Malam tadi ada satu obrolan bersama bapak ojek online yang membuatku termenung.
Singkatnya, beliau cerita satu kejadian saat dia nyaris diterjang begal kala dini hari mengambil sebuah orderan di daerah Kalibata.
Lantas aku pun bertanya, "Kenapa bapak narik jam segitu?"
Dia dengan santai menjawab, "Ya kan saya emang suka 'ngalong', mba."
"Jangan ngalong terus, Pak. Serem banget apalagi ada begal. Bahaya itu."
Ia hanya memberi sebuah dalih, panjang lebar sampai sedikit membahas keluarganya. "Saya ngalong sesekali doang, mba. Kalo lagi kepepet banget ada kebutuhan mendadak. Kayak tiba-tiba ada keperluan anak buat renang dari sekolahnya, misalnya. Yang begitu-begitu tuh, mba, ga bisa dinanti-nanti kan. Biar keperluan anak sama keluarga bisa cukup. Makanya ngalong tuh saya mikirnya kali aja ada tarikan, kali aja ya, kan lumayan."
Kemudian kurespon singkat, "Oh... Iya ya, pak." Karena setelah itu pikiranku sibuk bergerumuh sampai tak fokus melanjutkan percakapan itu.
Mendengar secuil cerita jerih payahnya mencari rezeki demi keluarga membuat memoriku sekejap memanggil nama "Bapak".
Pikiranku menggali memori saat aku teringat ucapan Bapak yang selalu ia sampaikan ketika hendak menjanjikanku solusi dari tiap-tiap kebutuhanku yang rasanya tiada berhenti. Selalu meminta. Bertubi-tubi.
Jawaban Bapak tetap sama dan sederhana. Meyakinkan bahwa ia bisa mengatasinya. Pasti akan mengatasinya.
"Iya, teh. Nanti Bapak kasih. Sugan besok Bapak narik."
Semoga bukan cuman harap.
Berkat Bapak, sebuah semoga bisa memberi tenang.
Bagi Bapak, sebuah semoga adalah janji.
Semoga masalah bisa selesai.
Tak terasa, saking berulangnya kata itu terngiang di kepala, air di pelupuk mata pun melesak dan mengalir ke pipi, sampai turun membasahi masker yang menutupi wajah selama perjalanan.
Membayangkan diri sendiri saat masih bersama Bapak yang selalu berjuang dan rela melakukan apapun demi kebahagiaanku adalah kenangan terbaik.
Maka, beruntunglah kalian. Sungguh.
Aku masih saja merasa iri. Maaf.
Nyatanya aku masih lemah.
Tiga tahun kepergiannya hanya angka waktu. Tak akan bisa memudarkan tapak menganga luka kehilangan.
Tanggerang Selatan, 12 September 2019.