Hari ini adalah perayaan 12 tahun saya di Tumblr 🥳
Ternyata awal saya main tumblr itu dua belas tahun yang lalu
cherry valley forever
$LAYYYTER
TVSTRANGERTHINGS
Peter Solarz
occasionally subtle
Not today Justin
styofa doing anything

tannertan36
Mike Driver
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Alisa U Zemlji Chuda
d e v o n

#extradirty
Xuebing Du

Stranger Things
RMH
hello vonnie
NASA

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from India
seen from Germany
seen from Russia

seen from United Kingdom
seen from Spain
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Germany

seen from United States
seen from Japan
seen from United States
seen from Russia
@fktmadang
Hari ini adalah perayaan 12 tahun saya di Tumblr 🥳
Ternyata awal saya main tumblr itu dua belas tahun yang lalu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pada akhirnya semua pertemuan yang kita jaga dengan segenap hati akan menemui perpisahan, entah karena direncakan atau karena keadaan.
Tidak ada yang benar benar abadi didunia ini, kehidupan, pertemanan, keluarga, kolega, semua akan membersamai dalam siklusnya masing-masing.
Salahnya kita, kita selalu menganggap bahwa pertemuan ini akan selalu abadi,
Salahnya kita, kita selalu meyakini bahwa kenyamanan dan kebahagian akan terus menerus memberikan cahaya,
Salahnya kita, kita tidak pernah benar benar menyiapkan ruang atas segala bentuk kekecewaan,
Dan salahnya kita, kita tidak pernah benar benar percaya dengan semua nya, hingga hari ini.
Salam cinta dan penuh hangat untuk semua keluarga Shymphonia Tingang Tabela.
#jefryindriawan #tumblr
Akal dan Akhir Zaman
Beberapa minggu terakhir, saya lagi sering-seringnya nonton youtube yang kajian akhir zaman untuk mempelajari tanda-tanda yang aktual. Dan rasanya, memang itu sudah dekat sekali.
Pernah saya berpikir kenapa dari saya lahir di hingga saat ini, kok kedamaian susah sekali terjadi di bumi. Bahkan di negara ini. Kerusuhan di mana-mana, kebencian, pembunuhan, dsb. Abis kajian intens, mulai paham bahwa memang secara fase. Kedamaian bumi ini tidak ada di fase hidup kita sekarang dan hampir mustahil terjadi, karena ini fase ke-empat. Mulkan Jabariyyan. Fase dimana kepemimpinan yang memaksa, zalim, hilangnya syariat, dsb terjadi di fase hidup kita sekarang.
Dan jika kita sekarang melihat peperangan, kekejaman manusia, para pemimpin negara yang kelakuannya gak masuk akal. Ya, kita memang lagi hidup di fase itu. Fase empat. Dan ada lima fase akhir zaman yang bisa kita cari referensinya di internet.
Di antara semua hal yang terjadi. Ada satu hal yang benar-benar membuatku dulu berpikir. Di akhir zaman nanti akan muncul dajjal, dan sebenarnya udah mulai muncul juga "dajjal kecil" yang mencerminkan sifat-sifatnya di era sekarang.
"Kok bisa ya, orang pada mengikuti Dajjal? Padahal kan jelas-jelas udah disampaikan ciri-cirinya, sifatnya, dsb." Mulai paham, bahkan di era sekarang. Ada ulama su' yang jelas-jelas ngawur kayak yang maqoli-maqoli itu aja ada pengikutnya. Belum lagi para ulama su' yang lain. Rokok yang jelas-jelas ada peringatan bisa membunuh aja orang tetap konsumsi. Belum lagi, kita sekarang hidup di era kebebasan informasi yang mana banyak sekali informasi palsu yang beredar dan orang bisa dengan mudah percaya.
Sebagai orang yang berakal, gak masuk akal banget kok bisa ada orang yang percaya pada orang-orang yang jelas menyesatkan, bisa percaya ada gua yang tembus ke makkah, bisa percaya pada berita bohong, dsb. Tapi kenyataannya demikian. Dan kita menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri, tanda-tanda akhir zaman senyata itu.
