“Tidak ada yang mengejar-ngejarmu, kecuali kekhawatiran dan ketakutanmu sendiri.“”
—
Kurniawan Gunadi
Cosmic Funnies
Keni
almost home
Acquired Stardust
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Three Goblin Art

Discoholic 🪩

pixel skylines
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

#extradirty
Mike Driver
art blog(derogatory)

AnasAbdin
Alisa U Zemlji Chuda

if i look back, i am lost

@theartofmadeline
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!
Jules of Nature

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Brazil

seen from Germany

seen from Greece
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from Netherlands

seen from Canada

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from United States
seen from T1
seen from Germany
@deeannisa
“Tidak ada yang mengejar-ngejarmu, kecuali kekhawatiran dan ketakutanmu sendiri.“”
—
Kurniawan Gunadi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sedih tak terbendung saat Apa berpulang selamanya. Hingga saat ini, masih terngiang hembusan terakhir nafas Apa, kala itu saya peluk ia disisi ranjang ICU. Sesak di dada, rasanya tubuh saya ikut melayang bersamanya. Berkali kali saya bertanya kenapa sekarang? mengapa secepat ini? hingga saya lupakan perjuangannya bertahan satu dekade terakhir, bersama selang dan jarum-jarum, hingga tubuh yang kian tergopoh dari tahun ketahun. Saya rasa tidak adil, ditinggalkan seperti ini.
Seorang sahabat saya berkata "time will help to heal", tapi kiranya saya tak ingin sembuh dari ditinggal ini. Saya pupuk lahan kosong di hati, untuk Apa yang selalu dinanti. Waktu berjalan, hingga syukur tak henti ku ucapkan,
Allah Maha Baik,
Setahun berselang saat Apa menyatu dengan bumi. Pandemi datang hampiri, tanpa permisi menebas dari berbagai sisi. Satu tahun lebih virus ini menakuti, saya baru sadari. Allah berikan waktu terbaik untuk Apa pulang saat itu. Jika saja Allah beri umur panjang dan Apa bertemu dengan masa ini, mungkin akan lebih menyakitkan baginya, usia lanjut, dua kali seminggu kunjungan rutin kerumah sakit untuk menyambung harapan hidup. Terkadang didampingi, tak jarang datang sendiri. Akan lebih besar resiko Apa untuk tertular dan menularkan. Allah Maha Baik bukan?
Sebuah broadcast di salah satu group menyadarkan saya,
Betapa sulitnya hidup saat ini bagi pasien HD, atau para lansia, atau siapa saja yang hari-harinya bersentukan dengan Rumah Sakit.
Semoga Alllah segera angkat virus ini dari muka bumi,
"Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir - Cukup bagi kami Allah sebagai penolong, dan Dia sebaik-baiknya pelindung"
Rindu ini masih belum tuntas Apa
Rumah terasa lapang, senin dan kamis senja terbayangkan dia pulang melangkah masuk kerumah. Aku rindu - Ibu
Ibu bilang "Saya pergi bersamanya dengan ambulance, saya kembali pulang ke rumah kami bersamanya pun dengan ambulance"
Saya ingin, Papa dirumah saja.,
bisa saya lihat sepanjang waktu,
bisa dicium dan didengarkan al quran setiap saat
bisa saya genggam tangannya, dipeluk dan saya tidur disampingnya.,
ibu bilang, jika sudah waktunya pergi, segeralah pergi, ia tak kuasa melihat cintanya menderita lebih banyak lagi.,
saya bilang, papa akan berumur panjang, papa harus kuat.,
untuk saya yang belum puas bergelut manja,
untuk anak anak yang belum sempurna baktinya
untuk kekasih yang selalu memendam rindu akan dia.
Kiranya pintu langit dapat terketuk dengan doa kami.
_ _ _ _
@nisadeeannisa | June, 2019

