#bacot sudah byaza (at English Ivy Coffe)
Sweet Seals For You, Always
Stranger Things

@theartofmadeline
Game of Thrones Daily
noise dept.
Cosimo Galluzzi

titsay

Today's Document
occasionally subtle
Keni

izzy's playlists!

Kiana Khansmith
$LAYYYTER

shark vs the universe
styofa doing anything
Three Goblin Art
Jules of Nature
sheepfilms
KIROKAZE

seen from Singapore
seen from United States

seen from Algeria
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Italy
seen from Belgium
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Romania

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
@darin-rania
#bacot sudah byaza (at English Ivy Coffe)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
From where I sat🌱 (at Legit)
One fine morning at Antologi✨ (at Antologi Collaboractive Space)
Selalu gatal fotoin tempat-tempat lucu!
Sehat Itu Murah
Iya, sehat itu murah. Yang mahal niatnya.
Menjadi pekerja kantoran bukan hal yang mudah bagi saya. Kenapa? Karena saya jadi sulit melakukan hal lain di luar pekerjaan. Olahraga misalnya. Walaupun 99.9%-nya karena saya memang pemalas haha! Padahal Sabtu-Minggu libur. Di luar itu, saya mau sharing sedikit tentang what I feel thru my body.
Dibandingkan dulu waktu kuliah, badan saya ini rasanya semakin melemah. Bukan mendramatisir, ini serius. Rasanya sekarang ini saya lebih gampang capek dan ngantuk. Karena saya bukan dokter, saya cuma bisa googling sebab musababnya. Hipotesis sementara sih pertama karena jarang olahraga. Kedua, makan kurang teratur. Ketiga, banyak pikiran. Memang sih dulu waktu masih mahasiswa sebenarnya juga termasuk jarang olahraga. Tapi setidaknya saya punya rutinitas jalan kaki dari parkiran di basement ke kelas, dari kelas satu ke kelas lain, atau dari kelas ke kantin. Dalam sehari kalau ada 6 sks aja sudah bisa dibayangkan berapa menit total saya jalan kaki. Apalagi kalau kelasnya beda lantai. Lah sekarang, hampir setiap hari from 9 to 5 duduk depan laptop.
Jadi ya nggak heran kalau belakangan ini baru jam 10-11an aja sudah super duper ngantuk dan lemes. Sering sakit leher belakang, sakit punggung, dan pusing. Plus juga mata jadi gampang capek. Pokoknya saya nggak suka sekali sama kondisi badan yang sekarang! *sambat*
Berhubung tema Writing Challenge minggu ini adalah “Tips Kesehatan” dan kebetulan saya bukan ahli kesehatan, saya cuma mau berbagi tips berdasarkan pemahaman saya saja yang saya dapat dari hasil berlayar di dunia maya ditambah tanya sambat ke beberapa orang. Nah, kalau kebetulan teman-teman punya masalah yang sama seperti saya kuncinya sih sebetulnya cuma olahraga teratur. Resep dari teman saya yang sebentar lagi mau disumpah dokter (Halo, Adel!), seenggaknya kalian (dan saya) harus olahraga minimal 3x dalam seminggu, masing-masing minimal 30 menit. Yang murah-murah saja, jogging misalnya. Kalau berat, jalan kaki saja sudah lumayan. Kalau weekend ada waktu dan uang lebih bisa berenang, yoga, atau apapun yang kalian suka. Intinya tubuh kita harus bergerak. Selain olahraga, makanan juga harus dijaga. Kurangi gula. Baru kemarin saya menemukan artikel yang bilang kalau salah satu tanda diabetes adalah mudah lemas. Karena saya ada keturunan sakit gula, otomatislah saya jadi takut. Selain itu perbanyak makan sayur dan buah plus minum air putih. Kurangi minuman kemasan, micin, dan gegorengan.