Zina yang dilakukan di ruang publik. Salah satu tanda akhir zaman yang juga nyata banget. Lihat aja konten di tiktok, shopee video, dsb. Orang sudah tidak memiliki rasa malu untuk mempertontonkannya, bahkan bangga melakukannya dan secara terbuka menyatakan ke publik tentang perbuatannya. Bahkan, balik lagi ke paragraf sebelumnya. Ada pengikutnya, dan membelanya.
Ingat bahwa istri nabi Luth itu diazab karena mendukung perbuatan kaum sodom, ia bukan pelaku perbuatan sodom, tapi mendukungnya. Dan baru-baru ini ada influencer LGBT+ yang mau bikin meet-up dan yak betul! ada pendukungnya, bahkan dari kalangan muslimah. Emang di luar nalar. Tapi itulah tanda akhir zaman. Pantes aja nanti Dajjal banyak pengikutnya. Naudzubillah, semoga kita senantiasa terlindungi dari fitnah Dajjal. Bahkan kalau bisa memilih, lebih baik kita sudah meninggal dulu daripada nanti pas Dajjal keluar. Karena saya sendiri tidak yakin apakah bisa melawan fitnahnya.
Bagi kita yang berakal dan bisa berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis di zaman sekarang ternyata jadi salah satu skill yang benar-benar harus kita asah. Bayangkan, dunia dengan Ai saat ini adalah fase dimana kemampuan berpikir kritis bisa jadi tumpul. Saat kita tidak lagi bersedia untuk berpikir hal-hal yang berat, yang kompleks, karena semua udah dimudahkan dengan adanya Ai.
Padahal di fase ini, kemampuan kita untuk memahami keadaan, membaca situasi, menyaring berita, kemampuan untuk connecting the dots, menganalisa sesuatu. Menjadi seperti sebuah pedang.
Bahkan terang-terangan kita melihat di media masa, para pemimpin negara dan bawahannya yang menyampaikan informasi-informasi yang dibuat-buat. Menarasikan sesuatu seolah sebuah kebenaran. Buzzer yang terus menerus menebar informasi palsu, fitnah, dan kebencian. Membuat kita saling bertengkar satu sama lain.
Kita membutuhkan kemampuan berpikir kritis untuk membaca semua hal itu. Mari bergandengan, eratkan ukhuwah, bentengi diri dengan iman, cari teman-teman yang salih, karena kita sedang hidup di akhir-akhir fase keempat. Kayaknya, sebentar lagi masuk fase lima.
Hidup yang kemarin masih dipenuhi pikiran tentang kekhawatiran pekerjaan, uang, dan hal-hal dunia. Mulai coba renungi mana yang lebih essensial. Uang yang kita miliki, ditabung berhari-hari, gunakan sebagai sarana beribadah. Jika kita sudah menjadi orang tua, persiapkan generasi berikutnya untuk menghadapi tantangan yang besar. Hadapi dengan rasa yakin dan iman. Jangan biarkan diri diselimuti ketakutan dan kekhawatiran.
Di antara semua pertanyaan di kepala. Pada umur tiga puluh lima ini pula saya baru benar-benar memahami kenapa percaya kepada hari akhir itu masuk dalam rukun iman.
KG
Pada akhirnya, hidup yang kita cari adalah hidup yang bisa dinikmati.
Untuk apa terus menerus berlari tapi akhirnya hanya tersisa renta. Tahu-tahu hari sudah senja. Tak sempat menyertai hari-hari anak, hingga semua berlalu tanpa kenangan yang berkesan.
Aduhai, buah seperti apa yang kita harapkan dari semaian yang diabaikan?
Kita mencari uang untuk makan, tapi lebih sering terlambat mengisi perut. Mencari uang untuk keluarga, tapi lebih akrab dengan kolega.
Entah, apakah kita ini sedang berkarir, atau sebetulnya hanya tawanan atas pekerjaan kita sendiri. Kita menghabiskan waktu, berjerih payah, berkorban, untuk sesuatu yang tidak benar-benar bisa kita nikmati.
Seimbang dan proporsional menjadi barang langka. Seolah semua orang harus mampu mendirikan gedung pencakar langit atau masuk daftar orang terkaya di dunia.
