Must set my laptop wallpaper to this! HA!! #web #browser #developer #programmer – View on Path.
I'd rather be in outer space 🛸

Cosmic Funnies
Cosimo Galluzzi

JBB: An Artblog!

titsay
Acquired Stardust
todays bird
🪼

⁂
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Not today Justin

Product Placement
RMH

pixel skylines
cherry valley forever
Jules of Nature
$LAYYYTER
styofa doing anything
seen from Norway

seen from Netherlands
seen from United States

seen from France
seen from Netherlands
seen from Türkiye
seen from Italy

seen from United States

seen from Finland

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from South Korea
seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from Czechia
@dwaspada
Must set my laptop wallpaper to this! HA!! #web #browser #developer #programmer – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Anyone can find me in this photo? :p https://id.techinasia.com/hari-pertama-konferensi-tech-in-asia-jakarta-2015/ #techinasia2015 – View on Path.
Yeeay finally 😆😆😆 #techinasia at Balai Kartini – View on Path.
Thought via Path
Ga kebayang kalo naga makan jengkol terus ngeluarin api dari mulutnya – Read on Path.
Alhamdulillah dapet tiket gratis acara Tech in Asia :)) Berkat ikutan komunitas, dampaknya kerasa banget (padahal blm pernah hadir 😂) Thanks to Komunitas Startup Tangerang Serpong for the free ticket! – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Selamat wisuda nik. Semoga ide2 yang membludak itu bisa terealisasi *kok fotonya kayak ada gimana2 gtu ya. abaikan sajjah 😂😂😂 with dedi – View on Path.
7 Tips Belajar Coding
Dari 5 taun pengalaman saya ngoding, ngoding apa aja mulai dari tugas kuliah, proyekan, sampe nyoba2 mbikin aplikasi,, saya menyimpulkan ada beberapa hal yang bisa menjadi akselerator dalam meningkatkan skill ngoding. Ya siapa tau bermanfaat buat sobat-sobat yang baca :)
Langsung aja:
1. English. Why English? Yah broh, namanya juga dunia IT, ga jauh lah dari kata Amrik. Terlalu banyak tools, library, atau framework yang dikembangkan di luar sanah. Jadi, penguasaan bahasa Inggris secara langsung dapat membantu kita dalam memahami dokumentasi tech/tools yang kita pakai. Atau minimal bisa baca-baca tutorial orang lah ya..
2. English. Inggris lagi? Iya. Inggris lagi. Tapi manfaat yang kedua ini masih ada kaitannya dengan poin nomer 1. Jadi semisal kita udah rajin banget baca dokumentasi dan tutorial, tapi tetep aja masalah timbul dan bingung mau diapain nih codingan kita, kan masih ada stackoverflow. Kalau kita pede sama skill English kita, kita bisa langsung nanya tentang permasalahan yang dihadapi. Dijamin langsung dibales sob. Eits, tapi tetep harus riset masalahnya dulu yah, jangan sampai pertanyaan kita justru malah sudah terjawab, bisa-bisa kita di-downvote dan berdampak pada reputasi kita sendiri.