Saya rasa nggak cuma itu saja sih. Satu hal lagi yang penting adalah bangun pikiran kita sepositif mungkin. Meskipun saya belum menemukan penelitian ilmiahnya, tapi saya merasa tubuh akan memberikan respon positif ketika pikiran kita juga positif. Sebisa mungkin (saya tahu ini sulit) hindari mengeluh dan over thinking. Banyak orang lebih fokus ke tindakan preventif yang tampak mata. Seperti olahraga dan makanan tadi. Padahal yang satu ini menurut saya juga nggak kalah penting. Saya pernah dapat kultum dari Mas Adjie Santosoputro. He is a mediator, stillness enthusiast, and writer. Beliau bilang kalau otak manusia itu hampir nggak pernah berhenti bekerja. Padahal dia butuh sekali istirahat. Even kita tidak sedang melakukan apa-apa misalnya gegoleran di kasur, tapi pikiran kita pasti kemana-mana. Itulah kenapa kita butuh hening, tanpa memikirkan apapun, tanpa gadget, tanpa orang lain. Dengan begitu pikiran bisa lebih tenang, bisa berdamai dengan diri sendiri, yang otomatis akan berpengaruh ke fisik dan hubungan dengan orang lain. Kalau penjelasan saya disini kurang bisa dipahami, kalian bisa baca bukunya “Sejenak Hening” dan ikuti setiap postingannya di Instagram.
Sudah ya begitu aja. Selamat hidup (lebih) sehat Guys!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kalau Sudah Tua
Kalau sudah tua saya mau seperti Martha Stewart, who can do every woman stuff. Menjahit, memasak, mendekor rumah, dan berkebun. Karena tema minggu ini berkebun (sebenarnya minggu kemarin sih cuma saya baru nulis hari ini haha), jadi saya bahas yang gardening saja ya.
Sejak dulu saya sudah membayangkan bahwa tua itu:
Bangun pagi - masak di dapur - mengelap perabotan rumah - menyapu halaman - menyiram tanaman - membaca buku resep sambil elus-elus kucing - tidur siang - bangun sore terus merapihkan taman - duduk di kursi goyang di teras rumah ditemani secangkir teh hijau - membuat kue - tidur - on repeat.
Hmm, rasanya nikmat sekali. Tapi dari semua kegiatan di atas, kalau memang benar-benar jadi takdir saya, saya pribadi akan paling semangat di bagian menyiram tanaman dan merapikan taman. Saya sangat suka dengan tumbuh-tumbuhan. Entah bunga, tanaman buah, sayuran, bahkan rumput jepang aja saya suka. Tapi kesukaan saya tersebut justru berbanding terbalik dengan kenyataan, karena saya belum pernah berkebun yang benar-benar niat. Sedih :( Satu-satunya pengalaman menanam tanaman saya cuma waktu pelajaran IPA di SMP. Guru saya waktu itu memerintahkan agar murid-muridnya menanam kacang hijau di botoh bekas pakai media kapas. Pas saya sudah naik kelas, tanaman saya tidak ikut naik kelas, alias mati.
Dulu waktu referensi soal dunia tanaman dan berkebun cuma bisa dilihat lewat buku dan kadang-kadang televisi, pemahaman saya tentang itu ya jadi terbatas. Tapi sekarang, informasi apapun soal berkebun bisa diperoleh di internet easily. Favorit saya sih Pinterest. Kedua, Instagram. Kalau sudah search kata kunci ‘gardening’ udahlah saya cuma bisa whispering to myself, “Sabar, besok kalau punya rumah sendiri bikin taman luasnya 10 hektar ya”. Tapi tetap berakhir tidak bisa tidur.
Nah karena menulis ini, saya jadi buka-buka lagi tuh website Ibu Martha Stewart yang bagian gardening. Kegiatan berkebun Ibu Martha tidak hanya sebatas budidaya tanaman organik, tapi juga bebungaan. Saya suka isi websitenya karena banyak tips dan trik yang bisa diterapkan disana. Tidak cuma soal bagaimana menanam tanaman X, tetapi juga soal berbagai tools yang bisa digunakan untuk menanamnya, sampai soal penataan taman yang baik. Buanyak lagi lah pokoknya. Yang saya heran, kok bisa ya Ibu ini belajar begitu banyak ilmu. Konten websitenya itu lho, sangat kaya.
Wis, yang jelas kalau nanti sudah tua, saya mau jadi seperti Ibu Martha. Titik.