Berlari. Tapi jangan lupa bernafas. Jangan lupa merawat diri sendiri. Jangan bosan menyimak cerita pasangan. Jangan mengabaikan anak yang menunggu di rumah sambil menahan kantuk.
Di dunia ini, ada banyak hal yang bernilai dan berharga selain harta. Terlebih mereka yang ada di sana. Di rumah kita sendiri. Keluarga.
Perempuan dan Kopi
Apa yang terlintas di pikiranmu saat melihat atau mendengar kata ‘kopi’? Barangkali terlintas rasa pahit, hitam, pagi, koran, rokok, ayah, cafe, atau ingatan-ingatan lain? Persepsi itu sangat umum untuk kita yang tinggal di Indonesia (dan mungkin negara sekitar, kecuali Australia).
Kopi dipandang sebagai minuman yang biasa, tetapi tak jarang dianggap sebagai minuman untuk kaum Adam. Hal itu karena realita ditambah stereotipe yang sudah kadung ada di mana-mana. Jika itu yang general, apakah artinya tidak ada sisi lain dari minuman paling populer di dunia ini?
Beruntungnya ada banyak pakar yang bisa mengangkat realita lain tetapi tak terjamah karena nyaris tidak dianggap. Misalnya, tentang perempuan dan perannya dalam kopi (dan minuman kopi). Baiklah, mari kita urai sedikit (karena baru sedikit yang penulis tahu).
Kopi, secara umum, dipercaya berasal dari benua Afrika. Tanaman-tanaman kopi di sana tumbuh subur dan liar. Bahkan di benua hitam ini bukan hanya satu spesies kopi yang tumbuh, tetapi berpuluh-puluh dan beratus-ratus spesies kopi menjadi keanekaragaman hayati. Kopi di sana terutama tumbuh di sekitar garis khatulistiwa dan dataran tinggi. Kopi yang tumbuh di dataran tinggi menjadi habitat kopi jenis Arabika, sementara di dataran yang lebih rendah menjadi tempat bagi jenis kopi lain, salah duanya Robusta dan Liberika. Di Afrika, tanaman kopi disebut bun atau bunn atau buun.
Makna dari istilah ‘kopi’ memiliki etimologi (ilmu asal kata) berasal dari akar bahasa Ibrani ketika buah kopi mulai diolah menjadi minuman. Jadi, jika diurutkan seperti ini: kopi (Indonesia) berasal dari koffie (Belanda) berasal dari kahveh (Turki) berasal dari qahwah (Arab) berasal dari qeheh (Ibrani), yang memiliki akar dari qhh, yang bermakna warna gelap.
Pada mulanya qeheh itu disematkan pada minuman dari anggur, yaitu wine. Orang-orang yang berbahasa semitik menyebut wine sebagai qeheh. Lambat laun orang-orang Arab menyebut wine sebagai qahwah. Penyebutan itu berlangsung hingga penemuan kopi sebagai minuman oleh orang-orang Arab di sekitar milenium pertama. Merekalah yang kemudian menyebut minuman kopi juga sebagai qahwah, sebab minuman dari biji kopi mirip dengan minuman dari anggur dari segi warna dan manfaat.
Qahwah sendiri merupakan bentuk kata feminin. Sedangkan bentuk maskulinnya adalah qahw. Kenapa disebut dalam jenis kata arab feminin? (masih penulis pertanyakan hingga kini).
Pemilihan bentuk feminin, penulis rasa menjadi tanda bahwa sifat yang melekat kuat pada perempuan yaitu feminitas, juga melekat pada kopi. Meskipun makna ini tidak sepenuhnya tepat, tapi secara sederhana begitulah adanya.
Melangkah ke abad 19, ada seorang pengusaha perempuan bernama Amalie Auguste Melitta Bentz, yang lahir di Jerman. Beliau adalah pecinta minuman kopi. Pada mulanya ia menyukai minum kopi karena rasanya lezat. Ia biasa minum kopi dengan teknik tubruk seperti di Indonesia. Lama-kelamaan, Bentz merasa terganggu dengan ampas kopi pada seduhannya. Serta-merta ia yang memiliki jiwa wirausaha berpikir. Tak dinyana, ia mendapatkan ilham untuk menghilangkan ampas kopinya.
