Some days happiness seems hard and impossible, but it does get easier. Please keep trying. We may not be able to see the light now, but every day we work for our happiness is one day closer. ☀
Chibird store | Positive pin club | Webtoon
untitled

Love Begins
$LAYYYTER
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
NASA
Xuebing Du
Cosimo Galluzzi
Show & Tell
Monterey Bay Aquarium

Origami Around

❣ Chile in a Photography ❣
occasionally subtle
The Bowery Presents

bliss lane

shark vs the universe
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
The Stonewall Inn
Game of Thrones Daily
seen from Italy

seen from Argentina
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Panama

seen from Bangladesh
seen from Nigeria

seen from Türkiye
seen from Colombia

seen from Netherlands
seen from Thailand

seen from Egypt
seen from Spain
seen from Taiwan

seen from Ecuador
seen from Spain
seen from United States

seen from Malaysia
@gulita96
Some days happiness seems hard and impossible, but it does get easier. Please keep trying. We may not be able to see the light now, but every day we work for our happiness is one day closer. ☀
Chibird store | Positive pin club | Webtoon

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Banyak manusia tercipta memiliki naif berlebihan. Kadang dianggap sebagai kebodohan.
Kemudian Tuhan menurunkan kepada mereka. Keadaan sulit yang menyesakkan. Harus dilalui sendirian tanpa bantuan. Serta manusia lain yang memperkeruh keadaan. Juga perlawanan diri sendiri dengan keegoisan. Sakit tak usah diragukan. Marah dan sedih adalah keseharian.
Kemudian mereka bertanya. Tuhan kenapa saya? Kenapa selalu saya?. Pertanyaan yang tak kunjung terjawab.
Hingga mereka yang menentukan langkah. Juga mengambil keputusan untuk berjuang. Hanya mereka lah yang kelak dapat jawaban.
Oh, ternyata semua terjadi agar kuat. Untuk mengalahkan kenaifan. Untuk benar membuka mata. Untuk bisa melanjutkan hidup di dunia.
2014 Rewind
Apakah kau sedikit mengingat?
Kita sedang muda saat itu
Peralihan remaja ke dewasa
Kita sering menertawai kesendirian
Kita amat menyukai jalanan jogja
Mengabsen tempat tongkrongan
Masih hobi menangkap gambar kehidupan
Bersenjata kamera HP 5MP dan aplikasi VSCO
Menandai hal-hal menarik di isi kota
Mencari sebanyak-banyak ilmu dari manusia
Menyanyi sekeras-kerasnya untuk idola
Meraba kehidupan dengan penuh impian
Mencati jati diri dengan penuh harapan
Ah, aku rindu sekali, masa peralihanku
Masa Lalu Kini
Kilatan masa lalu bermunculan
Segala hal yang dulu terasa jauh kini nyata
Namun ada yang hilang dan hampa
Tentang masa muda menggebu membara
Masa pergantian kepala usia
Masa itu, yang dipenuhi mimpi dan harapan
Angan akan asmara dan usaha perjuangannya
Rasa penasaran yang meluap akan masa depan
Wahai diri, kini kau telah melalui masa depan
Lalu apalagi sekarang?
Membangun angan dan harapan lagi kah?
Tapi waktu dan kehidupan sudah berbeda kan?
Bukankah hanya rindu yang tersisa?
Rindu tentang masa lalu ketika muda
Rindu berjuang bukan?
Meski tak semua mudah dan bahagia
Kini kau hanya bisa mengingat masa itu
Beruntung, ketidaksibukan mengingatkanmu
Bahwa sebenarnya kau sedang merindu
Sayang, tak lagi bisa diulang masa mudamu
Hi diriku!
Seberapa besar perubahanmu sekarang?
Sebandingkah dengan impianmu yang lama?
Seberapa dunia melahapmu dengan ganas?
Seberapa jauh kau berjarak dengan mereka?
Seberapa tidak pedulimu dengan masa lama?
