Di bawah meja
Kamu datang ke rumahku. Dengan dua titik peluh di keningmu. Kamu duduk di ruang tamu. Di depan kita ada segelas teh di atas meja. Di bawah meja ada kaki kita saling bercinta.
DEAR READER
Today's Document
taylor price
Peter Solarz

❣ Chile in a Photography ❣
TVSTRANGERTHINGS

Kaledo Art
Sweet Seals For You, Always
sheepfilms
RMH
Three Goblin Art
dirt enthusiast

Origami Around
Acquired Stardust

★
tumblr dot com

shark vs the universe
NASA

ellievsbear

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from United States
seen from Serbia

seen from Singapore
seen from United States

seen from Bangladesh
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
@elzaph
Di bawah meja
Kamu datang ke rumahku. Dengan dua titik peluh di keningmu. Kamu duduk di ruang tamu. Di depan kita ada segelas teh di atas meja. Di bawah meja ada kaki kita saling bercinta.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dengarkan denyut nadiku dalam pelukanmu. Telah kuajarkan mereka untuk mengamini doamu.
I may have aging
Aku mencoba menulis kembali setalah beberapa bulan ditutupnya akses tumblr yang membuat akses kepala juga tertutup. Sulit untuk percaya, di tahun 2018 ini aku sudah berpindah ke 4 kota, 3 provinsi dan 3 pulau. Terlalu banyak yang terjadi hingga rasanya 2018 terasa sangat lama.
Hidup tentu saja tidak berhenti membuat tertawa. Masih tetap memberikan luka-luka menggemaskan. Masih juga menuntut kebutuhan jam 3 pagi. Masih juga membawa hujan gerimis di bulu mata. Tapi beberapa tanda tanya dihidupku mulai menghilang. Digantikan oleh koma yang tidak marah pada apapun atau siapapun. Meskipun tidak semua pertanyaan terjawab, karena ternyata jawaban bukan selalu menjadi akhir dari pertanyaan.
Pilihan-pilihan yang aku ambil sudah mengantarkan aku ke banyak hal, tidak satu pun aku sesali. Aku, setidaknya sudah memilih, tidak lagi hanya menanti penyelesaian datang tanpa aku harus bertindak. Aku sudah berjuang untuk hidupku.
Sayang, mungkin aku terbiasa menangis dalam diam. Menjadikan malam sebagai teman, dan kegelapan sebagai selimut. Mungkin aku terlalu banyak membekukan air mataku, makanya kamu tidak akan pernah tahu.
Aku masih begini sayang. Melihat pagi dengan sinis, menyambut matahari dengan mengantuk. Karena kamu tidak ada lagi di sampingku.
Apa boleh kita kembali bercinta. Melanjutkan pergumulan emosi dan logika. Menguarkan harum kasih. Lalu membiarkannya terbang bersama angin dan menghilang dalam kehampaan.
Sayang, peluk aku sekali lagi. Dengan seluruh nadimu yang berdenyut untukku. Setelahnya akan kututup mata, hingga lelap aku melupakannya.
(6/7/2017)
Biarkan aku menjadi penggemar nomor satumu. Aku akan setia. Dan hadir dalam setiap persalinan karyamu. Akan aku kirimkan sejuta buket bunga mawar. Atau Lili dan anggrek. Sekalian juga bunga matahari, bila matahari sedang berbunga. Kalau belum juga cukup. Aku sediakan sekalian beserta vas dan airnya. Terima aku jadi penggemar nomor satumu. Bila harimu mulai gelap, aku sihir bunga matahari naik ke langit. Aku nyalakan agar kalah kerlip bintang. Kusulap rerumputan agar menari di belakangmu. Dan juga bunga lili, bila ibunya mengizinkan. Sungguh aku hanya ingin jadi nomor satumu. Yang tegak ramping, tidak menghabiskan tempat di kartu namamu. Dengan mudah kamu selipkan, bahkan di antara setiap goresan tanda-tanganmu. Cukup kamu panggil hanya dengan sebuah telunjuk. Sesedikit apapun, aku ingin jadi nomor satumu. Membawa kenangan manis. Dua tiga kali juga membawa tawa. Sebanyak mungkin kamu rindukan, saat aku ada atau di nirwana. (23/03/2017)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
(selingan)
Coba cerna kalimatku.
Mungkin kamu seperti aku. Ketika kamu tahu konsekuensi terburuk dari suatu tindakan, tapi kamu rela menghadapinya demi mendapatkan pengalaman mengalami, yang bisa sedikit mengisi kekosongan yang selalu hadir di setiap hela nafas. Setidaknya ada satu usaha untuk sebuah harap.
Bisa jadi kamu bukan aku. Spesies yang tidak peduli dengan pengalaman mengalami. Sehingga cukup puas dengan keadaan memiliki kesempatan tanpa mencoba melempar kartu untuk bertaruh. Seperti aku dulu, yang hanya peduli untuk mendapatkan kartu. Seperti aku dulu, yang mundur teratur sebelum pelatuk bahkan ditarik.
Aku, sekarang, entah kenapa begitu sadar kalau hidup memang sekali. Setidaknya hanya satu kehidupan ini yang nyata ada di tanganku. Lalu, seperluitukah aku menjaganya dari pertaruhan? Sepertinya akan sia-sia bila hidup berakhir tanpa aku pernah menaruh leherku di mata pisau. Seaman apa dunia hingga bisa menjamin aku kebahagiaan?
Za, kenapa langit warnanya biru?
Soalnya kalau hijau itu pantatnya hulk
I did not, and would never to.
The idea of wearing that kind of dress was so annoying. I could never imagine my self wearing that dress.
She again asked me.
I still did not answer. I just looked her in the eyes as if trying to find any clue. Maybe in the blink of an eye, colony of alien wearing purple dress went to earth and possessed everyone alive. If so, Maybe I could find any traces from her eyes. Or maybe her neck.
