Segalanya tentang Terapi Musik, Cara Kerja dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Anda
Terapi Musik Untuk Kesehatan Dan Kecerdasan Musik merupakan salah satu bentuk dari kesehatan dan kecerdasan yang dimiliki manusia, kesehatan manusia akan mendorong semua organ tubuh untuk berfungsi dengan baik, termasuk otak, dan kecerdasan dari otak itu akan menciptakan banhyak hal termasuk musik. Kesehatan sendiri merupakan harta terpenting yang dimiliki manusia dalam menjalani kehidupan, sedangkan kecerdasan yang dimiliki manusia merupakan jalan yang digunakan untuk mencapai tujuan hidup mereka. Kesehatan dan kecerdasan manusia tidak bisa terlepas dengan apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, setiap apa yang manusia lakukan, maka dampak baik maupun buruknya akan diterima oleh manusia itu. Jika Anda merasa bahwa saat ini hidup Anda memang kesulitan dalam menjaga kesehatan yang Anda miliki serta meningkatkan kecerdasan dalam pola berfikir Anda, maka Anda harus meningkatkan kualitas hidup Anda menjadi lebih baik lagi. Banyak orang yang tidak bisa menyeimbangkan antara kesehatan yang dimilikinya serta kecerdasan yang dikuasainya. Kadang orang itu sangat sehat, tapi tenyata dalam berfikirnya begitu sangat kurang, dan ada juga orang yang sangat cerdas, dengan berbagai macam gelar seperti prof, doctor, magister, dan lain sebagainya tapi didalam tubuhnya mengidap penyakit jantung, kanker, diabetes dan penyakit lainnya. Dalam menjalani kehidupan memang sangat sulit, apalagi dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Dibutuhkan keseimbangan antara kesehatan dan kecerdasan untuk beradaptasi dengan apa yang terjadi saat ini. Tekanan dan tuntutan dari berbagai macam akan membuat Anda semakin tertekan, dan jika Anda tidak mampu untuk menciptakan suasana yang tenang, nyaman dan tentunya merasa rileks pasti kesehatan Anda akan menurun dan kecerdasan yang Anda miliki juga bisa tertekan dengan tekanan itu. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi tekanan yang Anda alami, salah satunya dengan menggunakan terapi musik tital relaksation. Terapi musik total relaksation akan membantu Anda untuk menciptakan suasana yang nyaman, tenang dan tentunnya menghilangkan semua tekanan yang dialami oleh otak Anda. Berikut manfaat dari terapi musik total relaksation: Penyembuhan: Mendengarkan musik relaksasi dapat memiliki hasil positif pada manajemen nyeri. Mendengarkan musik relaksasi dapat mengurangi rasa sakit kronis, mengurangi sensasi nyeri, mengurangi rasa nyeri berkepanjangan dan nyeri pasca operasi. Saat melahirkan juga bagus mendengarkan musik relaksasi ini. Sangat bagus diigunakan untuk mengurangi konsumsi obat-obatan medis. Musik relaksasi memberikan kontrol dan menyebabkan tubuh melepaskan endorfin untuk melawan rasa sakit. Mengurangi tekanan darah: Mendengarkan musik relaksasi atau lagu-lagu klasik sekitar 30 menit setiap hari dapat menurunkan tekanan darah/hipertensi. Obat untuk Jantung: Musik relaksasi sangat efektif di gunakan untuk mengobati penyakit kronis seperti jantung, kanker dan lainnya. Ini merupakan cara dan tips yang mudah dan murah. Efek rileks musik ini dapat berpengaruh besar pada penyembuhan diri. Mempercepat pemulihan: musik relaksai bagus di gunakan untuk mempercepat pemulihan kesehatan seperti stroke dan penyakit lainnya. Meningkatkan imunitas: Musik relaksasi meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Mengembangkan pikiran yang kreatif: Menurut penelitian, hmusik