Bukan kah mereka yang menumbuhkanmu?
Lalu yang kau bisa hanya lupakan dan lanjutkan hidup?
Masa lalumu sedang mencibirmu yang tak tau malu
Kau tenggelam sendiri pada ego dan sombongmu
Merendahlah wahai diri, ingatlah kau tumbuh hingga kini karena apa dan siapa
Setelah banyak mengamati manusia lain, aku ingin sedikit menyimpulkan, bahwa pemilihan pasangan yang baik biasanya ada dua:
1. Pasangan yang Membuat Menjadi Lebih Baik
Tentu yang pertama ini biasanya banyak diinginkan oleh orang-orang yang emang udah pingin menikah. Mereka ingin dibimbing dituntun dinasehati, supaya menjadi manusia yang lebih baik lagi. Bisa secara agama bisa juga secara sosial, atau hal lain yang menjadi tujuan si Pengingin.
2. Pasangan yang Menerima Apa Adanya
Well, yang kedua ini ga bisa disejajarin sama yang pertama. Karena, jenis yang kedua ini biasanya tidak menuntut perubahan apapun dari kita. Apa adanya kita, ya udah dia menerima dan mencintai. Kayak lagu Bang Bruno yang Just The Way You Are:
“There's not a thing that I would change 'cause you're amazing”
Dari kedua tipe diatas, keduanya ada lebih dan kurang masing-masing. Misal yang pertama, dia akan menuntut perubahan dari diri kita yang pasti ga semua gampang diubah. Yang kedua, biasanya diri kita yang haus peningkatan level diri manusia bakal ngerasa bosen karena stuck disitu-situ aja.
Mau pilih pasangan yang kayak gimana, biasanya lihat dari diri kita. Pahami diri, diri kamu tuh karakternya gimana? Susah diatur atau gampang diatur? Suka dikritik nggak?. Karena pasangan yang baik, menurutku yang lengkapin butuhnya diri kita, bukan yang kita pingin.
Misal, kita pingin yang mau bimbing kita jadi lebih baik. Eh, diri sendiri orangnya keras kepala dan susah diatur. Ya ga bakal bisa match.
Sebelum pilih pasangan, better kenalin diri sendiri dulu. Jangan sampai udah milih, udah terlanjur ini teranjur itu, ternyata gak nyaman. Apalagi pasangan buat selamanya. Menyesuaikan dua prinadi itu susah, jadi better dari awal cari pasangan sesuai dan lengkapi apa yang diri butuhin.
Yah yang paling best sih, Yang menerima apa adanya terus bareng-bareng menuju baik! 😂

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Percaya deh, kalau ketemu sama sosok yang kaya di lagu ini, nyaman banget rasanya. Jujur aku punya insecure yang sangat parah sejak pernah patah hati. Ngerasa paling buruk rupa karena gendut, paling bodoh, paling gak banget dan ga berhak nerima cinta dari siapapun. Ya sampai sekarang belum sembuh sepenuhnya. Tapi seneng banget ketemu suami yang selalu nerima aku termasuk insecure ku dan segala hal dalam hidup aku yang bikin insecure ini. Aku bukan orang yang bisa bikin orang lain nyaman, tapi alhamdulillah punya suami yang selalu meluk aku walaupun dari jauh. Karena tiap hari pasti ada aja pelik-pelik terjadi 😌
Sebelum menikah, ada teman dekat yang bilang:
“Um, nanti kan kamu LDM, jangan update galau-galau gara-gara LDM kaya Si A yang itu ya”
Tentu aku jawab tidak. Tapi jauh sebelum itu pun aku tidak mengumbar duka LDR yang sekarang jadi LDM. Bukan karena Sok Gak Galau, tapi lebih ke karena aku benci dikasihani.
Better, orang diem aja ga respon karena ga tau aku sedih atau terluka. Karena sedih aku akan bertambah kalau mereka bilang “Sabar ya, kamu pasti kuat”.