Melitta Bentz memiliki ide untuk merancang sebuah alat untuk menyaring ampas kopi. Ia mewujudkan idenya itu di rumahnya. Gagasannya adalah membuat alat penyaring dari cangkir berbahan kuningan miliknya. Kemudian ia melubangi cangkir itu sebagai wadah penyaringan.
Awalnya ia mencoba menyeduh kopi menggunakan alat itu, tetapi memuaskannya karena ampas kopi masih bisa lolos melewati lubang-lubang kecil ke dalam cangkirnya. Bentz memutar otak. Kali ini gagasan istimewa yang mengubah dunia muncul di kepalanya. Ia menaruh kertas blotting, yang menyerap zat cair yang ada di buku latihan miliki anaknya, ke dalam cangkir penyaring. Hasilnya luar biasa: ampas kopi tersaring dan hanya air yang bercampur saripati kopi yang melewati kertas dan cangkir penyaring.
Dari situlah ia menyempurnakan kertas saring kopi hingga mendapatkan hak paten atas nama dirinya. Seorang perempuan pecinta kopi telah mengubah dunia kopi sejak saat itu.
Perempuan dan kopi bukan dua hal yang berlawanan dan saling membenci. Perempuan dan sifat-sifat lembut kopi yang membuat lelaki jatuh cinta. Jadi, mungkinkah ada keindahan di dunia ini tanpa perempuan dan kopi?
Tolong buatkan saya kopi yang rasanya seimbang.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Adakah kemungkinan kita tahu apa yang sebenarnya sedang kita jalani? Bersediakah kita sebenarnya untuk tahu persis apa yang sesungguhnya yang kita cari? Cakrawala yang manakah yang menjadi tujuan sebenarnya dari langkah-langkah kita?
Pernahkah kita bertanya bagaimana cara melangkah yang benar? Pernahkah kita mencoba menyesali?
Hal-hal yang barang kali perlu disesali dari perilaku-perilaku kita yang kemarin? Bisakah kita menumbuhkan kerendah hatian di balik kebanggaan-kebanggaan?
Masih tersediakah ruang di dalam dada kita dan akal kepala kita untuk berkata pada diri kita sendiri bahwa yang bersalah bukan hanya mereka? Bahwa yang melakukan dosa bukan hanya ia tetapi juga kita.
Memasuki dunia ilir-ilir
Emha Ainun Nadjib
Tanggal 6 november 2020 tepat nya jam 3 sore kami berani memperkenalkan Noraseri ( @noraser.co ) kepada khayalak ramai. Hal yang sejak beberapa tahun silam terus menjadi impian (bagi diri saya sendiri) akhirnya bisa menjadi kenyataan. Meskipun tidak mudah untuk bisa mewujudkan impian tersebut.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana bisa membuat Noraseri tumbuh besar seperti yang diharapkan, dan bisa menjadi wadah berteduh bagi sebagian orang (dalam hal pekerjaan).
Semoga hal-hal baik selalu mengelilingi Noraseri dan orang-orang yang terlibat didalam nya serta orang-orang disekitar nya. Tetap semangat bertumbuh dan terus berkarya.
Hujan deras, susu panas full cream, menyelami makna sebuah perjalanan Agustinus Wibowo, work from home, suara kendaraan lewat, kabar dari Ibu bapak di rumah. Dan segala semua kebahagiaan yang tercipta di hari senin.
Rasanya tenang, nyaman, duduk diteras rumah malam-malam, ditemani suara burung. Sesekali kendaraan lewat, memandangi lampu jalan, merefleksi pikiran karena seharian disibukan pekerjaan kantor. Sering terlintas dipikirin, harusnya di umur sekarang, apa yang sudah dicapai, sudah baik kah untuk diri sendiri, sudah bermanfaat kah untuk orang-orang disekitar. Lalu diakhiri pikiran apa sebenarnya tujuan hidup.
MASAK Dulu Yuk! | Masak (ber)Canda.
Huft!