relaksasi mampu menginspirasi seseorang ketika menciptakan sebuah ide. Musik relaksasi dapat membuat kreatifitas lebih baik karena memiliki kekuatan untuk mengembangkan fungsi otak yang lebih tinggi. Meningkatkan kinerja daya ingat/memori: Musik relaksasi menjadikan kita memasuki kondisi rileks yang dalam dan memasuki kondisi bawah sadar, dimana memori tersimpan. Membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus: Studi menunjukkan bahwa mendengarkan nada yang santai meningkatkan intensitas konsentrasi. Membantu gerakan tubuh dan koordinasi: Melalui musik, ketegangan otot kita berkurang. Musik relaksasi juga meningkatkan gerakan dan koordinasi tubuh. Menghilangkan kelelahan: Hal yang tidak perlu diragukan lagi, mendengarkan musik relaksasi bisa menjadi cara yang efektif dalam menemukan energi ekstra bagi tubuh. Hal ini dapat menghilangkan kelelahan yang disebabkan terlalu banyak latihan dan kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan repetitif dan membosankan. Meningkatkan produktivitas: Mendengarkan musik sambil bekerja dapat menginspirasi kita. Kebanyakan orang bekerja dengan baik dan tampil lebih baik dalam pekerjaan ketika mereka sambil mendengarkan musik. Merilekskan pikiran dan membantu mengatsi sulit tidur: Salah satu cara mengatasi insomnia adalah dengan mendengarkan musik klasik. Studi menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat membuat Anda santai, gelombang otak menurun, sehingga tidur Anda jadi lebih mudah. Membantu mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi: Mendengarkan musik relaksasi bukan hanya menenangkan pikiran tapi juga fisik. Musik relaksasi membantu dalam relaksasi otot-otot yang tegang karena terlalu lama bekerja. Hal ini juga membantu melepaskan ketegangan yang disebabkan oleh suasana yang menantang. Ketika mendengarkan musik relaksasi, Anda akan merasakan secara perlahan stres Anda menghilang. Anda akan menjadi lebih optimis dan positif. Terapi Musik Relaksasi ini sangat membantu Anda dalam menghadapi hari-hari yang penuh tugas yang menantang. Jaga pikiran Anda agar tetap rileks dengan bantuan musik terapi relaksasi ini, Anda akan mendapatkan perubahan yang positif dalam menjalani kehidupan dan aktivitas keseharian Anda. 5 Manfaat Terapi Musik untuk Kesehatan Musik bisa menjadi teman bagi siapa saja. Mendengarkan musik bisa membuat orang bersemangat, senang, atau bahkan galau. Namun ternyata musik tak sekedar hiburan semata. Jika digunakan sebagai terapi, musik bisa memberikan manfaat kesehatan bagi kita. Selama ini telah banyak penelitian yang mengungkap efek musik pada otak. Terapi musik berfokus pada kesehatan seseorang, termasuk meningkatkan kesehatan tubuh, kemampuan kognitif, dan lainnya. Terapi musik dilakukan dengan mendengarkan musik, menyanyikannya, atau mendiskusikan musik untuk mencapai hal tersebut. Berikut adalah manfaat kesehatan yang diberikan terapi musik untuk tubuh kita, seperti dilansir oleh Boldsky (05/07). 1. Mengatasi ketegangan otot Stres dan tekanan yang kita rasakan setiap hari seringkali berimbas pada kesehatan. Misalkan, setelah seharian duduk di depan komputer, otot pada bagian punggung, leher, dan pundak menjadi tegang. Musik bisa memberikan efek menenangkan dan mengendurkan otot yang tegang tersebut. 2. Mengurangi depresi Penelitian di Finlandia menunjukkan efek positif musik pada pasien depresi. Musik memberikan efek menenangkan yang bisa membuat gelombang otak menjadi stabil. Menyanyikan musik juga bisa memberikan kekuatan bagi orang yang depresi. Meski musik tak bisa sepenuhnya menyembuhkan orang yang depresi, namun musik bisa meredakan gejala depresi yang dirasakan. 