3. English. Lagi? Hooh. Percaya deh, dengan adanya skill bahasa Inggris yang mencukupi, kita bisa nonton video berbagai macam Conference yang diadakan oleh pihak Facebook, Google, dan orgranisasi/komunitas teknologi lainnya. Ada hal-hal yang ga didapat dari video tutorial biasa; disini kita bisa melihat bagaimana para developer disana sangat memperhatikan aspek performa dan efisiensi dalam code. Ga kayak kita yang biasanya asal ngoding yang penting jalan xD. Pokoknya bermanfaat banget deh buat nambah vocabulary dan wawasan kita dalam dunia teknologi.
4. Internet cepet. Naini, percuma aja bisa bahasa Inggris tapi ga punya koneksi internet yang stabil nan mulus. Karena kita ga bakal bisa jalanin poin nomer 1-3 tanpa adanya koneksi internet muehehe.
5. Tujuan. Nah ini juga bisa jadi faktor penting. “Ngapain kita ngoding? Manfaatnya apa? Terus kalo dah bisa, buat apa?”. Pertanyaan-pertanyaan macam kek gini yang mesti bisa dijawab sama diri kita sendiri sebelum mebulatkan tekad mau belajar coding. Catatan khusus: saya menempatkan faktor tujuan di atas faktor kemauan dan kerja keras. Karena percuma aja kalo kita udah kerja keras ngoding, tapi tujuan kita masih ga jelas alias ndak tau skill coding ini buat apa (pengalaman saya sendiri). Tapi setelah kita tahu tujuan kita kengapa kita mau bisa ngoding, pasti kemauan dan kerja keras bakal nyusul dengan sendirinya kok :3 Klo saya sendiri sih, karena tujuan saya pengen punya tech-startup sendiri, makanya saya belajar terus ningkatin skill ngoding biar ga malu-malu amat lah ya masa pengen punya bisnis teknologi tapi ndak tau teknologi. Piye..
6. Ikut komunitas. Share pengalaman aja: perbedaan yang saya rasakan dari sebelum sampai sesudah ikut komunitas itu jauh banget. Komunitas bisa memberi kita source of knowledge baru. Pengalaman ngoding rekan-rekan komunitas bisa kita sedot. Ilmu mereka bisa kita donlod. Terus, kalo kita planga-plongo sama apa yang mereka omongin (pengalaman nih), kita jadi terpacu sendiri untuk belajar lebih dalem lagi, mengejar ketertinggalan ilmu kita. Kebetulan komunitas yang saya ikuti adalah MalangJS (sori nyebut merek, request mas Khal ama mas Yuri nih :p)
7. Punya laptop/PC. Yang ini ga usah ditanya..
Yak sekian 7 tips sederhana dari saya. Semoga bermanfaat ya kawan. Wabillahi taufiq wal hidayah. War ridho wal inaayah. Wa dzikri waspaadah. Wa sakinah wa rohmah..
Happy coding!!
Thought via Path
INU: adalah sebuah kata yang diucapkan ketika seseorang bimbang mau menggunakan kata INI atau ITU 😅😅😅 #inu #anu #ini #itu – Read on Path.
On the server, you have pretty much scripting languages available, such as: PHP, Javascript, Python, Ruby, Go, Java, ASP, etc While on the client, you probably don't expect the same answer as the all-winning client-side scripting language available for you is only Javascript :p
me
Yang penting pake jas dulu, kalo nggantengnya belakangan 😽 #akuyudisium #hore