Hari ini melelahkan sekali. Setelah seharian berkutat dengan setumpuk pekerjaan, akhirnya aku bisa merebahkan tubuh di kasur mungil kesayanganku. Sepertinya Ibu baru saja mengganti sprei kasurku. Wangi dan menenangkan, membuat ototku yang tegang rileks seketika.
Melihat langit-langit kamar, tiba-tiba pikiranku berkelana membawa pada suatu kisah. Sebenarnya aku sedang malas untuk kembali mengenang. Namun entah mengapa, malam ini sangat pas untuk bernostalgia.
Aku kembali mengingat-ingat kapan terakhir kali aku melihatmu tertawa lepas? Sepertinya sudah lama sejak terakhir bertemu ( @arbysword ). Ah iya, sudah lama sekali rupanya. Tanpa sadar, kedua ujung bibirku saling menarik satu sama lain. Aku tersenyum.
Tidak sampai disitu. Asal kamu tahu, memori tentangmu masih tersimpan rapi diingatan. Keplak lengan cubit tangan acak rambut ( @halfofmacchiato ), ternyata kita pernah sekonyol itu dalam bercanda. Acak rambut, hal yang membuatku tersipu tanpa kamu sadari. Pipiku menghangat mengingatnya.
Semua hal yang kita lewati bersama, tak luput diabadikan oleh bidikan kamera. Tak jarang hasil foto itu menampilkan gaya-gaya kita yang konyol. Hanya akan ada beberapa gaya yang normal. Aku teringat masih menyimpan foto kita semasa kecil dulu. Senyum tulus khas anak-anak tercipta di bibir masing-masing. Terlihat sumringah yang tercipta diantara keduanya ( @residurasa ).
“Kamu jelek, tapi aku sayang wkwk ( @sebarisjejak ).” ejekku saat kita sedang menikmati chatting dimalam yang dingin. Tanpa perlu menunggu balasan pesanmu, sebenarnya aku sudah tahu jawaban apa yang akan kamu berikan. Kelewat hafal asal kamu tahu!
Ting! You have 1 new message from Hiro.
“Haha wkwk wqwq wgwg lol rotfl ( @kertasnasi ).” balasmu.
Kamu dan aku selalu menertawakan hal-hal receh. Seperti suara kentut, misalnya. Bagaimana bisa suara kentutmu membuatku bahagia? ( @sepatahaksara ). Meski sedikit kesal, kukerucutkan bibirku, berpandang lalu tertawa ( @sepatahaksara ).
Aku selalu suka dengan kita yang saling melempar canda berujung tawa ( @hujanrinduu ). Bahkan sekadar melihat foto masa kecilmu pun tertawa ( @coretanpenamaya ). Ini adalah bukti nyata hahahihi sama kamu menyenangkan ( @halfofmacchiato ).
Tapi, tetap saja aku adalah seorang perempuan. Selalu menunggu akan sebuah kepastian, aku pun perlu keseriusanmu. Kita ini sebenarnya apa? Sekadar teman? Jika iya, apa ada hubungan pertemanan yang kedekatannya seperti sepasang kekasih dimabuk asmara?
Sore itu, ketika kamu mengajakku bersantai di kedai kopi, akhirnya kuberanikan diri untuk menanyakan hubungan apa yang sedang kita jalani.
“Kenapa harus serius ketika bercanda menyenangkan ( @sebarisjejak ).” jawabmu dengan kekehan yang sedikit membuatku kesal.
“Kamu masih sama, tak bisa serius. Perasaanku saja kamu anggap lelucon ( @maroondoe ).”
Karenanya aku tertawa, karenanya aku kecewa ( @residurasa ). Ini pertama kalinya kami berdebat cukup serius setelah 21 tahun bersama. Kami memang sudah bersahabat ketika sama-sama memasuki Taman Kanak-kanak. Hingga tanpa sadar, aku mulai menaruh harap padanya, mengisi hatiku perlahan dengan segala tentangnya. Seharusnya aku sadar, melabuhkan hatiku padanya sama halnya aku harus siap menelan kekecewaan.
Kisah masa kecil kami tidak jauh berbeda. Kehilangan makna dari sebuah kata ‘keluarga’. Hanya saja, ia masih asyik berkubang di luka hatinya. Membuatnya selalu menghindari hubungan yang serius. Entah, akan sampai kapan ia terjebak. Kupikir aku mampu merubah itu. Tapi nyatanya, selama kita bersama tak ada satupun hal yang berubah diantara aku dan dia.