3. Mengatasi insomnia Salah satu penyebab insomnia adalah kesulitan untuk melepaskan diri dari pikiran yang membuat stres. Musik yang ringan dan menenangkan bisa membuat pikiran menjadi lebih bebas dan membuat tubuh lebih mudah untuk tertidur. Musik dengan instrumen minimalis dan diulang-ulang akan memberikan efek terbaik untuk membuat cepat tidur. 4. Kesehatan jantung Para ahli kini percaya bahwa ritme detak jantung berperan penting dalam membuat detak jantung menjadi lebih stabil. Jika Anda memiliki masalah dengan kesehatan jantung atau detak jantung yang tak stabil, mendengarkan musik bisa membantu untuk membuat detak jantung menjadi lebih stabil. 5. Membantu pencernaan Ini adalah salah satu manfaat dari terapi musik. Musik memiliki efek tak langsung pada sistem pencernaan. Musik bisa menenangkan dan menghilangkan stres. Ini akan menurunkan produksi asam pada pencernaan. Ketika merasa tenang, produksi asam pada lambung akan seimbang. Musik adalah bahasa universal yang tak hanya bisa digunakan untuk mengekspresikan diri atau menghibur diri, melainkan juga bisa bermanfaat untuk kesehatan. Cobalah terapi musik untuk mendapatkan manfaat-manfaatnya di atas. Terapi Musik Mampu Ringankan Derita Pasien Kanker Mendengarkan musik ternyata tidak hanya sekedar hobi. Cara ini ampuh sebagai terapi bagi pasien penderita kanker. Tidak hanya berpengaruh pada faktor psikologis tetapi juga secara fisik mampu mengurangi ketegangan, rasa sakit, kelelahan, dan penyemangat hidup. Ini terbukti dalam sebuah studi pada jurnal Perpustakaan Cochrane yang dilansir Boldsky. Peneliti mencari tahu dampak dari terapi musik seperti pengalaman musik pribadi yang ditawarkan oleh terapis musik terlatih. Diteliti pula dampak obat-obatan musik berupa mendengarkan pra - rekaman musik yang disediakan oleh dokter atau perawat berpengaruh pada hasil psikologis dan fisik pada orang dengan penyakit kanker. “Kita temukan bahwa intervensi terapi ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Hal ini penting bagi keseluruhan hidup pasien,” kata Peneliti Universitas Drexel, Profesor Joke Bradt di Philadelphia Amerika Serikat. Sebanyak 52 percobaan dilakukan dengan 3.731 pasien kanker dimana 23 dari percobaan dikategorikan sebagai terapi musik dan 29 sisanya diklasifikasikan sebagai intervensi obat musik. Secara keseluruhan banyak dampak positif yang didapat dengan intervensi ini untuk mengurangi ketegangan pasien. Pengaruh yang besar juga dapat mengurangi kelelahan dan rasa sakit. Meningkatkan kualitas jantung dan pernapasan serta menurunkan tekanan darah juga dapat dilakukan dengan mendengarkan musik. “Hasil dari penelitian ini bahwa mendengarkan musik dapat menjadi anestesi dan analgesik, serta mengurangi durasi rawat inap, namun perlu ada penelitian lebih lanjut,” tegas Bradt. Ketika membandingkan terapi musik dan musik sebagai obat, tim peneliti melihat peningkatan kualitas hidup pasien. Meskipun demikian, tidak semua mendapatkan efek yang sama dengan intervensi metode ini. “Intervensi obat musik dan terapi musik memainkan peran penting dalam perawatan pasien kanker tetapi kita tidak cukup tahu intervensi mana yang paling cocok bagi mereka, ini perlu penelitian lanjutan,” kata Bradt. Sumber: JawaPos Terapi Musik Hilangkan Depresi Menggunakan terapi musik secara teratur bermanfaat