Sesekali aku ingin mencintaimu dengan egois, dimana hanya aku yang boleh membuatmu tersenyum.
Sebab aku selalu iri apabila ada sosok lain yang lebih bisa membahagiakanmu. (via fillyshertia)
Lint Roller? I Barely Know Her
i don't do bad sauce passes
I'd rather be in outer space 🛸
🪼
art blog(derogatory)

Kiana Khansmith
Sade Olutola

@theartofmadeline
Keni
Today's Document

Kaledo Art

PR's Tumblrdome
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

tannertan36
taylor price
One Nice Bug Per Day
Acquired Stardust

JBB: An Artblog!

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from South Korea

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Switzerland
seen from United States
seen from Pakistan
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from United States
@cnir
Sesekali aku ingin mencintaimu dengan egois, dimana hanya aku yang boleh membuatmu tersenyum.
Sebab aku selalu iri apabila ada sosok lain yang lebih bisa membahagiakanmu. (via fillyshertia)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bila nanti saatnya telah tiba. Kuingin kau menjadi istriku. Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan. Berlarian kesana kemari dan tertawa.
(Payung teduh - Akad)
Mungkinkah “hanya” dengan tahu nomor rekening, rekening milikmu bisa diretas (Hack) ?
Belakangan ini saya sering menemukan teman-teman saya mengeluh karena ada seseorang yang mencoba menipu dengan mengatasnamakan pak kadarsah, Rektor ITB, mengirimkan sms meminta informasi tentang nomor rekening teman saya. Isi SMSnya kurang lebih meminta teman saya untuk menemani pak kadarsah ke seminar dikti. Ada bantuan biaya penginapan dan trasnportasi sebesar 5 juta yang “akan” ditransfer ke rekening teman saya. Oleh karena itu si penipu meminta nomor rekening teman saya agar dapat “mentransfer” biaya bantuan tersebut.
Ada yang salah ? Keliatanya justru menguntungkan seandainya teman saya memberitahu informasi berapa nomor rekening miliknya. “Toh dia akan menerima dana bantuan 5 juta ?”. Rekan saya yang lain pun bertanya, ‘Emang mungkin ? hanya dengan mengetahui nomor rekening seseorang, kita bisa meretas rekening orang tersebut ?
Kebetulan, saat ini saya sedang mengambil matakuliah keamanan informasi dan mengkonsultasikan kasus tersebut kepada salah satu dosen matakuliah tersebut. Jawabanya cukup mengejutkan, Yes but not exactly. Beliau hanya mengatakan, bisa jadi informasi berapa nomor rekening adalah “the last piece of information that he doesn’t know”. Hanya sekedar mengetahui nomor rekening seseorang mungkin tidak membuat rekening tersebut bisa dijebol. Tapi seandainya dia tahu informasi-informasi lainya rekening itu mungkin bisa dijebol.
Saya rasa cukup wajar dosen saya mengatakan hal itu. Sebagaimana yang kita ketahui, kasus mendapatkan SMS dengan mengatasnamakan pak kadarasah sudah cukup populer. Entah dari mana, saya dan sebagian besar teman fakultas saya pun juga mendapatkan sms tersebut. Dengan fakta ini, saya rasa cukup rasional seandainya kita mengatakan bahwa database informasi pribadi ITB telah bocor.
Lantas, Bagaimana si penipu meretas rekening korban ?
Begini, saat seluruh informasi pribadi seorang korban telah lengkap, penipu bisa dengan mudah mengaku-ngaku sebagai korban. Caranya mudah, cukup buat surat palsu LKB (Laporan Kehilangan Barang) dari kantor kepolisian yang menerangkan bahwa si penipu kehilangan barang berupa buku tabungan, kartu ATM, kartu KTP dst… kemudian ajukan claim ke bank. Sejauh ini, kita tidak pernah tau apakah bank benar-benar bekerja sama dengan kepolisian untuk membuktikan keabsahan surat LKB. Rasanya LKB hanya dicatat di bank kemudian kita bisa mendapatkan kartu ATM Baru beserta rekening bank hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Bagaimana bisa si customer service tertipu bahwa orang yang mengclaim kehilangan sebenarnya adalah penipu ?
