NASA
The Bowery Presents

shark vs the universe
Noah Kahan
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Sweet Seals For You, Always
RMH

romaâ

Jar Jar Binks Fan Club

Kiana Khansmith
todays bird
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Jimmy Eat World
Phantogram Three
Not today Justin
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Color Me Curious
cherry valley forever

Origami Around

seen from United States

seen from United States

seen from India
seen from Australia
seen from Brazil
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from TĂźrkiye
seen from United States
seen from Colombia
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Saudi Arabia
@dubesdrmnajib

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
https://kbanews.com/hot-news/dubes-ri-untuk-spanyol-dr-m-najib-politisi-romantis-yang-paripurna-di-panggung-politik-dan-diplomasi/

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Dubes RI Spanyol Dr. Ir. M. Najib, Kepariwisataan Indonesia-Spanyol
Expo Indonesian Tourism Terbesar di Dunia
TRIBUNNEWS.COM â Simak profil Muhammad Najib yang baru saja dilantik menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (dubes LBBP) untuk Ker
Novel Terbaru Karya Dr Muhammad Najib âMencari Nurâ(Seri-11): Ziarah ke Makam Alfatih
Post Views: 55
Novel Terbaru Karya Dr Muhammad Najib âMencari Nurâ(Seri-11): Ziarah ke Makam Alfatih
Dr Muhammad Najib, Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO
Jika merujuk pada Al Qurâan secara benar, maka kita tidak saja menemukan betapa kitab suci ini memberikan penghargaan yang sangat tinggi terhadap akal manusia. Logika dan berfikir menjadi proses untuk memahami ciptaanNya yang akan bermuara pada mengimani keberadaanNya. Dengan kata lain antara hati dan otak atau antara keyakinan dan fikiran bukan saja seharusnya berjalan seiring, lebih dari itu seharusnya saling menopang dan saling melengkapi. Jika muncul ketidak serasian atau ketidak sinkronan diantara keduanya, maka kita harus introspeksi diri, mungkin saja ilmu yang terakumulasi di kepala belum cukup atau perkembangan sain dan teknologi belum menjangkau atau pemahaman kita terhadap ayat-ayat Al Qurâan keliru.
Novel ini berkisah seputar masalah ini.
Karya: Dr Muhammad Najib
Dubes RI Untuk Kerajaan Spanyol dan UN Tourism
================================
SERI â 11 : ZIARAH KE MAKAM ALFATIH
Siang itu seperti biasanya aku bekerja di ruangku dengan ditemani komputer, tumpukan kertas dan buku-buku yang berserakan. Kebiasaanku di rumah yang membuat istri sering ngomel terbawa ke kantor. Buku-buku tebal yang aku pinjam dari perpustakaan yang belum selesai aku baca kuganjal halamannya dengan berbagai benda yang aku temui diruangan untuk menandai halaman-halaman yang memuat informasi yang sedang aku perlukan.
Ketika sedang asyik mengetik di komputer pintu ruanganku dibuka seseorang tanpa mengetuknya terlebih dahulu sebagaimana biasanya jika sekretaris datang atau petugas mengantarkan sesuatu. Aku menoleh spontan. Ternyata Mr.Zarif berdiri di belakangku sambil membawa amplop besar tersenyum seakan mentertawai cara kerjaku.
âNih ada tawaran dari Turkish Air yang sedang promosi, jika tertarik anda boleh memanfaatkannya, tetapi tolong diambil saat musim libur sehingga tidak mengganggu tugasâ, katanya sambil meletakkan amplop yang dipegangnya kemudian berlalu dengan mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Spanyol: âHasta luegoâ.