Mungkin menurut orang lain itu kata penyemangat. Tapi menurutku itu ungkapan kasihan atas penderitaanku. Dalam telingaku, semua ucapan itu jadi toxic.
Ya, aku hanya ingin dianggap biasa aja. Aku ingin aku dan suamiku dilihat seperti pasutriblain. Karena aku sama sekali ga sedih, aku tetep bahagia sekali dalam huhungan LDM ini. Toh, aku juga udah biasa sendiri dari umur 11 Tahun. Yah, walaupun pasti akan lebih bahagia kalau dekat suami.
Tapi sekali lagi, itu aku. Bukan Si A yang disebut temanku itu. Setiap orang pasti beda karakter dan perilaku bukan. Aku sangat mengenal Si A, pun ceritanya yang LDM dengan suami bahkan sampai hamil dan melahirkan, anaknya pun tinggal di kosan yang sempit sejak bayi hingga hampir berumur satu tahun.
A memang kerap sekali upload ig dan wa story dengan tulisan cerita-cerita LDM dia. Aku mengenal A. Di kehidupan nyata, A ini pemalu dan pendiam, temannya juga tidak banyak.
Menurutku, wajar si A mengungkapkan kisah perjuangan LDM dia di media sosial. Karena kita tidak tahu, apakah dia memiliki teman untuk berkeluh kesah di dunia nyata selain suaminya.
Terkadang, manusia mengungkapkan kisah-kisah hidupnya di media sosial bukan untuk pamer. Bukan pula untuk mengemis belas kasih. Mereka hanya butuh tempat untuk mengeluarkan isi hati mereka, yang di dunia nyata tak ada yang mau dengar.
Meski aku sendiri tidak seberani A yang kerap menulis rasa sedih menjalani SDM. Aku tetap menghormati pilihan A untuk menceritakan kisahnya di media sosial. Karena mungkin, dia memang perlu tempat untuk menampung segala isi hatinya, dimana di dunia nyata tak ada yang mau.
Extraordinary You: Sebuah Persamaan
Baru-baru ini ada drama korea yang cukup menarik. Menarik sekali malahan. Dramanya masih on going sih. Tapi worth it buat diikutin.
Judul dramanya adalah Extraordinary You. Drama ini dibuat berdasarkan cerita web manga Korea Selatan berjudul July (Haru) Found By Chance. Kalau lihat teaser dan trailernya, pasti ngerasa ‘apaan si, ini kan cuma drama romance anak abg SMA’. Well, ternyata jauh banget dari sekedar drama romace remaja.
Drama ini berkisah tentang seorang siswi bernama Dan Oh. Seorang siswi SMA keren, anak konglomerat, ngejar-ngejar cowo yg disuka selama 10 tahun dan memiliki kelainan jantung sejak kecil. Tiba-tiba si Dan Oh ini sadar, ternyata dia hidup di dunia komik. Namun, ternyata dalam komik tersebut, Dan Oh hanya seorang pemain pendukung yang ga terlalu penting.
Awalnya Dan Oh galau banget, soalnya perannya sangat menyedihkan. Dan Oh sakit parah karena kelainan jantung dan diperkirakan hidupnya ga lama lagi. Selama 10 tahun dia naksir cowok, dan selama itu pula dia dicuekin bahkan dikasarin sama si cowok. Setiap adegan pun, dia sering jatuh atau terluka untuk membantu peran si Pemeran Utama.
Sampai suatu ketika, dia sadar, ada figuran yang bisa nyelamatin dia kalau saat adegan dalam komik berlangsung Dan Oh jatuh atau celaka. Figuran itu ga punya nama, bahkan di komik digambar dengan wajah polos sama penulis. Singkat Cerita, si Figuran itu juga sadar kalau dunianya dunia komik. Dan Oh dan Figuran tersebut berjuang, merubah cerita di komik, untuk menyelamatkan Dan Oh agar tidak meninggal karena penyakit jantung. Agar ia punya cerita yang bahagia juga seperti pemeran utama.