Masih ingat, informasi apa saja yang kita berikan saat registrasi mahasiswa baru ? Ya… alamat, nomor handphone, NIK, nomor hape dan alamat email dan bahkan Nama ibu kandung pun kita berikan. Customer service bank akan menanyakan kepada kita berapa nomor rekening milik kita yang “hilang”. Selanjutnya Customer service akan menanyakan nama ibu kandung kita. Seandainya informasi itu bocor, kemudian ada seseorang mengaku-ngaku sebagai diri kita dan ditanya oleh customer service, “Bisa mas sebutkan nama ibu kandungnya ?” selesailah sudah.
Ada kasus yang serupa dari kejadian nyata. Dalam waktu 1 jam, Seluruh informasi digital milik Mat Honan menghilang termasuk akun bank, amazon, GMail, AppleID dst.. Bagaimana peretas meretas akun mat honan? Ternyata peretas melakukan claim terhadap akun mat honan dengan menelpon customer service Amazon. Sialnya, seluruh akun digital milik mat honan tersambung dengan service amazon.
Ada kasus lain yang lebih “hebat” lagi. Salah satu bank di Indonesia dituntut karena rekening nasabahnya jebol. Bagaimana peretas melakukanya ? Ternyata peretas mengetahui bahwa korban akan terbang dari jakarta ke makassar. Selama 2 jam perjalanan, karena hape korban harus dimatikan selama penerbangan, peretas melakukan claim kehilangan kartu sim telepon ke provider telepon. Setelah peretas mendapatkan kartu “sim baru” yang memiliki nomor yang sama dengan nomor hape korban, secara otomatis provider telpon menonaktifkan kartu sim korban. Selanjutnya peretas melakukan claim kehilangan ke bank melalui telpon dengan mengaku sedang berada di luar kota dan kehilangan pin dst. Karena nomor handphone yang digunakan peretas digunakan sebagai alat identifikasi oleh bank dan ditemukan kesamaan dengan data yang tersimpan oleh bank, bank memberikan izin untuk melakukan pergantian pin atm. Selanjutnya dia tinggal melakukan claim kehilangan kartu atm untuk mendapatkan kartu atm baru dan semuanya tamat.
Bagaimana mengumpulkan informasi pribadi seseorang ?
Apakah kita harus menjebol server website tertentu (misal server ITB) hanya untuk mendapatkan informasi pribadi seseorang ? Jawabanya tidak. Sebenarnya, semua informasi pribadi kita bisa dikumpulkan hanya dengan cara tradisional.
Adik bungsu saya pernah mengalami ditelpon oleh orang yang tidak dikenal lewat telpon rumah, kemudian terjadilah dialog cukup aneh seperti berikut (A = Adik Saya, P = Penipu):
P: Siang, dengan Telkom spidi disini. Saya butuh informasi tentang saudara
A: Oh iya, bisa dibantu ?
P: Bisa disebutkan nama kakaknya ?
Karena polos, adik saya menjawab dengan jujur.
A: Namanya «ini»
P: Oh, kakaknya sekolah dimana ?
A: Di ITB
P: Oh, tanggal lahirnya kapan ?
A: «Sekian»
P: Golongan darahnya apa ?
A: «Itu»
P: Oke terimakasih. Langsung menutup telpon.
Beberapa bulan selanjutnya, setelah adik saya lupa dengan kejadian tersebut, orang tua saya mendapatkan telpon. Si penipu menggunakan informasi yang sudah diberikan oleh adik saya untuk mencoba meyakinkan bahwa saya sedang mengalami kecelakaan. Dia memberikan informasi yang mengenai saya seperti golongan darah dan tanggal lahir. Untungnya saat itu saya ada di rumah dan orang tua saya segera tahu bahwa itu adalah modus penipuan
Ilustrasi
Pengalaman saya yang lain lebih unik lagi. Si penelpon tidak mengaku-ngaku sebagai representasi perusahaan tertentu seperti kasus diatas. Si penelpon hanya mencoba pura-pura salah sambung. Jadi dialognya singkat seperti ini : (P: Penipu, A: Ayah saya)
P: Halo, din, punten itu panci masakan diangkat kompornya dimatiin.
A: Maaf ini dengan siapa ?
P: Ibu din,.. itu kompor masih nyala.
A: Eh maaf pak sepertinya salah sambung
P: Oh iya ?? Ari ieu jeung saha ?(Bhs indonesia: Kalau kamu siapa namanya ?)
