Aku berkaca, dan melihat mata almarhumah Mama di mataku.
Aku tersenyum, hal pertama yang kulakukan setelahnya.
Rasanya rindu, lalu tiba-tiba pantulan wajah itu menenangkan sejenak.
Jakarta, 8 Juli 2026
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Show & Tell
One Nice Bug Per Day

gracie abrams
I'd rather be in outer space πΈ
YOU ARE THE REASON

Kiana Khansmith
official daine visual archive
Misplaced Lens Cap

Discoholic πͺ©

#extradirty

ellievsbear
Jules of Nature
cherry valley forever
The Stonewall Inn
almost home
πͺΌ
β

seen from Argentina
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from T1

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Venezuela

seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from TΓΌrkiye
seen from Pakistan
seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from Bangladesh

seen from Kazakhstan

seen from United States
@glosofina
Aku berkaca, dan melihat mata almarhumah Mama di mataku.
Aku tersenyum, hal pertama yang kulakukan setelahnya.
Rasanya rindu, lalu tiba-tiba pantulan wajah itu menenangkan sejenak.
Jakarta, 8 Juli 2026

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Belakangan ini beberapa kejadian membuatku berpikir kembali tentang banyak hal di sekelilingku, tentang bagaimana dampakku untuk mereka, tentang bagaimana ketidakpedulian itu tampak datang bukan karena hal yang disengaja.
Aku bertumbuh di setiap periode ketika datang waktunya aku bertumbuh.
Dalam dunia kerja, hanya Tuhan dan diriku sendiri yang bisa menolong. Lucu sekali.
Selamat berhalo-halo berpuluh tahun ke depan.
Jakarta, 7 Juni 2026
Rasanya pingin teriak, "Kangen banget wooy!!! Pingin pel...(uk)?"
Ah, sok pingin peluk lu, pin. Jaman beliau masih idup aja lu pelukan pas lebaran doang, itu juga rasanya aneh.
Wk.
12 April 2026
Hari ini MCU wajib dari kantor.
Sepanjang prosesnya, aku merasa kayak ada yang aneh. Kayak terlalu "happy" menjalani. Adrenalinnya terlalu menggebu-gebu. Aku pikir itu karena deg-degan aja.
Menjelang malam, baru aku tau alasannya.
Setiap prosesnya mengingatkanku pada Mama.
Mama yang ketika sehat, bekerja sebagai tenaga medis.
Mama yang di akhir hidupnya, menghabiskan banyak waktunya di rumah sakit.
Rasanya pekat, napas pun tercekat.
Kenangan itu, datang lagi, lengkap dengan dinding pertahanan yang membentuk dirinya sendiri.
Unik sekali jiwa dan raga manusia.
Maha Besar Sang Pencipta.
Jakarta, 29 Januari 2026
Glosofina
"Pikirin buat perjalanannya aja. Buat makan ga usah dipikirin. Itu urusan kami. Kamu kan tamu kami. Nanti kami sediakan."
Kalimat tersebut ringan, tapi langsung saja membuatku menangis sesenggukan, tanpa kuduga. Mungkin aku selama ini sok kuat saja. Menjadi provider keluarga, sampai rasanya janggal jika tidak memikirkan orang lain terlebih dahulu di atas semuanya. Ya, sungguh tak apa, mungkin ini cara Tuhan menjadikanku bermanfaat.
Tapi ketika ada yang membuatku "tak perlu sekuat itu", rasanya malah jadi lunglai. Rasanya pertahananku runtuh.
Sekali lagi, mungkin aku selama ini sok kuat saja.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Tau apa susahnya jadi manusia sensitif?
Lo merasa, sampai lo ga sanggup lagi menahan bagaimana rasa itu terasa.
Jadi kalau ada yang bilang aku ga peka, alasannya adalah, itu pertahanan diri yang kubangun sekian lama, hanya demi bisa bertahan hidup saja.
Aku, akhirnya secara gamblang membuka ini semua.
Aku, akhirnya siap menuju bab baru.
Transparan, dengan dan atau tanpa beban.