Sebuah tiket business class yang masih belum diisi nama dan nomor paspornya, dapat dimanfaatkan dalam rentang waktu tiga bulan. Aku baca dalam surat pengantarnya yang berisi petunjuk untuk mengaktifkannya harus dibawa langsung oleh calon penggunanya ke kantor cabang Turkish Air di kota Madrid dengan dilengkapi paspor. Jika memerlukan visa nanti kantor Turkish Air yang akan mengurusnya.
Keesokan harinya aku langsung membawa amplop tersebut ke alamat yang diberikan, dilampiri dengan paspor dan foto sesuai ukuran yang diminta. Aku mendapat penjelasan bahwa seluruh perjalanku selama di Turki akan ditemani oleh seorang pemandu dari kantor pusat Turkish Air di Istanbul. Petugas lalu meminta nomor HPku dan memberitahukan setelah mendapatkan konfirmasi dari Istambul aku akan diberikan nama dan nomor telpon calon pemanduku.
âClaro ?â, katanya dalam Bahasa spanyol.
âClaro !â, jawabku.
Pada hari-H aku berangkat dari Bandara Adolfo Soarez di kota Madrid. Sejak memasuki pesawat aku sudah mulai terkesan dengan keramahan crewnya yang menampakkan pelayanan sangat profesional. Kemudian aku perhatikan interior pesawatnya, jenis pesawatnya, juga makanan yang disajikannya, semuanya terasa sangat memuaskan. Setelah pesawat take off seperti biasanya makanan disajikan. Aku yang berada di business class diberikan menu saat mereka menyuguhkan tiga macam juss yang bisa dipilih: jeruk, apel, atau tomat. Sang pramugari lalu mencatat pilihanku: Lamp chops dengan kentang goreng.
Beberapa saat kemudian makanan dihidangkan dalam keadaan panas dan aku sangat menikmatinya karena rasanya melebihi ekspektasiku. Sesudah selesai Capuchino pesananku disuguhkan bersamaan dengan diambilnya piring kotor. Aku lalu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengetahui beberapa hal, memulai dengan menanyakan pramugari yang melayaniku dengan menggunakan Bahasa Inggris:
âBoleh tahu nama anda ?â.
âSirinâ, jawabnya sambil tersenyum
âSaya melihat semua pramugari yang berlalu-lalang berwajah Turkiâ, kataku
âYa betul termasuk pilotnya jugaâ, katanya menjelaskan.
âAda masalah ?â, tanya Sirin balik kepadaku.
âTidak ! Aku sering naik Qatar Air dan Emirate yang pramugarinya berasal dari manca negaraâ, jelasku.
âIni kebijakan perusahan yang mungkin dimaksudkan untuk mengurangi pengangguran yang adaâ, jawabnya.
âEmangnya pengangguran di Turki besar ?â, kataku menyelidik.
âDulu besar sejak Presiden Erdogan berkuasa jumlahnya terus semakin kecilâ.
âAnda menyukai Presiden Erdogan ?â.
âSetiap rakyat harus mencintai pemimpinnyaâ, jawabnya diplomatis sambil tersenyum kemudian berlalu.
Pesawat mendarat di Bandara Istanbul Havalimani yang nampak sangat megah, luas, dan indah. Aku hanya berdecak kagum melihatnya. Seorang pemuda lalu menghampiriku saat aku meninggalkan pesawat sambil mengenalkan namanya Arslan, meminta pasporku untuk distempel pihak imigrasi agar tidak antre.
âBandaranya hebat sekali !â, komentarku spontan.
âBandara ini memiliki lima runway dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan, Presiden Erdogan berambisi menjadikan bandara ini sebagai bandara terbesar di Eropa bersamaan dengan programnya menjadikan Istanbul sebagai Hub penerbangan di tingkat globalâ, katanya sambil melangkah memanduku.
âApakah anda yang akan menemaniku selama aku di Turki ?â, tanyaku untuk memastikan.
