Berhenti di 26
𓃗

shark vs the universe
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Not today Justin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
noise dept.

roma★
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Origami Around
One Nice Bug Per Day

if i look back, i am lost
sheepfilms
🩵 avery cochrane 🩵

oozey mess
Interview Vampire Daily
EXPECTATIONS

izzy's playlists!
d e v o n

seen from Colombia
seen from United States

seen from France
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from Canada

seen from Syria
seen from Canada

seen from Uganda
seen from Paraguay

seen from India
seen from United States
seen from Vietnam
seen from Guatemala
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@fidafalalanotepath
Berhenti di 26

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Musim yang tidak sempat kita miliki
Jogja Hari Ini Sudah Semakin Sepi
Tapi di setiap sudut-sudutnya aku tetap bisa menemukan kenangan manis aku dan teman-teman remajaku, sudut-sudut yg menceritakan aku dan beberapa hati yang pernah bersama, aku menemukan ribuan perasaan yang sempat singgah di jogja.
Sudah semakin sepi, semakin tidak ramai, tapi setiap jalan, tempat makan, langit, setiap jembatan, dan lampu merah ramai-ramai berbicara padaku menceritakan kembali masa-masa terbaikku di jogja.
Rumah keduaku yang hampir dua tahun tidak aku jenguk tidak aku tengok
Tidak banyak perubahan, kecuali semakin sepi dan menghilangnya orang-orang yang membersamai aku di masa-masa itu, satu kali aku menangis, melihat segerombolan remaja tertawa dan berbisik bercerita satu sama lain, “itu aku, aku dan teman-temanku di tahun 2016an menumpahkan semua perasaan yang ada dalam hati pada setiap sudut jogja yang hari ini berisik berputar ke pikiranku”
Aku ingin memutar waktu, tapi tidak mungkin
Aku ingin kembali, tapi masa terbaik itu hanya berlaku satu kali dalam hidup
Untungnya
Aku menjalani-melalui semuanya dengan perasaan hingar bingar sedan sendu dan tentu menyenangkan
Ah, aku senang sekali bisa kembali ke jogja
Terimakasih sudah bercerita kembali, aku akan sering-sering pulang
Jogja sebelum gelap, 2025
Insafkan Aku dari Cinta Ini
Aku masih terus merasa tidak adil dengan perasaan-perassan egois yang entah muncul dari mana tapi ia terus merasuki diri dan terus aku aminkan dalam tindakan
Padahal, aku tau betul Amih memberikan banyak cinta, doa, kebaikan, kemudahan atas kelancaran hidup aku hari ini
Tapi, lihatlah! Yang aku balas hari ini malah lebih banyak tidak patuhnya, banyak memikirkan ego diri sendiri, dan bahkan tidak ingin mengurus Amih di masa tua nya
Allah! Tuhan! Sedang kenapa kah aku ini? Jiwa siapa yang aku bawa selama ini!
Entahlah kawan, sampai detik ini aku menulis, aku belum bisa menemukan jawabannya, yang jelas aku marah pada diri sendiri atas abainya aku kepada banyak pengorbanan Amih untuk dunia bahkan untuk hidup yang aku jalani hari ini
Insaflah diri!
Agustus Berangin, Berlari hingga Sesak Sendiri
Hinggap di satu, mati di kegelapan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku masih disini-sini saja, dengan semua kelap kelip kalimat yang aku temukan, dan aku jatuh hati padanya. Pada setiap puisi, kata-kata ajaib, cerita yang memikat lalu aku tetap menaruh hati pada setiap yang mata ku tangkap di kertas-kertas itu
