
⁂
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
hello vonnie
dirt enthusiast
h
NASA
trying on a metaphor
Jules of Nature
cherry valley forever

Kaledo Art
will byers stan first human second
almost home
I'd rather be in outer space 🛸

pixel skylines

oozey mess
Lint Roller? I Barely Know Her
noise dept.
he wasn't even looking at me and he found me
Alisa U Zemlji Chuda
occasionally subtle
seen from United States
seen from Italy
seen from Poland
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Colombia

seen from Germany
seen from France

seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Colombia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from South Africa

seen from United States
seen from Germany
@duasen

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dear My Future Self,
Terima kasih telah mengunjungi surat ini kembali, entah kamu menemukan ini ketika sedang dirundung kesedihan, penuh dengan kebahagiaan, atau memang tidak sengaja menemukannya. Tapi apapun yang terjadi semoga saat ini kamu baik-baik saja.
Orang bilang dalam kehidupan kita pasti ada kalanya kita diatas dan ada kalanya juga dibawah layaknya roda, tidak pernah diatas terus tidak pernah dibawah terus kecuali kehidupan kita berhenti. Tapi satu pesanku, jangan pernah melupakan siapa dirimu sendiri. Ketika diats jangan sampai lupa diri, ketika dibawah jangan sampai menjadi orang lain.
Di setiap perjalanan, pertemuan dan perpisahan akan selalu memberikan perubahan yang dapat mempengaruhi dirimu, dan itu wajar. Tapi prinsip tidak boleh ditinggalkan, karena itulah yang akan menilai bagaimana perubahan itu baik atau kurang baik untuk dirimu. Pegang teguh prinsipmu, dan jangan pernah lepaskan, karena itulah yang akan menjagamu untuk tetap menjadi dirimu.
Kelebihan ataupun kekurangan akan selalu menjadi sepasang yang tidak pernah terpisahkan, menerima kelebihan mungkin menjadi hal yang mudah tetapi menerima kekurangan tidak semua orang bisa. Padahal orang yang hebat adalah yang tau kelemahannya terlebih dahulu kemudian memperbaikinya sebelum berangkat ke medan pertempuran. Aku tahu hal ini tidak mudah, apalagi jika ego terlalu besar untuk menerima. Dan kelemahan itu tidak selamanya harus kamu selesaikan sendiri, jika ada orang lain yang bisa menerima kelemahanmu maka tugasmu adalah juga menerima kelemahan dia dan dimana bisa saling melengkapi satu sama lain.
Bercerita tentang ego mungkin terlihat buruk, tetapi tidak selamanya ego itu buruk. Karena baik dan buruk itu juga tergantung perspektif, jikalau ego itu harus ditekan seminimal mungkin tetapi malah membahayakan diri sendiri atau menyiksa diri sendiri, mungkin ada baiknya ego itu dilepaskan. Siapa tau selama ini karena ego yang ditekan itu kamu malah dimanfaatkan oleh orang lain. Jika semua orang layak bahagia, maka kamu juga!
Masih banyak lagi yang sebenarnya ingin kusampaikan, tetapi aku tau ini mungkin hanya sedikit reminder untuk dirmu di masa ini. Aku hanya berdoa semoga dirimu saat ini tetap menjadi dirimu, jika kamu tidak ingin menjadi dirimu sendiri lalu siapa yang akan?
Jakarta, 28 November 2020
Ada yang paham kode diatas?
Anak coconut biasanya paham ini 😁
Sedikit perfeksionis mungkin adalah salah satu sisi lain diriku, tetapi buka perfeksionis freak yang harus serba sempurna dan tidak boleh ada keselahan. Lebih tepatnya adalah memberikan yang terbaik dari apa yang dikerjakan, karena disana letak kebahagiaan dan kepuasan dari kelelahan setelah tenaga yang kita keluarkan. Tidak pernah membayangkan rasanya selepas bekerja dengan kondisi lelah tetapi menyesali dari yang telah dilakukan karena tidak ada rasa cinta untuk melakukannya.
Teringat juga perkataan dari steve jobs di masa hidupnya
The only way to do great work is to love what you do
- Steve Jobs
Dari perkataan beliau dikatakan bahwa untuk memberikan hasil yang luar biasa dari pekerjaan kita adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan. Mungkin kita bisa membayangkan dari masakan ibu dimana apapun yang dimasak oleh ibu kita pasti rasanya enak, walaupun secara tampilan mungkin biasa-biasa saja sama halnya makanan-makanan yang ada di luar sana, tetapi kita tidak jarang memakannya dengan lahap, disana lah letak perbedaannya. Dengan rasa cinta yang kita miliki kita tidak hanya memikirkan bagaimana untuk menyelesaikan saja, tetapi ada rasa untuk bagaimana pekerjaan ini terlihat lebih baik, bagaimana pekerjaan yang kita lakukan bisa diterima dengan baik, bagaimana untuk bisa terlihat menyenangkan dan sebagainya. Rasa kepemilikan lah yang membuat itu berbeda, karena dengan perasaan itu kita ingin memberikan yang terbaik dan tidak ingin mengecewakan.