Nah kembali ke judul ‘Sebuah Persamaan’. Drama Extraordinary You ini menurutku sangat apik dalam mengemas kehidupan. Di Korea Selatan sendiri angka bunuh diri cukup tinggi. Bullying adalag penyebab utamanya, bahkan banyak anak SMA bunuh diri karena merasa tertekan.
Aku ga tau si, gimana orang lain berpikir tentang drama ini. Menurutku, ada pesan tersirat dari drama yang satu ini.
Mungkin diantara manusia-manusia, ada banyak yang merasa dirinya ga berguna, hidupnya sampah abis. Mereka merasa kehadiran mereka hanya mendukung hidup orang lain. Jika manusia lain berpikir mereka adalah pemeran utama dalam hidup masing-masing, maka ada sebagian manusia lain yang merasa ia hanya seorang pemeran pendukung bahkan figuran dalam hidupnya.
Katakanlah, mereka yang terkena bully, mereka yang punya banyak masalah dalam hidup, mereka yang suka dikatain fisiknya. Bahkan dalam kehidupan sendiri, mereka ga bisa bahagia, ga bisa jadi diri sendiri. Mereka merasa, ya mereka hanya pemeran pendukung, hanya figuran, bahkan dalam hidup mereka sendiri.
Drama ini mengajarkan ke manusia yang merasa rendah diri ini. Bahwa, cerita hidup kita bisa kita atur, kita bisa berjuang menemukan kebahagiaan kita sendiri dan ga melulu tergantung si pemeran utama. Kadang Tuhan sebagai penulis skenario emang buat kita mau berjuang dulu agar bisa bahagia. Semuanya kembali ke diri masing-masing, mau berjuang lebih tidak?.
Btw, aku sendiri sering banget merasa hanya sebagai pemeran pendukung dalam kehidupan orang lain. Aku sangat suka membaca, menonton atau mendengar cerita. Dalam hidupku, ga ada momentum hidup yang terjadi kaya di buku atau drama. Padahal pingin banget ada cerita seru gitu. Tubuhku yang gemuk dengan wajah pas-pasan, membuat aku menjadi pemeran pendukung, si gendut teman si cantik yang jadi pemeran utama. Biasanya seperti itu.
Menurutku, ga ada laki-laki yang mau sama aku. Selain fisik yang dibawah rata-rata, karakterku pun jelek parah. Aku ga bisa nyambung ke semua orang, ga ngerti kode dan semacamnya. Suaraku keras dan kadang suka ngatur. Sangat jauh dari kata pemeran utama.
Seperti Dan Oh, aku merasa aku harus bahagia juga. Sampai ketemulah dengan Mas Suami, dia yang menemukan sampah sepertiku dan memungutnya. Setelah ngobrol sana-sini, Mas Suami ini juga merasa dia hanya figuran, yang orang lain ga anggap bahkan sering diabaikan dan dilupakan. Oleh karena itu, nyambunglah kita berdua, sesama manusia yang dikesampingkan. Kita buat cerita sendiri untuk hidup kita berdua, ya berjuang jadi semenyenangkan itu 😁.
Jika kalian merasakan apa yang aku rasa, calm down. Kalian bisa buat cerita kalian masing-masing kok. Tinggal kalian mau berjuang ga?. Perjuangan akan lebih mudah kalau kalian menemukan manusia lain yang pemikirannya sama kaya kalian. Selamat Berjuang!
Gemas
Iya, beberapa hari ini gemas banget pingin posting soal momentum-momentum politik di negeri ini. Apa boleh buat, akun medsos real aku uda di pagarin ga boleh berpolitisasi.
Di tahun ini, momentum-momentum politik macam hujan, mainnya keroyokan. Ada yang ngeselin, nyenengin, bikin bingung, ah nano-nano lah ya. Namanya juga politik, yen esuk tempe yen sore dele yen wengi kecap, mubeng.
Berhubung ini salah satu akun yang ‘sedikit’ anonim. Aku pingin melampiaskan kegemasanku untuk mengeluarkan opini tentang Hujan Momentum Politik ini.