Di momen pertama kali aku mengantar seorang kakak ke rumah sakit jiwa, di momen itu juga aku tau bahwa Mama sakit parah. Di momen yang sama, aku menyaksikan Papa menangis sejadi-jadinya, tidak tega meninggalkan anak kesayangannya di igd rumah sakit jiwa. Aku akhirnya tahu, Papa tidak pernah benar-benar ingin mengakui, bahwa anak kesayangannya sudah sejak lama tidak bisa disebut sehat jiwa. Ia sibuk menghindari fakta.
Aku, entah apa aku masih bisa mengungkapkan seperti apa yang aku rasa ketika itu. Rasanya aku bahkan tidak berani untuk merasa.
Aku sibuk berpikir, langkah-langkah apa yang harus aku ambil ke depannya.
Untuk kakak, agar ia bisa diobati dan tak lagi membahayakan sekitar.
Untuk Mama, agar ia mau diajak berobat -meski semua tau, sudah sangat terlambat untuk itu.
Untuk Papa, agar ia mau menerima kenyataan -meski jiwaku lelah luar biasa dan enggan melakukan hal itu.
Tau apa yang hebat dari itu?
Tuhan Yang Maha, mengizinkanku mengingat setiap peristiwa itu, dengan jiwa yang masih utuh.
Ingatan dari 2024
Depok, 26 Desember 2025
Kamu hebat, Fina!
Sepertinya aku akan menumpahkan ingatan demi ingatan yang mungkin membantuku melewati proses grieving, walaupun aku tau grieving tak akan pernah benar-benar selesai.
Aku akan menulisnya tidak secara kronologis. Random saja.
Jika biasanya aku mengingat momen dan menangis sejadi-jadinya, aku pikir menulis -sambil tetap menangis- akan jauh lebih baik. Setidaknya semuanya terpatri, bahwa aku pernah sehancur itu, tapi sekuat itu untuk tetap berjalan.
Hey, 2025 hampir berakhir.
Kamu berhasil, Fina.
You always do.
Hai Mah,
Hidup berjalan dengan berat tanpamu. Tapi, ya, Fina is always being Fina, right? I'm tough enough, ga usah khawatir.
Aku membuat diriku sibuk. Mungkin agak sangat sibuk. Ternyata itu cukup berhasil membuatku lupa akan kesedihan, dan bagaimana rindunya aku padamu
Fina kangen, Mah.
Kangen banget.
Dunia makin kacau.
Mamah lagi apa di sana?
Pasti di sana jauh lebih indah ya.
Al Fatihah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Kerja office hours, pulang kerja masih ngajar lagi. Weekend tetep ngajar lagi. Ga nyangka si introvert yang mageran ini tetiba susah punya waktu buat rebahan.
Iya, soalnya grieving ga kelar2. Daripada diem dikit nangis lagi nangis lagi, dah lah kerja aja sampe mabok!
Seharian happy, kerja sambil banyak gerak padahal lagi day one period.
Pas pulang masih lanjut kerja lagi.
Malamnya badan sakit semua, mood anjlok, mau tidur agak setengah mengigau sambil nangis-nangis, manggil Mama. Semoga emak gue ga denger lah itu ya dari dalam tanah. Kasian amat kalau masih denger anaknya ngerengek-rengek.
Hari ini, dia datang lagi, ketidakmampuanku mengatasi diri sendiri.
Hanya karena ucapan 1 manusia, aku menangis sembari berteriak. Dadaku serasa sesak, detakku serasa cepat sekali.
Aku tercekat. Tanganku memukul-mukul dinding kamar yang berada tepat di hadapanku. Rasanya, hanya itu yang bisa kulakukan untuk mengatasi emosi yang kian membuncah. Aku gemetar. Napasku berderu.
Lagi-lagi, Tuhan selalu punya cara terbaik dalam skenario hidupku.
Di saat aku bahkan tidak sanggup lagi berpikir, laki-laki itu memelukku erat. Erat sekali, hingga aku sulit bergerak. Ia mengarahkan telunjuknya untuk aku gigit, mungkin karena seluruh badanku sudah bergetar luar biasa sembari menangis dan berteriak. Sesekali ia meringis, "Aw, sakit," lalu memberikanku jari yang lain. "Masih ada 9 jari lagi nih ya, berarti?" Pikirku di tengah kekalutan itu. Ah, akhirnya aku mampu berpikir lagi. Cara yang jenaka untuk menyadarkanku, walaupun dia harus berkorban tersakiti jemarinya.