Rasa kepemilikan juga memberikan perasaan untuk kita bertahan dan memperbaiki ketika direndahkan. Rasa kepemilikan juga memberikan rasa untuk berjuang ketika kondisi memang tidak mendukung kita. Dan tidak ketinggalan juga bahwa dari rasa kepemilikan itu kita mungkin akan jadi orang paling bahagia ketika ada pencapaian yang berhasil diraih. Seburuk atau sebaik apapun yang terjadi, rasa itu ada dan rasa itu yang membuat kita lebih hidup dalam menjalani pekerjaan tidak hanya semata hidup untuk bekerja tanpa arah dan tujuan.
Selamat berkarya, dan nikmati perjalananmu. Cheers!
Jakarta, 26 November 2020
Many people will walk in and out in your life, but only true friends will leave footprints in your heart
Eleanor Roosevelt
Benar nyatanya jika ada sebagian orang di luar dari keluarga ataupun pasangan yang mampu meninggalkan kenangan indah dalam kehidupanmu salah satunya adalah sahabat. Walaupun memang tidak selalu bersama karena ada fase kehidupan yang mungkin membuat jalan kami berbeda, tapi satu yang pasti kenangan bersama mereka tidak pernah terlupakan.
BIL atau kepanjangan dari Beted, Ipad, Londo. Kalian bisa menebak kan yang mana, karena memang panggilan mereka karena tidak lain adalah karena hal appearance mereka kecuali diriku yang tidak nyambung sendiri (lol). Beted dengan hidung mancungnya ala-ala orang arab, dan londo karena mirip orang bule yang putih banget terutama dulu ketika di SMP yang rata-rata orangnya pada kulit sawo matang semua. Di foto ini fotoku termasuk sudah putih karena ini kami bertemu di saat SMK dan saat itu karena efek di malang jadi cukup membuat kulikut putih hahahah.
Kami bersahabat karena sering main ke rumahnya londo, entah dari ga jelas sampai foto-foto di kebun orang, main kartu dengan hukuman yang kalah di kasih tepung, ataupun cerita-cerita romansa mereka yang sedihnya mereka berdua adalah primadona di sekolah saat itu, banyak yang antri dan ganti-ganti pacar sampai lupa ngitungnya. Apalah daya diri ini yang hanya sebagai tempat curhat dan ga ada cerita romansa kala itu (sad).
Semoga tidak bosan-bosan dengan mereka, ya tidak lain adalah IGI (Ipad, Ghea, Ilham) partner perjuangan, partner petualangan, partner main, partner belajar, partner galau dan banyak lainnya. Mungkin banyak cerita tentang mereka yang sudah dibahas kemarin, tanpa kehadiran mereka aku sangat yakin tidak menjadi diriku seperti yang saat ini. Orang-orang baik, keluarga mereka baik, pinter, dan pantang menyerah. Tidak jarang setiap ke malang pasti main ke rumah mereka, bahkan kalau sama ilham pasti nginep di rumahnya. Tapi sedihnya karena sekarang dia udah nikah jadi sungkan kalau mau nginep :’)
Aku sadar bahwa tanpa kehadiran mereka tidak mungkin ada febrian imanda yang seperti hari ini, walaupun kami harus mengambil jalan yang berbeda-beda tapi kami tetap coba untuk keep contact dan cerita-cerita sesekali membahas masa lalu. Memang agak susah ketika topik yang dibahas sudah sangat berbeda, tapi aku tau sahabat akan tetap menjadi sahabat selamanya.
Jakarta, 25 November 2020

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Let's work harder and make it faster. Make it in two years
Kala malam itu
Sebuah ucapan perjuangan yang tidak terkira nilainya, ketika ada seseorang yang engkau cintai dan dia tidak hanya ingin menunggu tetapi ingin juga memperjuangkan. Apakah ada hal yang lebih memberikan kebahagiaan dari ucapan dan niat ini?
Kami mungkin tidak mengenal dari lama, bahkan ada beberapa hal yang diyakini cukup bertabrakan, tetapi nyatanya cinta memang tidak pernah terbendung. 2 minggu mengenal lebih dekat rasanya seperti 2 tahun sudah bersama, mungkin memang terlalu cepat dan terlalu tinggi angan-angan kami, tetapi ketika kedua insan ingin saling memperjuangkan, apakah salah jika kami harus memiliki mimpi yang lebih tinggi.
3 tahun adalah janjiku waktu itu, dengan berbagai macam pertimbangan yang aku sendiri tidak yakin. Berbagai masalah yang sedang dihadapi yang seringkali tidak tau bagaimana jalan keluar, namun dia masih mau meyakini bahkan tidak menuntut lebih. Dan tetiba malam ini ketika hal itu terucap walaupun memang cukup berat, tapi aku tau niat itu tulus dan keinginan untuk memperjuangkan bersama adalah hal yang tidak mungkin bisa aku lupakan.