🙍 Aku pengen ke tempat yg alam-alam gituuu 👨 Mau kemana? 🙍 Nggak tauuu 👨 Mau yg Ingkung kuali itu po? 🙍 Ehmm sik tak kepo 5 minutes later... 🙅 LET'S GO! (at Ingkung Kuali)
Oh, hi there🙋❤
Kilas balik perjalanan cinta bersama wanita2 ini untuk memperingati 10 tahun berjalannya mahligai rumah tangga kami😌 •• Pertama kali kita dipertemukan di SMPN 5 Malang. Kelas 7 masih beda kelas. Baru naik kelas 8 kita ditakdirkan jd satu kelas. Dari duduk deketan trs berlanjut sampai akhirnya bikin geng! Namanya Twizter. Tiap personil harus punya nama2 lucu (Ya Rabb ampuni kami). Waktu itu Cupen, Enod, Pompom, dan Cimi sudah ada nama lucunya, tinggal Vika. Setelah bermusyawarah (literally!) kita putuskan namanya Pibi😩 •• Hari-hari berlalu dengan bahagia. Suatu hari kita memutuskan bikin band! Sungguh suatu kenekatan lillahita'Alla. Pencapaian terbesar Twizter Band adalah jadi band tamu di acara lomba band Bank Bukopin, yg mana peserta2nya jauuuh lebih oke dari kita! Kalau inget itu rasanya ingin mengubur diri sendiri. Penampilan kedua kita pas waktu wisuda SMP. Rasanya? Udah berasa sekeren band legendaris internesyenel, asli!😥 •• Lulus SMP sekolah di SMA yg beda2. Lebih jarang ketemu, meskipun msh sering menyempatkan menginap bersama. Kuliah makin pisah lagi. Sedih, tapi kita punya grup kok! Bahagianya sama orang2 ini, meski jarang ketemu, kita msg2 masih jadi orang yg sama, kaya yg kita kenal sejak dulu. Nggak berubah sama sekali. Masih bisa gila, kurang ajar, bego, nggak tahu diri, peduli, kadang arogan, solutif, dan suportif. Setiap ketemu msh suka saling ledek black box (mantan tergagal) msg2, lol! Dan setiap ketemu juga, masih ada kebiasaan cerita segala apapun yg bisa diceritain, secara berurutan. Setiap org punya giliran dan harus wajib cerita apapun itu. •• Sejak 10 tahun lalu, setiap tgl 7 Juli kita peringati sbg hari pendeklarasian pertemanan kita. Dan di hari ini juga kuingin berdoa supaya hubungan ini selalu langgeng meski beberapa dari kita mulai mempersiapkan melangkah ke jenjang lbh serius. I can't thank you enough for every moment you guys shared to me. I love you, like I always do! Happy Twizter Day!😋❤
Mau share sedikit ttg tempat ngopi di Jogja. Jadi, sejak boomingnya Tuku di Jakarta beberapa waktu lalu, Jogja jadi salah satu kota yg juga kena imbas tren es kopi dari kota metropolitan itu. Basically, aku bukan seorang coffee addict. Malah bisa dibilang nggak suka. Tapi sejak coffee shop banyak disorot krn tren es kopi itu tadi, aku jadi pay a lil bit attention juga ke beberapa coffee shop lucu di Jogja. Dan surprisingly jd suka es kopi (susu)! •• Satu lagi alasan kenapa aku sering menjajal tempat ngopi di sekitaran Jogja adalah, sbg penulis di Hipwee, aku punya jatah 1 hari dalam seminggu untuk Work From Home atau WFH (dulu namanya Away). Nah berhubung kosku tidak provide wifi, jadilah setiap WFH aku sibuk cari cafe yg nyaman, nggak banyak remaja berisik, wifi banter, dan bisa berlama-lama. Ditambah memang beberapa waktu belakangan ini aku lagi mengerjakan banyak hal yg nggak cuma soal kerjaan. Yah bisa dilihat dari storyku yg sering capture spot-spot manis di cafe-cafe lah ya. •• Nah WFH kemarin ku mencoba Tekoff. Cafe imut di daerah Sagan. Imut beneran! Dari luar aja udah bikin jatuh cintrong. Banyak kaca, buku-buku, very good lighting, wifi ciamik, adem, banyak tanaman ijo-ijo. •• Namanya juga tak ada gading yg tak retak. Selain menu-menunya nggak banyak, minuman yg kupesan jg kurang memuaskan. Mereka juga nggak punya kursi empuk. Jd kalau buat kerja lama siap-siap aja pantat jd nggak proporsional right after. •• Etapi they have a hella good cheesecake loh! •• #Sharing #CafeDiJogja (at Tekoff)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
A sweet corner at a coffee shop☁ (at Tekoff)
While walking around🚶
Depan Ruangan Mbak Yayuk
It’s week 2 of writing challenge. Dan topik minggu ini adalah “Spot di kampus Fisipol UGM”, decided by me, which is berangkat dari kerinduan memuncak sama kampus tercinta. Rindu kuliah lagi, rindu haha-hihi di tangga fenomenal, rindu perpus, rindu bimbingan, rindu Mbak Yayuk. Dan tulisan ini (bisa dibilang) didedikasikan juga untuk my lovely ibu peri, Mba Rahayu, S.IP, M.Si, MA. Gelar harus ditulis lengkap supaya doi terlihat cool. Tapi aslinya memang cool kok.