Napasku terasa berat ketika kenanganku akhirnya jatuh pada hari di penghujung bulan Juni tahun lalu. Dibawah rintik hujan, kamu berkata bahwa kamu akan pergi.
“Melanjutkan studiku.” ujarmu.
Aku mengerucutkan bibir. 100% yakin itu hanya alibi untuk menghindariku karena tempo hari aku dengan bodoh dan bar-bar menyatakan perasaanku yang sudah lama terpendam.
“Jangan aku. Jangan pilih aku. Aku takut jika denganku kau menangis hingga tersedak-sedak ( @fktmadang ). Lukaku belum kering sepenuhnya, masih basah dan menganga. Aku tak mau melihat tatapan kecewamu.”
Dengan segala rasa yang berkecamuk dalam dada, aku berusaha mengikhlaskan kepergiannya. Berusaha bijak dalam menerima keputusannya. Sepenuhnya aku sadar, ia memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyembuhkan luka.
Bagiku, kamu adalah sumber tawa yang dikirimkan Tuhan untukku. Bahkan kamu tak perlu jadi badut untuk melucu ( @coretanpenamaya ). Semua tingkah lakumu selalu saja sukses buatku bahagia. Bersamamu pernah semenyenangkan itu rupanya ( @hujanrinduu ). Ya, dan kini aku sukses kembali mengenangmu dengan segala sesak yang tertinggal di dada.
Satu harapku dimanapun kamu berada, kamu baik-baik saja. Temukanlah seseorang yang bisa membuatmu bercerita banyak hal, melepas suka maupun duka. Hingga bersamanya kau terbiasa tertawa terbahak-bahak ( @fktmadang ), menyembuhkan luka yang ada.
Berbahagialah. Meski tanpa aku di dalamnya.
Sebuah kolaborasi iseng meMASAK (Main Sambung Kata). Selamat menikmati masakan yang dibuat dengan berCANDA.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
MASAK Dulu Yuk! | Masak(an) Rumah.
Hari ini Ibu berjanji akan menceritakan dongeng ketika malam nanti aku hendak tidur. Aku sungguh penasaran, kira-kira sebuah dongeng apalagi yang akan keluar dari mulut Ibu. Tentang kancil binatang yang cerdik, atau tentang Nirmala si putri cantik.
Hingga akhirnya malam tiba, aku menggenggam tangan Ibu menuju kamar kami yang sederhana. Seolah memang ini semua adalah rutinitas yang biasa kami lakukan, Ibu secara sukarela memberikan pahanya yang empuk dan lembut sebagai alas kepalaku.
Ibu bertanya seraya tangan rentanya mengelus rambutku, “Nak, kira-kira kamu tahu peran kamar kita ini apa?”. Aku mengangguk antusias ingin menjawab.
“Ya Bu aku tahu. Bagiku kamar mungil kita ini saksi bisu tangis bahagiaku segala rasa ( @coretanpenamaya ). Sepertinya juga tempatku pula meredam amarah yang membumi ( @coretanpenamaya ) Ibu setuju kan, dengan jawabanku?”
Ibu mengangguk dengan senyum teduhnya yang selalu menenangkan. Artinya Ibu sepaham dengan pemikiranku. Ibu mulai melanjutkan ceritanya. Kata Ibu, kamar mungil ini dibangun oleh cinta dan kasih sayang. Begitupun setiap sudut yang ada dalam bangunan ini.
“Milik tuan dan puan ketika bersama ( @sebarisjejak ).” ujar Ibu padaku. Aku tertawa. Lagi-lagi Ibu mengucapkan kalimat itu. Ibu ini senang sekali berkata puitis, bagai pujangga saja.
Suara Ibu kembali terdengar ditengah heningnya malam. Ibu berkata bahwa terkadang kita selalu mencari tempat untuk pulang. Sebuah tempat tepat menebus penat ( @kertasnasi ).
Sepertinya malam ini Ibu bukan ingin meceritakan dongeng. Melainkan bertukar pikiran denganku yang mulai beranjak dewasa.
