Grow Up
Ternyata menjadi dewasa itu melelahkan. Mengeluh juga percuma karena tidak ada yang mau mendengarkan, tidak pula menyelesaikan masalah.
Butuh waktu utk menjadi dewasa. Butuh kekuatan utk menjadi dewasa.

pixel skylines

❣ Chile in a Photography ❣
we're not kids anymore.
🪼
occasionally subtle
YOU ARE THE REASON
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
wallacepolsom

Andulka

Love Begins

JBB: An Artblog!
Sade Olutola


Discoholic 🪩
cherry valley forever
todays bird
Three Goblin Art
trying on a metaphor

祝日 / Permanent Vacation
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Maldives
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from France
seen from Finland

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@fidiamei
Grow Up
Ternyata menjadi dewasa itu melelahkan. Mengeluh juga percuma karena tidak ada yang mau mendengarkan, tidak pula menyelesaikan masalah.
Butuh waktu utk menjadi dewasa. Butuh kekuatan utk menjadi dewasa.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Halo Tumblr :)
Halo tumblr yang ternyata semakin sepi.. apa kabar? :) Akhirnya menemukan tempat menulis untuk diri sendiri.. Tumblr jadi tempat yang nyaman buat escape dari hingar bingar foto atau sekedar update status.. Semoga aku gak lupa kamu lagi ya.. Semoga bisa istiqomah nulis disini..
Cukup Allah
Sudahkah lisan dan hati kita berjalan seiringan?
Allah tidak menjanjikan istiqamah itu mudah, tapi Allah menjanjikan akan selalu ada bersama kita.
Kita tahu kita seharusnya membantu orang tanpa berharap akan dibantu lagi. Kita tahu kita seharusnya tidak risau dan gelisah akan apa yang sudah tidak bisa kita ikhtiarkan lagi, tawakkal saja. Kita tahu kita tidak seharusnya mengharapkan orang berlaku seperti ini dan itu hanya karena kita berlaku ini dan kepadanya.
Kita tahu kita seharusnya menjadikan Allah itu cukup sebagai tempat mengadukan segala sesuatu.
Lebih seringnya, lisan kita mengatakan apa, tapi hati kita terasa berat. Karena terkadang kita sudah tahu “seharusnya seperti apa”, tapi iman kita ternyata tidak sekuat itu.
Maka ketika hati kita terasa tidak bisa melaksanakan apa yang seharusnya tersebut…. berlarilah kepada Allah.
Tidak ada yang (seharusnya) lebih menenangkan dibandingkan dengan mendengarkan apa yang diucapkan oleh Yang Tercinta, dan mencurahkan segalanya kepadaNya pula. Bahkan tanpa dicurahkan pun, Allah Maha Mengetahui.
Sebagaimana Rasulullah yang hanya menatap langit dengan gamang setiap hari karena merasa sedih kiblatnya sama dengan kiblat orang-orang musyrikin. Tanpa mengatakan apa-apa, Allah mengetahui hal tersebut dan menurunkan ayat untuk merubah arah shalat.
Syaratnya satu : berlarinya memang kepada apapun yang mendekatkan diri kepada Allah.
Jangan berlari ke hal lain. Jangan berlari ke musik. Jangan berlari ke segala film itu.
Berlari dari masalah menuju hal dunia hanya akan melahirkan ketenangan sesaat. Sedangkan berlari dari masalah kepada Yang Maha Berkuasa, Maha Menyelesaikan Masalah, tidak akan pernah mengecewakan kita.
Sungguh, jadikan Hasbunallah wa nikmal wakil kita 100% benar secara zhahir dan batin.
Hitam tetaplah hitam walaupun seisi dunia berkata hitam itu putih.
Kronologi ringkas hidup Rasulullah