A: « Nama ayah saya »
P: Eh punten, maap « Nama ayah saya »
Selesai. Sekilas tidak ada yang salah dengan dialog tersebut. Tapi informasi itu bocor. Beruntung, karena curiga ayah saya menyimpan nomor penelpon itu ke kontak handphone. Benar saja, beberapa bulan setelah kita lupa kejadian tersebut, nomor handphone yang sama menelpon hape ayah saya.
P: Selamat siang,benar dengan bapak « Nama ayah saya » ?
Karena sudah disimpan ke dalam kontak handphone, nomor tersebut menjadi dikenali. Ayah saya mencoba melakukan improvisasi dan pura-pura mengikuti “flow” dari penelpon
A: iya
P: Oh ya pak, sepertinya ada ketidak cocokan data antara nama bapak dengan data yang kami miliki. Oke akan kami koreksi. Oiya pak, kami mau memberikan informasi mengenai hadiah mobil xyz. bla bla bla
A: Oke..
P: Nah hadiahnya ada pajak pemenang dan harus ditransfer.
A: Gak deh makasih, saya udah punya helikopter. Ada tank juga di rumah, kalau saya punya mobil lagi, hangar saya gak muat karena sudah diisi dengan jet pribadi. Makasih ya..
Telpon langsung ditutup oleh penipu tanpa mengucapkan salam. Semakin yakin bahwa nomor itu adalah nomor penipu.
Konklusi
Identitas pribadi adalah hal yang sangat sensitif. Perlu kewaspadaan tinggi untuk menjaga informasi pribadi agar tidak jatuh ke ruang publik. Ada banyak cara orang mendapatkan identitas pribadi, mulai dari cara tradisional seperti menelpon hingga penuh metode modern seperti meretas server institusi tertentu. Jangan pernah berikan identitas asli Jika kamu mulai curiga dengan lawan bicaramu. Kalau penipu saja bisa menipu kita, kenapa kita tidak menipu penipu ?
Ingat, terakhir, sekali lagi, jangan pernah biarkan informasi pribadi kita mudah ditemukan di ruang publik. Silahkan share jika bermanfaat mudah-mudahan bisa mengingatkan teman-teman kita dan menjaga diri dari seseorang yang mengaku-ngaku sebagai “Pak Kadarsah”. Sejauh ini, saya sudah melaporkan “dugaan kebocoroan database ITB” ke dosen saya. Meskipun begitu, tidak ada yang bisa menjamin sudah seberapa jauh “Pak Kadarsah” palsu mengetahui informasi pribadi kita. Mudah-mudahan kita tetap bisa waspada terhadap upaya “Pak Kadarsah” dalam meretas ITB.
Emang mungkin kalau cuma tau nomor rekening bisa dijebol rekeningnya ? Yes, but Not Exactly
Samgat bermanfaat
Gregeten
Kemayu
Kemayu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ajal ku
ANDAI AJAL KU DALAM TIDUR... *EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK MANAPUN DENGAN TUGAS HARIAN.* Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra. “ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu : 1. Sebelum khatam al-Quran. 2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat. 3. Sebelum para muslimin meredhoi engkau. 4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah". Bertanya Siti Aisyah : “Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “ Rasulullah tersenyum dan bersabda : 1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran ” Bismillaahirrahmaa nirrahiim, ‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “ 2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat “ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “ 3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau “ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x ) 4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah “ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar " ( 3x)
Kita seringkali merasa sama sama jatuh cinta. Padahal kita hanya sedang sama sama bahagia
Itu saja (via jinggakalasenja)
Bahagia masih didunia semoga nanti pun bahagia
Pertemuan bersifat sementara, begitu pun dengan perpisahan.
Semoga Syawal ini menjadi momen pertemuan-pertemuan : pertemuan dengan impian, pertemuan dengan kebaikan, pertemuan dengan takdir Allah Yang Maha Baik.
Semoga Syawal ini juga menjadi momen perpisahan : perpisahan dari kebiasaan buruk, perpisahan dari kecenderungan kepada maksiat, penyakit hati, dan kesempitan pikiran.
Dan yang terutama, semoga Syawal ini menjadi momen pembuktian, bahwa 30 hari yang baru saja berlalu, bukan 30 hari yang berisi kegiatan seremonial semata.
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.
