Bagaimana kamu tahu siapa yang mencintaimu?
Ialah yang ikut menanggung sedihku, yang menanyakan kabarku, yang tak bosan denganku, yang mudah memaafkanku, dan yang mengingatkanku akan Tuhanku.
Dia lah yang mencintaiku.
#selfreminder

roma★
trying on a metaphor
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
AnasAbdin
d e v o n
Cosmic Funnies
styofa doing anything
noise dept.

Origami Around

shark vs the universe
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

JVL
todays bird

if i look back, i am lost

@theartofmadeline

NASA
Stranger Things

Discoholic 🪩

Kiana Khansmith
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Canada

seen from Nepal

seen from United States

seen from India

seen from Maldives
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@chiharatsuki
Bagaimana kamu tahu siapa yang mencintaimu?
Ialah yang ikut menanggung sedihku, yang menanyakan kabarku, yang tak bosan denganku, yang mudah memaafkanku, dan yang mengingatkanku akan Tuhanku.
Dia lah yang mencintaiku.
#selfreminder

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cari dan pilihlah yang sejalan, sebab yang sejalan akan lebih mudah dan menenangkan untuk membersamai. Kamu dan dia pun akan sama-sama berhenti jika membutuhkan istirahat, tidak saling meninggalkan tersebab tujuan dan jam berangkat yang berbeda.
Yang setujuan itu ketika sama-sama mengutamakan keberkahan dan iman, yang sama-sama tahu juga soal batasan yang tidak boleh dilanggar, tahu mana kewajiban dan hak yang harus dilakukan dan didapatkan. Benar, yang sejalan itu juga akan lebih mudah bernego soal maaf untuk setiap kesalahan.
@jndmmsyhd
cari yang sefaham karna yg sejalan belum tentu memahami kita. wkwk
Rest Area
Beberapa waktu terakhir ini, saya sedang (dan memilih) untuk banyak 'diam' dan menyimak.
Menyimak story orang², menyimak postingan orang² (baik yang saya kenal secara personal maupun hanya sekadar tahu), membaca konten mengenai A, B, C dan D. Benar² menyimak, berpikir, mencerna, punya rasa ingin tahu dan ber-hmm ria sendirian.
Otak saya kadang berputar-putar, lama rasanya ngga berpikir hal lain di luar diri saya. Sempat saya berstatement bahwa memang 'ya! Sosmed ini, khususnya IG memang tempatnya 'unjuk sesuatu'. Bahasa kasarnya sih 'pamer' (hmm agak ga enak nyebut pake diksi ini cuman gapapa ya sebentar).
Entah itu pamer kondisi diri, pekerjaan, keluarga, ya seputar kehidupan pribadi (yang mungkin ga terlalu privasi dan masih bisa dishare), pamer pemikiran yang mana sering ngasih banyak insight juga buat orang yang bacanya. Termasuk pamer pengetahuan. Yang mana, sekali lagi, bisa kasih manfaat ke orang lain.
Ada balutan hikmah yang terbungkus dalam story dan postingan. Ada yang rajin sekali berbagi hasil belajar agamanya. Sampai sepertinya saya bisa mendeteksi ini orang ngajinya dimana dan belajar ama siapa wkwkwk. Ada orang yang baru belajar agama sehingga rajin sekali repost akun² dakwah (semoga istiqamah), ada juga orang yang dulu saya kenal sebagai orang yang A tapi kini berubah menjadi B.
Pergaulan, lingkungan, masalah, pengalaman belajar dan faktor lain pasti mengubah orang tersebut. Saya tidak ingin menilai bagaimana~manusia rentan dengan perubahan memang, dan kita tidak tahu akhir hidup seseorang akan seperti apa. Doakan saja yang baik², semoga Allah senantiasa jadi yang pertama untuknya dan untuk kita.
Pada akhirnya, saya yang dahulu pernah sering merasa kewalahan dan kebanjiran informasi atau kabar darimana² sehingga lebih banyak bersikap 'jarang melihat story/membaca postingan orang lain' menjadi lebih terlatih untuk membaca, mencerna, memfilter dan berpikir.