‘timeline’ artis aja mungkin tau ~ semoga kitapun tau ‘timeline’ Rasulullah :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
If you cry, if you smile, remember: the Heart is the noble people’s home. It is where they get their strength, their fragility. Alone, in silence.
Tariq Ramadan
Originally found on: tariqramadan
(via islamic-art-and-quotes)
^_______^
(via liadita)
Ibn Al-Abbas
Karena ilmu itu didatangi, bukan mendatangi.
Itulah jawab Ibn Al-Abbas saat ia didapati sedang menunggu di teras suatu rumah oleh sang pemilik rumah. Merasa tidak enak, karena Ibn Al-Abbas ini masih ada hubungan sepupu oleh Rasulullah, sang tuan rumah bertanya kenapa ia yang repot-repot datang ke rumahnya. Bukankah bisa saja Ibn Al-Abbas menyuruh seseorang agar ia yang datang menemuinya. “Karena ilmu itu didatangi, bukan mendatangi,” begitu jawab Ibn Al-Abbas yang memang tujuannya datang ke rumah itu untuk menggali ilmu dari sang tuan rumah.
Ibn Al-Abbas lahir di tengah kondisi umat Islam sedang diboikot oleh kaum kafir Quraisy. Maka berita kelahiran sepupu Nabi ini menjadi kabar gembira bagi kaum muslimin. Rasulullah yang biasanya menyuapkan kurma ke bayi yang baru lahir, saat itu hanya bisa memberikan air liurnya yang suci ke mulut mungil Ibn Al-Abbas. Bisa dibayangkan betapa sulitnya kondisi kaum muslimin saat itu.
Ibn Al-Abbas tumbuh menjadi pemuda yang cerdas. Ia merasakan hidup bersama dengan Rasulullah dalam kurun waktu tiga atau empat tahun. Namun begitu, ada banyak sekali hadis yang diriwayatkannya. Bahkan jika dicermati, ada beberapa hadis yang ia riwayatkan saat ia tidak sedang bersama Rasulullah. Inilah hasil dari kebiasaan Ibn Al-Abbas, yaitu mendatangi para sahabat Rasulullah, lalu bertanya apa yang sedang dilakukan sahabat itu bersama sang Nabi di hari sekian dan jam sekian. Begitulah, ia haus untuk mengetahui segala detail kebiasaan Rasulullah.
Tidak heran jika Umar bin Khattab sangat mencintai Ibn Al-Abbas. Dalam suatu pertemuan, Umar membawa serta anak Al-Abbas ini yang kemudian menjadi yang termuda diantara para sahabat senior. Salah satu sahabat senior itu bertanya mengapa Ibn Al-Abbas juga diikutsertakan. Umar pun mengetes kemampuan sahabat-sahabat di depannya itu dengan pertanyaan tentang tafsir surat An-Nasr. Tak disangka, jawaban Ibn Al-Abbas lah yang benar, padahal ia tidak sedang berada di tempat saat surat itu diturunkan. Lagi-lagi inilah buah dari kebiasaan Ibn Al-Abbas mengunjungi para sahabat lalu bertanya tentang apa yang dilakukannya dengan Rasulullah di suatu waktu tertentu.
Selain cerdas, Ibn Al-Abbas ini juga terkenal akan ketampanannya. Ia memiliki seorang istri. Setiap kali hendak pulang ke rumahnya, ia selalu menyisir rambut dan memperbagus penampilannya. Sahabat yang melihat itu tertawa lalu bertanya mengapa ia melakukan hal itu–seringkali kita ingin tampil rapi saat keluar rumah, bukan saat pulang ke rumah. Ibn Al-Abbas pun menjawab singkat, “Saya ingin terlihat tampan sebagaimana saya ingin melihat istri saya tampil cantik di hadapan saya.”
Dalam fatwa-fatwanya, Ibn Al-Abbas terkenal dengan fatwa yang cenderung ringan dibanding fatwa sahabat-sahabat lainnya. Tapi bukan berarti Ibn Al-Abbas suka memudah-mudahkan. Justru, ia menerapkan standar yang tinggi bagi dirinya. Begitulah akhlak para ulama. Ia membuat patokan yang tinggi bagi dirinya sendiri, tapi tidak menutup celah kemudahan bagi umat.