Aku tau perjalanan ini mungkin tidak akan mudah, tidak tau seberapa banyak yang harus dikorbankan dan seberapa keras yang akan dilalui. Tetapi ketika aku diposisi di bawah dan diri ini masih bisa diterima, dicintai dan diperjuangkan. Layaknya secercah harapan dalam kegelapan yang memberikan harapan, cinta dan harapanmu adalah cahaya itu. Dan aku ingin berjuang lebih untuk menuju kesana.
Jakarta, 23 November 2020
Tidak semua hal bisa diketahui oleh orang lain, seringkali ada bagian dari beberapa diri kita yang tidak ingin diketahui oleh orang lain, baik itu untuk menjaga profesionalitas, menginginkan privasi atau memang itu adalah hal yang menjadi secret sauce kita. Tapi bagaimanapun memang itu adalah hal wajar karena dibalik kelebihan ataupun kekurangan yang kita miliki, ada sesuatu hal apapun alasannya yang pastinya kita tidak inginkan semua orang tau.
Namun aku akan sedikit berbagi dari diriku yang sekiranya bisa membuat kalian memahami dari bagaimana cara pola pikirku atau mengapa aku seperti ini yang sekiranya masih bisa ku ‘toleransi’, diantaranya
Ignorance tapi memperhatikan
Bagi orang-orang yang mengenalku dan mungkin tidak dekat, tidak jarang yang mengetahui seberapa cuek dan tak acihnya diriku, merasa merasa bodo amat atau tidak tertarik dengan trend atau kejadian yang ada, maka tidak jarang yang beranggapan diriku memiliki dunia sendiri. Pada kenyataan aku memperhatikan, memperhatikan apa yang disukai, apa yang menjadi bahan pembicaraan, dsb. Walaupun memang benar adanya bahwa aku tidak mengetahui topik yang dibicarakan tapi tidak jarang juga aku menyelediki secara mandiri. Tapi sayangnya, lebih suka untuk memetakan seseorang dari interestnya ataupun dari bagaimana yang diobrolkan adalah bagaimana cara pola pikirku, jadi seringkali ketika tau ada hal ternyata ada hal dari orang tersebut yang tidak disukai maka lebih banyak diam dan disimpan untuk mencari bukti di lain waktu.
Menyebalkan adalah cara untuk bertahan
Karena diriku tidak suka drama dan tidak suka untuk berbasa-basi dengan orang terutama dengan orang-orang yang bermuka dua, seringkali dengan menyebalkan dan mencari tau bagaimana responnya adalah cara paling cepat untuk memahami seseorang. Bagaimana dia merespon ketika kesal dan di kondisi yang mungkin kurang disukai, bisa menunjukkan bagaimana sifat aslinya ketika dia sudah tidak dalam kondisi yang bisa dia kontrol. Tapi karena seringnya kebablasan, jadinya kadang menyebalkan ke banyak orang, ya syukurnya kalau orang yang sudah kenal mau memahami dirku bahwa menyebalkan diriku seringkali dalam bercandaan. (love you all)
Menambah 1% extra dari setiap pekerjaan
Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) adalah teknik yang selalu ku gunakan, hal ini ku ketahui dari buku Steal like an artist, dan ada pepatah bilang “there is no new thing under the sun.”. Artinya bahwa semua yang ada di dunia ini sudah tidak ada yang baru dan itu adalah perpaduan dari hal-hal yang dulu sudah ada. Maka dari pemahaman itu dan memahami bahwa waktu tidak akan mungkin cukup untuk memahami keseluruhan pengetahuan yang ada dari awal sampai pada hal yang ingin ku capai, maka belajar dari pengalaman orang lain dan menambahkan 1%nya dengan menyesuaikan kondisi yang aku alami.
Lack of fundamental
Menyambung dari sebelumnya karena terlalu sering mempelajari sesuatu tidak dari awal dan lebih sering untuk mencari inspirasi dari pekerjaan orang lain yang kemudian dimodifikasi, seringkali ada hal-hal mendasar yang terlewat yang sebenarnya itu adalah yang utama. Jadi seringkali ada beberapa bagian yang akhirnya tidak tau apa yang dikerjakan, atau alasan mengapa hal ini terjadi dan sebagainya. Tidak jarang juga akhirnya mengerjakan tanpa jiwa, yaitu tanpa adanya semangat untuk memberikan yang terbaik dengan alasan yang penting selesai dulu dan sebagainya. Tidak lain itu adalah karena kurangnya fundamental yang dimiliki. Maka, itulah mengapa seringkali pikiranku saat ini lebih banyak untuk menanyakan hal-hal yang mendasar.