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Papa in deep sleep "Maaf sayang, pun aku tak ingin tidur seperti ini. Bersabarlah sayang. Semoga kelak, pahala menggunung dapat kau panen di Jannah."
TUJUAN HIDUP
“Seberapa penting memiliki tujuan hidup?”
Di zaman perang dulu, banyak orang menjadi tahanan perang. Di dalam penjara, sebagian tahanan perang mati dengan cepat, sebagian lagi bisa bertahan lebih lama.
Seorang psikolog, mendatangi penjara itu, lalu melakukan observasi, mengapa sebagian bisa bertahan hidup lebih lama, sedang sebagian tidak.
Ternyata, mereka yang bertahan hidup lebih lama, adalah mereka yang memiliki tujuan untuk bebas dari penjara, dan punya harapan untuk bisa hidup bahagia setelah bebas dari penjara. Sedang mereka yang hidupnya singkat, adalah mereka yang tidak punya keinginan, dan hanya merasa bahwa segala ujian yang menimpanya, adalah akhir dari segalanya.
“Seberapa penting memiliki tujuan hidup?”
Ternyata, mereka yang punya tujuan dan harapan hidup, menyadari bahwa hidupnya berharga. Setiap hari yang mereka miliki, perlu disyukuri, karena mereka semakin dekat dengan tujuan dan harapan mereka.
Mereka yang punya tujuan hidup, merasa bahwa hidup memiliki makna, bukan hanya sekedar menghabiskan waktu. Mereka yang memahami makna hidup, akan berjuang agar bisa hidup lebih lama, agar bisa memberikan makna lebih lama.
“Seberapa penting memiiliki tujuan hidup?”
Penting, sangat penting
___
Tulisan ini terinspirasi dari penelitian Viktor E. Frankl, seorang Profesor Psikologi, yang mengobservasi para tahanan penjara kamp konsentrasi NAZI
___
TUJUAN HIDUP Bandung, 8 Mei 2019 @Choqiisyraqi
Setiap orang punya cerita yang berbeda, tengah berjuang dengan jalan yang telah ditetapkan-Nya. Berhentilah membandingkan diri dengan yang lain, rendahkan ego bahkan buang jauh-jauh. Kadang seseorang cuma butuh dipeluk. sampai sini paham ya?
Cerpen
"Dan barangkali, memang kisahnya seperti ini Gus"
Saat terakhir kali kamu menyapa, dan hendak berbalik arah. Rasanya tak adil Gus, aku pun perempuan yang punya rasa, karenanya aku menghilang dari hadapan mu, tak disangka ada lelaki baik nan melamar ku.
Yakin hati ku, dia pun perempuan baik nan akan mendampingimu Gus.
Nay! kenapa jadi begini?
Hati Gus sesak mendapatkan undangan dengan nama Nay! tak disangka, Cinta pertamanya lepas menjadi cinta selamanya bagi yang lain, cinta nan kuat dengan perjanjian mengikat. Tiada lagi celah untuk menarik Nay kembali. Gus nelangsa.
"Dan barangkali, memang kisahnya seperti ini Gus"
Nay menatap lekat-lekat undangan dengan nama Gus. Akhirnya, cinta pertamanya menemukan pelabuhannya. Sesak dada Nay hanya sekedar cerita lalu, sekarang saatnya berdamai dengan cerita nan dulu. Nay menutup rapat surat undangan, kali ini ia menyimpan undangan pernikahan Gus disela lemari bukunya. Sebagai pengingat, bahwa kisah ini telah menemukan ujungnya.
Cerpen
Aku tidak tahu persis apa yang telah terjadi, semuanya seolah terabaikan tanpa ada kata. Sore tadi di ATM Centre, aku dapat mengenali pantulan dirimu dari kaca itu, berjalan dengan gaya mu yang bagiku selalu terkesan jaim, ya, karna saat itu ada seorang perempuan disamping mu, aku menyurutkan keinginan untuk membalikkan badan, hanya terus menatap mu lekat-lekat dari pantulan kaca ATM Centre. Dan mata kita bertemu diperaduan, kita saling memandang melalui kaca itu. Aku menunduk dan tersenyum, seketika pipi terasa panas. Dari sekian luasnya kampus dan beberapa titik ATM Centre, pasti ada alasan kita sering dipertemukan.
Ah, Nay!
Gus menyapa lirih di dalam hati, seolah sapaannya dapat didengar Nay. Gus menatap panjang pada kaca ATM Centre.
Terkadang aku bingung dengan mereka, bagaimana bisa hubungan menjadi serumit ini. Tiada kata berpisah, saling menanya kabar sesekali dan tiba-tiba masing-masing menjalin hubungan dengan yang lain saat hati mereka saling merindukan. Oh, bagaimana bisa? Sore itu mereka saling bersitatap melalui kaca, bayangan mereka seolah membelai mesra, bercengkrama riang. aku lihat pipi Nay memerah seketika. Aku menyadarinya saat menoleh kebelakang dan melihat Gus melirik sambil tetap berjalan bersama kekasihnya.
“Nay, tidak kah sakit?” pertanyaan itu terlintas dibenakku seketika.
“Sakit? Apanya?”
“oh, ayolah, tidak usah berpura-pura tidak mengerti”
Nay menghela nafas panjang, berat.
