Para pecinta sejati tak suka berjanji
Tapi begitu mereka memutuskan untuk mencintai
Mereka akan segera membuat rencana untuk memberi.
-Anis Matta
NASA
Stranger Things
noise dept.
One Nice Bug Per Day
occasionally subtle
KIROKAZE
d e v o n

if i look back, i am lost
Sade Olutola
Jules of Nature
RMH
The Bowery Presents

izzy's playlists!

@theartofmadeline
h

blake kathryn

#extradirty
Misplaced Lens Cap
he wasn't even looking at me and he found me

seen from Malaysia
seen from Vietnam
seen from France

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Laos

seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@eltrianaideas
Para pecinta sejati tak suka berjanji
Tapi begitu mereka memutuskan untuk mencintai
Mereka akan segera membuat rencana untuk memberi.
-Anis Matta

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Muhammad Quthuz Rabbani
Membangun ukhuwah sama dengan membangun kekuatan umat
Ust. Muhammad Rusli
Refleksi Postpartum
“istri-istri kamu adalah ladang/tempat kamu bercocok tanam” QS Al Baqarah: 223
Pagi ini saya membaca kembali buku Quraish Shihab yang berjudul Pengantin Al-Quran. Mungkin dulu saat pertama kali membuka lembar demi lembarnya, saya belum terkoneksi dengan baik karena seingat saya, saya membacanya di awal usia dua puluh tahun, atau bahkan belasan?
Kini ketika beberapa bagian dibuka kembali, menelusur tiap katanya, jadi ada internalisasi yang cukup terlebih setelah mengalami sepotong demi sepotong kisah berumahtangga.
Adalah kejadian pascamelahirkan yang begitu saya ingat saat Quraish Shihab menuliskan pembahasan ayat yang tersebut di atas.
Beliau memaparkan, “Ayat ini tidak hanya berbicara tentang hubungan seks dan perintah untuk melakukannya, atau sekadar mengisyaratkan bahwa jenis kelamin anak ditentukan oleh sperma bapak, sebagaimana petani menentukan jenis buah dari beih yang ditanamnya, Tetapi yang tidak kurang pentingnya adalah bahwa bapak harus mampu berfungsi sebagai petani, merawat tanah garapannya (istrinya), bahkan benih yang ditanamnya (anak) sampai benih itu tumbuh, membesar, dan siap untuk dimanfaatkan.”
Lalu ingatan terbang saat detik-detik setelah melahirkan. Saya merasa menjadi seorang yang kuat sekaligus lemah dalam satu tubuh dan jiwa. Saya merasa begitu rapuh sekaligus terpenuhi dalam satu waktu. Dan saya menjadi seperti induk singa sekaligus anak burung yang ditinggal ibunya sebentar di sangkarnya dalam satu kelindan.
Saat itu secara fisik belum pulih total, secara batin senang sekaligus berkecamuk, kadang cemas, takut kehilangan, merasa bersalah, dan resah datang tidak pakai aba-aba. Misalnya ketika menggendong bayi, takut sekali rasanya tulang-tulangnya patah, “betul tidak ya caraku? dia menangis, apakah aku salah menggendongnya? berkali-kali aku mengangkatnya dari lengan terlebih dahulu, apa tidak masalah?” dan pertanyaan-pertanyaan konyol lainnya jika dikenang, padahal dulunya sangat amat krusial bagiku. Saat itu saya butuh kejelasan, benarkah cara saya? Cukup becuskah saya menjadi ibu? Itu baru urusan menggendong. Belum terkait ASI, jahitan yang tidak kunjung kering, nifas yang berkepanjangan, merasa insecure karena perbedaan pola asuh, stress jam tidur yang berantakan, dan banyak hal lainnya sebagai ibu baru dan perempuan yang bertambah peranannya.
Dan saya begitu tertolong karena salah satu nikmat yang Allah beri yaitu suami, yang saya tahu tidak sempurna dalam perjalanannya, tapi berusaha menunaikan ayat tersebut. Berusaha menjadi sebaik-baiknya petani.