Urfa Qurrota Ainy
Aamiin...
Sungguh PeDe Sekali! Sungguh PeDe sekali Orang yang ketika Idul Fitri Merasa sudah suci Dosa-dosa tak bersisa lagi Dan kembali seperti bayi Padahal ia puasa sekedar ikut tradisi Shalat tarawih cuma beberapa hari Baca Qur’an hanya sesekali Sedekahnya ingin dipuji Larangan agama pun tak dijauhi Lailatul Qadar, ia tak peduli Sibuk pikirkan gaji bulan ini Katanya untuk baju anak-istri Kalau halnya begini Mungkinkah dosa-dosa diampuni? Eh, ketika Idul Fitri Ia merasa sudah suci Dosa-dosa tak bersisa lagi Dan kembali seperti bayi Sungguh PeDe sekali
M. Armansyah (via toothandme)
Astagfirullah
Begitulah.
He'em begitulah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Renungan Surat Al Kahfi: Ujian Harta
Disunnahkan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat (bisa mulai dari malam Jumat), berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Imam An-Nasa'i dan Baihaqi dengan ganjaran akan disinari cahaya di antara dua Jumat. Di hadits lain (HR Imam Ahmad) dikatakan membacanya akan membawa ketenangan, dan yang menghafal 10 ayat pertama akan dilindungi dari fitnah Dajjal (riwayat-riwayat lain mengatakan dengan membaca 10 ayat pertama tersebut).
Salah satu fitnah Dajjal, menurut Ustadz Mufti Menk adalah ujian tentang harta, karena Dajjal bisa menawarkan seseorang menjadi kaya atau menyebabkannya miskin.
Ujian itu saya sambung dengan penjelasan Ustadz Nouman Ali Khan tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan ujian harta itu yang terdapat di ayat 32-42 surat Al-Kahfi (silahkan sambil dibuka terjemahan Alqur'an).
Ayat-ayat ini bisa menggambarkan fenomena materialisme yang terjadi di dunia saat ini, bahkan di dunia muslim. Ketika aset dan harta menjadi ukuran kesuksesan, dan diukur pula dengan kesuksesan orang lain, saling berkompetisi.
Perhatikan ayat 32-33, Allah menyebutkan aset yang dimiliki oleh seorang pemilik kebun kaya. Cerita yang ada dalam Al-Qur'an, jika disebutkan secara detail, maka itu merupakan hal yang penting karena biasanya cerita-cerita bersifat umum. Aset yang dimiliki dalam cerita tersebut adalah 2 kebun anggur yang dikelilingi oleh ‘pengamanan’ berlapis kebun kurma, di tengahnya ditambah ada satu ladang lagi. Sudah tentu untuk mengurus yang demikian bisa jadi membutuhkan banyak pegawai dan pelayan. Produktifitas kebun itu 100% (ayat 32). Ditambah penguasaan sumber daya vital: Pengairan bagi kebun-kebun itu.
Tapi harap perhatikan dalam penyebutan aset-aset itu, Allah menisbatkan diriNya sebagai pembuat itu semua dengan kalimat, “Kami menjadikan… Kami mengaliri…”, bukan si orang kaya itu.
Namun kemudian, dalam sebuah percakapan dengan tetangganya, di ayat 34, orang kaya ini 'menyelipkan’ kelebihan hartanya itu dalam obrolan mereka. Kata-kata yang digunakan ’yuhaawiruhu’ (di tengah percakapan), artinya tema utama obrolan mereka bukan sengaja tentang harta, tapi kemudian si orang kaya dengan 'berbalut’ membandingkan dan melebihkan dirinya dari tetangganya.
Lalu apa aset yang dimiliki oleh sang tetangga? Ajaibnya Allah tidak menyebutkannya sama sekali. Artinya? Bisa jadi aset dan harta itu tidak penting dibandingkan dengan pelajaran setelah dihadirkannya tokoh tetangga ini.
Di ayat 35 Allah sebutkan bahwa orang kaya ini bahkan zhalim terhadap dirinya sendiri (bukan kepada tetangga) ketika dia kembali ke kebun dan menganggap harta dan asetnya akan kekal, bahkan di ayat 36 dia meragukan kiamat, terlebih lagi kalau kiamat ada, dia yakin akan dapat yang lebih baik, “toh di dunia saja dapat segini, apalagi nanti”.