Seperti usiaku yang ke-18 tahun, seperti aku yang menulis buku diary ku ketika usia 12 tahun, dan seperti aku yang jatuh cinta diusia 23 tahun
Itu masih aku, sampai hari ini
Tidak banyak yang berubah, selain tentu fisik yang sedikit berbeda dan cara pandang yang terus tergerus waktu
Ah, itu masih tetap aku yang bermekaran tiap tahunnya yang kelak akan bersemai di hari lain di hari batin
Aku tidak percaya orang tidak akan berubah ketika bertambah usia, sampai aku sendiri yang merasakannya
Karena ternyata benar, aku tidak banyak berubah, itu masih aku, dengan kopi di tangan kanan dan buku di tangan kiri, dan aku yang masih berkutat di laman biru tua tumblr ini hingga usia ku genap 25 tahun
25 tahun!
Tidak terbayang
Namun dinanti
Alhamdulillah selamat 25! Lambat-lambat dunia perlu tau kamu masih disini-sini saja dan tidak banyak berubah kecuali yang ada dalam otakmu itu
Ah, senangnya bisa menulis di usia 25
Mari menunggu usia-usia kedepan yang sesungguhnya aku selalu penasaran, akan seperti apa aku nanti di usia 30? 45? Bahkan 63?
- ditulis tidak di tanggal 16 karena tentu aku sibuk dengan duniawi ini, Allahuakbar!
Satu tahun tidak ke Jogja
Kapan terakhir kali ke kota mu itu?
Setiap momen ke jogja jadi momen paling dinanti tiap tahunnya, palinggg ditunggu dan selalu diusahakan untuk pulang
Ke jogja
“Ya mungkin karena ngga ada yang ditunggu lagi buat ketemu, buat diusahakan, jadi ngga berangkat berangkat” - ucap salah satu teman
Masa iya ya begitu?
Kalau iya pun, ya mungkin ada benarnya, sedikit, bahkan sejak kejadian itu terjadi sampai hari ini presentase ucapan teman itu hampir menyentuh 80% ketepatannya
Ya karena dipikir-pikir benar juga, terutama juga karena sedihnya
Tapi, perasaan untuk menyangkal bahwa sebenernya ini bukan kali pertama patah hati itu terjadi, sebelumnya pun pernah, tapi tidak berdampak banyak
“Kan kejadiannya beda, ini lebih serius lebih dinanti” ucap teman satu ini menjawab kembali
Ya bisa jadi benar
Tapi, bahwa benar 100% tidak bisa dikatakan demikian, karena banyak faktor yang melekat
Satu, iya betul itu
Dua, banyak juga teman yang sudah berpindah ke kampung halamannya, alhasil di jogja semakin sepi
Ketiga, tidak ada waktu yang pas. Ini memang alasan tapi sungguh kesibukan pekerjaan tidak bisa dihindari
Keempat, tidak diusahakan
Kenapa?
Jawaba belum ada
Ah, tapi sejujurnya setelah melihat memori sudah 1 tahun lebih lamanya tidak pulang ke joga, juga jadi ingin sekali menyempatkan pulang, walau sehari dua hari
Disamping seribu satu alasan itu, pulang ke jogja tetap jadi cita cita yang harus dipenuhi agar terisi kembali hidup yang setengah mati setengah pincang ini
Jadi, kapan mau dijadwalkan?
Kita tunggu episode “Jogja Sebelum Gelap part 2.0”
Fafat atau Fida / Fida dan Fafat
Sebenernya, ngga ada yang menarik-menarik amat dari cerita dua gadis yang “masih sama-sama hangat dan menyinari” yang sempat disematkan ke diri kita masing-masing per tahun 2018
Tapi,
Kita selalu ada dititik dan garis waktu yang sama dan melaluinya dengan cara yang berbeda
Itulah yang akhirnya memikat persinggungan antar dua takdir fafat-fida, baik di masa sekolah maupun setelah sekolah di beberapa momennya