Aku terus menangis dengan napas tersengal, hingga akhirnya mereda dengan sendirinya.
"Sudah tenang?" Tanyanya.
Aku tidak menjawab, hanya terdiam sambil mengangguk.
Lalu dia merebahkan badannya. Berusaha untuk tidur kembali.
Semesta, jenaka sekali hidupku tentangnya.
Terima kasih, Tuhan
Dear people,
Gapapa banget kok nanya, "Udah hamil atau belum?"
Tapi kalau udah dijawab (belum), pertanyaan2 berikutnya mungkin bisa ditahan untuk beredar di kepala Anda sendiri.
Gak perlu lah sampai lanjut ke:
"Udah periksa ke dokter belum?"
"Udah dicek belum? Takutnya mandul."
"Ga nunda kan?"
"Terlalu sibuk ya?"
Daaan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Percayalah, dua orang yang memutuskan untuk berumah tangga itu, mengerti dan paham benar apa yang harus mereka lakukan, apa yang sedang mereka pertimbangkan, apa yang sedang mereka rencanakan.
Lagipula, tidak semua pasangan menikah ingin punya anak. Dan kalau mereka ingin punya, doakan saja. Cukup. Doakan saja.
Netijen terhormat, apakah memiliki hak untuk menghakimi?
Interaksi sosial masih bisa berjalan dengan membicarakan tema populer loh. Bisa yuk.
Love,
Fina
"Fina udah isi belum?"
"Sudah periksa ke dokter?"
"Keluarga tuh ada yang mandul, takutnya mandul juga."
Kalimat-kalimat demikian datang dari manusia yang sebenarnya tidak bermaksud jahat, tapi tajam dan mampu membuatku sesak napas.
Tapi yang lebih membuatku terisak-isak adalah ingatan bahwa Mama dulu sekalipun tidak pernah menanyakan perihal anak kepadaku.
Mama yang suka anak kecil. Mama yang, aku tau pasti, sebenarnya ingin merasakan punya cucu. Mama yang dalam banyak hal lain sering berselisih denganku. Tapi untuk urusan apapun di dalam pernikahanku, tidak pernah sekalipun ia berusaha masuk di dalamnya. Ia begitu paham dan percaya bagaimana aku menjalani pernikahan ini.
Sekali lagi, aku hancur. Manusia yang begitu menjagaku, kini telah tiada. Duka itu tak akan hilang, aku paham. Dan di momen ketika orang lain menyakitiku, rindu itu terasa semakin perih.
Manusia yang cintanya begitu besar padaku, hanya bisa kukirimkan doa. Semoga Allah memeluk Mama di tempat terindah-Nya ya.
Fina rindu sekali.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Bisa mengekspresikan emosi menjadikan mentalku kini jadi lebih baik. Tapi di sisi lain, membuatku sisi sensitifku sering sulit sekali ditahan. Kalau lagi sedih atau marah, benar-benar itu mata semaunya saja mengeluarkan air. Sulit sekali menahannya, bahkan ketika lagi di tempat umum. Jadi sesuatu yang positif pun hadir dengan efek samping ya. Haha.
Apapun itu, aku bersyukur untuk segala sesuatu. Allah Maha Baik.
2024, kehilangan terbesar dalam hidup.
Siapa sangka Mama akan berpulang di tahun ini? Banyak hal yang rasanya ingin kuceritakan supaya merasa lebih tenang. Akhirnya tau juga bagaimana rasanya grieving. Mana ga ketauan ujungnya kapan dan di mana. Cuma bisa dinikmati saja sudah. Ga kebayang kalau manusia gak punya Tuhan, mau pegangan ke mana coba saat-saat kritis begini.
Anyway, semoga orang-orang yang mendoakan dan membantu Mama dan keluargaku, dibalas berlipat-lipat sama Allah ya.
Untuk orang-orang yang mendoakan aku segera hamil dan punya anak, supaya ga sepi lagi katanya, ya makasih juga. Tapi izin tempeleng dulu mulutmu itu, boleh? Enteng banget kalau ngomong. Lagian yang bilang mau ngusir rasa sedih dengan cara punya anak tuh siapa sih? Belum tentu juga yang didoain punya rencana yang sama. Ya, tapi aku paham maksud kalian baik. Jadi, ya makasih juga deh.