Masih saya ingat sampai sekarang betapa sebalnya saya saat kontraksi datang dan saya buru-buru mengajaknya ke Rumah Sakit karena merasa sudah tidak tahan lagi, beliau masih saja mengurusi soal halaman belakang rumah yang belum jadi. Beliau mengontak tukang untuk menggarapnya agar saat saya pulang dari Rumah Sakit, sudah terpasang kanopi sesuai rencananya. Alih-alih mengelus punggung saya atau mengingatkan saya mengatur nafas, beliau sibuk dengan sesuatu yang harus berjalan dengan matang itu: memasang kanopi untuk anak istri.
Rasanya saat itu jika saya boleh marah-marah kepada suami, bapak dari anak yang akan saya lahirkan ini, saya akan marah semarah-marahnya. Tapi saya tahan. Waktu itu seperti tidak ada daya untuk marah saking sakitnya kontraksi yang datang. Sepulang dari Rumah Sakit, saya mensyukuri ketidak marahan saya pada waktu itu, dan memaafkan diri saya sendiri yang memaki suami habis-habisan dalam hati. Alhamdulillah kanopi belakang sudah jadi, saat hujan datang, kami tetap bisa menjemur baju anak, saat pagi dan matahari sudah naik saya bisa menggendong anak saya untuk berjemur tanpa terlalu kepanasan, saat siang saya bisa memasak tanpa harus terlalu takut angin bisa mematikan kompor seperti sebelum-sebelumnya. Dia berusaha maksimal sebagai petani.
Pun saat kebutuhan kami menjadi dua kali lipat. Aku tahu setiap anak akan ada rezekinya sendiri, tapi juga perlu diikhtiarkan. Dan suamiku begitu gigih berjuang demi popok-popok, kelancaran ASIku, dan benda-benda stimulasi tumbuh kembang anak yang lainnya seperti buku, mainan, kursi, gendongan, dsb. Beliau memutar otak membuka keran-keran rezeki yang lainnya mengingat bertambahnya kebutuhan kami.
Beliau juga menjadi teman terbaik saat aku nyaris terkena baby blues. Meskipun saat itu hanya kata “sabar” yang keluar dari mulutnya, tapi tangannya tiap malam memijat punggungku, kehadirannya utuh membelaku saat mertua, orangtua, keluarga, dan kerabat meremehkanku atau pola asuhku. Dia menjadi benteng yang kokoh sekaligus pintu keluar masuknya unek-unek maupun kata-kataku yang terlontar kurang pantas mungkin saat itu. Kalian tahu, kadang ibu habis melahirkan seberapi-api itu, yang jika tanpa support bagai orang kesetanan.
Saya jadi paham mengapa para praktisi parenting begitu getol mengajak Ayah untuk kembali dan maksimal dalam perannya di keluarga. Mengapa mereka begitu galak dalam bersuara Ayah harus ikut mengasuh. Karena keluarga yang fatherless memang serapuh itu. Begitu dekat dengan kekerasan, kehampaan, kemiskinan, dan menurunnya kualitas kehidupan.
Itulah mengapa ayat ini semestinya menjadi bahan renungan kita bersama, tidak semata soal seks dan betapa suami berhak atas istrinya dimana saja, kapan saja, tapi juga berkewajiban atas istri dan keluarganya dimana saja dan kapan saja.
Para suami, kembalilah pulang, peluk, dukung, dan upayakanlah terus keluargamu…sebagaimana kamu mengupayakan impian dan ambisimu.
Para suami, temanilah istri-istrimu, bercocok tanam dan perhatikan garapanmu meski itu saat hujan, badai, kemarau, maupun pancaroba. Jangan hanya berharap cuaca bersahabat setiap saat.
Para suami, para ayah, para lelaki, saya menuliskannya sebagai perempuan yang merasa bahwa saya tumbuh sampai detik ini, juga atas jasa petani saya bercocok tanam meski kadang dia juga kurang betul dalam menyirami, kadang lupa memberi pupuk, pernah juga kepanasan dan agak layu, tapi tak mengapa, dia tengah berupaya. Tak henti doa saya, supaya petani saya senantiasa ada dan berkarya maksimal di ladang garapannya.
Semangat berjuang petaniku, dan untuk benih-benihnya semoga tumbuh kuat mengakar, juga kian merunduk ketika kian berisi, bagai padi,
Tips Meningkatkan Iman