The longer I looked at the girl the bigger my concern about her presence. I could say that she pop out from nowhere and looked like would disappear the moment I turned my back at her. I felt like I was experiencing something supernatural.
I was walking down the pedestrian in a Sunny St. when a bizarre looking girl tried to reach out my hand. She asked me to stop and look back for a sec. For a while I just stared confused at her. She repeated herself, asked me to look back.
She was wearing a funny purple dress and a white sandals. She was neat but her impression was somewhat unusual. Her cheeks looked pale, but her eyes twinkled an excitement. I did not see her with anyone else, though a girl in her age did not usually go alone.
I then looked back without any hesitation. I jolted. Suddenly, world looked as bizarre as the girl. Everyone wore the same funny dress like her. I tried to remember the way from my house. I surely could remember that no one use the dress. But I wasn’t sure anymore. All men, women, boys, girls wore the same dress, even the taxi driver, and so was the foodstall merchants.
I asked the girl, why was everyone wearing that purple dress. She smiled then asked me, ‘I am not sure. But, why you didn't?’
I froze.
Gulp down my coffee
Start with saying his name. But nothing happened. Just a bunch of cliché fairy tale. No, I should say ‘em in plural. With a ’s’ at the end and ‘f’ everywhere. Fucking fairy fucking tales.
Nice. I got ‘em real good. I should say it again. Go fuck your self.
Stop. You better don’t. Having fun couldn’t be alone. Let me play with you. I’d give you some fun. Make sure to give me the hardest. But please make it quick. Hard but quick. Pleasure at its best. Let’s just dance off the agony.
It’s getting sexual.
Easy. I knew it.
But what? A girl could just talk dirty. Not play dirty. But please help me define it. Slap me if you can.
Just don’t read it as it is. You know a word means words of word.
Again. I don’t need alcohol to be drunk. I could just sit in front of my laptop and passed out.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kadang dalam satu kesempatan, hanya ada nol keberanian.
Bukan berarti harapan itu tidak ada, tetapi untuk apa seekor ulat bermetaformosis bila hanya kembali memakan dedaunan?
Sayapmu akan terkembang. Terbang bersama senja yang selalu membawa pulang.
Sayang senandung kita tidak pernah dinyanyikan. Lenyap sunyi bersama sebatang rasa yang kau kubur hilang.
Aku akan hilang seperti setiap bui dari deburan ombak yang terpecah. Menyatu dengan kerasnya badai dan garangnya lautan. Lebur bersama setiap jiwa yang terkungkung dalam kenikmatan yang sama. Berkonformitas menjadi sebuah deretan pola yang seragam. Lagi-lagi hanya lagu itu yang terdengar. Menggema ke setiap relung dan palung tanpa dapat diredam. Satu-persatu kamu akan terbuai tanpa tahu cara untuk tersadar, begitu juga aku. Aku memandang iri pada jiwa-jiwa kesakitan, tapi terlalu malas untuk mencari jawaban. Memilih untuk memenggal kepala, kaki, dan lengan, agar semua menjadi lebih sederhana. Memilih untuk tidak menghiraukan sayap-sayap yang berhinggapan di setiap bunyi yang mereka ucap.
One day you'll laugh, when the saddest lyrics from your emo phase become reality. Just like I did.
Menyuruh orang kere untuk berhemat itu sama saja menyuruh orang kelaparan untuk diet.
http://mojok.co/2015/11/kelas-menengah-vs-kaum-buruh/ hasil dari enek sama skripsi dan disuruh Anggika buka website ini.
Firasat Artifisial
Singkatnya: Manusia adalah bagian dari keutuhan alam semesta. Keduanya selalu saling mempengaruhi satu dan lainnya, saling kait-mengait dalam sebuah jalinan kehidupan yang sama. Konon, bagi manusia yang tersadar dan terjaga mengenai keutuhan tersebut dapat melihat pertanda dari semesta ini. Pertanda dapat membantu manusia bertahan dalam pusaran kehidupan. Kita sering menyebut pertanda ini sebagai firasat.
Sayangnya, terlalu banyak orang yang sudah tidak mampu membaca dan merasakan adanya pertanda. Aku salah satunya. Seringkali hati dan pikiran sudah terlalu terpengaruhi oleh hasrat, harapan, anggapan, prasangka, amarah, dan beragam emosi lainnya sehingga pertanda ini terkubur di jurang kebimbangan.
Di titik terendah sebuah pengharapan, aku selalu berdoa demi datangnya pertanda dari Semesta. Agar setidaknya aku tahu apakah aku sudah berada di jalur yang sesuai atau tidak. Namun, tentu saja aku sudah terlalu dibutakan oleh hasrat dan harapan. Menyadari ketidakmampuan dalam membaca pertanda, aku akhirnya berusaha untuk membuat kerangka simulasi menggunakan logika tertentu demi memproses pertanda yang datang agar dapat aku identifikasi makna dan artinya.
Kemudian, suatu hari pertanda itu datang. Dengan menggunakan simulasi yang sudah aku reka, aku proses pertanda tersebut dengan logika yang sama. Sekarang di tanganku sudah ada hasilnya. Firasat yang sudah teridentifikasi. Bisa dibilang, aku sudah mendapat jawaban. Lantas?
Tentu saja masalah tidak selesai. Adanya jawaban tidak lantas membuat semua jadi lebih mudah :(