bagi kesehatan karena menghilangkan depresi dan mengurangi risiko kanker. Mendengarkan musik saat senggang atau ketika libur kerja bisa membantu membuat pikiran dan tubuh lebih rileks serta mengembalikan energi menjadi lebih bertenaga. Bahkan, bila mendengarkan musik secara teratur pada waktu yang tepat, ternyata bisa menjadi sebuah terapi yang mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan. Salah satunya menghilangkan depresi, bahkan mengurangi risiko timbulnya kanker. "Terapi musik merupakan cara yang mudah yang bermanfaat positif bagi tubuh, psikis, serta meningkatkan daya ingat dan hubungan sosial. Bila terapi ini dilakukan secara khusus, hasilnya lebih baik," jelas Cheryl Dileo, profesor musik serta Direktur Pusat Penelitian Seni dan Meningkatkan Kualitas Hidup, Universitas Temple, Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Dileo menyatakan, manfaat terapi musik dibandingkan mendengarkan musik seorang diri sangat berbeda jauh. "Mendengarkan musik seorang diri itu bukan terapi meski banyak orang yang mendengarkan musik mendapatkan manfaat positif, seperti lebih rileks dan memperbaiki mood," paparnya. Dia menambahkan, musik terapi membutuhkan bantuan orang lain yang sudah teruji kemampuannya untuk mengelola sebuah terapi. "Meski banyak orang yang mengaku paham bagaimana cara menikmati musik bagi diri sendiri, di bawah kendali seorang pakar terapi musik akan memberikan manfaat yang lebih besar. Terapi musik akan memberikan tenaga baru, mental yang segar, dan hubungan sosial yang hangat," tuturnya. Selain itu, penggunaan terapi musik bisa diterapkan secara luas pada semua orang dalam berbagai kondisi. Terapi musik bisa dilakukan untuk mengurangi rasa khawatir pasien yang menjalani berbagai operasi atau serangkaian proses berat di rumah sakit. Sebab, musik akan membantu mengurangi timbulnya rasa sakit dan memperbaiki mood pasien. Terapi musik juga mampu membantu menghilangkan depresi pada pasien rumah sakit lebih cepat. Terapi musik bisa diterapkan pada pasien alzheimer untuk membuat mereka lebih tenang dan membantu meningkatkan daya ingat. Bukan itu saja, orangtua yang baru memiliki bayi pun bisa menjadi lebih tenang setelah menjalani terapi musik. "Musik merupakan cara yang mudah untuk mengalihkan perhatian. Ketika menghadapi masalah atau tekanan berat, musik membantu mengalihkan perhatian. Mendengarkan musik secara rutin membuat suasana akan menjadi tenang. Pada anak, musik bisa membantu mereka rileks dan mudah tidur," ujarnya. Penelitian Dileo pun didukung Direktur Cancer Treatment Centers of America Katherine Puckett. Dia menyatakan, meski tak punya sertifikat menjadi ahli terapi musik, dia dan stafnya selalu menggunakan musik untuk membatu pengobatan pasiennya. "Musik dapat mengaktifkan syaraf menjadi rileks sehingga membantu pernapasan pasien menjadi lebih baik. Selain itu, musik mengurangi risiko serangan jantung, membuat tekanan darah lebih normal, dan membuat otot lebih rileks. Pada pasien kanker, musik membantu mereka tidur lebih nyenyak karena biasanya pasien kanker memiliki gangguan tidur," jelas Puckett. Begitu besarnya manfaat musik bagi pasien kanker membuat Cancer Treatment Centers of America membuat perpustakaan yang menyediakan berbagai jenis musik yang sesuai selera pasiennya. Bahkan, sekali-kali sering digelar berbagai acara musik khusus untuk menghibur pasiennya. "Semua orang pasti suka musik. Kamu tak akan sakit jika suka musik. Musik membuat rileks, nyaman, dan tenang. Tubuh