Pikiran yang liar
Mungkin hal ini pernah kuceritakan di post yang berbeda denga kata yang halus, dan menyambung dari post sebelumnya mengenai overthinking. Pikiran ini seringkali tidak terbendung dan akhirnya ada beberapa bagian yang walaupun kesannya bercanda, walaupun juga pada akhirnya tidak dilakukan, atau hanya bayang-bayang saja karena ketakutan diri sendiri jika melakukannya. Seperti bagaimana jika di dunia ini tidak adanya peraturan, pernah bermain game untuk menyembunyikan mayat sampai tidak ada jejak dan bukti, bagaimana kalau ternyata kita tidak pernah mati, dan pikiran-pikiran lainnya yang walaupun kadang jadi bahan candaan, tapi kalau dipikir-pikir ini juga menyeramkan jika semua hal gila yang aku pikirkan terjadi! Kadang menjadi “pintar” tidak baik, ketika semua hal yang terpikirkan dan ketika kehilangan “sanity” yang dipunya, akan menjadi sangat berbahaya ya walaupun memang aku tidak pernah membayangkan untuk kesana. Semoga.
Jakarta, 22 November 2020
Overthinking
Apakah overthinking adalah hal yang baik? Bagiku iya dan tidak, seperti pisau bermata dua, dalam beberapa kondisi overthinking menyelamatkanku, tetapi beberapa momen juga memberikan kekhawatiran yang tidak perlu. Karena pada dasarnya memang overthinking adalah memikirkan sesuatu secara berlebihan, atau memikirkan hal yang belum terjadi. Dan tidak beruntungnya diriku seringkali memikirkan hal yang di masa depan yang mungkin seharusnya tidak dipikirkan saat ini, atau terlalu jauh. Tapi pemikiran itu tidak termediasi dengan baik dan seringnya hanya jadi angan-angan serta keresahan.
Pemimpi yang hebat tetapi bukan eksekutor yang hebat, hal yang seringkali muncul dalam benakku. Karena untuk memimpikan hal-hal yang indah, luar biasa, dan spekatuler serta bagaimana hal-hal yang “ideal”nya yang mungkin bisa membuat diri semangat lagi untuk menjalani kehidupan, tetapi tidak diikuti dengan hal-hal yang bisa menunjang untuk mengejar mimpi itu. Impian itu mungkin tidak hilang tetapi juga tidak tau harus bagaimana untuk mengejar kesana, terperangkap dalam penjara pikiran yang membuat diri stuck dan tidak tau harus melangkah kemana. Kekecewaan tidak jarang menjadi makanan sehari-hari, menerima kenyataan tidak bisa seindah yang diimpikan.
Namun lucunya, diri ini tidak pernah merasa bosan untuk bermimpi. Entah karena bodoh atau karena keras kepala, setiap kali terinspirasi dengan seseorang ataupun belajar dari pengalaman kehidupan seseorang entah itu baik maupun buruk, seringkali diri menjadi semangat lagi dan bisa membayangkan untuk bisa diterapkan pada diri sendiri. Walaupun bayangan kekecewaan itu selalu ada, dan tidak jarang juga mengasihani diri sendiri yang seakan tidak berdaya dengan segala macam rintangan dan kenyataan pait yang ada, tapi satu hal yang kupelajari adalah “everything’s gonna be okay”.
Sedih iya, pusing iya, frustasi juga iya. Tetapi itu adalah bagian kehidupan, selama mimpi itu selalu kita percaya adalah hal yang kita inginkan maka tetap melangkah adalah hal yang harus dilakukan seberapapun kecilnya ataupun seberapa jauh alternatif jalan yang harus dilalui untuk mencapainya.
Jakarta, 21 November 2020
Menginjak umur 25 tahun yang tidak lama lagi menjadi 26, sama halnya dengan orang-orang lain yang menghadapi quarter-life crisis, aku pun juga begitu. Penuh kekhawatiran akan apa ada di masa depan. Bukan berarti tidak merencanakan atau tidak ada impian, impian itu ada dan perencanaan itu ada, tapi rasanya terasa panjang nan terjal yang membuat seringkali ingin menyerah. Menjadi kuat memang tidak semudah yang diucap, kadaang kenyataan memang harus ditelan. Mungkin sedikit berbagi hal yang selama ini kuyakini untuk mencoba menguatkan diri
Semua orang memiliki waktunya dan rezekinya
Semakin besar mimpi yang kita miliki maka semakin besar harga yang harus dibayar, jika itu tidak dibayar dengan bentuk uang maka harus dengan tenaga. Bekerja 20 jam sehari belum tentu bisa merasakan hal yang serupa dengan orang lain yang bekerja 8 jam sehari. Perasaan sudah mengerahkan semuanya belum tentu lebih enak hasilnya dibandingkan dengan orang lain yang bekerja seadanya. Memiliki teman seumuran yang lebih sukses, sudah menikah, karir yang meningkat dan sebagainya memang selalu menguras mental. Itu adalah sedikit gambaran dari bagaimana harga sebuah mimpi yang dikejar.