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Listening to You're Not Leaving Me by Martina McBride
Country songs always make my day! – Preview it on Path.
Welcome to the Web Dev World
Hai sobat, perkenalkan nama saya Waspada, seorang mahasiswa IT yang sebenernya ga IT banget. Saya ini termasuk seseorang yang telat melek teknologi di bidang kesukaan saya sendiri, Web Development. Begini kisahnya:
Nyombong dikit boleh ya, yang penting ga takabbur :D
Jadi, beberapa tahun belakangan, saya pernah diamanahi menjadi asisten dosen mata kuliah Pemrograman Internet yang notabene mempelajari dasar-dasar teknik bagaimana membuat sebuah website. Yang kami pelajari adalah bahasa dasar seperti HTML, CSS, dan PHP, dimana pada akhir materi kami akan mendalami salah satu framework PHP yaitu CodeIgniter. And you know what, kami tidak mempelajari sama sekali tentang javascript.. Ups...
Tahun berikutnya, saya pernah ditawari sebuah projek membuat website yang mengharuskan saya untuk menggunakan javascript. Disitu saya baru belajar javascript dan berkenalan baik dengan jQuery, library wajib bagi para web dev.
Namun, pada bulan Januari 2015, karena kala itu saya lagi jenuh dengan skripsi saya, saya coba searching sesuatu yang fresh dalam Web Dev, kebetulan saya lagi penasaran sama NodeJS dan AngularJS. Di internet banyak banget yang mbahas ini. Akhirnya saya coba ikut free course dari codeschool ttg AngularJS. At first glance sih, wow. Ajib bener ya, ternyata ada juga framework javascript ya, wkwk. Setau saya cuman PHP aja yang ada framework-nya. Hellooo, padahal Angular itu udah ada dari 2009 lho, kemana aja boo. Udah gitu, santer berita tuh bakal keluar Angular 2.0. Wah telat banget yah pikir saya.
Bisa dibayangkan kan, pengetahuan saya pada saat itu hanya sebatas HTML, CSS, Javascrpt dasar, jQuery, PHP, dan CodeIgniter saja. Saya masih buta sama teknologi lain. Saya ndak tahu apa-apa. Cups lah..
Next, saya singkirkan dulu itu AngularJS (karena mau keluar yang versi 2.0 sih, jadi males belajarnya :p), saya makin penasaran dengan web tech yang lainnya. Jatuh pada NodeJS. Baca-baca, banyak yang rekomendasikan pake ExpressJS. What the heck is that? Mau ga mau belajar lagi :( Ya karena mengikuti rasa penasaran saya yang menggebu-gebu soal web tech, mau ga mau ikut-ikutan belajar juga tentang Jade dan Stylus yang mana merupakan “bawaan” dari ExpressJS itu sendiri. Fyuuh. Oh ya, masih ada lagi, MongoDB. Database yang make format JSON dalam penyimpanan datanya. Ajib, baru tau saya, kemana aja ya saya selama ini?
Pusing dengan ExpressJS, saya beralih ke SailsJS. Dari struktur framework-nya, kok banyak yang mirip ya dengan CodeIgniter. Saya langsung sabet aja. Saya rework projek saya (coba-coba bikin startup) yang sebelumnya make ExpressJS menjadi SailsJS. Di saat yang sama, saya juga belajar tentang ReactJS, sebuah library dari Facebook dengan konsep Virtual DOM yang notabene memiliki performa poweful, ringan, dan super cepat.
Waktu terus berlalu, akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan SailsJS karena plugin-plugin yang dipakai harus di-“Sails”-kan dulu, jadi mengurangi fleksibilitas coding menurut saya. Balik lagi deh ke ExpressJS. Duh rek..
Waktu terus berlalu, perjalanan saya dalam mengejar ketertinggalan saya dalam dunia Web Development masih berlanjut.
Setelah 2 bulan saya menggunakan React dalam projek pribadi saya tadi, lama-lama pusing juga ya haha. Saya frustasi karena gak ada temen yang bisa membantu dalam proyek tersebut, lagi pada sibuk semua. Saya paling ga bisa deh kerja sendirian begitu: no designer, no partners => no motivation. Akhirnya saya pending dulu projeknya. Kebetulan juga di projek tersebut saya menggunakan map (OSM, bukan GMap) dan saya masih kesulitan menggabungkan library Leaflet dengan ReactJS. Kan biar keren aja gitu, biar makin interaktif. Tapi ya pusing juga lama-lama sih haha. Saya masih baru di dunia Javascript, belum mampu deh kalau langsung nyabet berbagai macam teknologi begitu.
Di saat saya larut dalam rasa frustasi yang begitu menggulita (tsah), teman SMA saya sebut saja bernama Uni Dzalika lagi membutuhkan seorang web developer yang ga jago-jago amat buat bikin website startup-nya. Wah langsung aja saya ajukan diri buat masuk. Nyadar diri aja sebagai developer yang bukan ga jago-jago amat, tapi emang beneran ga jago xD. Saya ambil aja karena ada peluang; peluang saya belajar, peluang saya dalam ikut membangun startup, dan yang paling penting, peluang saya dalam coba-coba web tech lainnya, hihihi.