yang rileks bisa membantu mengurangi rasa sakit, termasuk rasa sakit dari proses penyembuhan kanker," pungkas Puckett. Teknik dan Saat Tepat Memberi Terapi Musik pada Anak Ibu hamil yang membutuhkan relaksasi, bisa mendengar musik kapan saja dan mana saja. Rangsangan berupa suara yang Menenangkan itu juga akan dinikmati janin. Namun, seperti yang dikatakan Dra. Hj. Iesye Widodo, Psi., ahli terapi musik dari klinik Tiara Putera, untuk hasil optimal, terapi musik bagi janin harus dilakukan secara terprogram atau tidak sembarangan. EFEKTIF SAMPAI USIA 3 TAHUN Seperti sudah kita ketahui, otak janin sudah bekerja di usia kehamilan 16 minggu. Setelah melalui proses pembentukan, kesempurnaannya terjadi di usia kandungan 18-20 minggu. “Di usia inilah,” menurut Iesye, “terapi musik paling baik mulai dilakukan, karena perlengkapan pendengaran janin sudah semakin sempurna.” Namun, sejak di trimester pertama pun ibu sudah boleh melakukannya, meski janin belum dapat bereaksi. Terapi ini lebih ditujukan kepada ibu untuk mengurangi kadar stres saat menjalani masa mual-muntah.” Untuk anak, terapi musik paling efektif diterapkan sejak di dalam kandungan hingga usianya 3 tahun. Mengapa demikian? Karena selama periode itu, otak anak mengalami pertumbuhan dan kemudian perkembangan yang amat pesat. Namun, bukan berarti di usia selanjutnya terapi musik tidak akan membawa manfaat, hanya saja potensi rangsangannya semakin berkurang dari tahun ke tahun. Jadi, sampai usia berapa pun musik tetap bermanfaat. Namun, jika tujuannya untuk merangsang kecerdasan sebaiknya jangan sampai lewat dari usia 8 tahun. MENGATUR JADWAL MENGGUNAKAN TERAPI MUSIK Iesye menekankan, ibu bisa menentukan sendiri waktu terapi yang tepat, boleh pagi, siang, sore atau malam. Yang penting, ketika sudah memilih waktunya, maka ibu harus konsisten dengan waktu tersebut. “Kalau sudah menetapkan di pagi hari, maka selanjutnya harus di pagi hari, jangan diubah.” Pilihlah waktu sesuai kesempatan yang dimiliki. Bagi ibu yang bekerja misalnya, mungkin pagi hari bukanlah waktu yang tepat. Jadi, lakukan di malam hari atau di sela-sela waktu kerjanya. “Yang penting berkesinambungan dan konsisten. Bila tidak, maka hasilnya akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.” Selain waktu ibu, waktu janin juga perlu dipertimbangkan. Bagaimanapun, menurut Iesye, akan lebih baik bila terapi dilakukan ketika janin sedang tidak tidur. Pada saat terjaga, janin bisa menyimak rangsangan suara secara aktif. Dengan begitu, daya ingatnya juga ikut terangsang dan bertambah kuat. Menurut penelitian, janin akan terjaga saat ibu selesai makan, terutama makan siang. Nah, waktu-waktu ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan terapi. Namun, tidak dijamin juga bahwa setelah ibu makan siang, janin pasti terjaga. Bisa saja, ia terjaga di pagi, sore, atau bahkan ketika ibu sedang tidur. Jadi, tak mesti juga ibu memaksakan diri melakukan terapi musik bagi janin segera setelah waktu makannya. Ketika bayi sudah lahir, dengan melihat kondisinya sehari-hari, ibu bisa lebih mudah menentukan kapan waktu yang tepat. Bila anak biasa terjaga dan tenang di pagi hari, pilihlah waktu tersebut, tentu dengan mempertimbangkan waktu ibu juga. Siang, sore, atau malam hari pun tidak mengapa selama waktu tersebut merupakan waktu terjaganya. PILIHAN LAGU DAN MUSIK YANG SESUAI Untuk terapi, sebaiknya ibu tidak hanya memperdengarkan gubahan musik klasik. Selingi dengan lagu anak-anak agar ibu bisa sekalian