to told the truth and rewrite the report—that’s another disappointing part, when I actually told the truth in all over the letter. Because the officer forgot about what she did, I asked to change the part where the blame could be on them and I should take the blame for had no idea in the process and forgot about submitting the form. Whoa.
I was so mad, actually. But I don’t want this case to take any more time. So I just do what they want to do. I definitely will remember this thing. Oh my goodness..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
What you see in other people is a reflection of yourself. A person of goodness sees goodness in others and a person of evil sees evil in others.
Shaykh Omar Suleiman (via islamic-art-and-quotes)
Kita memiliki sesuatu yang belum bisa digenggam, namun enggan untuk kehilangan. Kita memiliki sesuatu yang belum bisa dipeluk, namun tidak bersedia untuk direbut. Kita menginginkannya, tapi belum mencapainya. Setidaknya untuk saat ini, masih ada harapan untuk esok hari, yang bisa saja sudah berbeda sama sekali.
- Danny Dzul Fikri