âMulai menginjakkan kaki di Istanbul sampai meninggalkannya kembaliâ, jawabnya menegaskan sambil tersenyum.
Kami meninggalkan bandara melalui jalur VIP sehinga semuanya terasa cepat dan mudah. Sebuah mobil dengan drivernya sudah menanti di depan pintu.
âKita sekarang menuju hotel, anda bisa beristirahat malam ini, besok sesudah sarapan kita akan mengelilingi Kota Istanbul. Ini tempat-tempat yang akan kita kunjungiâ, katanya sambil menyerahkan stopmap yang berisi agenda dan sejumlah informasi yang diterbitkan oleh Turkish Air.
âJika makan malam tadi di pesawat tidak memuaskan, anda boleh memesannya di hotel dan cukup dengan mencantumkan nomor kamar, karena hotel yang akan anda tempati merupakan bagian dari group kamiâ.
âTerimakasih dan sampai jumpa besokâ, kataku setelah selesai chek in dan kunci kamar aku terima.
Sesudah sarapan pagi aku ditemani Arslan mengunjungi Museum Panorama 1453 tiga dimensi yang menggambarkan peristiwa jatuhnya Konstantinopel ke tangan Dinasti Turki Usmani. Nampak Muhammad Alfatih menunggang kuda memberikan aba-aba kepada pasukannya. Suara drumband yang memainkan lagu-lagu penyemangat diselingi suara dentuman meriam sehingga kita seakan berada ditengah medan perang.
âKapan diorama ini dibangun ?â, kataku.
âBeberapa tahun laluâ, jawabnya.
âDi era Erdogan kan ?â, kataku menegaskan sekaligus menyelidik.
âYa !â, jawab Arslan.
âTahukah anda pesan apa yang berada di baliknya ?â, kataku lagi.
âMenurut anda ?â, kata Arslan balik.
âErdogan ingin mengingatkan orang-orang Turki bahwa mereka adalah bangsa besar yang pernah menaklukkan Bangsa Eropa saat dibawah Turki Usmaniâ, kataku lugas sekaligus untuk memancing posisi politiknya mengingat terbelahnya orang Turki menjadi dua kelompok besar sejak berdirinya Republik Turki yakni kelompok Sekuler dan Islam.
âBanyak pengamat yang berspikulasi seperti ituâ, katanya datar tidak bergairah.
âYuk kita bergerak !â, ajak Arslan seakan tidak ingin meneruskan perbincangan tentang politik.
Kami lalu meluncur ke Makam Muhammad Alfatih sang pemimpin yang merebut Konstantinopel pada tahun 1453. Makamnya berada di kawasan sebuah masjid yang cukup besar dan indah. Tampak banyak orang Turki yang berziarah dan memanjatkan doa di atas pusaranya. Akupun ikut memanjatkan doa. Setelah itu aku menunaikan Shalat Atahiyatul Masjid dua rakat di dekat mihrabnya tempat imam memimpin shalat berjamaah.
Makam Sultan Muhammad Al-Fatih di Turki
âKalau ingin melihat kehebatan Al Fatih tontonlah film berjudul: âFetih 1453ââ, katanya.
âAku sudah menontonnyaâ, kataku.
âOhâŚ!â, reaksi Arslan dengan wajah terkejut.
âBagaimana menurut anda ?â, katanya menyelidik.
âAda beberapa film terkait Alfatih saat menaklukan Konstantinopel yang kemudian diganti namanya menjadi Istanbul. Yang paling bagus yang dibuat oleh sutradara Turki, beberapa film yang dibuat sutradara Barat sarat dengan distorsi sejarahâ, komentarku.
âYa Barat sulit sekali menerima kekalahan apalagi jika yang menaklukannya bangsa Timurâ, katanya sambil tersenyum kecil.
âSekarang Kita menuju Eyup Sultan Camii â, kata Arslan sambil bergegas menuju tempat parkir mobil.
âTempat apa itu ?â, kataku.
âMakam Eyup Sultan yang sangat dikeramatkan oleh Masyarakat Turki sejak era Turki Usmani, khususnya sejak penaklukan Konstantinopelâ.
Masjid Eyup Sultan, sahabat Rosulullah yang meninggal dalam penaklukan Konstantinopel yang pertama. Di halaman masjid ini makam Eyup Sultan berada