“Terkadang sebuah kisah menjadi begitu rumit karena keduanya memiliki banyak kesamaan, bahkan terlalu banyak persamaan”.
“Lalu?” aku masih kebingungan
“Seperti menyerahkan segalanya kepada Tuhan, aku tidak ingin merusak kisah-Nya”.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kiranya sabar tak semudah berujar Sabar!
Dan selamat datang kembali dirumah Pa, meski tak seperti sedia kala, rumah selalu hangat saat engkau disini. Terimakasih telah kuat, kiranya perjuangan masih panjang, sabar dan syukur ku tak henti, agar Kapten ku dekat disisi.,
Cerita Tentang
Ada cerita tentang banyak hal, nanti biar ku kumpulkan kata dan ku ceritakan disini. Melalui kata, semoga cerita tak hanya menjadi sekedar cerita. Barangkali kelak, cerita dapat jadi pengikat memori tentang berbagai hal didalam hidup yang terjadi tanpa tapi.
Nanti, ceritanya biar ku tuliskan disini.
Assalammualaikum Pa, tidurnya nyenyak? bangun yuuuk?
nanti dulu pa, bangun!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tiga Pilar Umat yang Nyaris Runtuh
@edgarhamas
Perbincangan dengan DR Fahmi Salim semalam begitu riuh dengan sudut pandang yang baru dan jernih. Ada banyak sekali ‘eureka’ demi 'eureka’ yang terlintas dan masuk ke alam pikiran. Sebenarnya kita hidup sangat dekat dengan sumber kemenangan kita, namun kitanya saja yang tidak sadar.
Umat ini selamanya tidak akan bisa bangkit jika tak adil membangun ketiga pilarnya dengan imbang. Pilar yang jika satu bagiannya berdiri lebih rendah dan rentan runtuh dibandingkan lainnya, maka bangunan itu tak akan kokoh.
Tauhid adalah pilar pertama. Energi utama yang membedakan kita dengan umat-umat lainnya. Singapore tidak bisa disebut lebih islami hanya dengan kebersihan dan keindahan kotanya. New Zealand tidak bisa disebut lebih beriman hanya karena ketertiban masyarakatnya. Tauhid melandasi semua pekerjaan, hatta ke perkara negara dan politik, sosial dan ekonomi.
Itulah mengapa di era reformasi, Amien Rais menyebut perjuangan umat Islam di sektor kemasyarakatan sebagai “Tauhid Sosial”, sebab inti dari tauhid adalah menggerakkan, bukan memperdebatkan. Membebaskan bukan mengekang dalam jumudnya pikiran, menyatukan bukan mengotak-kotakkan.
Pilar kedua adalah syari'at. Sebagai Ahlussunah wal Jama'ah, tentu kita tahu bahwa tauhid yang lengkap adalah 'Al Qaul wal Amal’ perkataan dan perbuatan. Tak sempurna Islam di hidupnya jika hatinya yakin pada Allah namun tangan dan kakinya tak mampu memanifestasikannya dalam gerak nyata.
Syar'iat itu ibarat perangkat untuk membumikan keadilan dan kebenaran. Sama sekali bukan alat untuk mendiskriminasi dan menekan manusia. Itulah yang membuat banyak orang tak siap dengan katalog hukum Islam. Tak siap karena mengira syari'at itu ngeri dan kusam, kuno dan menyusahkan, padahal Umar masuk Islam karena ayat ini, “Thaha, Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu agar engkau menjadi susah.” (Thaha 1-2)
Dan pilar ketiga adalah adab. Yang di sana Syaikh Mutwally Sya'rawi bilang padamu, “Sesungguhnya agama Islam adalah kalimat baik yang dikatakan dan akhlaq mulia yang dilaksankan. Jika kata-kata telah terpisah dari akhlaq, hilanglah dakwah.”
Pilar ini sedikit banyak nyatanya hilang dari kehangatan kita berdialektika. Aktivis dakwah saling menjatuhkan hanya karena beda gerbong. Saling mencela dan mengklaim paling benar hanya karena berbeda pendapat. Padahal yang diperdebatkan adalah masalah cabang, yang berbeda adalah hal-hal ijtihadi.
Adab hilang dari kehangatan hidup umat kita, sehingga orang-orang kemudian enggan berislam sebab melihat arogansi da'i-da'inya. Yang baru belajar Islam langsung membid'ahkan keluarga dan teman-temannya, yang pindah ke pengajian lain langsung mengira dirinya di atas awan bersama kebenaran sementara lainnya tidak. Inilah jika ilmu minus adab. Menjerumuskan dan menghancurkan.
Ketiga pilar ini; Tauhid, Syariat dan Adab, diinstal secara serentak oleh Rasulullah ﷺ pada generasi sahabat. Dengan pendekatan-pendekatan manusiawi dan fitrah. Tauhid kentara menciptakan kemenangan demi kemenangan, syari'at menuntun pada kemajuan cara pandang dan gaya hidup, dan adab melengkapi harmoni antara Umat Islam memang sudah majemuk sejak awalnya.
Kamu, mau berjuang meninggikan pilar yang mana? Mari bersinergi agar ketiganya tegak kokoh, dan bangunan kuat itu berdiri lagi menjadi guru bagi dunia.
Katanya, Jogja jauh