Nah, kalau ditanya spot kampus paling memorable, nothing can beat lorong depan ruangan Mbak Yayuk! Seandainya setiap space bisa berbicara, lorong depan ruangan Mbak Yayuk ini jelas akan koar-koar, “Yo Mbak jilbaban iki sing termasuk super sering ngapeli aku. Ketoke deknen akeh tenan deh revisine.” hmm..
Faktor lainnya adalah aku yang lebih suka (suka loh!) datang langsung buat diskusiin revisian daripada harus via email. Nggak puas aja kalau cuma virtually. Even itu cuma buat nanyain, “Mbak ini perlu pakai koma nggak?” (ya iyalah ini berlebihan), aku tetap prefer datang langsung. Lagian Mbak Yayuk nih kalau diemail balasnya bisa beribu tahun kemudian.
Ya jadilah lorong depan ruangan Mbak Yayuk ini jadi saksi bisu aku pernah sedih ketika revisian menumpuk, pernah takut akan banyak coretan pena ibu peri di lembaran-lembaran skripsi, pernah khawatir nggak di acc, pernah cemas menanti suara hak sepatu ibu peri datang menghampiri, pernah maag karena lebih rela menahan lapar daripada harus melewatkan kedatangan ibu peri yang nanti bisa berujung batal ketemu, pernah senyum-senyum sendiri karena akhirnya halaman pengesahan lengkap juga tanda tangannya, dan pernah-pernah lainnya.
Sekarang lorong itu sudah beralih fungsi jadi lorong pada umumnya yang cuma jadi saksi orang lalu lalang, tanpa ada kursi-kursi panjang di pinggirnya (eh, cmiiw ya siapa tahu salah haha!). Sementara ruang dosen Prodi Komunikasi sudah pindah lantai.
Malang. 30 Juni 2017. Dari alumni yang lagi kangen.
Lebaran 2017
Tahun ini, Pertama kali ngerasain mudik H-seminggu. Pertama kali cepet-cepetan beli tiket KA PP. Pertama kali bagi-bagi angpao. Pertama kali salat di lapangan perumahan. Pertama kali hari pertama tanpa rendang. Pertama kali Papa baru bisa pulang H+4. Pertama kali deg-degan mau ke rumah Mbah karena bakal ada yang dibahas sekeluarga. Pertama kali lebaran nggak nyantai karena dikejar deadline. Pertama kali I feel that this lebaran will be my last lebaran as an unmarried (amin). Terlepas dari itu semua, I wish you guys have a joyous Eid Al Fitr. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin.
414571
Aduh deg-degan mau mulai, soalnya baru kali ini nulis di Tumblr karena memang harus nulis. Biasanya mah suka-suka aje. Udah gitu yang join pada keren-keren orangnya (soalnya langsung invited to a group gitu!), kan bikin jiper duluan :( Nah, jadi ceritanya Lintang sama Gusti bikin tantangan menulis, satu minggu satu tulisan, ada temanya, dan deadlinenya setiap hari Minggu. Terus ya namanya juga aku, sok-sokan lah ingin ikutan. Semoga aja istiqomah :)) Minggu ini temanya telepon rumah. Iya, angka-angka di judul itu nomor telepon rumahku zaman dulu. Sekarang sudah sirna. As always, tergantikan sama yang baru (hengpong pintar). Biasanya teknologi anyar lebih disukai, tapi kalau yang satu ini justru bikin agak sedih. Sebagai anak pertama yang punya adik masih SMP, rasanya jadi makin sulit mengontrol aktivitas doi kalau udah nggak ada telepon rumah. Kalau pas dulu aku kecil, siapapun yang nelpon ke rumah pasti orang rumah pada tahu. Apalagi kalau sudah menunjukkan gelagat salting, jelas pasti itu gebetannya yang nelpon. Terus habis itu ditanya-tanyain deh (yang bikin aku sebal dulu haha). Nah kalau sekarang interaksi dengan orang di seberang bisa dinikmati secara privat. Karena tiap orang punya provider andalan masing-masing kan. Contohnya aja adikku tadi. Kalau ada telepon di hengpongnya dia langsung inisiatif naik ke atas karena nggak mau yang lain dengar. Tapi beberapa orang yang kukenal ternyata di rumahnya masih pasang telepon rumah sih. Cuma ya itu tadi, udah jaraaang pol dipakai. Entah buat pajangan doang atau emang masih difungsikan kadang-kadang. Ah, jadi kangen angkat telepon terus bilang, "Halo? Mau bicara dengan siapa?"