âBagaimana ceritanya ?â, kataku penasaran.
âNama lengkapnya Abu Ayyub al Ansari, beliau adalah salah seorang Sahabat Rasulullah yang gugur saat upaya penaklukkan Konstantinopel pertama kali pada tahun 670-an. Beliau ikut serta dan gugur dalam upaya penaklukkan saat itu karena mendengar ungkapan Rasulullah yang menyatakan: Sesungguhnya Konstantinopel akan ditaklukan oleh Islam, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannyaâ.
âEmangnya berapa kali upaya penaklukannya ?â, kejarku ingin tahu.
âBanyak kali dan baru berhasil tahun 1453 Mâ.
âTadi anda mengutip sebuah hadits. Apakah hadits itu sahih ?â, tanyaku.
âDiriwayatkan oleh Imam Buchari. Nanti saat mengunjungi Istana Topkapi Kita akan lihat hadits tersebut diabadikan di gerbangnyaâ, jelas Arslan.
Tanpa terasa kami telah tiba di sebuah masjid yang jauh lebih kecil dibanding Masjid Al Fatih tetapi yang berkunjung jauh lebih ramai. Aku merasakan ada aura spiritual yang sangat tinggi yang melingkupinya. Kami terus melangkah pelan memasuki halaman depannya. Aku langsung mengambil wudhu kemudian shalat dzuhur dan Ashar sekaligus karena waktu sudah masuk waktu Dzuhur.
Usai shalat aku langsung bertanya: âDimana Makamnya ?â.
âDisini agak berbeda, makam Eyup tertutup untuk umum tidak seperti makam Alfatihâ, katanya.
âohâŚâŚâ, responku spontan.
âApakah bisa minta ijin ?â, kataku mendesak.
âBiasanya dibuka kalau ada pejabat negara atau ada tamu negara yang berkunjungâ.
âTolong dicoba dan sampaikan bahwa aku adalah pejabat UN Tourism yang diundang untuk mengunjungi negri ini!â, kataku mendesak.
Arslan kemudian melangkah menuju kantor pengelola yang berada di samping masjid ini, sementara aku berdoa dengan penuh harap semoga Allah mengijinkan aku mendekati pusaranya. Arslan kemudian kembali mendekatiku bersama seseorang yang agak berumur berjenggot panjang mengenakan sorban khas Turki sambil menenteng sebuah anak kunci.
Aku diberikan isyarat oleh Arslan untuk mengikutinya. Kami bergerak melewati banyak orang yang berdoa hanya dari dinding luarnya yang didominasi warna biru dan seorang petugas yang sedang mengatur para pengunjung agar tidak berdesak-desakan dengan cara tidak mengijinkan untuk berlama-lama berdiri di tempat itu.
Setelah mengucapkan salam, pintu kemudian dibuka secara perlahan, dan aku bersama Arslan dipersilahkan memasukinya, setelah itu pintu ditutup kembali. Ternyata makamnya dipagari dengan tralis yang sangat kokoh tetapi sangat indah, Aku perhatikan di bagian kepalanya diletakkan tarbus tinggi yang dililiti serban putih sebagaimana sering digunakan oleh para Darwis di Turki.
Aku lalu mendekat ke bagian kepalanya seraya mengangkat tangan dan memulai doa. Bau wangi yang khas terasa menelisik lubang hidungku sementara suasana magis semakin kental menyelimuti seluruh tubuhku. Aku pejamkan mata untuk merasakan lebih dalam suasana spirutal yang belum pernah aku rasakan. Setelah puas aku buka mata, kuturunkan tangan, lalu memberikan isyarat bahwa aku sudah selesai berdoa. Kami lalu keluar dan makam itu dikunci kembali.
BERSAMBUNG
EDITOR: REYNA
Jika merujuk pada Al Qurâan secara benar, maka kita tidak saja menemukan betapa kitab suci ini memberikan penghargaan yang sangat tinggi ter
Expo Makanan & Minuman di Barcelona Sebagai Pintu Masuk ke Pasar Eropa & Amerika Latin
https://youtu.be/F25EMdAlGjE