Tapi percayalah bahwa setiap rezeki itu sudah ada yang mengatur, mungkin lelah kita hari ini akan berbuah manis di masa depan. Tidak jarang kita mendengar cerita bagaimana orang yang baru sukses ketika di umur 50 tahun dan ada juga yang sukses di umur 20 tahunan, tapi tidak terlewat juga ada yang mungkin santai di umur mudanya tapi di umur pensiunnya susah karena sudah terbiasa dengan kenyamanan sebelumnya dan lain sebagainya. Dari sini ku sadar bahwa setiap orang memiliki garis rezeki dan waktunya, kita tidak harus sama dengan orang lain dan tidak harus setara dengan orang lain. Bentuk rezeki pun juga tidak hanya dalam bentuk materil saja, kesehatan, ilmu pengetahuan, lingkungan, dan kesempatan juga termasuk rezeki yang mungkin tidak ternilai.
Sikap, integritas dan profesionalitas adalah nilai mutlak
Semakin dewasa kita maka semakin banyak kita mengenal berbagai macam orang, uang bagaikan mata berpisau dua yang bisa menolong juga bisa melukai. Karena uang tidak sedikit yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkannya secara instan. Akhirnya tidak jarang karena kerakusan terjebak kepada investasi bodong dengan iming-iming untuk cepat kaya. Ataupun sikut menyikut antar rekan kerja karena ingin segera mendapatkan pengakuan dan jabatan.
Di dunia yang semakin tidak tau mana yang benar dan salah, diri kita sendiri mungkin adalah satu-satunya yang bisa kita buat untuk selalu memegang kebenaran. Setidaknya hal itu akan menarik orang lain yang memiliki frekuensi yang sama, dan suatu saat mungkin dia yang akan menolongmu. Nyatanya semakin dewasa kita semakin kecil lingkaran kita, maka pastikan lingkaran itu adalah orang yang memang bisa dipercaya. Dan tidak mungkin kita bisa mendapatkan kepercayaan orang lain jika kita sendiri tidak bisa juga dipercaya.
Kita tidak akan menjadi lebih muda, begitu juga dengan teman dan keluarga kita
Umur 25 tahun mungkin masih bisa dibilang muda, tetapi waktu adalah hal yang paling berharga. Kita memiliki banyak waktu untuk mencoba sesuatu dan mengeksplor banyak tempat. Kita adalah seseorang yang mengontrol waktu kita sendiri, kita bisa memilih untuk senang-senang dan menghabiskan waktu atau mendedikasikan waktu dan bekerja keras untuk berkarya sesuatu. Semua tergantung dengan apa yang ingin kamu ambil.
Selain itu, ketika kita tidak bisa lagi muda begitu juga dengan orang tua dan teman-teman kita. Ketika masih ada kesempatan untuk bisa membahagiakan mereka dan memiliki waktu dengan mereka maka maksimalkanlah. Karena kita tidak tau sampai kapan kita diberikan kesempatan ini.
Jakarta, 20 November 2020
A song for Hungry Hearts :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku belajar bahwa letak kebahagiaan itu tidak selalu tentang memenuhi ego kita, tapi dengan merelakan dan membagikan sebagian kebahagiaan kita untuk orang lain juga penyebab datangnya kebahagiaan. Mungkin tidak pada wujud seperti yang kita ekspektasikan, ketentraman hati juga sebagai wujud kebahagiaan.
Arti dari duasen
Mungkin ada yang penasaran kenapa sih ini tumblr namanya dua sen? Apa makna dibelakangnya, kenapa ga dua ribu? iya kalau dua ribu takutnya dikira tukang parkir sih 😅
Oke, jadi sedikit cerita mengapa tumblr ini bernama dua sen diambil dari idiom Inggris yang kemudian juga digunakan oleh Amerika, dimana asal usul kata-katanya adalah “to put my two pennies worth” atau “put my two cents” jika daalam idiom Amerika. Memiliki arti dimana memberikan sebuah opini yang mungkin kurang menyenangkan bagi seseorang tetapi mengatakannya dengan lebih halus dan tidak diwajibkan untuk mengikuti sarannya (makanya kenapa disebut dua sen dengan angka yang sangat kecil). Untuk lebih memahami kita bisa lihat dari contoh “If I may put my two cents in, that hat doesn't do you any favors." (Dimana mungkin secara kasar bisa dipahami sebagai: That hat is ugly).
Sama halnya seperti dari makna idiom tersebut, awal mula dari tumblr ini dibuat adalah untuk menampung semua opini yang ada, dan karena opini yang aku punya hanya sebatas opini maka aku tidak ingin memaksa untuk seseorang setuju dengan apa yang aku sampaikan. Bagi kalian yang mengikuti pun juga berhak untuk tidak setuju atau membantah dari apa yang aku tulis disini. Karena pada akhirnya aku hanya butuh ruang untuk berekspresi dan mengutarakan apa yang ingin aku utarakan atau yang aku pikirkan yang kadang menjadi beban sendiri dan lebih baik untuk bisa dikeluarkan. Jika ada seseorang yang menyukai ya aku akan bersyukur, tetapi jika tidak ada yang mendukung aku pun juga tidak mempermasalahkan, karena bukan tepuk tangan lah yang ku cari disini.