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cerita Bayu Skak
Halo! (Lagi-lagi) long time no write. Jadi kemarin entah kenapa setelah sekian lama nggak mantengin vlog Bayu Skak, salah satu vlog terbarunya muncul di main page YouTube-ku. Judulnya “Hati-Hati di Internet”. Nggak tahu juga kenapa memutuskan buka video itu, padahal bukan pertama kalinya vlog doi muncul disana. Mungkin karena kemarin bingung mau nontonin vlognya siapa lagi, lol. Tapi sih untuk ukuran vlog yang cuma ngoceh hampir 20 menit, video doi yang satu itu nggak membosankan, malah seru! Karena Bayu cerita tentang pengalamannya. Nah begini ceritanya...
Jadi Bayu cerita tentang kedekatannya sama seorang cewek sekitar awal 2017 lalu. Namanya Dara Fleisher Cohen. Dara menghubungi Bayu lewat DM Instagram. Waktu itu Dara bilang kalau tahu Bayu dari film ‘Hangout’ yang memang dibintangi Bayu. Ya si Dara bilang suka aktingnya, dll, dll. Bayu pun menanggapi karena setelah dibuka profil IG si Dara ini super cantik, keturunan Jerman-Indo, followers 50k, di bionya dia bilang kalau dia dokter yang lagi lanjut S2, intinya cukup kredibel lah hingga sulit buat Bayu menolak.
Hubungan mereka pun berlanjut sampai kaya orang pacaran! But hanya sebatas dunia maya karena Dara selalu berkelit setiap diajak ketemu atau video call. Dari sini Bayu belum menaruh curiga karena bahkan dia juga sering kontak sama orang tua Dara, both her Dad and Mom!
Then, Bayu told his relationship to one of his best friend, Raditya Dika. Ya, Radit komika yang terkenal itu. Surprisingly, Radit nggak percaya kalau Dara itu nyata. Mungkin asumsinya berangkat dari keresahan Radit setelah tahu pacar dunia maya Bayu lebih cantik dari pacarnya kali ya? Sedangkan Bayu itu baru anak kemarin sore di dunia hiburan, jelas jauh dibanding Radit. Ehmm sorry to say ya Bayu, my ex-informant, lol.
Singkat cerita, setelah perdebatan panjang antara Bayu yang masih percaya Dara is real dan Radit yang nggak percaya sama sekali, keduanya sepakat bersatu buat cari tahu whether she is trully real or not. Tentunya sambil Bayu masih menanggapi chat dan telepon si Dara. Tapi di tengah-tengah pencarian, Radit ternyata sempat rada percaya bahwa Dara ini asli karena dia juga aktif di blog, Soundcloud, dan Twitter dari 2013! Bahkan dia juga ikut semacam kontes kecantikan apa gitu di suatu blog. Meski gitu, Radit nggak mau begitu aja percaya. Seenggaknya buat make sure aja.
Selain selalu menolak diajak ketemu dan video call, kejanggalan lain yang ditemukan Radit adalah akun IG Dara ini followingnya artis semua. Terus dia juga nggak punya ‘photos of me’ sama sekali dong!
Pernah juga suatu ketika Mamanya Dara mengirim maps lokasi rumah mereka karena Bayu bilang pingin main kesana kapan-kapan. Radit yang memang super niat, mengirim kurir ke alamat tersebut, hasilnya? Alamat itu nggak ada!
Makin-makin kan serunya. Puncaknya, Bayu ini mencoba aplikasi Google Image yang dengan drag photo ke aplikasi itu, kalian langsung bisa tahu itu foto siapa dan segala info tentang orang di foto itu. As long as info itu ada di internet sih. Aaaand, guess who the hell Dara is??! She’s an Indian actress named Dipshika! OMGGG.