Berpikir apakah saya mau melihat apa² yang dipost oleh orang ini atau tidak kedepannya?
Apakah apa² yang dipost oleh orang ini membawa manfaat tidak untuk saya?
Dan,
Sampai kapan saya akan menunda untuk menulis, membuat konten (untuk diri saya di masa depan khususnya) agar punya jejak digital yang baik (semoga) yang bisa dibaca kembali dan jadi pengingat dikala pikiran sempit dan butuh pencerahan?
Mungkin, saat ini adalah saat dimana saya sedang duduk manis di rest area. Melihat kendaraan silih berganti berdatangan, melaju, menurunkan penumpang, pergi lagi, dan seterusnya demikian.
Saya ingin duduknya saya di rest area ini menjadi waktu rehat yang berkualitas. Tanpa perasaan bersalah karena 'ditinggal bergerak' oleh orang². Tanpa perasaan perlu ikut²an speak up mengenai sesuatu kalau saya ga paham² amat sama hal yang sedang ramai dibicarakan. Kalau saya ingin tahu sesuatu, butuh bertanya mengenai hal yang tidak saya pahami, saya senang karena di sebelah saya duduk seseorang yang sudah seperti google berjalan.
Tinggal kusentuh pundaknya, kutanyai ia sesuatu, dengan kecepatan koneksi sekian-sekian ia langsung menjawab pertanyaanku melalui pembahasan yang cukup komprehensif. Saya sampai takjub!
Kalau saya sudah puas. Saya duduk menghadap ke langit, ke jalanan atau menatap benda apapun sembarang sambil berpikir hal² lain. Saya ingin rest area ini jadi sarana kontemplasi yang baru, tempat di mana saya mengisi jiwa saya dari kesepian karena jauh dari teman-kerabat yang dahulu meramaikan hari² saya. Berganti dengan kesunyian, kehangatan dan suasana baru yang dialami ketika menjajaki kehidupan rumah tangga.
Sehingga waktunya tiba, saya bisa kembali bergerak cepat, lebih berbahagia, lebih 'terisi' tangki cintanya, lebih berdaya untuk membersamai si kecil, menemani juang kekasih yang tak ada henti, dan mengabdi pada Allah satu²nya muara harap dan kemana doa ini berlari.
—mungkin juga saya tak perlu menunggu untuk bisa menemani dan mengabdi, sambil terus duduk khidmat di rest area, saya sedang terus belajar—berbuat seseriusnya untuk mempersembahkan yang terbaik.
Bandung, 25 Mei 2021 | 23.08 WIB
Bagaimana cara menaikan value diri sendiri kak?
Beberapa hal yang bisa dicoba :
1. Membaca lebih banyak buku untuk meluaskan cakrawala.
2. Memiliki passion, hobi atau hal yang paling ingin diperjuangkan.
3. Menebar gagasan. Bisa dengan menulis, membuat podcast, media sosial ataupun youtube.
4. Kontribusi pada kegiatan yang berdampak untuk banyak orang. Minimal meluangkan waktu untuk memikirkan dan berbuat baik untuk orang lain.
5. Buat suasana hangat ditengah keluarga.
6. Tak perlu mengikuti trend. Tetap fokus pada keunggulan diri.
7. Kurangi distraksi handphone atau social media. Melatih dopamin pada hal-hal yang membuat kita semakin baik.
8. Perbanyak refleksi dan bersyukur sebelum tidur.
9. Cari mentor ataupun orang yang kita anggap keren pada hal yang pengen kita kuasai.
10. Belajar skill-skill baru.
Silahkan tambahkan lagi ya . . . . . .
Jangan Sibuk dengan Aib Orang Lain
"Orang yang paling banyak kesalahannya adalah orang yang paling banyak menyebut kesalahan orang lain." (Muhammad bin Sirin, Al-Majalis 5/166)
Musibah yang besar adalah..
Sibuk mengingat aib orang lain..
Dan melupakan aib sendiri...
Sehingga membuat kita merasa lebih baik dari mereka..
Dan terhinggapi penyakit ujub dan sombong...
(Ustadz Badru Salam, Lc.)
#bekalmuslim #selfreminder