mengajak bayi berkomunikasi. “Banyak jenis musik lain terbukti dapat merangsang kecerdasan. Misalnya, musik instrumen rebana, lagu anak-anak, dangdut, dan lagu-lagu rohani,” ungkap Iesye. Pada anak dengan kebutuhan khusus seperti autisme, terapi musik ini harus dipandu oleh tenaga ahli yang mengerti kondisinya. Mulai jenis musik dan frekuensinya harus disusun berdasarkan kondisi kasus per kasus. Pada anak yang terlalu aktif misalnya, terapi musik yang diberikan pada intinya harus bisa memuaskan emosi yang sering berlebihan. Bisa dengan musik klasik jenis tertentu atau diberikan alat musik pukul seperti rebana. Lewat aktivitas memukul ini, diharapkan emosinya dapat diluapkan secara positif. “Pokoknya, mereka diarahkan untuk melakukan aktivitas yang menimbulkan bunyi, irama, atau sesuatu yang menyenangkan, sehingga naluri agresif dan destruktifnya bisa tersalurkan,” ujar Iesye. Sebaliknya, bila anak terlalu pasif, jenis musik yang diberikan harus dapat merangsangnya agar menjadi aktif. Biasanya, dipilih musik yang bernuansa ramai. “Pemberian alat musik seperti rebana pun bisa merangsang aktivitas anak,” tambahnya. CARA MELAKUKAN TERAPI MUSIK Iesye menganjurkan, ketika ingin memulai terapi, sebaiknya ibu berkonsultasi dulu dengan terapis profesional untuk mendapatkan pengarahan, seperti apa manfaatnya, kapan harus dilaksanakan, dan bagaimana caranya secara terperinci. Tentu saja agar terapinya berjalan efektif dan optimal. “Selanjutnya, ibu bisa mempraktekkannya di rumah sambil membaca berbagai referensi yang memang sangat penting diketahui.” Berikut, Iesye mengenalkan tiga tahapan pendahuluan dari terapi musik yang bisa dijadikan pedoman saat ibu melakukannya di rumah. 1. Relaksasi Fisik. Untuk mencapai relaks secara fisik, ibu dapat menggunakan teknik progresif relaksi. Pada tahap ini ibu yang sedang hamil harus mengendorkan dan mengencangkan otot-otot tubuh secara berurutan sambil mengatur napas. Relaksasi ini sangat dibutuhkan agar musik bisa dicerna dengan baik dan dapat tersalurkan ke seluruh anggota tubuh. Pilihlah posisi yang paling nyaman, bisa sambil tiduran ataupun duduk. Bila ibu lebih bisa berkonsentrasi pada musik dengan posisi duduk, ambillah posisi ini. Demikian pula dengan posisi tiduran. 2. Relaksasi Mental Setelah relaksasi fisik maka saatnya untuk masuk ke tahapan relaksasi mental. Di tempat terapi, selama tahapan ini awalnya ibu hamil dipandu instruktur terapis dengan kata-kata yang bersifat sugesti. Tujuannya untuk membawa ibu ke suasana di mana mereka bisa melupakan ketegangan dan kecemasan yang dirasakan selama kehamilan. Agar sampai ke tujuan, ibu dianjurkan untuk berkonsentrasi. Musik yang mengiringinya tentu saja yang bisa membangkitkan perasaan relaks. Selanjutnya, dengan mengikuti instruksi yang sudah pernah didapat, ibu dapat melakukannya sendiri di rumah. 3. Stimulasi atau Rangsangan Musik pada Janin Untuk memperoleh manfaat maksimal dari terapi ini, ibu dianjurkan untuk mendengarkan musik dengan konsentrasi dan kesadaran penuh. Alunan suaranya mesti bisa merasuki pikiran ibu tanpa ada gangguan berupa ketidakstabilan emosi, suara berisik, dan kurang konsentrasi. Saat mendengarkan musik, ambil posisi sekitar setengah meter dari tape atau dapat menggunakan walkman. Usahakan volume suaranya jangan terlalu keras ataupun lemah, tetapi sedang-sedang saja. Intinya, volume tersebut dapat menyamankan dan membuat ibu bisa berkonsentrasi penuh. Sesekali, boleh menempelkan earphone ke perut ibu