Maka di ayat 37 kembali terjadi obrolan dengan tetangganya, kali ini tetangganya yang “menyelipkan” nasihat bagi si kaya dengan mengingatkan bahwa bagaimanapun kayanya, manusia itu awalnya bukan apa-apa, dari setetes air kotor, dari tanah. Di ayat 38, tetangganya justru membalikan nasihat kepada dirinya sendiri, tidak secara eksplisit menyuruh si kaya (silahkan dibaca redaksinya).
Di ayat 39, sang tetangga mengingatkan bahwa itu semua terjadi karena kuasa Allah (masya Allah, laa quwwataa illaa billah). Sang tetangga tidak khawatir dianggap tidak berpunya (perhatikan ujung ayat 39), tapi dia punya harapan pada Tuhannya (ayat 40) dan dengan kuasa Tuhan pula yang kaya bisa berbalik binasa (ayat 41)
Maka di ayat 42, benar kebinasaan bagi si kaya terjadi dan dia menyesal bersama kebun-kebun dan pengamanannya yang roboh.
Dalam Islam sendiri tidak ada yang salah dengan kaya dan miskin, sikap terhadap keduanya yang menentukan, jika sudah miskin tapi sombong apalagi. maka sebenarnya tidak ada standar materialisme, keduanya bisa menjadi ujian atau nikmat tergantung penyikapannya.
Rangkaian ayat-ayat tadi kalau mau diperluas, maka bisa dimulai dari ayat 28: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” Dan diingatkan kembali di ayat 46, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”
-ZN-
Dunyo
Kutipan Dari MH Ainun Najib
Cak Nun dengan tegas menguraikan.. “Wis anggaplah aku ini kafir fir… terus opo hakmu utowo hak wong liyo terhadap aku… Iki menyangkut martabat manusia…. Mengenai benar kafir tidak orang itu…. wilayahnya Allah….. Urusan sesrawung antar manusia … adalah ojo nuding-nuding wong,… itu merendahkan dan menyakiti hatinya…. Sedang di dalam Islam …. sangat dilarang menyakiti hati orang lain…. Wis anggaplah misalnya Gus Dur itu antek Yahudi…. terus kalian mau apa….. Apakah kalian yakin …. bahwa saya muslim … Dari mana kalian tau saya muslim? Kalau ternyata saya hanya akting? Kalau darah saya halal…. wis gek ndang dipateni …. dan okeh sing kudu dipateni…. Allah saja masih memiliki ruang …. barangsiapa mau beriman maka berimanlah…. barangsiapa mau kufur… silakan kufur….. Maka…. kepada orang yang kita anggap sesat … atau kufur…. mbok wis didongakke wae … supaya diberi hidayah oleh Allah… Jangan dituding-tuding… Itu menghina martabat manusia… Musuh kita adalah kesempitan …. dan kedangkalan berpikir… koyo JARAN…. Anda semua harus ombo… dan jembar pikirane…. Harus mengerti kiasan… dan konteks-konteks…. Makanya… sebelum omong banyak tentang Islam…. yuk belajar dulu jadi manusia…. Manusia yang manusia itu melu keroso loro (sakit)… kalau ada manusia lainnya disakiti hatinya…. Bahkan kalau kita menyakiti orang lain … aslinya kita sendiri juga merasa sakit…. Manusia yang jembar dan murni … itu sesungguhnya pandai merasa (rumongso/ngroso)… Rasulullah saja ketika diprotes sahabat … tentang Bilal yang tak bisa mengucap huruf Syin…. kok malah dipilih sebagai muadzin… justru menjawab… pokoknya … kalau kalian mendengar dia mengucap sin…. padahal yang harusnya syin…. itu maksudnya syin….. Itulah kearifan Rasulullah… Kalau kalian tidak menerima hal ini…. berarti kamu menghina orang celat…. Bisa kualat kita …
Mawasdiri
KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG
Oleh : Emha Ainun Najib
Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar
Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya
Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku’ lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis
Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali
Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya
Sembahyang di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun
Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas ‘arasy sembilan puluh sembilan
1987
selalu bergetar dan merinding membaca puisi satu ini…
Kestrum seluruh badan
Kita bertemu kemudian berpisah, entah bertemu lagi atau tidak itu tidak menjadi penting kalau hati kita sudah terhubung dalam keimanan yang serupa.