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#selfreminder #bekalmuslim #lailatulqadr
KRI Nanggala 402 :
SUBSUNK = dinyatakan tenggelam
On Eternal Patrol = berpatroli untuk selamanya.
Kalau bumi tidak lagi jadi pelabuhanmu, semoga surga menjadi dermaga terakhirmu.
#KRINaggala402
#PrayForKRINanggala402
Selamat berpatroli untuk selamanya KRI Nanggala 402!
Dear sea, take care them there, don't let your water make them cold
Fair Wind and Following Seas, Commence the Eternal Patrol KRI Nanggala 402
"Tabah Sampai Akhir"🥀
#KRINaggala402
#PrayForKRINanggala402
Hati yang berkarat karena dua hal:
Kelalaian dan Dosa
Sedang hati menjadi berkilap penuh kemilau karena dua hal:
Istighfar dan Dzikir
#selfreminder
Perubahan Sudut Pandang
Saya ketika sebelum menikah dan setelah menikah, memiliki cara pandang yang berbeda terkait pernikahan. Sesuatu yang kemudian membuatku memberikan nasihat jika diminta, ke teman yang hendak menikah.
Lebih baik gagal di tengah-tengah proses daripada gagal di dalam pernikahan. Artinya, kalau kamu melihat ada potensi masalah yang besar antara kamu dan calon pasangan, lebih baik gak usah lanjut, dengan segala risikonya; batalin undangan meski udah kesebar, perkataan orang, dll. Membuat keputusan untuk membatalkan lamaran/pernikahan, konsekuensinya jauh lebih ringan daripada bercerai di tengah pernikahan. Karena cerai lebih ribet, tidak hanya urusan administrasinya yang melelahkan, belum lagi jika sudah ada anak dan berebut hak asuh, belum lagi dengan status sosial yang nanti akan dibawa (janda/duda), dll. Untuk teman-teman yang hendak menikah, jika memang belum siap. Lebih baik jangan. Jika kamu sudah siap dan belum menemukan yang menurutmu tepat untuk menjadi pasangan hidup, jangan mau menerima seadanya sekalipun mungkin usiamu bertambah tua. Jika kamu seorang muslim dan tahu kalau pernikahan itu bernilai setengah agama, jangan sampai yang setengah ini rusak karena kamu terlalu gegabah dan menggebu-gebu tapi tidak rasional ketika mau menikah. Sudah rusak setengah dan kita juga tidak bisa menjamin setengah agama lainnya juga baik. Jika kamu ingin menikah dengan seseorang, tanyakanlah segala sesuatu yang ingin kamu tanyakan sampai tak bersisa. Tak perlu sungkan untuk menanyakannya, tak perlu takut. Kalau kemudian dia merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurutmu penting, berarti dia tidak menganggap penting apa yang bagimu penting. Dan jika dia tidak mau diajak duduk bersama membicarakannya, entah tentang finansial, keluarga, dan apapun yang menurutmu ingin diperjelas sebelum menikah, sementara dia tidak mau membicarakannya. Saranku, mending cari yang lain. Menikah dengan orang yang tidak bisa diajak berdiskusi dengan mudah itu akan jadi tantangan tersendiri. Kita tidak bisa menikah bermodal kepercayaan bahwa nanti dia akan berubah, itu mungkin untuk hal-hal yang tidak begitu krusial/prinsip. Tapi pada hal-hal yang prinsip, kita tidak bisa memakai cara pandang itu. Apalagi, sepanjang pernikahan nanti, kita akan membutuhkan banyak sekali diskusi. Saranku, pastikan pasanganmu adalah orang yang bisa diajak diskusi, bisa menerima masukan, terbuka terhadap kritik/saran, dan mau belajar. Dan pada akhirnya, kalau memang tidak siap. Lebih baik, gunakan energimu untuk bersiap. Kalau kamu masih memiliki ambisi yang ingin kamu dapatkan sebelum menikah, kejarlah. Kalau kamu ingin tetap