agar janin bisa mendengar lebih jelas. Ketiga cara ini, sama baiknya. Dianjurkan pula untuk tidak mendengarkan musiknya saja, kalau bisa ibu ikut berdendang mengikuti melodi atau liriknya. Untuk itu, bisa pilih lagu Twinkle-twinkle Little Star atau lagu-lagu ciptaan Ibu Sud, Pak Kasur, dan A.T Mahmud. Selain syair-syairnya cocok buat anak, lagu-lagu itu juga tidak lekang digusur zaman. Waktu yang diperlukan untuk terapi sekitar 30 menit setiap hari. Asalkan ibu bisa berkonsentrasi dengan baik, dalam sehari boleh satu, dua, atau tiga lagu yang didengarkan. Bila banyaknya jenis lagu malah membuyarkan konsentrasi, sebaiknya pilih satu jenis saja dalam sehari. Music is My Soul : Siapapun Berhak Sehat Melalui Musik Beberapa hari ini, Anita memergoki kakaknya yang sering memutar musik dikamar. Hal ini sungguh tidak biasa, apalagi dilakukan sambil menari. Demi menjawab rasa penasaran yang sudah menggunung, ia menghujani kakaknya dengan berbagai pertanyaan. Akhirnya, ia mendapatkan jawabannya! Rasa penasarannya muncul, ia mengambil telepon pintarnya dan membuka situs google.com. Dengan cepat ia mengetik ‘Terapi Musik’. KLIK! Salah satu artikel terbuka. Lebih dari berabad-abad yang lalu, musik menjadi bagian dari aktivitas manusia. Baik saat memasak, mencuci mobil bahkan pada saat mandi tak terlepas dari alunan musik yang menggema dalam telinga. 1Begitu juga Music Therapy, musik merupakan elemen utamanya. Mendengar, bernyanyi, menari bahkan mencipta lagu dalam terapi musik ternyata dapat mengatasi kebutuhan fisik, emosi, kognitif dan sosial seseorang, lho. Apalagi, musik juga terhubung erat dengan emosi. Anda pasti pernah merasa senang, sedih atau sangat bersemangat saat mendengar musik, kan? Nah, seiring berkembangnya terapi ini, muncul berbagai informasi yang ilmiah maupun tidak ilmiah. Tentunya Anda perlu tambahan informasi dalam menyikapinya, berikut fakta dan mitos mengenai terapi musik yang perlu Anda ketahui. Terapi musik efektif untuk anak-anak saja? Hal ini adalah mitos. Ingat! Tujuan terapi musik yaitu membantu mensejahterahkan fisik, emosi serta mental. Artinya, terapi musik tidak membatasi usia. Musik memang terlihat lebih dinikmati anak-anak, khususnya dalam bermain dibandingkan orang dewasa. Menariknya, bagi orang dewasa, musik menjadi cara ampuh dalam mengungkapkan perasaan yang terlalu menyakitkan atau menakutkan. Terapi musik untuk orang dengan gangguan khusus saja? Ternyata hal tersebut tidaklah benar.2 Ya, terapi musik dapat digunakan untuk pengobatan seseorang yang mengalami gangguan seperti depresi, gangguan kecemasan, insomnia, demensia, skizofrenia dan penyalahgunaan zat. Faktanya, kini penggunaan terapi musik telah meluas, khususnya dalam akademik formal. Pernah melihat sebuah kelas belajar yang diiringi musik klasik? Nah, itulah salah satu fungsi terapi musik. Terapi musik dapat membantu pengembangan diri anak Autis? Tentu saja! Dalam ilmu neurobiologi, dinyatakan bahwa musik berpotensi untuk membantu proses pengoptimalan otak dalam bekerja. Terapi musik juga berperan dalam proses penyimpanan informasi dan pengelolaan emosi individu. Terapi musik banyak diaplikasikan pada anak Autis, terutama dalam mengembangkan komunikasi dan interaksi sosialnya. Terapi musik ini dinilai efektif dikarenakan orang yang memiliki gangguan spektrum autisme sering menunjukkan minat tinggi dan respon terhadap musik. Terapi musik hanya menggunakan musik klasik/ instrumen saja? Hal tersebut tidaklah benar.3 Penggunaan