Aku paham dengan maksud ucapan Ibu. Dengan pandangan yang menerawang, Ibu membahas bagaimana megahnya cerita di rumah yang sederhana. Di tempat ini, pernah segala kenang dan tenang hadir tercipta ( @sebarisjejak ) di antara Aku, Ibu dan Ayah. Menumpahkan resah tanpa kata dan suara. Memecah hening tatkala canda beradu cerita ( @residurasa ). Dekamku berlabuh di sana, lelahku hilang sesampainya. Padanya tempat terbaik dari segala usik ( @sepatahaksara ). Semua hadir dalam bangunan ini. Merekah dan meruah.
Terkadang aku selalu memaksakan raga ini untuk terus bergerak, mencari makna dari kehidupan. Padahal sudah jelas penat dan lelah sudah mebumbung tinggi. Perlu menepi sebentar, tenangkan hati juga pikiran ( @fktmadang ). Sejenak berteduh agar hati kembali utuh ( @maroondoe ). Memang dasarnya aku sedikit keras kepala, selalu melawan inginnya tubuh. Kalau sudah seperti ini, Ibu yang selalu mengingatkan, “Kamu hanya diminta sedikit lebih sabar ( @fktmadang ).”
Aku tahu, aku harus bersabar. Aku pun tahu harus menepi. Aku hanya sedang berusaha mencari arti yang sesungguhnya.
Memang betul rumah adalah jawaban dari segala gundah ( @maroondoe ). Sebaik-baik tempat kembali ( @kertasnasi ). Tetapi akankah makna itu tetap berlaku, ketika Ayah memilih tidak pulang?
Bisa saja rumah hanya tempat singgah ( @arbysword ). Mungkin sekadar yang pernah tertuju dan dijadikan dambaan? ( @hujanrinduu )
Awalnya aku pikir, Ayah lembur malam itu. Bisa saja pekerjaannya sedang menumpuk di kantor. Hingga berhari-hari, Ayah juga tak kembali pulang.
Hingga pada akhirnya di malam ulang tahun Ibu, Ayah pulang. Tentu saja aku bersorak senang. Hendak keluar menuju ruang tamu di mana Ayah dan Ibu berada. Namun harus pupus, ketika Ayah kembali melangkah dengan tas ransel besarnya keluar rumah. Malam itu jendela, kursi, atau bunga di meja ( @halfofmacchiato ) menjadi saksi bisu, Ayah meninggalkan Ibu.
Kehadiranku di muka pintu kamar disadari oleh Ibu. Walau aku tahu, mata bening itu menumpahkan segala macam rasa yang sudah tak lagi mampu dibendungnya. Dengan langkah yang yang pasti Ibu menghampiriku. Sedang aku, hanya mampu membisu dan terpaku.
Yang kutahu di detik selanjutnya dekapan hangat Ibu yang melingkupi tubuhku yang kaku. Bibir yang bergerak terbata dan menggugu ibu berbisik, “Duduklah, ungkap apapun yang dirasa. Biar lega jadi milikmu saja ( @katatanparasa ).”
Aku masih tetap diam. Tak tahu harus merespon ucapan Ibu seperti apa. Saat itu yang kutahu bahwa rumah bisa saja menjadi tempat yang tak menyambut hangat malah mengabaikan ( @hujanrinduu ). Bahwa pulang tak selalu kembali ke rumah ( @arbysword ).
Walau pikiranku sedang melanglang entah ke mana saat itu. Namun telingaku masih cukup berfungsi dengan baik. Sayup-sayup kudengar dari bibir Ibu yang masih saja bergetar,
“Kosong menjadi terisi ketika kamu kembali ( @halfofmacchiato ).”
Sebuah kolaborasi iseng meMASAK (Main Sambung Kata). Selamat menikmati masakan RUMAH yang seadanya.
Kata bapak, nanti ketika kamu jadi pemimpin, jadilah pemimpin yang menegakan keadilan dengan cara yang adil, dan menyuarakan kebenaran dengan cara yang benar. Pastikan juga hak-hak orang disekitar mu terpenuhi, gunakan power mu untuk itu. Karena nanti disaat kamu jadi pemimpin, ada orang-orang yang berharap besar padamu, dan semua ada pertanggungjawaban nya. Jadi yang amanah ya nak.