Duhai Ibn Al-Abbas, kami belajar banyak darimu..
–
Tulisan ini terinspirasi dari kuliah Omar Suleiman dalam “The Five Abdullahs” di bayyinah.tv
Tulisan : Umur Mimpi
Dengan orang yang tepat, impianmu akan menjadi hebat.
Masing-masing kita memiliki impian yang besar. Ada yang kemudian memendamnya karena tidak berani mewujudkannya. Ada yang begitu ingin mewujudkannya tapi belum tahu caranya. Ada yang sedang berusaha mewujudkannya sekalipun itu seumur hidup menempuhnya.
Umur Impian itu bisa jadi pendek. Ketika berbenturan pada situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk kita mewujudkannya. Terkungkung oleh jam kerja, harus berpindah kota, harus mengalah karena orang tua, harus lebih banyak bicara realita, dan bertemu dengan orang yang tidak bisa diajak untuk mewujudkannya.
Betapa beruntungnya orang yang memiliki kesempatan untuk mewujudkan impiannya, memiliki dukungan dari orang di sekitarnya, dan bertemu dengan partner yang tepat untuk ikut membangun impiannya sejak awal. Sejak impian masih berupa kata-kata, belum berupa tindakan.
Sejak kekhawatiran itu bisa dibagi, didiskusikan jalan keluarnya, dicarikan celahnya, dikuatkan kepercayaannya, didampingi kala katakutannya. Impian itu mungkin besar, tapi kita tahu bahwa ada Allah Yang Maha Besar. Karena segala sesuatunya bisa menjadi mungkin, sepanjang seseorang berusaha mengubah takdir mimpinya.
Impian itu akan tetap menjadi impian bila tidak segera bangun untuk mewujudkannya. Hari ini, hari ketika usia kita masih muda. Di mana kita tengah berada dalam persimpangan hidup, Quater Life Crisis. Kita tengah diuji pula sejauh mana kita akan memperjuangkan impian kita. Bahkan idealisme kita ketika dulu duduk di bangku kuliah pun tengah diuji. Di tengah gempuran tuntutan hidup yang semakin duniawi, kita harus membuat keputusan. Keputusan penting yang berdampak pada impian kita. Akankah impian mati atau terus hidup.
Rumah, 13 Agustus 2015 | ©kurniawangunadi
Menjadi Terjadi
Pernah tidak, kita menulis sesuatu dan kemudian entah kapan apa yang kita tulis itu menjadi kenyataan. Entah kita menulis sebuah cerita, sebuah puisi, atau sekedar tulisan di dalam diary. Tulisan yang kita bahkan lupa kapan menulisnya, hari ini tulisan itu bisa kita rasakan secara langsung kejadiannya.
Saya pernah. Dan tulisan itu adalah tulisan-tulisan yang selama ini saya buat dan beberapa di antaranya ada di dalam buku saya sendiri, Hujan Matahari. Saya tidak pernah menyangka bahwa tulisan fiksi yang saya karang justru menjadi kenyataan dalam kehidupan saya sendiri. Ketika saya menulisnya, saya tidak benar-benar bisa memahami situasinya, hanya mengira-ira. Hari ini, ada beberapa tulisan itu berubah menjadi kejadian.
Antara takjub sekaligus cemas. Takjub karena saya tidak menyangka bahwa sayalah yang akan mengalaminya, cemas karena saya khawatir saya tidak bisa melewati fase tersebut.
Karena menulis bagi saya waktu itu, saya ingin menjadi seperti tokoh yang ada dalam tulisan. Tokoh yang bijak, yang santun, yang sabar, dan lain-lain karena saya tidak seperti itu di dunia nyata. Nyatanya hari ini saya diuji dengan itu semua, dengan tulisan saya sendiri. Untuk menjadi sabar, menjadi lapang, menjadi hati-hati, menjadi bijak, dan lain sebagainya.