The most interesting part is, kenapa orang bisa sampai melakukan kebohongan sebesar itu sih? Ya meskipun secara materi Bayu ini nggak dirugikan, tapi tetap aja namanya lies will be lies. Dan sakitnya, kata Bayu si cewek di balik karakter Dara ini mengaku nggak pernah tahu rasanya mencintai dan dicintai. That’s why she lied. Se-desperate itu kah? :( Sedih sih karena seharusnya banyak hal yang bisa dia lakukan buat bisa mencintai dan dicintai instead of pretending to be someone else.
Aku jadi wondering, atau si cewek itu sebenarnya minder both karena fisik dan kehidupan personalnya makanya dia memilih sembunyi di balik sosok Dara yang ternyata artis India ini. Terlepas dari itu semua, di internet you never know which one is true about everything. Kejahatan, keburukan, kebohongan, sekarang ada di semua lini. You never know, people are dogs in the internet. So, be wise and smart aja lah.
Nah ini vlog lengkap cerita Bayu
Berdamai Dengan Diri Sendiri
Kemarinnya kemarin lusa ngerasa badanku sudah kaya mau sakit. Bener dugaan, besokannya bangun pagi tenggorokan makin sakit dan rada pusing. Tapi tetep berangkat ke kantor karena masih songong sok-sokan menggampangkan. Meskipun di kantor udah berusaha melakukan berbagai tindakan preventif, bikin minuman anget, beli obat radang, dll, tetep aja malemnya literally tumbang. Besokannya makin parah, badan meriang, demam-demam manja, pusing makin menjadi, ya gejala flu gitulah. Untungnya Sabtu libur jadi bisa seharian dikos, makan-minum obat-tidur-nonton film, on repeat.
Ngerasa nggak better sama sekali, siang menuju sore aku tanya Adel, temenku di Malang yang soon akan disumpah dokter. Aku bilang gejala-gelajaku dan obat apa yang kuminum. Ditelfon lah aku, eh diomelin, lol. Katanya obat yang kubeli dan minum dari kemarinnya (Efisol) cuma vitamin doang. Harusnya cari obat yang ada paracetamolnya. Wah langsung lah sore itu meskipun sambil kliyengan maksa beli obat.
Sore menuju malem makan roti beberapa potong setelah itu minumlah obat yang kubeli (Decolgen). Nggak bisa tidur, pun sakit kepala nggak berkurang, hidung dan mata tetep panas. Jam 9an Go Food Hokben. Lama bets nunggunya karena kata babangnya antri panjang. Jam 10 baru makan, setelah itu minum obat lagi. Decolgen lagi. Terus tidur. Beberapa kali kebangun, kok ngerasa masih kliyengan parah. Sampai akhirnya kebangun tadi pagi jam setengah 6an. Masih tetep sama huhu sedih sekali, ada apa sama badanku kok nggak mempan paracetamol 400 mg?
Dengan terseok-seok (beneran lho!), masak nasi, manasin ayam, dan sarapan lah aku jam setengah 8an. Habis sarapan minum obat lagi. Kok mau tidur susah bets rasanya, padahal udah berusaha merem. Mungkin efek mata panas dan pusing minta ampun. Akhirnya memutuskan masak air dikit buat ngompres. Sambil ngompres sambil baca-baca Al-Fatihah soalnya pernah dikasih tau gitu kalau ada bagian tubuh sakit, biar sembuh caranya dipegang dan baca surat itu. Meskipun nggak langsung sembuh detik itu juga tapi ya at least I was trying.
Sudah kompres-mengompres, berusaha merem lagi. Sambil merem kucoba berdamai sama diri sendiri gitu. Kemarin-kemarin pas sakit selain mengeluh kerjaannya mengutuk diri sendiri, kenapa sih sakit, dll dll dll. Padahal I am the main controller kan, lol. Gimana caranya? Dalam hati bilang (sambil berusaha merem), “Sembuh lah please, pasti bisa kok, biar nggak sakit-sakit lagi”. Kurang lebih kaya gitu sih bacotnya haha. Ya memang tampak konyol ya, but it works for me. Membangun pikiran positif ketika sakit ternyata bisa bantu menyembuhkan. Sambil terus baca doa-doa dan minum obat tentunya.
Bangun-bangun jam 11an siang tadi langsung keringetan parah. Dan surprisingly better dari kemarin-kemarin! Meskipun masih belum seratus persen sembuh sih. Tapi ya seenggaknya berkurang sakitnya.
Semoga membantu :))