Lucunya, itu menjadi memori baik dan sangat patut dijadikan tawa setiap bertemu dan bercerita kembali, lagi, lagi-lagi cerita yang sama, tapi menariknya setiap diceritakan kembali ada perspektif baru yang muncul dan, tentu ditertawakan kembali
Hehe, kenapa ya?
Ah, lagian di dunia ini ngga semua patut ditanyakan kenapa dan harus dijawab karena
Yang ada mah harus disyukuri masih bisa berteman, ketawa, makan enak, memenuhi wishlist, cerita masa lalu lagi, ketawa lagi, dan tentunya saling menyinari satu sama lain
Jadi bukan Fafat atau Fida, tapi jadi Fafat dan Fida, temenan terus deh
Padahal emang dari awal temenan sih kenapa harus ditulis begitu?
Nantikan jawabannya di episode selanjutnya🙌🏻
- Bandung 13 April 2025
Ditulis sehabis fafat bersambang ke bandung selama dua detik dan setelah membaca caption fafat di instagram 7 tahun lalu
Kau di sana
Aku di seberangmu
Cerita kita sulit dicerna
Tak lagi sama arah kiblatnya
Menjadi Kepala di Sekolah
(Cerita dan tulisan yang akan panjang, merangkum 2-3 tahun kebelakang)
Ketika aku menginjak semester akhir diperkuliahan, ibu sudah sering membisikkan baik kepada aku maupun keluargaku bahwa ketika aku lulus sarjana akan ditempatkan di sekolah sebagai kepala. Aku, yang pada saat itu sedang sibuk mengurus diri sendiri dan kehidupan diri sendiri tidak mengambil pusing omongan tersebut, sambil lalu, tapi juga merasa harus lulus tepat waktu agar bisa membantu ibu di sekolah kecil itu.
Jadilah, ketika menulis skripsi yang sangat menyenangkan itu aku lakukan dengan baik dan cepat alias sesuai dengan target, lulus tepat waktu di tahun 2023, bulan Juni aku sidang dan dinyatakan lulus. Rasanya? senang karena bisa bertanggung jawab atas ilmu yang aku dapatkan selama 4 tahun di Univeristas Pendidikan Indonesia atau biasa disebut sebagai Universitas Pesantren Indonesia dengan baik dan sesuai harapan aku dan orangtua, juga (ternyata) setelah lulus ini aku merasa sangat menikmati dan terharu mengenang masa perkuliahan yang sangat menyenangkan itu - dan tentu harus berakhir
Juli 2023 aku resmi menjadi fulltime anak yang berbakti kepada orangtuanya dan membantu di sekolah 5 hari dalam sepekan, dari jam 5 pagi (karena aku bersiap sepagi itu) sampai jam 5 sore, kadang juga jam 10 malam kalau pekerjaan administrasi pendidikan itu diminta cepat diselesaikan.
Juli 2023 juga aku ditempatkan sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum, yang padahal aku masih belia dan jujur tidak paham bagaimana kerjanya wakil kepala sekolah bidang kurikulum itu. Tapi, bermodal keinginan membantu orangtua dan ilmu yang aku dapat di perkuliahan, pekerjaan itu aku lakukan dengan baik dan menyenangkan walaupun rasanya kala itu berat sekali karena banyak hal yang aku pelajari sendiri, sambil tetap dibersamai oleh guru utama, ibuku.
Seiring pekerjaan dan dokumen di meja kerjaku yang menumpuk, ibu menggaungkan kembali, kali ini tidak hanya kepadaku dan keluargaku, tapi sudah mulai kepada warga sekolah, kepala sekolahku kala itu, bahkan kepada tamu-tamu ibuku, ia amanahkan bahwa kelak aku akan ditempatkan menjadi kepala di sekolah itu.
Aku, yang diamanahkan, seperti biasa lebih memilih membereskan dokumen yang menumpuk, sambil lalu, yang terpenting bagiku kala itu, sekolah bisa berjalan dengan baik, dengan budaya baru yang kami gaungkan, dan semarak menjadi sekolah yang berkemajuan.