Ada momentum politik paling menarik dan gila tapi keren gitu menurutku (Momentum yang ga baik menurutku ga usah dibahas ya, takut ketahuan ni akun). Momentum keren itu adalah, pemilihan MENDIKBUD. TETEREEEET TEREET.
Nah, sebelum pengumuman kabinet baru kemarin, beberapa dosen di kelas banyak yang bahas tentang keberhasilan Jepang dalam menjadi negara maju. Iya, ga cuma satu dosen yang bahas.
Karena kekuatan Jepang itu beda banget sama negara-negara maju lain. Kalau yang lain pinternya di ekonomi dan bisnis, kalau Jepang tuh pinternya di pengelolaan SDMnya. Bisa ya manusia-manusianya setertib dan rajin itu kalau kerja. Dari habbit yang disiplin itu melahirkan ide dan inovasi yang beda dan mengalir terus dari tiap SDMny. Ya, walaupun emang banyak negatifnya juga sih. Cuma keren aja, negara dengan SDA yang B aja bisa jadi negara maju dengan SDM yang luar biasa.
Kata beberapa dosen, kekuatan SDM Jepang itu yang negara lain ga bisa tandingin. Lihat aja, negeri tercinta dan terindah bernama Indonesia. SDA berlimpah ruah tak terhingga. Tapi perkembangan perekonomiannya ga terlalu signifikan, karena pengelolaan SDM yang kurang. Masalah dimana-mana, pengangguran makin banyak, anak alay juga makin banyak tuh.
Misal SDM kita lebih maju dikit aja. Mungkin kita bisa mengelola SDA kita sebaik mungkin. Jadi negeri kaya ini bisa melesat jauh menjadi negara yang lebih maju. Kita semacam udah punya modal, tapi berhasil nggaknya ya tergantung manusianya bisa gak ngelola.
Nah yang diatas itu hasil diskusi sama beberapa dosen di kampus. Kalau menurutku, pengelolaan SDM ini emang harus dikejar. Tiba-tiba inget aja, Industry 4.0 udah menghantui kita beberapa tahun terakhir. Bisa ga nih, manusia-manusia macam kita, penghuni negeri Kaya SDA ini bisa membuat Indonesia bersaing dengan negara-negara lain di Industry 4.0.
Menurutku pribadi, keputusan Bapak Presiden kemarin keren parah si, karena memilih pendiri salah satu decacorn (eh udah belum si?) perusahaan IT di Indonesia untuk jadi Kemendikbud. Sebagai anak yang terlahir dari sepasang Pengajar, aku seneng banget menyambut menteri baru ini. Yah meskipun si Bapak Menteri bukan dari ranah pengajar, aku tetep suka. Karena untuk memajukan pendidikan ini ga melulu harus pengajar, semua orang bisa buat majuin pendidikan negeri ini.
Eh, tapi beda cerita ya kalau tentang kesejahteraan guru, disini aku cuma pingin bahas dari sisi sistem pendidikan. Untuk kesejahteraan guru, nanti deh kalau pulkam aku tulis lagi, nunggu diskusi sama ortu yg juga pengajat dulu.
Lanjooot!!!
Melihat sistem pembelajaran sekolah negeri di Indonesia selama ini emang masih cenderung ga signifikan kemajuannya walaupun udah banyak perubahan juga sih. Tapi beda jauh loh kalau dibandingin sekolah internaesyenel atau swasta yang mahal itu. Padahal kan sebagian besar anak-anak Indonesia sekolahnya di sekolah negeri. Masak yang boleh sukses dan pinter cuma yang internasyenel 😌. Hadeh.
Nah harapan aku ni sebagai pembaca berita (karena bukan bagian dari mendikbud dan ga kenal sama pak menterinya juga), aku si berharap si Bapak Nadiem ini bisa mengoptimalisasikan kecerdasannya dan membagikan ke seluruh agen-agen pembelajar (Pengajar maupun Pelajar) di negeri ini. Dengan basis IT dan inovasi yang lebih maju, semoga bisa meningkatkan kualitas SDM di negeri ini.