cara meningkatkan iman itu kalau kata ulama dimulai dengan memaksimalkan ibadah wajib harian, perlahan saja, sedikit demi sedikit perbaiki ibadah wajib kita, jika biasanya salatnya belum di awal waktu misalkan, usahakan lebih segera, kemudian perlahan maksimalkan salat dengan lebih fokus dalam salat dan begitu seterusnya. Insyaallah semakin maksimal kakan semakin meningkat pula keimanan kita
jika sudah naik, cara menjaga dan meng-istiqamahkannya dengan memperbanyak amalan mustahab/sunnah
Ada pelajaran penting yang Rasulullah sampaikan melalui hadist qudsi berikut, bahwa Allah berfirman: Jika hambaKu mendekat kepadaku sejengkal Aku akan mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat sehasta aku akan mendekat kepadanya sedepa, jika ia mendatangiku dengan berjalan, aku akan mendatanginya dengan berjalan cepat (HR. Bukhari Muslim)
Allah akan mendekat kepada kita lebih jauh daripada kita mendekat kepadanya, Allah itu As-Syakuur, yang maha berlipat dalam membalasi amalan hambanya, kita perlu meyakini, bahwa segala usaha yang kita lakukan untuk mendekat kepadaNya akan berbuah manis, Allah akan lebih mendekat, tidak akan pernah lupa dan luput dengan amalan amalan kita, wallahu a'lam :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Abang, tau gak kenapa aku senang banget setiap kali abang mengenggam tangan aku?"
: karena aku berharap semoga tangan abang lah yang juga kelak mengenggam tangan aku ke jannah-Nya"
Ajaib!
Hari ini aku sampai pada di satu titik untuk lebih fokus pada diri sendiri. Yang mana pacuannya bukan lagi orang lain, tetapi track sendiri.
Sudah lebih legawa dengan segala ritme yang lambat. Proses yang teruuuuus saja masih berproses belum menuai hasil. Atau...orang lain yang lebih dulu (seakan-akan) sampai pada diri yang kamu idam-idamkan.
Aku benar-benar merasa menerima diriku sendiri saat ini dengan segala kekurangannya. Setelah membenci diriku setengah mati dan itu melelahkan. Setelah berusaha bersaing atau merasa tersaingi oleh yang lain dan itu juga tak kalah melelahkan.
Aku sampai pada satu titik...perubahan yang baik bukan mengacu pada orang lain. Orang lain boleh menjadi sosok penyemangat, tapi tidak yang menentukan jadi apa kita esok.
Aku sampai pada satu titik bahwa kebermanfaatan dan peran setiap orang itu berbeda. Tinggal bagaimana kita berusaha maksimal menjalaninya.
Yang sejatinya harus diajak berkompetisi adalah diri ini. Agar hari esok jadi sosok yang lebih baik dari hari kemarin. BUKAN DARI ORANG LAIN.
Lebih baik terus berpacu dalam niat beribadah, bermanfaat, dan menunaikan peran sesuai yang Allah isyaratkan serta amanahkan pada kita.
Tiap dari kita adalah ajaib! Maka temukanlah mantramu sendiri :D
Ujian ini duhai Allah, tidak sebanding dengan begitu banyaknya nikmat yang sudah Engkau beri kepada kami. Bantu kami, ya Allah. Untuk mensyukuri setiap keadaan.
Sayang, subuh ini ibu ingin menyampaikan salam rindu dari ayahmu. Ia minta maaf karena belum bisa membersamai kita sampai waktu yang insyaa Allah tidak lama lagi. Katanya, calon Mujahid ayah harus tetap tegar bagai batu karang.
Sayang, tidak mengapa. Kita tetap bisa menghabiskan waktu bersama berdua. Ibu bisa membacakan Al Qur'an untukmu sebanyak-banyaknya. Mengajakmu berkeliling memulai kembali hobi ibu yang sempat terhenti yaitu berjalan-jalan ke toko buku. Ibu akan memilihkanmu buku-buku yang bisa ibu kisahkan nanti kepadamu. Kau mau kan, sayang? Ah iya, memang, dibandingkan ibu ayahmu lebih baik dalam berkisah tapi untukmu, ibu akan menjadi pengkisah yang kau bisa menilai ibu dengan nilai delapan koma nol satu. Mungkin begitu.