Pada awalnya, saya mulai dengan menggukanan framework CodeIgniter. Lho kenapa ga langsung NodeJS bung Waspada? Waduh, NodeJS muahal rek, mesti beli VPN, ga ada budget :D. Jadi jatoh lagi ke bahasa PHP sebagai bahasa kita semua hehe.
Terbesit mau pake AngularJS dalam development-nya, mau belajar lebih dalam aja konsepnya, kok bisa sampe dipake banyak orang. Otomatis, kalo pake Angular, harus didukung juga sama web service. Sedangkan CodeIgniter itu kurang cocok kalo buat dijadikan Web Service, kurang fleksibel aja gitu. Berubah haluan lah saya menuju Slim Framework, sebuah framework kecil dengan fleksibilitas-nya dalam menggunakan library PHP manapun, cocok untuk membuat web site tradisional maupun merancang web service. Belajar lagi? No prob. I love to learn something new, as long as it is useful.Dan Slim Framewrok merekomendasikan untuk menggunakan Composer dalam instalasinya. Di Windows susah. Ribet. Belom kenalan juga sama Composer. Hiks. Akhirnya saya coba pakai Ubuntu buat development startup ini. Install Ubuntu terpaksa. But the journey seems to be better when switching to Linux..
Singkat kata, tancap gas lah saya, Slim Framework + AngularJS. Untuk database-nya, saya pake Eloquent dari Laravel. Untungnya Eloquent cukup mudah dipelajari, jadi ga ada kesulitan ketika pertama kali njaplok buat dipasang di backend hehe.
Dan benar firasat saya, ternyata kebutuhan startup ini bukan terletak pada SPA-nya, tapi lebih kepada SEO-nya. OMG. Percuma aja yah saya belajar AngularJS tapi ujung-ujungnya saya buang semua kodingan saya wkwk. Nggak kok. Justru dari situ bisa tau ternyata Angular enak disini, ga enak disitu. Kelebihannya ini, kekurangannya itu. Lumayan, wawasan baru. Lalu gimana?
Untuk menutupi fitur yang sebelumnya di-handle oleh AngularJS, saya menggunakan VueJS. Langsung jatuh cinta saya sama library ini. Kalo diliat dari struktur code dan syntax, VueJS ini menggabungkan beberapa konsep sekaligus dari Angular, Backbone, Polymer, dan ReactJS. Sehingga code lebih readable dan mudah dalam penggunaan, ga kayak Angular yee harus di-angular-kan dulu xp. Dan pada akhirnya, saya cukup puas dengan web tech yang telah saya pelajari walau dikit-dikit, yang secara tidak langsung telah mengarahkan saya pada tech yang saya pakai saat ini.
Kalau mau di flashback, cukup lelah juga saya mengejar ketertinggalan dalam dunia web dev yang kejam ini. Mulai dari NodeJS, ExpressJS, Jade, Stylus, MongoDB, AngularJS, SailsJS, ReactJS, Slim Framework, Eloquent, hingga hinggap di VueJS. Dari flashback ini, saya mengambil kesimpulan, bagi kita yang hanya mengandalkan pelajaran dari kampus saja sangatlah tidak cukup untuk mengikuti perkembangan Web Development. Harus ada inisiatif sendiri dalam mempelajari tech yang lagi nge-trend dan sesuai dengan kebutuhan. Fyuhh.
Happy learning. Happy coding.
Semoga bermanfaat :)
Watching Fast & Furious 7
Kenapa coba si Ramsey ga pake helm full face aja biar ga ribet dioper-oper pake mobil. Wasting time 😂😂😂 – View on Path.
Thought via Path
Siti Nurhaliza = Selena Gomez dikerudungin ya ga sih? – Read on Path.
Ulala. Typo-nya ga nahan, ga di hape ga di komputer sama aja. Hidup UCER!! – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Thought via Path
Ada sebagian orang yang berani mengkritik pemimpin. Kemudian ada juga sebagian orang yang lain yang dengan lantang berucap: "ngaca dulu bro, apa yang bisa lo perbuat buat bangsa? belom tentu lo kalo jadi dia bisa bener" Kesimpulan: Orang yang mengkritik itu harus hebat dulu, yang belum hebat atau ga punya power ga boleh komplain apa-apa. Gtu kah? Seolah-olah yang boleh berpendapat harus satu level dengan orang yang dikritik? Ibarat ada musisi bikin lagu, terus menurut kita lagunya ga enak, eh tiba2 ada yang bilang, "ga boleh gtu sob, lo sendiri bisa ga bikin lagu?" Lahhh? Apa perlu kita harus jadi musisi dlu baru boleh blg lagunya ga enak? 😂😂😂 – Read on Path.
Thought via Path
Tadi ketemu mbak2 Alfamart yang cakep dan girang plus friendly banget xD Dia: "Selamat pagi saya Lina (bukan nama sebenarnya) selamat berbelanja di Alfamart. Ada kartu membernya, mas? Mas kok senyum2 aja. Lagi seneng ya? ... Totalnya 30.400... Kembaliannya 20 ribu mas ya. Terima kasih, selamat berbelanja kembalii." Sebagai penutup, gue bales: "Saya Jihad, saya pamit pulang dulu. Terima kasih" Eh si mbak nya malah dadah-dadah kegirangan 😂😂😂 – Read on Path.