Semoga sih seperti itu, ga cuma jadi menteri yang cuma mau meningkatkan profit bisnisnya lewat jabatan di pemerintahan ya pak 😬.
Siapa tahu loh, 5 tahun lagi, Indonesia punya banyak anak-anak inovatif yang bisa mengelola SDA kita yang kaya. Yakin bakal maju deh negara ini, kaya nama kabinetnya 😁.
Terima Kasih
Aku ingin berterima kasih atas sabarmu yang luas itu. Terima kasih untuk menunggu aku mengangkat kaki dari kubangan luka yang aku gali sendiri.
Aku pernah merasa tidak pantas dicintai siapapun. Menurutku, aku adalah mahluk paling buruk rupa pun buruk hati. Tak ada seorang pun yang ingin membersamai langkahku. Manusia buruk segala ini.
Tidak ada manusia yang membutuhkanku. Tidak ada yang bisa memahami pikirku, pun aku tidak pandai pahami pikiran manusia lain.
Hingga kamu berjalan mendekat, menawarkan hati saat aku membenci diri sendiri. Saat itu, sempat aku tak ingin beratkan pikirku tentangmu.
Tapi Tuhan mengantarku pada kenyataan, bahwa kamu adalah ‘Baik’ yang selama ini aku pinta. Hanif Al Husnan yang untukku berarti Kebaikan yang Baik.
Terima kasih telah hadir. Terima kasih telah menawarkan jiwa dan ragamu untuk manusia yang menurutku sama sekali belum berguna ini. Terima kasih untuk membuatku menjadi manusia berharga di hidup orang lain. Terima kasih untuk perjuanganmu membersamaiku yang bukan apa-apa juga bukan siapa-siapa ini. Terima Kasih telah menjadi ‘Baik’ yang Tuhan kirimkan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ramadhan kali ini, Allah mengamanahkan kerjaan yang banyak sekali ke aku, ujian juga karena harus bagi waktu kerja dan tilawah. Dimana pekerjaan lumayan berat ini harus kulakukan seorang diri karena teman-teman yang lain juga sibuk dengan tugas mereka.
Setiap hari harus pulang malam. Nyiapin ini nyiapin itu untuk acara Buber Kepala Kantor setiap sore. Bisa saja sih, aku serahin semuanya ke PIC tiap harinya. Tapi malam manusia perasa sepertiku tidak akan tenang, takut tanpaku ada salah dan kurang dalam acara. Tak apa bila aku disalahkan, tapi kasihan kalau atasanku yang baik hati kena marah.
Alhasil, beginilah keseharianku sampai minggu depan. Baiknya sih, manusia satu yang selalu menunggu telfonku setiap malam tidak marah atau protes. Dia selalu tahu apa yang aku inginkan. Manusia sepertiku hanya ingin di apresiasi, sesederhana kalimat “Jangan sedih kalau bukan kamu siapa lagi” 🤧 jadi kangen manusia itu. Hai Manusia Penungguku, aku sudah pulang, mari berbincang tentang hari ini 💕.
Keanu Reeves appreciation post ♥️
Well, dulu ga ngerti lagi sih sama Si Calon Suami yang ngefans sama Keanu Reeves. Dia paksa aku nonton film2 Keanu Reeves sama baca profilnya (soalnya sebelumnya aku paksa dia baca 3 buku motivasi dalam satu bulan 😬). Bener-bener aku jadi malah ikutan ngefans sama Mas Keanu, padahal aku dulunya jarang nonton film holywood (aku sukanya film korea 😬).
Level Kebucinan Tingkat Wit Trembesi: Ga bisa tidur kalau belum denger suara manusia itu
Buciner 2019
Mencintai itu perkara kesiapan. Siap menerima. Siap mengalahkan ego. Juga, siap meyakinkan diri kalau di dunia ini kita tidak bisa hidup sendiri.