Ibu akan mengisahkan tentang hidup dari generasi terbaik sepanjang zaman. Percayalah, sayang. Kau akan dibuat takjub dan bangga ketika mendengar kisah mereka. Semoga kau kelak mampu meneladaninya.
Sayang, ayahmu titip salam. Salam rindu dan cinta yang saat ini hanya bisa ia langitkan dalam harap penuh kepada Allah.
Sayang, terima kasih. Kehadiranmu mengingatkan ibu untuk tak henti merapal doa.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Karena iman kau sanggup berjuang
Allah, engkau telah membersamaiku di kegelapan rahim. Maka, mohon, tetaplah membersamai di jalan kehidupan ini
Ia mengujimu dengan segala uji hingga ke titik nadir. Namun tak sesenti langkahmu goyah, pandangmu tetap tegak tak pernah berbalik arah.
Allah mencintaimu dan mewafatkanmu bukan pada putusan hukum mati yang mereka beri. Allah mendahulukan putusan atasmu sebelum putusan atas mereka.
Kepergianmu adalah rihlah penuh suka cita bertemu dengan-Nya, dzat yang selama ini menjadi sumber kekuatanmu melewati segala derita dan uji. Engkau berhasil, engkau menang.
Tidak ada kematian bagi pejuang tangguh sepertimu, Allah hanya menjemputmu pulang. Kau hidup di Sisi-Nya, Penuh berkecukupan dan berbahagia, tidak ada lagi siksa derita.
Pertemuanmu dengan Allah berati meninggalkan kami disini, yang masih bertanya tanya dan terlunta lunta, sebab dan dengan cara Apa kepulangan kami nanti.
Ya Allah, bangga pisan :“), iri pisan :”),
Berderai derai penuh pinta, agar kelak di Mahsyar aku bisa nyelip di barisan orang orang keren kayak beliau.
Rumus Hidup Bahagia No.13
#13 “jangan pernah berekspektasi sedikitpun untuk memiliki kehidupan yang sepi dari masalah.”
namanya juga hidup, kalo sepi dari masalah namanya surga. hehe.
libatkan Allah, berdoalah tanpa bosan tuk diberikan pundak yang kuat, dada yang tegap, hati yang lapang, pandangan yang tajam, sehingga lantang untuk tetap berjalan kedepan.
fokuslah pada hikmah dibalik masalah: “Allah lagi ngajarin aku apa ya? naik level lagi nih?”, banyak-banyak melihat ke dalam untuk perbaiki diri, hindari menyalahkan orang lain, selesaikan dengan penuh tanggung jawab, dan tetap positif.
masalah juga makhluk Allah, yang bisa jadi diciptakan dan dititipkan kepada kita, agar kita lebih mengenal Allah.
Oleh karena itu, masalah harusnya membuat kita lebih dekat dengan Allah, bukan sebaliknya.
–
masalah yang satu baru aja selesai, kok ada masalah lagi?
cek kalimat pertama.
dan.. pepatah arab bilang,
“Pukulan yang tidak membuatmu mati, akan membuatmu kuat”
Bersiaplah untuk pukulan-pukulan yang lain, wahai aku :D
Jangan lupa berbahagia :D
—
Dari aku untuk aku,
Tasikmalaya, 10 Juni 2019
Abang, semoga Allah menjagamu. Selalu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jika mereka yang membenci saja membicarakan tiada henti. Lantas kenapa kamu yang memperjuangkan tak membuktikan bahwa apa yang kamu perjuangkan adalah suatu keniscayaan. Bahwa perjuanganmu itu adalah implemetasi dari perintah Ilahi. Sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah beserta para Sahabat. Ini bukan tentang kembali ke zaman unta, kawan. Namun Islam adalah perkara yang memang harus diperjuangkan. Sebab tanpanya mustahil akan mencapai kemuliaan.
-Ini dari seseorang yang telah mempercayakan tanggung jawab besar di punggungmu, nanti.
Ia, telah mengumpulkan segenap yakinnya untuk membersamaimu.
Ia, yang berjalan dalam keyakinan seorang diri bahwa kau mampu menjadi dirimu yang terbaik menurut versi-Nya.
Jadi, jika sampai sekarang kau belum menunjukkan perubahan itu, berapa lama lagi ia harus bersabar? Ia perlu bukti, bukan hanya kata-kata.