Too tired to follow other expectation, I just wanna have a personal space that I can express myself
Jakarta, 19 November 2020
Double plot twist
Searching, film yang muncuk pada tahun 2018 yang menurukut alur ceritanya berisikan plot twist yang di plot twist lagi 🤯
Salah satu film bertema dokumenter yang dikemas dengan baik terutama karena bagaimana didalam ceritanya pemeran utama melakukan teknik - teknik yang menurutku memaksimalkan teknologi dengan baik. Terlihat dari contohnya bagaimana melakukan tracking perjalanan terkahir dari kamera lalu lintas kemudian menggunakan label di maps, mencari teman-teman anaknya dari pertemanan facebooknya hingga mendapatkan kontaknya, dan teknologi lainnya yang digunakan.
Selain itu hal yang kusukai dari film ini adalah mengenai parenting, ketika pemeran utama dalam film ini memiliki keluarga yang harmonis, baik-baik saja, dan tanpa masalah. Semua berubah ketika sang istri meninggal, walaupun terlihat baik-baik saja karena secara materil sang ayah masih bisa menghidupi anaknya dengan baik, tetapi perihal kasih sayang tidak bisa diberikan oleh sang ayah. Dan ini sebenarnya adalah hal yang penting, terutama bagiku yang suatu saat juga menjadi ayah yang notabenya berpikiran bahwa selama materil terpenuhi akan baik-baik saja, padahal kehadiran untuk mendengar dan memahami leibh dibutuhkan oleh anaknya terutama anak perempuan yang lebih banyak menggunakan perasaan.
Note: karena menulis ini sambil dengerin curhatannya temen, bakalan ga bisa maksimal. Akan diperbagus lagi nanti
Jakarta, 18 November 2020
Setelah kemarin sempat berbagi mengenai gunung rinjani, sekarang aku mau cerita sedikit mengapa gunung menjadi salah satu tempat yang ingin ku kunjungi. Ini mengenai salah satu pengalaman ketika mendaki gunung papandayan 5 tahun lalu ketika masih di bangku kuliah bersama teman-teman lab yang notabenya pada geeks di depan laptop, tapi ternyata pada strong untuk naik gunung walaupun masih terhitung pada pemula ini.
Gunung papandayang terletak di Garut, Jawa Barat dengan ketinggian 2.665 mdpl, termasuk gunung yang tidak terlalu tinggi dan cocok untuk pemula karena memang kebanyakan jalur pendakiannya cukup landai. Kami saat itu ber 9 orang berangkat dari Bandung menggunakan motor sejak pukul 03.00 pagi untuk berkumpul dan berangkat sekitar 04.00 pagi, karena kita tidak ingin perjalanan malam saat pendakian. Dibawah ini adalah foto ketika beristirahat sejenak di Garut.
Karena kami juga ada perempuan dan memang sengaja santai dalam perjalanannya, perjalanan dari Bandung sampai pintu awal pendakian gunung papandayan pukul 09.00, kurang lebih 5 jam perjalanan sudah termasuk sholat subuh, makan dan istirahat.
Perjalanan pendakian kurang lebih menghabiskan 4 jam hingga pondok seladah, salah satu tempat yang cocok untuk memasang tenda dan bermalam karena tempat yang cukup luas jadi memang sengaja dijadikan untuk tempat pemberhentian dan berkemah. Tidak jarang disana juga terlihat ada warung-warung, tapi karena saat itu bukan high season jadinya warung tidak ada yang buka. Karena kami tidak mau ribet akhirnya daripada membangun tenda, kami lebih memilih untuk menggunakan warung yang tidak digunakan 😂dan membangun satu tenda untuk para cewek. Foto dibawah ini ceritanya ketika sudah diriin tenda, kemudian hujan cukup deras dan ternyata posisi yang ditempati menggenang, akhirnya kami harus pindahin tenda untuk cari tempat yang lebih proper.
Hari pertama kami tidak banyak kemana-mana karena memang setelah sampai pondok seladah hujan seharian dari siang sampai malam. Akhirnya kita hanya masak atau bakar-bakar ketika memungkinkan. Tetapi karena kami tidak ingin rugi, keesokan harinya ketika masih pagi dan awan masih dibawah ketinggian kami, kami segera bergegas untuk menuju ke Tegal Alun karena itu memang tujuan awal kami untuk bisa melihat bunga edelweiss disana. Tanpa banyak bawaan hanya berbekal air minum seadanya, kami langsung berangkat. Dan memang karena Tegal Alun termasuk jalan menuju puncak gunung, jalan yang dilalui cukup terjal dibandingkan sebelumnya ketika ke pondok seladah yang notabenya landai, tapi karena tidak banyak barang bawaan jadi tidak terlalu berdampak pada kecepatan kami.