Jakarta, 2019
-This picture was downloaded from pinterest-
Ku pikir, dunia kita sangat berbeda mas. Kamu si manusia aneh pecinta dinosaurus dan hal luar angkasa. Kemudian Aku, si manusia aneh juga yang tergila-gila dengan bunga dan cerita. Seharusnya kita sangat berbeda bukan? Ah, tapi seperti yang selalu aku tulis, kita tetap saja saling jatuh cinta.
Hari ini, aku baru saja menemukan gambar ini di pinterest. Mr. Spaceman, karakter favorit si pecinta luar angkasa, Caesar Hanif Alhusnan. Ia sedang mencium bunga, padahal masih memakai helm luar angkasa. Spaceman yang biasanya berfoto dengan latar belakang bintang dan ruang hampa, kali ini berada di tengah taman bunga.
Dulu ku pikir, kita memang begitu jauh berbeda. Mr. Spaceman yang berada di luar angkasa dan Mrs. Florist yang menetap di Bumi.
Ternyata di gambar ini, Si Spaceman serasi juga dengan Para Bunga. Kamu dan aku, kita mungkin terlihat jauh berbeda, tapi Tuhan tau, kalau kita bersama mudah saja untuk terlihat indah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Apa yang paling mengasyikan dari seluruh rangkaian persiapan pernikahan?
Membuat gaun nikah sendiri 💕
Perempuan yang Bahagia
“Aku liat kamu jadi lebih calm setelah menikah, aku mikirnya mas nya pasti pengertian dan sabar gitu.” Ucap salah seorang teman lama saya di sebuah obrolan whatsapp.
Saya adalah tipe perempuan alpha, perempuan dominan yang mungkin banyak orang berpikir perempuan alpha itu banyak standarnya, susah diatur, perfeksionis, dan susah nurut. Ada beberapa teman saya yang juga tipe alpha sampai sekarang sulit menemukan pasangan yang cocok karena lagi - lagi stigma yang secara sepihak diberikan oleh orang lain.
Sebelum menikah dominansi saya memang seperti yang dibilang orang itu, tapi itu hanya di luarnya bagi orang yang tidak terlalu dekat dengan saya. Kekritisan saya dan mungkin perempuan perempuan alpha lainnya, adalah bentuk peduli bahwa sesuatu harus dilakukan dengan cara terbaik. Namun, masyarakat kita sering kali tidak terbiasa (masa itu) dengan cara seperti itu. Terjebak pada kultur lama bahwa perempuan penurut adalah yang terbaik untuk dijadikan sebagai istri. Tapi masalahnya apakah iya definisi penurut seperti itu? Dalam sejarah islam perempuan perempuan di era mekkah belajar banyak dari perempuan perempuan di era dakwah madinah. Perempuan madinah adalah istri istri yang baik tapi juga memiliki kemampuan untuk berpikir secara independen, mereka kritis, penuh rasa ingin tahu, sehingga banyak ayat ayat syariah dan hadits yang turun karena pertanyaan pertanyaan mereka. Tapi kekritisan mereka tak lantas membuat mereka membangkang. Bahkan bisa dibilang perempuan alpha mengerti bagaimana sistem bekerja dan menyesuaikan dimana ia berada. Hanya saja ini kembali pada karakter masing masing. Ada saja perempuan alpha yang tak bisa menempatkan diri dengan baik.