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Naik Commuter Sendirian
Hal yang paling menyenangkan dari naik kendaraan umum itu, ketika aku jadi dapat kesempatan untuk mengamati kehidupan orang-orang di sekitar. Bedanya kalau di Bandung orang-orang yang naik angkutan umum kebanyakan itu ibu-ibu yang mau ke pasar atau belanja, dan anak sekolahan dari SD sampai SMA. Jadi kalau aku nguping obrolan orang-orang di angkutan umum Bandung umumnya tema obrolannya ya ibu-ibu banget atau tentang kehidupan percintaan abg.
Sekarang, ketika naik commuter line di Jakarta, jarang sekali ada orang-orang yang ngerumpi sambil ketawa-ketiwi seperti di Angkot Bandung. Paling-paling acara ngobrol itu bisa dilakukan di akhir pekan atau di jam yang bukan prime time. Kalau sudah masuk jam masuk dan keluar kantor, semua orang di commuter akan mengheningkan cipta dan asyik dengan smartphone masing-masing. Wajar, karena kebanyakan dari mereka naik commuter sendirian, berbeda dengan aku sama Hanna yang selalu berdua (mungkin disangka lesbi, since sekarang lagi happening) jadi apapun keadaannya kita selalu menemukan kesempatan untuk ketawa-ketiwi. Pernah kita naik commuter berempat, aku, Hanna, Imam dan Oza. Lalu, karena kelakuan Imam yang ajaib, alhasil dipandang heran oleh orang-orang di sekeliling.
Jadi, setelah narasi pembuka yang kepanjangan, kemarin aku naik commuter sendirian karena Hanna sakit, kakinya pegal-pegal sehingga tidak mampu naik commuter. Berharap bisa mengamati orang sekitar, tetapi ternyata semua orang asyik dengan smartphone, sehingga yang aku lakukan bukan mencuri dengar tetapi mencuri lihat. Kebetulan hari ini commuter tidak sepenuh biasanya, aku punya ruang gerak yang cukup besar sehingga bisa melihat orang-orang di sekeliling. Tanpa disangka ternyata tidak ada yang menarik dari semua kegiatan orang-orang ini. Akhirnya aku hanya terdiam melihat kedepan sambil melamun. Tau-tau ibu yang berdiri di sebelahku bergerak ricuh sambil mengeluarkan smartphone-nya. Ibu ini berpenampilan biasa saja seperti ibu-ibu biasa dengan kerudung warna terang, baju batik, berkacamata, dan agak gempal.
Aku tidak mau kehilangan kesempatan, dan melirik apa yang ibu itu lakukan dengan smartphone-nya . Ternyata ada pesan masuk melalui bbm ibu itu, sialnya kalimat yang muncul di layar ibu itu adalah: ‘mih, pengen meluk mamih’. Aku langsung yakin bahwa itu dari suaminya yang tidak bisa menahan birahi meski hari masih terang, atau bisa jadi itu suaminya yang tinggal di luar kota sehingga mereka memang senang bertukar pesan mesra.
Aku terlalu malu untuk melihat balasan dari mamih, sehingga baru menoleh kembali setelah beberapa saat (mungkin ada yang beranggapan bahwa aku melanggar privasi seseorang, tetapi aku tidak mengenal ibu ini, dia juga tidak kenal aku, bahkan aku tidak melihat mukanya dengan jelas, tetapi layar handphone Samsung S5 itu cukup lebar dan aku berada persis di sebelahnya dan ibu itu lebih pendek dari aku, sehingga mau tidak mau aku memang dengan mudah bisa melihat). Sekarang mamih sudah menutup chatroom dengan papih, dan terlihat membuka chatroom yang berada di bawah chatrom papih. Terlihat olehku display picture dari pemuda ganteng, mamih lalu membuka chatroom tersebut, mengirimkan pesan yang aku lupa apa isinya, yang jelas orang ini adalah temannya. Selanjutnya mamih membuka menu sms, dan mengirim pesan kepada seseorang yang berisi: ‘bisa jemput bunda ga? bunda udah di manggarai.’