menjadi dirimu sendiri ketika nanti sudah menikah, menikahlah dengan orang yang tepat. Tepat yang seperti apa? Kamu yang bisa merasakannya nanti. Nanti, ketika sudah ada orangnya yang akan menikah denganmu. Kita tidak bisa menuliskan ketetapan itu dalam barisan kriteria. Dan mungkin, tidak akan ada orang yang bisa memenuhi semua kriteria itu dalam satu waktu. Kalau sudah ada orangnya dengan segala kekurangannya. Kamu akan bisa merasakan, mana yang kiranya kamu bisa terima sebagai pasangan hidup dan mana yang tidak. 17 Maret 2021 | ©kurniawangunadi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jika kau pikir bersamaku kau akan hidup penuh “kesenangan”, aku akan menemanimu menghabiskan banyak untuk untuk memuaskan “kesenangan” pribadi, aku sarankan kau undur diri saja.
Impianku masih sama, pada waktunya nanti, aku ingin bersama dengan seseorang, yang dengannya aku tak perlu terlalu silau akan kesenangan dunia. Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktuku untuk membuat lebih banyak orang berbahagia. Aku ingin kita sama-sama belajar untuk menikmati bahagia dengan cara membuat orang lain bahagia, bukan hanya berbahagia kerena sanggup mencapai kesenangan personal.
Pikirkanlah matang-matang, jangan sampai kelak kau merasa salah ambil jalan. Memilih bersamaku, kau harus siap jika sewaktu-waktu aku ajak kau menanggalkan beberapa kesenangan pribadimu. Mari selesaikan diri sendiri dulu.
#salintempel #selflove #jomblo
Apakah penyakit ‘ain itu?
‘Ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata. Disebutkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan:
إصابة العائن غيرَه بعينه
“Seorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya” (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).
Dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah:
مأخوذة من عان يَعين إذا أصابه بعينه ، وأصلها : من إعجاب العائن بالشيء ، ثم تَتبعه كيفية نفْسه الخبيثة ، ثم تستعين على تنفيذ سمها بنظرها إلى المَعِين
“‘Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).
Gangguan dari ‘ain bisa berupa penyakit, kerusakan atau bahkan kematian.
#selfreminder #ain #dakwah #salaf
"Sombong itu bukan hanya pada perkara dunia...
Seseorang bisa sombong karena ilmunya, bisa karena gelarnya, bisa karena sanadnya, bisa karena gurunya, bisa karena masjidnya, majelis taklimnya, tajwidnya, sedekahnya...dll
Jangan sampai ibadahmu -yang seharusnya menjadikanmu semakin tawadu- malah menjerumuskanmu dalam kesombongan dan menilai rendah selainmu."
.
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
.
#selfreminder #bekalmuslim
Yang kurang mampu, bersabarlah, jangan harapkan uluran tangan manusia. Allah Maha Kaya, mintalah pada-Nya.
Yang mampu, memberi-lah, jangan tunggu diminta, jangan pelit. Allah Maha Membalas kebakhilan dan kezhaliman, Takutlah pada-Nya.
#selfreminder
Sebesar apapun usahamu untuk menjatuhkan orang lain, namun jika Allah berkehendak untuk mengangkat namanya, engkau tak akan pernah bisa.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kalau seseorang tau kadar dirinya maka tidak ada waktu baginya untuk mengurusi orang lain dan menghabiskan waktu membahasnya. Umur ini sangat singkat dan amalan sangat sedikit. - Ust Abu Farhan Ahmad
Aku & kamu tidak di ciptakan untuk mengawasi orang lain, maka sibukkanlah dirimu dengan perkara yang pasti kamu ditanya tentangnya setelah kematian.
-Ust Abu Farhan Ahmad