Ketika disana kita tidak bisaa berlama-lama karena awan sudah mulai naik dan benar gerimis pun mulai mengguyur kami. Akhirnya kami harus terpaksa menyudahi foto-foto disana dan segera bergegas untuk turun, tetapi melalui jalan yang berbeda kami melewati hutan mati terlebih dahulu sebelum kembali ke pondok saladah
Entah kenapa ini kayak debt collector
Setelah itu kami sampai di pondok saladah dan makan siang kemudian mulai turun kembali untuk pulang karena besok sudah mulai kuliah lagi. Tapi bagaimanapun ini merupakan pengalaman yang tidak bisa terlupakan, betapa serunya pertama kali kami main bareng selama 2 hari full dari petang sampai ketemu petang keesokan harinya, mengenal satu sama lain lebih jauh, membuat bonding yang terjalin lebih erat lagi.
Jakarta, 17 November 2020
Ada yang tahu foto dibawah ini?
Yups, ini merupakan foto dari Gunung Rinjani, salah satu gunung tertinggi di Indonesia namun memiliki keindahan yang sungguh eksotis. Dilengkapi dengan kawah yang terdapat danau didalamnya. Tidak jarang menjadi salah satu alasan tujuan pendakian untuk para pendaki, apalagi kalau momen-momen 17 agustus, udah jangan dibayangin ramenya, pasti rame banget!
Entah sejak kapan aku menyukai gunung, walaupun dengan fisik yang mungkin tidak mendukung, orang tua yang seringkali ngelarang, dan perjuangan untuk mencapai ke puncaknya dengan rasa lelah dan dinginnya pada ketinggian, tapi tidak pernah kepikiran untuk menyesal sekalinya mendaki gunung. Dan suatu hari terpikirkan Gunung Rinjani adalah menjadi salah satu tempat yang ingin dituju, melihat dulu bagaimana kawan bisa kesana dan foto-fotonya yang luar biasa eksotisnya seperti pada foto diatas, mana mungkin hati ga tergerak untuk kesana. Tapi karena ini merupakan gunung tertinggi dengan estimasi perjalanan 10 jam untuk mencapai puncak, sepertinya tidak mungkin tanpa persiapan yang matang baik secara fisik, material dan finansial untuk kesana. Bondo Nekat juga tahu batasan, bisa fatal kalau terlalu menyepelakan alam.
Ya, walaupun pada saat menulis ini sepertinya masih tidak mungkin kesana karena 3 hal tadi tidak ada yang siap ditambah lagi kondisi pandemi seperti ini, semoga suatu saat bisa kesana dengan orang-orang spesial untuk mengenal dan memahami satu sama lain lebih jauh. Jadi maukah kamu menemani? #eh
Jakarta, 16 November 2020

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pukul 10 malam di salah satu terminal di Jakarta, mencari bus jurusan jakarta-salatiga. Bukan untuk pulang, tetapi untuk menuju sang pujaan hati. Hanya berberkal tekad tanpa ada pengalaman ke kota tersebut, budget yang terbatas, dan terutama keluarga yang cukup terpandang, rasanya kalau jadi bonek udah cocok.
Pagi sudah sampai di Salatiga, kota yang ramah bahkan abang ojeknya kala itu sopan dan menyenangkan untuk menjadi lawan bicara selama perjalanan ke tempat tujuan. Rasa bahagia bisa bertemu diselimuti rasa khawatir yang tidak bisa hilang, masih tidak percaya bisa menginjakkan kaki ke rumah perempuan itu dengan belum jelas maksud dan tujuannya. Dan itu benar, tidak semua orang bisa menerima kehadiranku saat itu, setidaknya Ayahnya sangat terlihat tidak nyaman di rautan wajahnya. Bagaimana tidak, seorang kepala keluarga pasti akan secara naluri ingin melindungi orang-orang yang disayang ketika ada orang asing yang belum dikenal mendekat, apalagi melalui jalur yang tidak secara official disediakan.
Tidak berselang lama, akhirnya diajak berputar-putar mengelilingi kota Salatiga, mencari kuliner yang rekomendasi, bersaling sapa dengan tetangga, mengenalkan rumah saudara, dan tidak lupa diisi juga dengan cerita sejarah yang tidak ada habisnya. Entah mengapa tidak ada rasa bosan untuk mendengarkan ocehannya yang selalu menarik untuk didengar. Siang tiba dan merasa tidak banyak yang bisa dilakukan di Salatiga, pergi lah kita ke Temanggung, bertemu dengan seniman yang cukup dipandang, bertemu dengan anak-anak muda yang semangat untuk persiapan acara dan tempat esok hari yang dibilang cukup unik, pasar papringan namanya. Pasar yang memanfaatkan bambu-bambu sekitar sebagai tema utamanya, tapi yang unik adalah pasar ini hanya diadakan di waktu-waktu tertentu sesuai dengan tanggalan jawa. Salah satu hal yang tidak terlupakan juga adalah menginap di rumah orang yang murni starnger saat itu, dan bertemu orang sangar penuh dengan tato tetapi suaranya lembut dan berkarya membantu anak jalanan.