Analisis: jika orang yang pertama kali mengirim pesan adalah suaminya, memanggil dia dengan mamih, seharusnya anaknya pun memanggil dia mamih. Tapi orang terakhir yang dia sms memanggil dia dengan bunda, sehingga ada dua nomenklatur yaitu mamih dan bunda.
Pertanyaan: Siapa orang yang memanggil dia mamih, dan siapa orang yang memanggil dia bunda? Apa hubungan kedua orang ini dengan mamih aka bunda?
Hipotesisnya bisa sangat banyak, bisa jadi ibu ini memang bernama Mamih, atau bisa jadi dia sudah menikah dua kali jadi anaknya yang memanggil bunda itu dari suami pertama. Ada sangat banyak kemungkinan. Aku kemudian memilih berhenti melihat layar smartphone mamih aka bunda untuk menghindari semakin banyaknya hipotesis yang mungkin muncul.
*
Hidup orang lain selalu menggelitik rasa penasaran kita, maka dari itu acara infotainmet laku keras. Termasuk apa yang aku lakukan kemarin, penasaran dengan urusan orang lain. Aku terpikir, padahal hidup sendiri pun tidak pernah selesai dari masalah tetapi rasanya menyenangkan mencari tahu apakah hidup orang lain juga bermasalah. Nyari teman. Sama seperti ketika berbuat dosa, dengan logika ‘biarin bikin dosa, yang penting bareng-bareng.’ Merasa aman, padahal belum tentu. Logika nyari teman ini padahal adalah logika yang sama dengan iblis. Setelah diusir dari surga, iblis berjanji untuk mencari teman diantara manusia-manusia untuk menemaninya di neraka. Wow, ternyata aku sampai pada kesimpulan mengerikan ini :(
Me goes to Jakarta (bodo amat)
Setelah 3 minggu jadi penduduk Jakarta sementara, baru sekarang punya kesempatan untuk cerita. Wow, this big city is making me crazy day by day. All the rhythm are so freakin fast. No one has a break, not even the mass transportations.
Jelas, niat utama magang di sini bukan untuk mencari ilmu dari Kementerian yang katanya adalah tempat sakral bagi para lulusan HI di mana hanya 1/3 dari lulusan HI yang beneran bisa kerja di sini (informasi ngarang). Niat utama adalah merasakan sekeras apa tinggal di Jakarta walaupun cuma teasernya doang. Kenapa teaser? Heu. Ya iya, tinggalnya numpang orang tua, uang makan dari orang tua, jalan-jalan pake duit dari orang tua, kalau nanti beneran kerja di Jakarta ya jelas semua harus pake gaji sendiri.
Entah mesti berpenghasilan sebanyak apa biar bisa hidup enak di sini :(
Tinggal di sini ternyata menghalangi proses melamun sambil berpikir sambil merasa sambil meningkatkan kinerja semua indra untuk mendapatkan sebuah ide cemerlang tentang cara mengubah dunia. Tinggal di sini ternyata hanya bangun tidur, naik komuter, kerja, naik komuter lagi, pulang, tidur. Lebih tepatnya jadi karyawan itu ya seperti itu. Baru kerasa seberapa berharganya sebuah hari Sabtu dan Minggu.
Jadi Za, masih mau jadi pegawai? :(