Semalam, gue dan suami menghadiri resepsi pernikahan sahabat sejak SMA. Sahabat gue ini, benar-benar teman yang bareng-bareng sejak kelas X-4, XI Is 3, dan XII Is 1. Haha mungkin kami berjodoh untuk menjadi classmate. Sejak SMA, dia cerita tentang cinta pertamanya sejak SMP. Tapi pria beruntung itu entah dimana pada saat itu karena bertempat tinggal di kota lain. Luluslah kami dari SMA, fokus di perkuliahan masing-masing. Dulu, kampus gue di kawasan Salemba dan sahabat gue pun sama. Haha jadi, gue sering mampir untuk ketemu sama teman-temannya juga sering numpang makan di rumahnya dia. 😂 Entah ada momen apa, gue kenal dengan pacarnya teman dekat gue di SMA, namanya Irma. Irma itu ternyata berteman dengan Widar yang ternyata satu almamater SMP dengan sahabat gue ini. Jalan barenglah gue, sahabat gue, irma, widar, dan beberapa teman gue lainnya ke Mall di kawasan Kelapa Gading. Kami ngobrol banyak ngalor ngidul. Akhirnya, gue memberanikan diri untuk nanya kabar pria yang selama ini disukai sahabat gue itu. Widar pun memberikan informasi tentang pria tersebut. Tidak hanya informasi, gue pun akhirnya dapat nomor hp si pria idaman sahabat gue. Mulailah gue bergerilya, bikin drama agar gue bisa memperkenalkan kembali sahabat gue ke pria tersebut. Gue pun minta sahabat gue mencoba untuk "Say Hi!" ke pria itu agar dia mulai ingat siapa sahabat gue yang juga teman masa kecilnya. Selang beberapa waktu, pria itu datang ke Jakarta. Dia ingin bertemu dengan gue. Berhubung gue nggak ada niat ketemu dia, gue bilang aja ada acara. Lalu, gue bilang ke sahabat gue itu kalau pria itu sedang berkunjung di rumah temannya yang berlokasi tidak jauh dari rumah sahabat gue. Seinget gue, mereka akhirnya ketemuan disana. Akhirnya mereka lanjut komunikasi. Nah, ada beberapa waktu, gue ngerasa sahabat gue ini sempat menjauh. Teman gue yang juga pernah jalan bareng saat ketemuan dengan Irma dan Widar pun mulai menjauh. Gue sempat konfirmasi, tapi mereka bilang, gue mau merebut pria itu dari sahabat gue. Hahaha gue mau ngakak sumpah, nggak sedikitpun gue menaruh hati kepada pria itu. Wong gue juga sudah punya pacar, walau memang masih sering berantem dan terkesan tidak serius. Selang beberapa minggu, sahabat gue pun akhirnya komunikasi sama gue. Dia memperkenalkan pria itu ke gue sebagai pacarnya. Alhamdulillah! Perasaan gue saat itu adalah bahagia. Akhirnya sahabat gue punya pacar yang memang diidam-idamkan. Dalam perjalanan cintanya, banyak cerita lucu dan agak menyentuh. Kenapa gue bisa bilang menyentuh? Karena mereka melangsungkan hubungan jarak jauh alias Long Distance Relationship (LDR). Tiap anniversary, mereka cuma bisa kirim-kiriman kado. Gue ingat, pernah pergi mencari layanan kurir terdekat dengan waktu yang mepet demi mengirim kado untuk pria kesayangannya di kota lain. Haha Senang rasanya kalau ingat waktu lalu bersama sahabat gue itu. Hehe real bestfriend relationship itu buat gue nggak harus terus bersama-sama. Tapi buat gue, dia selalu ada disaat gue senang dan sedih. Saat gue punya masalah pelik dengan teman SMA gue lainnya, dia cukup mendengar dan bilang "Yaudah, gue ga bisa banyak ngasih solusi. Udah gede kan, jalanin aja. Udah pada tahu baik buruknya kan, nggak usah dipusingin lah,". Memang terkesan masa bodoh dengan persoalan orang lain. Tapi buat gue itu cukup berkesan. Karena disaat dia berada dilingkungan yang menolak kehadiran gue, dia masih memberikan ruang untuk gue tetap ada. So, happy wedding! Maaf sebelumnya, cerita ini akhirnya gue publish. Karena gue cuma mau meluruskan sejarah saja. Hehe ada teman lain yang mencoba menganulir beberapa poin penting dalam keutuhan cerita cinta sahabat gue ini. Semoga pernikahan sahabat gue membawa berkah untuk mereka. Gue sayang sahabat gue ini. Keluarga dia sudah dekat banget dengan gue. Apalagi kalau gue mumet dengan keluarga besar gue. Dia juga orang yang gue kabarkan pada saat gue akan menikah dengan pacar yang saat ini sudah menjadi suami gue. Dia, gue anggap sebagai sahabat. Tak masalah jika dia tidak anggap momen yang sering kami habiskan sebagai tautan dari persahabatan. Tapi, gue selalu menyimpan semua momen itu dalam memori yang indah. 😇 Semoga kami bisa menjadi sahabat hingga waktu kontrak hidup gue di dunia habis. Amin.