Selamat berbahagia di manapun jalan yang sedang ditempuh, di dunia manapun yang sedang dihuni. Kita memang sudah ditakdirkan begitu.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Menenangkan ...

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja.”
Salah seorang kawan merekomendasikan kajian Rabu malam di Masjid Daarut Tauhid.
Tak seramai kajian ma’rifatullah Kamis malam, memang. Namun justru ketakramaiannya lah yang menjadi poin plus.
Maka saya menyambangi. Tiap ba’da magrib di hari Rabu, DT menghadirkan Ustadz Saiful Islam Mubarak. Mostly, temanya membahas Alquran.
Ceramah-ceramah serta do’a menyayat hati Ustadz Saiful memang luar biasa mencengkram hati. Ini dia yang saya butuhkan: membasahi mata dan hati secara rutin.
Sedangkan ba’da isya di hari yang sama, Aa Gym biasa tampil– berbagi pemahamannya mengenai tauhid. Kabarnya, kajian ini agak lebih “berat” dari kajian ma’rifatullah malam Jumat.
Di hari Rabu, 18 April 2015 kemarin, kajian Ustadz Saiful hanya saya nikmati di ujung akibat telatnya kehadiran. Namun mujur, saya kedapatan momen do’a bersama dengan beliau. Tidak ada yang sia-sia.
Ba’da isya, Aa Gym hadir. Rupanya, bahasannya sederhana. Perihal izin Allah.
Begini, kira-kira yang saya tangkap. Musibah, dan karunia, itu terjadi karena izin Allah. Aa mengutip salah satu ayat Alquran. Ia tak menyebut spesifik nama surat dan ayatnya.
Namun ada salah satu penggalan yang saya ingat. Al-Fathir, ayat 2.
“Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Kuasa Allah. Izin Allah. Gusti! Ampuni hamba yang seringnya luput. :(
Nikmatku. Nafasku. Jemariku yang mengetik. Semua terjadi karena izin Allah. Bahkan pejabat yang silap-salip uang– juga berhasil karena izin Allah.
Namun, Aa Gym memeringatkan. Yang muslim cari, adalah ridha Allah. Ridha Allah, manfaatnya terasa dunia akhirat. Tentu, kebathilan terjadi karena izinNya namun tak diridhaiNya.
Jodoh. Kemudian tentang jodoh. Tidak akan diberikan jodoh kepada seorang manusia kecuali sudah terizinkanNya.
Jadi, tenang. Jodoh akan hadir di saat yang paling (pakai paling supaya menunjukkan kadar ketepatanNya yang Maha Sempurna, hehe) tepat.
Aa Gym kemudian menyinggung ihwal hutang. Sebesar apapun hutang kita– jika izin Allah menghendaki si hutang terbayar cepat, ya terbayar.
Sekecil apapun hutang– jika tak Allah izinkan untuk terbayar cepat, ya akan lama terbayar.
Maka, lanjut Aa Gym, coba camkan. Masalah kita– yang kata kita rumit– tiada apa-apa dibanding kompleksitas tubuh manusia.
Bayangkan, betapa canggihnya sistem koordinasi yang terjadi ketika jemari saya lincah mengetik hasil kajian Rabu kemarin. Ada berapa sel penggerak yang bekerja? Wih. Iya, ya.
Kemudian, surprisingly, Aa Gym membacakan bait-bait puisi WS Rendra, Makna Sebuah Titipan. Bagian ini yang bagi saya ngena.
“–seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika aku rajin beribadah maka selayaknya derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku, Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah
ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja–”
Maka bersyukurlah. Karena dapat hidup sendiri adalah kekayaan.
Jangan bersandar pada suami, istri, uang, bahkan pemikiran diri sendiri. Bukan tak boleh berpikir– tapi di kala kita berpikir, jiwa kita sudah tersambung pada Allah belum?
Maka memohonlah padaNya. Mohonlah izinNya.
Tetaplah terhubung pada luas kasihNya.
Wallahu’alam bish Shawab. Jumat mubarak!
*Foto-foto kejepret tangan sendiri
Aku terharu mbacanya :’>
Terimakasih sobat
Yuk belajar mendengarkan, karena kebaikan tak selalu hadir lewat kata kata, tetapi empati kita @yukngajiid 😀😀😀