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Indonesia Semakin Menarik Perhatian Elite Spanyol
https://youtu.be/Sob0pwpGpds
Dubes Najib: Expo Pariwisata Terbesar di Dunia
Dubes RI Dr M Najib: Saatnya Kuliah di Spanyol
Dubes Dr M Najib Kunjungi Pesantren Imam Buchori Timba Ilmu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Novel âJalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Baratâ karya Masterpiece Dr Muhammad Najib ini terinspirasi dari kisah Jalur Sutra atau Tiong
Novel Terbaru Dr Muhammad Najib: âJalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Baratâ (Seri-27): Persaingan Diantara Para Penjajah Nusantara
Post Views: 9
Duta Besar RI Untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO Dr Muhammad Najib
Novel âJalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Baratâ karya Masterpiece Dr Muhammad Najib ini terinspirasi dari kisah Jalur Sutra atau Tiongkok Silk Road, yang kini muncul kembali dalam bentuk baru: One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI).
Penulis yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI Untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO ini meyakini, Indonesia sebagai Jamrud Katulistiwa ini sebenarnya juga memiliki warisan sejarah yang bernilai. Sayangnya, kita belum mampu mengapitalisasi warisan leluhur yang dimiliki, seperti yang dilakukan Tiongkok, meski peluang Indonesia sama besarnya.
Novel ini sendiri merupakan fiksi murni. Di sini, penulis mencoba mengangkat fakta-fakta sejarah, diramu dengan pemahaman subjektif penulis sendiri terhadap situasi terkait.
Ada berbagai peristiwa sejarah di masa lalu, yang seakan terjadi sendiri-sendiri dan tidak saling berkaitan. Maka dalam novel ini, penulis berupaya merangkai semua dengan menggunakan hubungan sebab-akibat. Sehingga Novel ini menjadi sangat menarik. Ceritanya mengalir, kaya informasi, dan enak dibaca. Selamat membaca dan menikmati.
Foto Ilustrasi: Jalur Sutra (garis merah), jalur Rempah (garis biru)
**********************************************************
SERI-27
Persaingan di antara Para Penjajah Nusantara
âInggris juga sempat menduduki Indonesia, meski singkat. Bisakah diceritakan?â tanya Usted.
âJejak bangsa Inggris di Indonesia dimulai dari Francis Drake, kemudian Thomas Cavendish. Tahun 1579, Drake mengikuti rute pelayaran yang sudah dilakukan Magellan, yakni melintasi Samudra Atlantik, kemudian menelusuri ujung Amerika Selatan, lalu masuk ke Samudra Pasifik dan mencapai Filipina. Akhirnya Drake tiba di Ternate dan membeli rempah-rempah di sana, kemudian membawanya pulang ke Inggris. Maka resmilah Drake menjadi orang Inggris pertama yang berhasil mengelilingi dunia. Thomas Cavendish bertekad mengikuti jejak Drake untuk mengelilingi dunia. Perjalanannya dimulai tahun 1586. Sesudah tiba di Filipina, Cavendish meneruskan pelayaran ke Nusantara, termasuk Maluku dan Jawa, pada awal 1588. Pada September 1588 Cavendish tiba kembali di Inggris. Penjelajahan yang dilakukan para pelaut besar Inggris ini mendorong Ratu Elizabeth I mempromosikan pelayaran internasional kerajaan Inggris. Terlebih saat disadari bahwa berbagai komoditas di belahan dunia lain, seperti rempah-rempah, bernilai ekonomi tinggi. Akhir tahun 1600, Ratu Elizabeth I memberikan hak istimewa kepada EIC atau East India Company, perusahaan dagang Hindia Timur, untuk menangani perdagangan di Asia dan sekitar Samudra Hindia. Tahun 1601, James Lancaster menjadi orang pertama yang memimpin armada EIC. Lancaster mengikuti jalur yang digunakan Portugis, yakni melewati Afrika. Ekspedisi Inggris ini diserang Portugis dan bajak laut Melayu di Selat Malaka. Catatan sejarah menunjukkan, Lancaster berhasil melanjutkan perjalanan ke Jawa dan mendarat di Banten. Ia mendirikan kantor dagang EIC pertama di sini serta mengirim utusan ke Maluku. Tahun 1603, Lancaster berhasil kembali ke Inggris dengan membawa kapal yang dipenuhi lada. Sepeninggal Lancaster, EIC terus berkembang. Perusahaan Inggris ini mendirikan pos-pos dagang di Malaysia, Singapura dan sejumlah kota pelabuhan di Nusantara, seperti Ambon, Makassar, Jepara dan Jayakarta,â uraiku panjang lebar.