musik klasik berkembang digunakan pada bayi. Seorang ahli terapis musik, Kimberly Sena Moore berpendapat bahwa sebenarnya penggunaan musik lebih disesuaikan kepada kebutuhan individu. Misalnya, harmoni yang sederhana, melodi yang mudah dinyanyikan, dan kata-kata yang lebih berstruktur ditujukan kepada anak-anak. Pada orang dewasa diberikan musik yang memang disukai. Lalu, bagaimana pada remaja? Ternyata berbagai musik berperan besar dalam identitas diri remaja, sehingga dapat menerapkan terapi musik dengan berbagai genre. Jadi, tidak perlu khawatir lagi, berbagai jenis musik ternyata bisa digunakan untuk mengeskpresikan diri. Terapi musik berpengaruh baik pada ibu dan janin? Benar. Ibu yang di beri terapi musik Mozart memiliki adaptasi positif terhadap kehamilannya, yaitu memberikan efek penenang bagi emosi ibu dan membuat lebih siap menerima peran sebagai orang tua. Pada penelitian lainnya, terapi musik klasik dan terapi musik Bali ditemukan dapat menurunkan nyeri pada saat persalinan. Janin yang memperoleh stimulasi musik klasik sejak dalam kandungan akan memiliki keseimbangan antara aspek kognitif dan aspek emosi. Perlu diketahui bahwa terapi musik bukan satu-satunya cara pengobatan, tetapi membantu pengoptimalan pengobatan dan pengembangan potensi individu. Jadi, kalau Anda sedang mengalami masalah dengan teman, pacar, atau keluarga yang akhirnya menganggu proses belajar, bekerja atau bahkan membuat anda sulit tidur. Hm… jangan putus asa dan buru-buru minum obat tidur ya, coba dengarkan musik dulu dan anda akan lebih rileks.
Mengapa Terapi Musik Dapat Membantu Mengatasi Berbagai Masalah Kesehatan?
Musik Berhubungan Dengan Mood Salah satu alasan mengapa terapi musik sangat efektif adalah karena musik berhubungan dengan mood seseorang. Musik dapat membantu mengubah mood Anda atau bahkan membuat mood Anda menjadi lebih baik. Musik yang Anda dengarkan pun sebenarnya tergantung pada mood Anda. Membuat Anda Merasa Lebih Rileks Berbagai penelitian telah menemukan bahwa musik yang berasal dari kebudayaan tempat asal seseorang merupakan terapi yang paling efektif untuk menyembuhkan dan menenangkan. Mendengarkan musik dapat membuat Anda merasa lebih tenang dan rileks. Menstimulasi Saraf Setiap jenis musik berbicara pada seseorang dengan cara yang berbeda-beda. Berbagai penelitian menemukan bahwa musik klasik dapat membuat seseorang merasa lebih nyaman dan rileks. Sementara itu, musik rock and roll atau heavy metal mungkin dapat membuat pikiran Anda terasa kacau. Hal inilah yang membuat musik dapat mengubah mood seseorang dari marah menjadi bahagia. Membantu Mengatasi Berbagai Gangguan Kesehatan Terapi musik ternyata juga dapat membantu penderita autisme, demensia, dan bahkan membantu perkembangan bayi. Selain itu, musik juga dapat membantu Anda mengatasi insomnia atau depresi. Mempengaruhi Gelombang Otak Para peneliti telah menemukan bahwa setiap nada di dalam suatu lagu juga dapat menstimulasi gelombang otak manusia. Semakin cepat irama lagu yang Anda dengar, maka Anda pun akan semakin bersemangat dan siaga. Semakin lambat irama lagu yang Anda dengar, maka Anda pun akan merasa lebih rileks dan tenang. Membantu Menemukan Emosi TersembunyiPara ahli terapis sekarang ini banyak menggunakan musik untuk menemukan berbagai emosi atau perasaan yang tersembunyi, yang bahkan tidak disadari oleh pasien. Hal ini terutama sangat berguna untuk menemukan penyebab terjadinya depresi, gangguan cemas, atau penyebab trauma.