02 September 2024 setelah satu tahun aku ditempa tak habis-habisnya, serah terima jabatan kepala sekolah dilakukan, dari kepala sekolah kala itu, kepada aku, yang pada saat penandatanganan pun masih mencoba mencerna berbagai pekerjaan yang menanti sebagai kepala di satuan pendidikan tersebut.
Tidak diberi jeda, (karena sejak Juli 2023 pun jeda menjadi hal yang mahal untukku) aku disibukkan dengan puluhan, ratusan, jutaan pekerjaan menjadi kepala, dan belum sempat memaknai arti serah terima jabatan tersebut.
Karena, pada dasarnya saat itu aku merasa, apa yang aku lakukan selama satu tahun sebelum serah terima jabatan itu, aku sudah melakukan hal-hal yang akan aku lakukan sebagai kepala di sekolah, jadi rasanya biasa-biasa saja, tidak merasa spesial apalagi merasa tinggi. Yang jelas, saat aku pertama kali membawakan sambutanku, diakhir sambutan aku mengucapkan sambil tercekat, "Semoga, kedepan tidak mengecewakan ibu dan bapak" lalu aku tutup dengan salam dan riuh ruangan.
Lalu, di suatu pertemuan bersama temanku, aku mulai mencoba mengurai isi pikiran dari momen-momen tersebut.
Aku sudah menjadi kepala sekolah, kataku agak bingung memulai. Tapi, sejujurnya aku lebih bingung mengapa?
Ia-temanku ini bilang (dan terekam dengan jelas di kepala), "Banyak orang, yang diberi kesempatan yang sama, dan banyak yang akhirnya memilih untuk tidak mengambil kesempatan itu, jadi bukan karena kamu anak ibumu dan bisa seenaknya menjadi kepala sekolah, Tapi, kamu tidak menolak, dan ngga semua orang mau mengambil kesempatan yang sama" ucapnya yakin.
Dilain pertemuan, aku menguraikan, "Rasanya seperti aku dulu menjadi ketua di organisasi sekolah jaman SMA," kataku asal
Temanku ini kembali bilang, "Kita-kita ini punya keistimewaan sejak dibangku SMA dan yang akhirnya membawa kita sampai pada titik ini, dan itu ngga gampang, perlu diasah sejak remaja, perkuliahan, pendewasaan awal, sampai sekarang terus diasah, dibentur kanan dan kiri, dan akhirnya ditempat kita hari ini"
Obrolan-obrolan singkat itu aku ceritakan kembali kepada ibuku, dan ia segera benarkan apa yang diucapkan oleh temanku
Aku, bukan merasa dan harus lagi, tetapi menjadi kewajiban untuk bersyukur atas apa yang ibuku percayakan, atas apa yang aku lakukan tahun-tahun terakhir ini.
Yang semua jelas tidak mudah, dalam perjalanannya sampai-sampai aku terkena tipes untuk pertama kalinya, lalu harus mengambil jeda selama 2 pekan untuk pertama kalinya sejak Juni 2023
Dan, perjalanan kedepan masih panjang, ini baru permulaan, masih banyak yang harus diukir-diselesaikan-dan tentu dimaknai
Akhirnya, yang berubah adalah doa doaku - harapan harapanku - yang bukan lagi tentang diri sendiri, tapi juga tentang bagaimana sekolah kecil ini merayakan hal-hal kecil yang menang di hari-hari panas dan lelah tapi juga mensyukuri setiap harinya - setiap momen diantara hujan dan doa yang dilangitkan.
Menyenangkan, mengharukan, dan ingin terus melangkah lebih lagi.
(Tulisan ini dibuat (akhirnya) tentang tema ini setelah membaca tulisan sendiri tentang perjalanan ke tanah kelahiran aki, dan merasa perlu menulis momen ini agar diingat dikemudian hari)
-di Kamar, Pasca Bangun Tidur Bandung 27 Februari 2025