Kemudian Usted memberikan lagi satu pertanyaan penting. âBagaimana kisah tukar-menukar koloni antara Belanda dan Inggris?â tanyanya.
Baca Juga:
Novel Terbaru Dr Muhammad Najib: âJalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Baratâ (Seri-25): Persaingan Diantara Para Penjajah Nusantara
Novel Terbaru Dr Muhammad Najib: âJalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Baratâ (Seri-26): Persaingan Diantara Para Penjajah Nusantara
âCeritanya berawal dari kedatangan VOC di Kepulauan Banda. Tujuannya satu, menguasai langsung satu-satunya sumber pala di dunia kala itu. Ketika itu pala bernilai sangat fantastik dan dikonsumsi oleh bangsawan Eropa untuk berbagai fungsi. Saat itu di Eropa harga pala bisa melonjak 60 ribu kali lipat dari harga aslinya. Sebuah catatan Jerman dari abad ke-14 menyebutkan bahwa harga setengah kilogram pala setara dengan âseven fat oxenâ atau tujuh lembu jantan gemuk. Sangat luar biasa. Dengan berbagai cara Belanda berupaya menaklukkan Kepulauan Banda. Penduduk setempat tentu tidak tinggal diam. Namun VOC menggunakan kekerasan tanpa ampun. Di Pulau Banda terjadi genosida terhadap penduduk asli. Dari 15 ribu jiwa jumlahnya menciut jauh menjadi 600 orang. Penduduk asli yang tersisa kebanyakan memilih hengkang dari Banda. Untuk menggarap pala, VOC mengimpor buruh kebun dari tempat lain di Nusantara. Di pulau-pulau besar, seperti Banda Neira dan Lontor, didirikan belasan benteng kokoh. Contohnya benteng Nassau yang dibangun tahun 1609. Inggris, yang juga berminat menguasai pala, datang ke wilayah ini pada 1616. Kongsi dagang Inggris, EIC, hanya bisa masuk ke salah satu pulau terkecil yang sangat terpencil, yakni Run, karena hampir seluruh Kepulauan Banda sudah dalam genggaman VOC. Kehadiran EIC otomatis membuat VOC merasa terancam. Apalagi Inggris kerap memberikan berbagai dukungan kepada penduduk setempat untuk melawan VOC Belanda. Sejak 1621, Belanda telah mencengkeram 10 dari 11 pulau di Kepulauan Banda, kecuali Pulau Run. Maka keberadaan Inggris laksana âduri dalam dagingâ. Selama lebih 40 tahun berikutnya terjadi pertikaian berdarah antara keduanya untuk memperebutkan Run. Akhirnya muncul kesepakatan damai melalui Perjanjian Breda tahun 1667. Perjanjian ini sebenarnya melibatkan beberapa negara, yakni Inggris, Belanda, Prancis, Denmark beserta Norwegia terkait koloni masing-masing. Salah satu yang diatur adalah pertukaran antara Pulau Run di Kepulauan Banda dengan Pulau Niew Amsterdam yang berlokasi dekat New York sekarang. Belanda rela memberikan Niew Amsterdam, daerah jajahannya di benua Amerika, kepada Inggris untuk ditukar dengan Run. Meski luas Niew Amsterdam, yang sekarang bernama Manhattan, 18 kali lipat dari Run, kesepakatan itu sangat menguntungkan Belanda. Akhirnya seluruh Kepulauan Banda, satu-satunya kawasan penghasil pala di dunia kala itu, dapat digenggam seutuhnya. Dan Belanda menjadi penguasa tunggal dunia untuk pala.â
BERSAMBUNG
Novel âJalur Rempah Sebagai Jembatan Timur dan Baratâ karya Masterpiece Dr Muhammad Najib ini terinspirasi dari kisah Jalur Sutra atau Tiong