Bicara soal perempuan yang bahagia, seandainya Allah swt bertanya pada saya tentang bagaimana abang memperlakukan saya. Maka saya ingin bersaksi bahwa ia melakukan usaha terbaiknya untuk membahagiakan saya, kesabarannya, rasa sayangnya yang begitu besar pada saya. Di awal awal pernikahan kami tentu pernah konflik apalagi komunikasi kami terbatas di antara dua layar telepon genggam. Ketika konflik yang dia lakukan adalah cara terbaik ketika marah, diam. Usai konflik kami akan jauh lebih lengket dari sebelumnya. Belajar dari pengalaman, saya hanya ingin jadi perempuan yang terus bahagia. Yang namanya konflik seperti apapun itu gak enak, sama siapapun konfliknya. Meski setelah konflik sama pasangan jadi lebih lengket, tapi momen sehari konfliknya itu tetap tak terasa menyenangkan. Akhirnya saya belajar dari abang, bila saya kesal atau ngambek saya diam. Intinya tidak membalas apapun dulu, kalau bisa tidur ya tidur, makan eskrim lebih disukai. Setelah lebih jernih berpikir baru saya jelaskan perasaan saya beberapa menit atau beberapa jam yang lalu. Sebagai laki laki dia jadi tambah mengerti perasaan rumit perempuan. Sebagai perempuan saya tak harus memendam banyak hal yang tak begitu perlu dipendam. Sering kali yang menyiksa seorang perempuan adalah sifatnya yang memendam, seolah ia sedang menyiapkan sebuah bom untuk kelak meledak sewaktu waktu tanpa diinginkan.
Akhirnya di usia 26 tahun ini, kami memiliki pola ‘konflik’ yang tak perlu membuat hati carut marut. Saya belajar banyak dari abang tentang bagaimana membahagiakan orang lain. Dari caranya membahagiakan saya.
“Sejak awal kan kita sudah bersepakat. Bahwa yang bertugas untuk lebih mencintai itu kan abang. Kamu pihak yang dicintai aja.” Katanya tertawa, di tengah candaan kami. Konsep perempuan alpha pada akhirnya tak berlaku ketika bertemu dengan laki laki penyayang sepertinya hehe. Yah yah, saya memang tak pernah bisa menang dalam perkara ini darinya. Dia memiliki hati yang begitu luas untuk mencintai, seperti apapun saya berusaha mencintainya, dia tetap lebih besar mencintai saya.
Saya bersyukur dipertemukan dengan laki laki sebaik dirinya. Karena dicintai itulah, perempuan manapun akan menjadi perempuan yang bahagia. Mungkin itu penjelasan mengapa banyak perempuan yang galak, meletup letup, keras, yang sering kali dilekatkan sifat tersebut pada perempuan alpha, padahal perempuan seperti itu sering kali karena mereka merasa tak dicintai oleh orang orang di sekelilingnya. Dianggap kuat sehingga dibiarkan berjuang sendiri. Karena tak menemukan orang yang bisa diandalkan mereka akhirnya mengandalkan diri sendiri, tapi masyarakat justru melabeli perjuangannya itu sebagai perempuan yang tak butuh laki laki. Ah 'netijen’ di lingkungan kita kadang memang sungguh kejam. Sekuat kuatnya perempuan, sedominan apapun ia. Ia tetap memiliki hati yang lembut dan dengan disayangi ia bisa memberikan potensi terbaik yang bisa dilakukannya untuk keluarganya dan orang orang di sekelilingnya.
Untuk sahabat yang membaca ini. Bila kamu laki laki maka pesan saya belajarlah mencintai yang begitu besar dengan segala potensi yang kamu miliki, karena rasa cintamu yang menjadi sumber kebahagiaan untuk keluargamu. Bila kamu perempuan belajarlah untuk menjadi perempuan yang terus bahagia, melatih hati melatih jiwa. Sebab di hatimu tempat yang terkasih untuk pulang dan menepi. Mereka membutuhkan sumber kebahagiaan darimu. Sehingga menjadi bahagia adalah kemampuan yang perlu untuk kamu terus pelajari dan kembangkan :)
Ah ya di usia pernikahan kami yang baru 1.5 tahun ini. Masih saja ada ada satu masalah yang belum juga terpecahkan, rindu. Perkara rindu ah sungguh saya belum menemukan obatnya, belum menemukan cara terbaik untuk mengelolanya, di setiap video call kami sekarang hanya bisa saling tatap usai mengobrol dan mengatakan,
“kangeen” :’).
Alizeti, Jakarta