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Diantara banyak ekspresi aku selalu lebih memilih diam
Mengurai Pikiran eps. 2
Kira-kira begitu lah ekspresiku ketika banyak hal yang terjadi dalam hidup, apalagi akhir-akhir ini. Banyak kerjaan, aku diam, alih-alih mengeluh dan tidak dikerjakan, merasa dihakimi sepihak (padahal aku merasa tidak salah sama sekali, pun salah bukannya sebaiknya diberitahu? bukan dihakimi?) aku lebih memilih memendam dan mencernanya sendiri, alih-alih aku vokal mengucapkan, "loh, kenapa seperti itu?," merasa terlalu banyak harapan padaku, aku lebih memilih merealisasikan harapan itu dengan harapan mereka berhenti berharap, alih-alih aku berontak atau tidak mau.
Ah, banyak sekali hal yang seharusnya aku ekspresikan dan ungkapkan, tapi kembali lagi aku lebih memilih diam
Kecuali lapar, aku selalu mengekspresikannya dengan baik (mari tertawa) Jadi semua hal menjadi diam-diam saja bahkan ketika ada yang datang dan pergi dengan tetiba, alih-alih aku marah dan meminta penjelasan, aku malah diam, tidak marah, menanggapi chatnya dengan baik seakan-akan aku tidak menangis semalaman suntuk, padahal jam 10 malam aku sudah harus terlelap karena esoknya mengajar, tapi ia peduli apa? Bodohnya, aku juga tetap memilih diam-diam saja sampai asing hari ini (walaupun tetap berharap kejadian kepergian itu tidak terjadi, lucu)
Aku sempat berbincang dengan temanku - yang merekomendasikan aku menulis kembali - katanya, ayo coba ekspresikan
Baik, aku akan coba dengan baik kedepan, walaupun tidak janji, karena pilihan diam selalu cocok diotak aku yang permanen selalu memilih diam itu
Tapi, aku tetap ingin mencoba, kalau ia datang lagi, aku akan coba menantang diri untuk, misalnya, langsung menghampiri kotanya dan menanyakan maksud dan tujuannya ini apa? Eh, apa ini ekspresi yang terlalu jauh dilakukan?
Ah, setidaknya itu beberapa opsi ekspresiku yang akan aku gunakan ketika semua keadaan-keadaan tak menentu mampir ke hidupku.
Menulis kembali perasaan yang membuncah hingar-bingar
Mengurai Pikiran eps. 1
Beberapa hari lalu, salah satu teman menemani aku berbincang tentang banyakkk sekali hal, salah satunya mengurai pikiran - yang ia ingatkan bahwa aku (ternyata) sering melakukan uraian pikiran melalui tulisan - yang katanya ia bilang baik dilakukan - dilanjutkan - dibiasakan untuk mengurai pikiran aku yang ternyata njelimet dan perlu sekali diurai.
Lalu, jadilah aku disini, kembali di laman biru tua yang menemani aku di tahun-tahun sulit dan kembali menemani aku di hari-hari yang runyam
Tapi, sejujurnya aku kembali bingung apa yang perlu diurai dari banyak sekali hal yang ingin aku luapkan tapi nyatanya aku selalu merasa tidak perlu diluapkan apalagi sederas-derasnya, seperti masa remaja yang agaknya setelah kembali aku baca tulisan-tulisan tahun 2016-2018 sangat wara-wiri dan mudah mengekspresikan
Ah, kadang ini menjadi paradox yang lucu untuk dikenang, dulu rasanya hidup tidak mudah tidak sulit tapi mudah sekali untuk berekspresi, sekarang? hidup semakin mudah semakin sulit plus ditambah semakin tidak berekspresi. Bukannya semakin bertambah umur, kita semakin mengenal diri sendiri? Lucu sekali (menurutku)
Tapi, aku sudah terlanjur disini, jadi aku ingin mengutarakan beberapa hal yang tidak bisa secara jelas aku utarakan tapi ingin sekali aku bagi, salah duanya pasti tentang pekerjaan, keluarga, kisah kasih diumur 25 tahun dan lainnya. Bukan ditulisan ini tapi diepisode setelahnya setelah aku berusaha sendiri terlebih dahulu untuk mengurai semua dengan baik. Jadi, tunggu aku! Laman biru tua!
Aku memilih diriku sendiri dan begitulah beberapa hubungan berakhir. Aku memilih Tuhanku, dan begitulah beberapa hubungan membaik.
Dalam episode sebelumnya:
Aku memilih semua orang, jadi aku kehilangan diriku sendiri.
— Giza. Mencari ridha manusia itu satu kebodohan otodidak yang kalo dipikir-pikir senggak guna itu untuk kehidupan akhirat
Aku sudah menyiapkan diri untuk hari ini
Hari hari dimana kamu menyerah dan aku ngga bisa apa-apa
Ya tapi sesiap apapun kita ‘kehilangan’ kan ngga pernah mudah ya
Some people keep a person in a song or a perfume, for me I keep them in a sentence

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kamu yakin
yang kamu minum
dari cangkir cantik itu
kopi?
Itu racun rindu
yang mengandung aku.
- JokPin 2018
Aku tidak tahu tentang siapa yang mesti aku tunggu. Aku pun tidak tahu tentang siapa yang aku perjuangkan. Aku mengosongkan diri pada rasa yang tidak seharusnya tumbuh saat ini. Aku mengosongkan hati pada harapan yang mungkin akan segera aku temui.
Setidaknya, aku tidak salah meski harus membohongi dan menelantarkan rasa. Aku tidak akan memulai tanpa melibatkan-Nya. Sebab, tujuan tetaplah Dia, kan?
Bersabarlah, hati.
Kang Islah | Bogor, Agustus 2019