Orang bisa bilang saya ular. Saya tidak peduli. Toh yang menjalani hidup saya ya saya sendiri. Mereka hanya tidak tahu yang sebenarnya. Saya punya banyak teman pria, memang, mereka dulu awalnya dekat dengan saya karena modus. Tapi setelah itu jadi kawan. Saya punya banyak kawan pria 1. Deny, si rambut kribo. Sudah berteman dengan saya sejak awal saya ikut TBM. Dia orang yang welcome, easy going. Tempat naruh curhat yang bisa dibilang kapan saja dimana saja (kecuali menjelang ukmppd, dia sedang fokus). Kalo disuruh mendeskripsikan memang tidak bisa mencakup semuanya... Setidaknya 0.05 persen. Beruntung yang nanti jadi istrinya, dia bukan tipe pria basa basi. Saking baiknya dia, saya sering dikira pacaran sama dia. Haha. Lucu. Padahal kita hanya sering diskusi dan berbagi cerita. Saya suka mendengar ceritanya tentang masa smanya hingga sekarang. Selalu penuh petualangan dan pelajaran yang bisa diambil. Dia anak baik, memang baik ke semuanya. Dia bisa datang tiba tiba tak terduga. Kalo di era sekarang gaya romantisnya sudah seperti dilan, tapi dia praktekan ke temennya. Seperti : tiba2 datang di saat lomba mc ku, tiba2 datang di malang ajak meetup, tiba2 di rs visite aku sambil bawa beng2 dan susu coklat seperti biasa, tiba2 ng chat nelepon ajak keluar makan jam 10 malam, ajak keluar ke suramadu, ajak ke gubeng pojok jam 12 malam dan tiba2 yang lain. Orang orang sering salah paham dengan cara dia memperlakukanku, mereka hanya tdk tahu, dia juga begitu ke teman wanita lainnya, memang...dia sudah terbiasa jadi anak baik. Tapi orang orang mengecapnya sebagai modus. Saya suka cara dia yang spontan dan tiba tiba. Saya beruntung punya kawan pria seperti dia, bisa sharing buat saling bertumbuh. 6 tahun sudah aku berkawan dengannya. Dan entah sudah berapa cerita yang aku bagi dengannya. Seandainya dia baca tulisan ini. Terimakasih sudah mau berkawan denganku. Yang ke 2. Adhe. Aku panggil dia monyet. Hemm. Dia memang bagian masa lalu saya. Sekiranya saat kelas 11 sma tiga. Jika dekat dengan dia, saya merasa bebas. Memang, dia anak liar. Haha. Anak motor. Orang pertama yang mengajak saya menjadi liar tau dunia luar. Dia mengajak saya ke batu, ke festival pameran motor, ke bengkel motor milik dia dan teman temannya, selain itu juga dulu saya sering plaur sama dia, naik angkot untuk mengulur waktu jalan jalan membuang penat. Lucu memang. Kami sempat jauh, karna saat itu ada kalimat sahabat jd cinta. Dan ak yakin jika sudah jadi cinta susah jadi sahabat jika ada masalah. Benar saja, kami sempat tidak kontak2an cukup lama. Kemudian kita berbalas dm dan kontakan lagi. Tapi omongan kita sudah berbeda. Tidak menyinggung alasan kita jauh, kita lebih mengobrolkan kisah kita yang sama sama bodoh. Jadi budak cinta. Dia yang tidak bisa move on dengan mantannya. Saya pun juga. Kami saling menguatkan...dia sering vidcall saya, telepon saya. Tak peduli orang orang bilang "enggar lanangane akeh" karna yang saya tau, monyet ini teman saya, dia pun menganggap saya begitu. Apa memang berteman cowo cewe adalah hal tabu? 3. Mas ditok Mas ppds radiologi ini juga kawan pria saya, terbilang baru. Baru satu tahun saling kenal. Memang, dia dulu sempat menjadi orang yang membuat mantan saya cemburu. Saya berteman dengan dia sejak dia iship hingga jadi ppds. Kami tidak suka digosipkan. Kami sepakat untuk underground. Tidak ada update an disaat kita makan kulineran bersama. Karna memang kita hobi makan. Dan sewaktu waktu juga chat / vidcall sekedar ajak makan. Ya. Saya bilang dia kawan pria teman makan saya. Dan jika ada yang menggosipkan aku dengan dia, namanya kebacut. Hehe Sudah. Itu saja. Itu dulu. Besok lanjut lagi. Aku ngantuk. Pasien di ugd banyak sekali hari ini. Semoga berkah