Saya tidak menyangka apa yang saya tulis -yang tadinya fiksi- menjadi kenyataan. Meski berupa analogi-analogi, semuanya terasa presisi. Seperti apa yang saya tulis dan ketika saya membaca tulisan saya lagi, saya takjub. Kadang saya terharu, kadang pula sedih. Bahwa pecahan-pecahan cerita hidup saya benar-benar bisa dibaca. Dengan jelas. Dalam rangkaian tulisan yang terangkum.
Yogyakarta, 11 Agustus 2015 | ©kurniawangunadi
Apapun cerita hidupmu, kembalilah pulang..
“Karena Allah sebaik-baik tempat kembali..”
:”)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
kuliah
kita bayar kuliah bukan hanya dengan uang orang tua saja. kita bayar kuliah bukan hanya dengan uang beasiswa saja.
kita bayar kuliah dengan uang negara juga, karena universitas ini universitas negeri. kita bayar kuliah dengan uang yang dibayarkan senior-senior kita, yang ikut membangun kampus, sehingga kita bisa belajar senyaman sekarang. kita bayar kuliah dengan uang yang dibayarkan seumur hidup oleh dosen-dosen kita supaya bisa menjadi dosen, sehingga kita bisa belajar dengan pengajar-pengajar hebat seperti sekarang.
kita bayar kuliah dengan waktu yang kita habiskan seumur hidup untuk belajar. dengan perjuangan kita mengerjakan soal-soal tes masuk universitas.
kita bayar kuliah dengan kesempatan teman-teman kita yang tidak berhasil diterima di universitas ini. dengan mimpi-mimpi mereka yang diwakilkan kepada kita. mimpi-mimpi anak bangsa.
kita bayar kuliah dengan masa depan Indonesia. masa depan bangsa kita. ada banyak peran yang pada saatnya perlu pengganti. tak melulu pemimpin, menjadi apapun selalu punya arti.
kita bayar kuliah dengan nyawa teman kita. yang tak sempat menyelesaikan studinya. entah karena Allah yang telah mencukupkan, atau karena teman kita yang lelah memperjuangkan.
kita bayar kuliah. mahal sekali. sangat mahal sekali. tapi kita masih suka datang terlambat. menyalin tugas. tak memperhatikan dosen—mencibir dosen. hanya mengejar nilai. sering bolos kelas. dan menyia-nyiakan harapan. menyia-nyiakan hidup.
m.a.l.u.
*
kepada teman kami yang baru saja pergi dari danau kenanga, UI berduka. selamat jalan, teman.
Ada orang-orang baik yang sengaja dihadirkan dalam hidup kita hanya untuk menguji perasaan kita, bukan untuk menjadi pasangan hidup kita. (Kurniawan Gunadi, 2014)
Adalah sebuah hal yang lumrah ketika manusia jatuh cinta. Dan aku selalu percaya bahwa semua kisah cinta itu berakhir bahagia....
:)
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu dikabarkan bahwa Rasulullah saw. berkata, “Berbahagialah orang yang pernah melihatku dan beriman kepadaku” ucap Rasulullah sekali. Lalu baginda nabi melanjutkan, “Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihatku.” Rasulullah mengulangi ucapan yang kedua ini sebanyak tujuh kali.
-
Suka banget sama video Maher Zain yang ini :)
:')
Kenapa udara subuh lebih bersih dan menyegarkan?
"Karena orang munafik pada bobok." Deep and sad.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Akhir dari setiap tujuan adalah akhirat. Sebaik-baik hidup adalah memberi manfaat. Syiar terbaik adalah akhlaqul karimah. Sepenuh cinta adalah memberi. Benteng pertahanan terbaik adalah sabar. Dan pribadi terbaik adalah yang menginspirasi.