Ini adalah proses ketetapan hati.
Sebelum aku di uji kedua kalinya, awalnya aku di uji oleh pilihan wanita untuk mendampingi hidupku, dan aku menetapkan pada pilihanku sendiri dan aku yakin aku akan bahagia dengan pilihan hatiku benar saja aku begitu amat sangat bahagia walaupun di awal hubungan sempat terseok, aku yakin ujian di awal hanya mencoba untuk menguatkan pada pilihanku. Lagi-lagi hatiku benar, dan kau selalu berkata "ikuti hatimu saja" termenung saja aku.
Saat ini aku di hadapkan pada pilihan kembali, aku teramat yakin ini hanya proses pendewasaanku saja, namun kali ini aku dihadapkan bukan pada wanita, namun pada pilihan pekerjaan, pertama aku trainning di Plaza Oleoz di bilangan JakSel namun setiap hari ada saja pangilan telpon dari Panin Bank, Trakindo Indonesia, Alfa Tower, yang paling berkesan ketika menerima telpon dari Trakindo Indonesia untuk menghadap pada User sempat aku bertanya kesana kemari, semua setuju dengan perusahaan BUMN itu namun aku tetap memilih di Plaza Oleoz, sampai pada akhirnya aku menerima email dari perusahaan besar Alfa Tower, langsung tak ambil pusing pikirku tak mau kembali kehilangan kesempatan, aku lepas di PO lalu langsung psikotes dan interview dan hasilnya aku lolos interview dan psikotes mengalahkan dua dari lulusan Universitas ternama negeri.
Kini aku tinggal menunggu kabar untuk masuk bekerja, sebab kemarin Usernya sedang tidak di kantor, lalu sambil menunggu waktu pikirku mencoba memasukan ke Telkom Indonesia dan akhirnya diterima disana dan yang kembali aku di hadapkan pada pilihan kembali Harian Kompas memberitahu via sms dan email untuk mengikuti psikotes dan interview namun aku tetap di Telkom, sore tadi aku kembali di hadapkan pada pilihan Bank BNI memberitakan via email dan sms bahwa aku harus mengikuti psikotes dan interview kembali, namun takku ambil aku tetap pada Telkom.
Jika suatu saat aku kembali di hubungi Alfa Tower maka aku akan memilihnya dan Telkom aku relakan meski berat, semua ini demi orangtua dan kamu. Kamu yang begitu setia dan tak mengeluh menemaniku setiap harinya, terkadang aku merasa tak enak hati tapi yakinlah setiap malam aku bermunajat pada Tuhanku yang menciptakan Ranu Kumbolo, Sagara Anak, Kopi Gayo, dan Kamu aku selalu menyebut namamu, aku menyangimu.
Entah akan ada konspirasi macam apa lagi.
Entah akan dihadapkan bagaimana lagi.
Entah akan ada cobaan apa lagi.
Yang kita butuhkan adalah berpegang erat, tegak dan berjalan bersama.
Aku yakin kita akan terbang bagai elang menembus cakrawala.
Yakinlah kita adalah kaktus bukan?
Berjuanglah demi mimpi-mimpi yang akan segera kita wujudkan bersama.
Tetap menjadi manusia baik, realistis, sederhana dan tidak hedonis.
Jangan lupa menabung, kurangi naik gunung dan jajan.
Terimakasih sedalam dalamnya teruntuk Ayah Mamah yang selalu mendoakan diam-diam dalam langkahku, terimakasih juga sedalam dalamnya untuk Sri Wulansari yang telah membantu materi, moril dan apapun itu, kau yang paling selalu ada dalam hidupku, kau sudah banyak membantuku, maafkan belum bisa membalasnya, aku mencintai dan menyayangimu Wulan.
Pada Diary selanjutnya akan aku tulis kelanjutan hidupku,