Tidak berhenti di temanggung, setelah itu ke jogja, semarang dan akhirnya kembali ke salatiga. Kunjungan ini memang tidak lama, hanya 3 hari tetapi sangat bermakna, dari satu kota ke kota yang lain, bertemu dengan orang yang yang sudah lupa jumlahnya, dan wejangan kehidupan yang didapatkan di setiap perjalanannya. Tetapi satu hal yang tidak berubah, senyuman dan keceriaan yang tidak pernah hilang di wajahnya.
Jakarta, 15 Novemer 2020
Untuk orang yang berpengaruh pada hidupku hari ini, terima kasih
Setiap orang yang ditemui di setiap perjalanan kita pasti secara langsung ataupun tidak langsung adalah orang-orang yang membentuk kita hari ini. Baik yang membenci kita atau yang menyukai kita, baik yang menghina kita atau yang memuji kita, baik yang menjegal kita ataupun yang menolong kita, dan bahkan baik yang menyakiti kita ataupun yang mengobati kita. Kita tidak tahu dimana dan kapan, tetapi yang pasti mereka meninggalkan sesuatu yang bisa membentuk kita seperti sifat, cara bicara, cara berpikir, ataupun tingkah laku kita.
Hidupku sejak dahulu cukup normal seperti kehidupan pada umumnya, seseorang yang hidup di batas normal, tanpa ambisi, tanpa konflik, dan menjalani tanpa tujuan yang pasti. Semua itu berubah ketika di waktu aku memasuki jaman SMK, dunia rasanya terbalik dari semua yang kulakukan selama ini, dan aku rasa tanpa mereka aku tidak akan berubah seperti hari ini. Siapa saja itu, mungkin aku ga akan menceritakan banyak orang tetapi yang paling mempengaruhi.
My partner in crime, IGI
Ghea dan Ilham (cun), ga cukup kata untuk menceritakan bagaimana perjuangan bersama mereka. Kita mulai dari 0, terutama diriku yang waktu itu ga punya keahlian apa-apa dibandingkan mereka yang menurutku termasuk generasi jenius di angkatanku. Perjuangan belajar sana-sini ke rumah guru, ke kakak kelas, ataupun ke sodara yang jalanin sebagai professional, numpang wifi karena waktu itu sudah mepet deadline, nekat ke Jakarta tanpa uang pesangon, tidur di gym dengan seadanya, kompetisi tanpa pembimbing, setiap hari pulang dini hari untuk nyicil ngerjain lomba yang berdampak ketiduran di kelas dan sebagainya. Bahkan H-1 wisuda kita masih di Jakarta untuk lomba dan kita di waktu wisuda kayak lampu yang tinggal 5-watt yang sedikit dikasih lengah pasti hilang.
Gatau gimana lagi nyeritain momen-momen bersamaa mereka tapi hal yang pasti, tanpa bertemu mereka mungkin aku ga akan pernah belajar yang namanya berjuang dan walaupun setidak adilnya hidup, usaha tidak pernah menkhianati. Hadiah mungkin tidak seperti yang diinginkan tetapi cerita dan pengalaman tidak pernah mengecewakan.
Mentor sekaligus bapak kos di SMK
Beliau adalah orang yang pertama kali mengenalkan tentang sunnah dan mengenalkan bagaimana indahnya islam. Mengenalkan tentang bagaimana baiknya agama islam walaupun sosok diri ini yang sebelumnya ngaji sebisanya, sholat curi-curi, ibadah lain yang mungkin seadanya, dan ilmu agama yang hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Berbagai kesalahan seringkali dilakukan, tetapi beliau selalu mengingatkan dengan indah, mengingatkan tanpa menghakimi dan memberikan ruang kesalahan untuk diperbaiki. Mengajak tanpa memaksa, menyebar tanpa menggurui, dan banyak kebaikan-kebaikan dari tingkah laku beliau yang tidak terkira bagaimana baiknya yang membuatku terinspirasi untuk akhirnya belajar agama lebih jauh dan ingin mengikuti jejak beliau, yaitu menyebarkan islam dengan hikmah dan perilaku.
Mereka diatas menurutku adalah orang-orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku saat ini, turn point kehidupan yang tidak pernah ditebak sebelumnya adalah karena mereka. Walaupun tentu saja banyak orang lagi yang tentu saja mempengaruhi, tapi tidak terelakkan hal yang melekat hingga hari ini tidak lain adalah karena mereka.
Jakarta, 14 November 2020