Yeay saya terkejoed, ternyata dapet kiriman spesial pake telor 😍
Jadi ceritanya, waktu itu abis meet up sama mereka di google meet @residurasa @kertasnasi @sebarisjejak @fktmadang @benkss , kebetulan @halfofmacchiato @hujanrinduu @sepatahaksara @arbysword @tulisanmantan belum bisa gabung, ngobrol santuy, ngobrol yang isi obrolan seriusnya cuma dikiit tapi saya merasa nyaman*cieeeeee
Nah, sambil nunggu yang lain muncul, si @residurasa ini ternyata punya banyak koleksi buku bacaan,selain buku matematika yang udh khatam banget deh dia baca kalau itu. Dia nunjukin satu buku,yang katanya sih belum pernah dia baca (atau saya yang salah denger ya wkt itu hahahaha)pokoknya gitu deh. Terus iseng deh saya berkomentar, "Sini buat gue aja bukunya ris,gue pinjem deh..." Dia bilang "Serius nih ay lu mau?Yaudah ntr gue kirimin dah."
Eh beneran dong dia kirimin ditambah embel-embel yang lain nya😍dan satu lagi katanya bukunya ngga usah dibalikin,alias buat saya hahaha.Yang belum kebagian harap bersabar yaaa🤣
Sekian cerita dari saya, pasti yang baca ini bertanya tanya...kok kalian bisa saling kenal,kok bisa siiihhhh...kok...kok...kok kopetok🤣
Monmaap kalau cerita ini harus lewat di timeline kalian,abaikan aja... Saya sudah terbiasa *apasihhhh*
Semoga nanti kita bisa ngobrol secara langsung ya kawan-kawan
Tumblr tu ya, sebenernya media sosial paling sopan dan tanpa paksaan, coba perhatiin tiap kita mau post sesuatu, selalu ada tulisan "Add something, if you'd like." Atau pas kita mau komen ke lapak orang lain pun tetap diingatkan untuk "Say something nice." Jadi yang mau komen harusnya ketampar duluan sebelum nyinyir/sotoy/keminter di lapak orang. Dan lagi, pas lagi rame corona gini, tiap buka dashboard, paling atas dikasih perhatian lebih untuk "Jaga diri. Kunjungi Kemkes." Belum lagi page "likes" and "following" yang bisa dipilih untuk ditampilkan atau disembunyikan. Sama list "followers" yang memang dirancang untuk nggak ditampakkan, rasanya kayak nggak dikejar-kejar eksistensi harus punya pengikut sekian orang. Tapi, kehadiran kalian-kalian yang datang, membuat tulisan di sini utuh karena ada yang menemukan.
Tumblr, thanks for always be nice! ❤
Sebenarnya apa sih yang dicari?
Kamu saja masih bingung dengan apa yang kamu cari, dengan apa yang kamu inginkan. Lantas bagaimana keinginan mu bisa tercapai, bagaimana bisa terwujud, kamu saja masih bingung.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jangan tergesa-gesa, apa yang kamu kejar?
Duduk dulu sebentar, buka bukumu, baca beberapa halaman, kamu juga bisa sambil pasang earphone mendengarkan lagu favoritmu.
Atau biar lebih lengkap, kamu bisa memesan secangkir susu hangat, atau segelas lemon tea ice, bahkan air putih pun tidak masalah.
Istirahat kan sejenak pikiran mu, cermati ulang dari setiap masalah mu, tidak semua masalah harus ada penyelesaian nya sekarang kan.
Ayo nang, bangun.
Kita berdiri diatas dalih kepentingan kita sendiri, selama itu menguntungkan, lakukan, dan selama itu merugikan, tinggalkan. Bukan kah memang begitu. Hidup kita memang berdasarkan kepentingan masing-masing kan. Omong kosong tentang ketulusan, keikhlasan, atau apalah itu. Kita semua sama, mau melakukan ini, karena akan mendapatkan itu. Tidak ada yang benar benar tulus di dunia ini, selain kasih Tuhan kepada hamba nya.